SMPN 1 Cikarang Utara
Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk menguarangi dampak negatif gadget terhadap interaksi
sosial di sekolah siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara melalui metode pemberian layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara di semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Untuk menjawab suatu pernyataan maka peneliti mengambil lokasi di 2 SMPN 1 Cikarang Utara Kabuapten Bekasi Provinsi Jawa Barat, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah berjumlah 8 siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara. Instrumen dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, wawancaran dengan siswa di kelas 7 yang sering terlambat hadir ke sekolah. Jadi hasil penelitian atau bimbingan kelompok yang diberikan pada siswa adalah siswa yang sering terlambat hadir ke sekolah. Bimbingan kelompok ini dilaksanakan 2 siklus, pada prasiklus ditemuai adanya 6 siswa siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial. Pada siklus II tidak ditemuai siswa yang terlambat, namunmasih ada siswa yang masih memiliki masalah 0 siswa siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial, hal ini terjadi karena pengaruh dari teman sebaya, tidak memiliki kesadaran untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan memanfaatkan penggunaan gadgat dengan baik sebagai pennjang prestasi belajar. Kesimpulan yang dapat di amil bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dapat mengurangi dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di SMPN 1 Cikarang Utara. Kata Kunci: layanan bimbingan kelompok, dampak negatif gadget, interaksi sosial
Pendidikan merupakan salah satu
sektor yang paling penting dalam
pengembangan nasional, karena
pendidikan ialah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik dengan harapan supaya menjadi manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Perkembangan teknologi dan
komunikasi saat ini sangat pesat dan memberikan dampak yang sangat besar terhadap dunia pendidikan. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia dan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Berbagai macam jenis teknologi dapat dengan mudah kita jumpai dizaman modern ini. Salah satu contoh Teknologi yang sangat populer saatini adalah Gadget, gadget
merupakan suatu ( alat / barang elektronik) teknologi kecil yang memiliki beberapa fungsi khusus, tetapi sering diasosiasikan sebagai sebuah inovasi atau suatu barang baru (Homby, 2000). Gadget memiliki banyak kemudahan dan manfaat di dalamnya, diantaranya kemudahan untuk mengakses berbagai informasi dan hiburan sudah tersaji dalam bentuk online ataupun offline.
Sekarang ini pengguna gadget tidak hanya berasal dari kalangan pekerja,
termasuk anak dan balita sudah
memanfaatkan gadget dalam aktivitas yang mereka lakukan setiap hari, seperti digunakan untuk menonton aplikasi You-tube, game, atau mengakses sosial media, google ataupun aplikasi lainnya.
Volume 8, No. 49 April 2021 | 28
Hampir setiap orang yang
memanfaatkan gadget menghabiskan
banyak waktu mereka dalam sehari untuk menggunakannya. Oleh karenanya gadget juga memiliki nilai dan manfaat tersendiri bagi kalangan orang tertentu. Akan tetapi banyak dampak negatif yang muncul dalam pemanfaatan gedget bagi kalangan remaja, anak sekolah, bahkan balita. Meskipun sebagian besar dari masyarakat memanfaatkan gadget untuk komunikasi, urusan pekerjaan atau bisnis, mencari informasi, ataupun hanya sekedar untuk mencari hiburan.
Sebenarnya gadget tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi anak,
karena juga ada dampak positif,
diantaranya dalam pola pikir anak yaitu mampu membantu anak dalam mengatur kecepatan bermainnya, mengolah strategi
dalam permainan, dan membantu
meningkatkan kemampuan otak kanan anak selama dalam pengawasan orang tua. Akan tetapi dibalik kelebihan tersebut lebih dominan pada dampak negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Salah satunya adalah radiasi dalam gadget yang dapat merusak jaringan syaraf
dan otak anak bila anak sering
menggunakan gadget. Penggunaan gadget secara berkelanjutan dan akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam kesehariannya, anak-anak yang cenderung terusmenerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang harus dan rutin dilakukan oleh anak dalam aktifitas seharihari, tidak dipungkiri saat inianak lebih sering bermain gadget dari pada belajar dan berinteraksi dengan
lingkungan sekitarnya, bimbingan
kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Menurut Winkel (2004:543)
“bimbingan kelompok
mengupayakan perubahan
dalam sikap dan perilaku
secara tidak langsung,
melalui penyajian informasi
yang menekankan
pengolahan kognitif oleh
para peserta sehingga
mereka dapat menerapkan sendiri”.
