3) Area cooking
2.2 Tinjauan Khusus
2.2.2 Chezlely 1. Sejarah
Chezlely Culinary School resmi berdiri pada tanggal 15 Juni 2005.
Chez berasal dari bahasa Perancis yang artinya tempat. Sedangkan Lely sendiri diambil dari nama pendiri sekolah kuliner ini. Konsep awal pendirian sekolah ini adalah sekolah memasak untuk calon chef profesional dengan ijazah yang berlaku secara internasional. Di awal
mendirikan ChezLely, hambatan yang dihadapi adalah pendiri adalah bagaimana cara mendatangkan siswa. ChezLely Culinary School merupakan tempat kursus masak profesional pertama dan hingga saat ini satu-satunya di Indonesia, namun pada awal-awal berdiri setiap kelas hanya ada 2-3 siswa.
Seiring berjalannya waktu, nama Chezlely semakin terkenal di Ibukota. Sampai saat ini rata-rata kelas dibatasi delapan siswa, per harinya ada total ada 24 siswa dan sudah ada ratusan siswa yang lulus.
Chezlely hanya memiliki satu cabang di Jakarta yang terletak di:
Jl. Kav Lestari I No. 100 Komp. Lebak Lestari Indah Jakarta 12440
Indonesia
Phone: (62-21) 750 4428 Fax: (62-21) 750 4459 Email: [email protected]
Gambar 2.29 Tampak luar Chezlely (foto : Jennifer, 2013)
2. Profile Pendiri
Bernama lengkap Lely Simatupang, pendiri sekolah kuliner ini lahir di Pangkal Pinang pada tanggal 9 Januari 1963. Beliau mengambil jurusan Ilmu Teknik Kimia di ITB. Setelah lulus dengan gelar Sarjana Teknik ITB tahun 1986, beliau melanjutkan pendidikan manajemen di PPM, Menteng, Jakarta. Setelah lulus, beliau bekerja di restoran cepat saji McDonald selama 10 tahun dengan jabatan terakhir
sebagai salah satu Direktur Purchasing.Setelah cukup lama bekerja, Lely kemudian pindah ke PT Unilever Indonesia Tbk. dengan jabatan Out-of-home Manager, Food Division.
Pada tahun 2003, saat berusia 40 tahun, Lely berkeinginan untuk membuat sesuatu yang berbeda bagi hidupnya. Akhirnya beliau memutuskan untuk sekolah memasak selama enam bulan di Le Cordon Bleu (Paris) dengan mengambil program dasar dilanjutkan dengan tingkat lanjutannya. Setelah kembali ke Indonesia, Lely mengurungkan niatnya untuk membuka restoran. Namun atas saran kakaknya, Ia berencana untuk membuka cabang Le Cordon Bleu di Indonesia. Akan tetapi, hal tersebut tidak dapat terwujud dikarenakan untuk wilayah Asia-Pasifik mereka sudah mempunyai cabang di Australia. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuka sekolah masak yang sampai hari ini masih berjalan.
3. Visi dan Misi
Setiap siswa yang belajar di ChezLely bukan hanya sekedar belajar memasak secara teori, tapi secara langsung di dapur professional.
4. Target Pemasaran
Melalui sekolah yang didirikannya ini, Lely menginginkan agar semua orang bisa memasak, tidak hanya perempuan tapi juga laki-laki, dan paling tidak mereka bisa memasak untuk dirinya sendiri. Selain itu Lely juga berpendapat bahwa keterampilan memasak itu semakin dini diajarkan, semakin baik hasilnya untuk masa tua nanti. Oleh karena itu, Chezlely juga terbuka untuk anak-anak yang berusia 7-12 tahun.
5. Fasilitas
Fasilitas-fasilitas yang ada di Chezlely Culinary School :
ITEM QUANTITY ROOM
Kitchen Working Table 1 Ruang Praktek
Perlengkapan Memasak 1 - Ruang Praktek
Sink 12
- Ruang Praktek
- Ruang Teori
- Cleaning Room
-Storage
Stove 10 - Ruang Praktek
- Ruang Teori
Storage 1 Storage Area
Tabel 2.2 Fasilitas Chezlely (Sumber : Chezlely, 2013)
6. Ruang Fasilitas
Ruang ini adalah ruangan dimana tempat menampung fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh Chezlely Culinary School :
a. Demo Room
Demo Room adalah ruangan yang didesain khusus untuk melakukan aktivitas demo memasak. Sebelum memulai sebuah materi, Chef pengajar terlebih dahulu memperagakan cara memasak yang benar didepan para siswa untuk memberikan pemahaman awal secara teori, langkah ini dilakukan agar para siswa sudah memiliki gambaran ketika nanti memasuki tahap praktek di practical room.