Menurut Tohirin (2007:170)
menyebutkan bahwa definisi bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu melalui kegiatan kelompok. Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok dimana pimpinan
kelompok menyediakan
informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama (Wibowo, 2005: 17).
Bimbingan kelompok bermaksud
memanfaatkan dinamika kelompok
sebagai media dalam upaya membimbing
individu-individu yang memerlukan.
Media dinamika kelompok ini adalah unik dan hanya dapat ditemukan dalam satu kelompok yang benar-benar hidup. Dalam kegiatan bimbingan kelompok, dinamika
kelompok sengaja diciptakan dan
ditumbuhkan dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling (Prayitno, 2004:65).
Sedangkan menurut Romlah (2001: 3) “bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan yag diberikan pada individu dalam situasi kelompok agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan kemampuan,
bakat, minat, dan nilai-nilai yang dianutnya”.
Melalui layanan bimbingan
kelompok, siswa diajak bersama-sama mengemukakan pendapat tentang
topik-topik yang dibicarakan dan
mengembangkan bersama permasalahan yang dibicarakan pada kelompok.
Fungsi bimbingan dan konseling (Prayitno, 2004; 197). ditinjau dari kegunaan atau manfaat, atau keuntungan-keuntungan apa yang diperoleh melalui layanan tersebut. Fungsi-fungsi itu banyak dan dapat dikelompokkan menjadi lima
Volume 8, No. 49 April 2021 | 29
pencegahan, (b) fungsi pencegahan, (c)
fungsi pengentasan, (d) fungsi
pemeliharaan, dan (e) fungsi
pengembangan. Terkait dengan fungsi dari bimbingan kelompok, Mugiarso, dkk (2009:66) mengemukakan bahwa fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan bimbingan kelompok ialah fungsi pemahaman dan pengembangan.
Gadget adalah sebuah perangkat atau instrumen elektronik yang memiliki tujuan
dan fungsi praktis terutama untuk
membantu pekerjaan manusia.perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Diantaranya smartphone seperti iphone dan blackberry, serta notebook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet) (Widiawati, 2014).
Gadget merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan kemampuan yang lebih baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan maupun fungsi lebih praktis dan juga lebih berguna. Seiring perkembangan pengertian gadget pun menjadi berkembang yang sering kali menganggap smartphone adalah sebuah gadget dan juga teknologi komputer ataupun laptop bila telah diluncurkan produk baru juga dianggap sebagai gadget. Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus . Salah satu hal yang membedakan
gadget dengan perangkat elektronik
lainnya adalah unsur “kebaruan” artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.
Contoh-contoh dari gadget di
antaranya telepon pintar (smartphone) seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet) (Ivana Sarahfebi, 2017).
Dari pendapat diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa, gadget adalah suatu alat elektronik yang memiliki berbagai layanan fitur dan aplikasi-aplikasi yang
menyajikan teknologi terbaru yang
membantu hidup manusia menjadi lebih simple dan praktis dan memiliki fungsi khusus.
Kata gadget banyak muncul dalam buku-buku yang ditulis oleh Vivian Drake berjudul “Above the Battle” yang diterbitkan pada tahun 1918. Dalam buku itu tertulis sebuah kutipan seperti ini “Our ennui was occasionally relieved by new gadgets. Gadget is the Flyng slang for invention! Some gadgets were good, some comic and some extraordinary”. Pada saat ini istilah gadget berkonotasi sebuah kekompakan dan mobilitas (Paulus Tan, 2016).
Gadget merupakan perangkat
elektroni kecil yang memiliki fungsi khusus dan memiliki banyak jenisnya seperti smart phone, laptop, video game, dan tablet PC, dll.
Adapun bentuk gadget yang pada zaman modern ini ialah : Blackberry, Iphone, Android, Ipad dan Tablet Pc, nama-nama ini adalah barang yang berbentuk dengan telepon genggam yang sering disebut gadget dan sangat praktis
untuk dibawa kemana-mana karena
bentuknya yang sangat minimalis dan beragam modelnya ada pula gadget yang lainnya seperti:
1) Gadget USB
USB juga termasuk gadget yang terbilang cukup praktis,Gadget ini sangat berguna bagi penggunanya yang berfungsi untuk menyimpan ataupun mendokumentasikan momen-momen dan hiburan, khususnya bagi anak-anak contoh kongkrit dari USB adalah Flashdisk.
2) Gadget Music
Gadget music adalah gadget yang hampir dimliki setiap kaangan, contoh gadget music adalah Mp3 Player, speaker atau mungkin handphone.
3) Gadget foto
Sesuai dengan namanya gadget foto adalah gadget yang berguna untuk mengambil foto. Gadget ini dilengkapi tekhnologi
tinggi sehingga hasil jepretannya
Volume 8, No. 49 April 2021 | 30
Gadget pintar
Sesuai dengan namanya, gadget ini memang pintar, alat ini dapat mengerjakan
berbagai fungsinya. Handphone,
ipat,laptop, komputer merupakan bagian dari anggota gadget ini. Akan tetapi gadget yang penulis maksud dalam skripsi ini adalah gadget ponsel pintar (Smartphone).
Interaksi sosial adalah merupakan hubungan – hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara
orang-orang perorangan, antara
kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia (Soerjono soekanto,2005).
Interaksi sosial merupakan hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok
maupun orang dengan kelompok.
Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga bisa berbentuk persaingan, pertikaian dan sejenisnya (Basrowi,2005).
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial oleh karena itu tanpa adanya interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Interaksi sosial dimaksudkan sebagai pengaruh timbal balik antar individu dengan golongan didalam usaha mereka
untuk memecahkan persoalan yang
diharapkan dan dalam usaha mereka untuk mencapai tujuannya (Abu Ahmadi, 2004).
Menurut Soerjono Soekanto
menerangkan bahwa suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu (Soejono Soekanto,2000)
a. Adanya kontak sosial (social contact) b. Adanya komunikasi
Dalam usahanya untuk mencapai
interaksi sosial dengan lingkungan,
terkadang tanpa mengalami hambatan sehingga akan muncul sikap perilaku yang positif. Lebih lanjut Hurlock merumuskan orang yang memiliki ciri-ciri interaksi sosial yang baik disimpulkan sebagai berikut:
a. Mampu dan bersedia menerima
tanggung jawab.
b. Berpartisipasi bergembira dalam
kegiatan yang sesuai dengan tiap tingkatan usia.
c. Segera menangani masalah yang menuntut penyelesaian.
METODE
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan alat pengumpul data yaitu angket. Angket diberikan kepada siswa yaitu dengan indikator penilaian layanan bimbingan kelompok. Adapun teknik pengambilan objek penelitian dengan menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan (sifat, karakteristik, ciri dan kriteria). Maka data penelitian yang diambil menjadi objek. Dari kelas s IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara adalah 36 orang siswa.
HASIL
Sebelum melakukan penyebaran
angket, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi di sekolah. Penyebaran angket dengan pilihan alternatif yang dimaksud untuk memudahkan para siswa dalam
memberikan pilihan sesuai dengan
keadaan mereka.
Data yang diuraikan pada yang didapatkan 36 orang responden atau siswa dalam angket mengenai Pemberian layanan bimbingan kelompok mengenai dampak negatif gadget terhadap interaksi sosial di sekolah Siswa.
ada 16 siswa tidak telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah, 12 siswa masih telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosiall di sekolahnya dan 8 siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah.
Volume 8, No. 49 April 2021 | 31
Gambar 3. Data Dampak Negatif Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Pra Siklus
Data yang didapatkan setelah
melakukan tindakan atau siklus I
pemberian layanan bimbingan kelompok didapatkan hasil yaitu ada 21 siswa tidak telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah, 9 siswa masih telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosiall di sekolahnya dan 6 siswa telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah.
Gambar 4. Perbandingan Data Dampak Negatif Gadget Terhadap Interaksi Sosial
Pada Prasiklus Dan Siklus I
Data yang didapatan setelah
melakukan tindakan kedua atau siklus II pemberian Layanan Bimbingan Kelompok didapatkan hasil yaitu ada 30 siswa tidak
telihat ada dampak negatif gadged
terhadap interaksi sosial di sekolah, 6 siswa masih telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosiall di sekolahnya dan tidak ada laginya ditemui siswa dengan masalah dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah.