Gambar 2.30 Ruang Demo 1 (foto : Jennifer, 2013)
Gambar 2.31 Ruang Demo 2 (foto : Jennifer, 2013)
b. Practical Room
Practical Room adalah ruangan yang didesain khusus untuk melakukan aktivitas praktek memasak. Ruangan ini dilengkapi peralatan yang lengkap dan berkualitas tinggi. Di ruang inilah para Chef professional membimbing siswanya dalam melakukan praktek yang sebelumnya sudah diperagakan di Demo Room sebelumnya. Ruangan ini memuat maksimal 12 orang siswa, sehingga para siswa dapat berkonsentrasi dengan materi yang diajarkan tanpa harus berdesak-desakan.
Gambar 2.32 Ruang Kelas (foto : Jennifer, 2013)
c. Reception Area
Area ini adalah tempat dimana sang receptionist menerima tamu dan mengurus berkas-berkas administasi peserta didik, karyawan, ataupun pengajarnya.
Gambar 2.33 Reception (foto : Jennifer, 2013)
Gambar 2.34 Reception & Waiting Area
(foto : Jennifer, 2013)
d. Loker
Ruangan ini adalah tempat dimana peserta didik menaruh barang-barang yang mereka punya agar tidak merepotkan saat kelas nanti.
e. Student Lounge
Kegunaannya kurang lebih sama seperti lounge pada umumnya yaitu untuk tempat berkumpul, bersosialisasi antara satu dengan yang lain dan tempat untuk bersantai.
f. Office
Ruangan ini memiliki ukuran tidak terlalu besar, namun tidak kecil juga. Cukup untuk karyawan dan owner bekerja setiap harinya.
7. Program Pendidikan
Chezlely Culinary Center memiliki 4 program pendidikan yang dapat diikuti dan disesuaikan dengan keinginan peserta. Program tersebut antara lain:
a. Professional Cuisine Indonesia
Program ini ditujukan kepada masyarakat yang sudah terbiasa memasak di dapur atau mempunyai pengalaman memasak.
Contoh pesertanya seperti pemilik/calon emilik restoran dan calon chef.
Program ini berlangsung selama 4 jam (2 jam demo dan 2 jam praktek), 5 kali dalam seminggu dan diadakan sebanyak 17 kali pertemuan. Dalam kelas ini, peserta didik mendapatkan :
Seluruh bahan untuk kelas demo dan kelas praktek
Student package :
2 set seragam terdiri dari: Jaket chef, Celana hitam, Apron, Topi dan Neck tie
1 set pisau terdiri dari 3 pcs: Chef’s knife, paring knife, dan peeler
Food container
Course manual, Lunch, Group picture, Ujian akhir, Personal accident insurance, Certificate of completion
b. Program Memasak untuk dewasa
Kelas ini berlangsung pada hari kerja selama 4 jam. Program dan waktu dapat dipilih sendiri oleh peserta didik. Untuk program ini, usia minimal adalah 17 tahun.
Dalam program ini peserta didik mendapatkan :
Bahan baku untuk demo dan praktek
Apron, Group picture, certificate of completion, dan personal accident insurance
Program memasak untuk dewasa ini dibagi kembali menjadi 2, yaitu :
o Program Memasak Jangka Panjang
Professional Cuisine
Program belajar memasak untuk Anda yang ingin menjadi seorang Chef Profesional ataupun pemilik restoran.
Le Cuisinier Regular
Program belajar memasak secara cepat dan padat untuk Anda yang ingin pandai memasak tetapi memiliki keterbatasan waktu.
o Program Memasak Jangka Pendek
Le Cuisinier Short Course
Program belajar memasak ini berlangsung 1-4 hari.
Kelas ini mengajarkan berbagai macam makanan mulai dari makanan asia hingga Perancis.
c. Program Memasak anak
Program ini dikhususkan untuk anak-anak yang berusia dibawah 18 tahun. Untuk program reguler, ada 10 kali pertemuan.
Kelasnya dibagi menjadi basic, intermediet, dan advance. Peserta didik diajarkan untuk mengenal semua teknik memasak. Untuk kelas basic, mereka belajar mulai dari cara memegang pisau dan berbagai cara memotong.
o Le Petit Chef Regular (Anak-anak)
Program memasak untuk menyiapkan anak agar mampu menyediakan makanan untuk diri sendiri.
Le Petit Chef - Short Course
Program belajar memasak, 1 – 4 hari, untuk anak-anak yang gemar makanan tertentu dan ingin dapat menyiapkannya seperti seorang pemasak profesional. Mulai dari makanan Asia hingga makanan Perancis
d. Program memasak – Special Design
Program kelas ini ditujukan kepada masyarakat yang tertarik untuk menekuni bidang kuliner dengan peserta didik yang berkelompok (kantor, restoran), ataupun yang memilih untuk melakukan kegiatan bersama dengan belajar kuliner.
2.2.3 Bogasari Baking Center