Gambar 5. Perbandingan Data Dampak Negatif Gadget Terhadap Interaksi Sosial
Pada Siklus I dan Siklus II
Gambar 6. Perbandingan Data Perkembangan Dampak Negatif Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Prasiklus
Hingga Siklus II
Gambar 7. Persentase Indikator Data Penelitian
PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian Siklus I
Dalam Layanan Bimbingan
Kelompok konselor melakukan suatu kegiatan yang dibentuk dalam suatu kelompok yang terdiri 6 siswa dengan satu
konselor, yang dapat membicarakan
beberapa masalah, seperti kemampuan dalam membangun hubungan dan komunikasi, pengembangan harga diri, dan
keterampilan-keterampilan dalam
mengatasi masalah. dampak negatif gadget
terhadap interaksi sosial merupakan
tanggapan atau reaksi individu yang terwujud dalam gerakan (sikap) manakala
Volume 8, No. 49 April 2021 | 32
adanya pembiaran dan kurangnya
pemahaman siswa terhadap dampak
negatif penggunaan gedgat yang
belebihan. Maka peneliti dapat mengambil
kesimpulan bahwasanya pelaksanaan
bimbingan dan konseling sudah dilakukan guru bimbingan konseling di SMPN 1 Cikarang Utara dengan baik namun upaya ini belum mencapat hal ini di tunjukan dari data siswa tidak telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial disekolah baru mencapai 58,33%. Hasil ini masih jauh dari yang diharapkan yaitu 75%, sehingga perlu dilakukan siklus II.
2. Hasil Penelitian Siklus II
Pada siklus kedua yanga
dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2020 di dapatkan data bahwa Ada beberapa siswa/i di sekolah ini Masih Telihat Ada Dampak Negatif Gadged
Terhadap Interaksi Sosial karena
kurangnya pemahaman, tidak dapat
memenegement waktu, sikap tidak sisih sibuk dengan gadgat saat berkumpul atau bersama teman sebaya. Hal ini terjadi karena pengaruh dari teman sebaya, tidak memiliki kesadaran untuk merubah diri
menjadi lebih baik, dan tidak
mengobtimalkan manfaat positif dari penggunaan gedgat. Tetapi situasi ini sebenarnya tidak luput dari peranan orang tua dalam mendidik dan membimbing anak mereka.
Dalam hal ini, guru bimbingan dan konseling harus peka dan berperan aktif dalam menangani siswa yang sukar terlambat hadir ke sekolah.
Dari data yang didapatkan bahwa siswa tidak telihat ada dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial disekolah sudah mencapai 83,33%. Hasil ini telah melebihi target yang ingin dicapai yaitu 75% dari seluruh siswa di IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara.
Maka peneliti dapat mengambil kesimpulan, bahwa dampak negatif gadget terhadap interaksi sosial ialah penerpaan layanan bimbingan kelompok sudah dapat meningakatkan pemahaman siswa akan
Dampak Negatif Gadget Terhadap
Interaksi Sosial sehingga terlihat siswa sudah mulai melakukan iteraksi sosial yang benar dan memanfaatkan gadgat sebagaimana mestinya sebagai penunjang prestasi belajar di sekolah .
SIMPULAN
Berdasarkan hasil laporan peneliti diatas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa:
1) Penerapan Layanan Bimbingan
Kelompok untuk mengurangi dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah di kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara di semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 berjalan dengan baik, siswa mulai membiasakan diri untuk lebih memanfaatkan gadgat dengan baik di sekolah.
2) Siswa telah mulai lebih memahami
pentingnya mematuhi bijak
menggunakan gadgat dan internet.
3) Dengan diterapkannya Layanan
Bimbingan Kelompok Untuk
mengurangi dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah pada siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara di semester 2 tahun pelajaran 2019/2020, siswa lebih leluasa dalam merespon dan aktif dalam berlangsungnya proses belajar
mengajar disekolah. Jadi dapat
disimpulkan bahwa Penerapan
Layanan Bimbingan Kelompok dapat mengurangi dampak negatif gadged terhadap interaksi sosial di sekolah
melalui Layanan Bimbingan
Kelompok bagi siswa kelas IX.2 SMPN 1 Cikarang Utara di semester 2 tahun pelajaran 2019/2020.
Volume 8, No. 49 April 2021 | 33 DAFTAR RUJUKAN
Ahmadi, Abu. 2004. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta
Basrowi, 2005. Pengantar Sosiologi.
Bogor: Ghia Indonesia
Ivana Sarahfebi , Pengaruh Gadget, dalam http://www.authorstream.com/Presen tation/ivanasarahfebi2353498
pengaruh-gadget/
Mugiarso, Heru 2009. Bimbingan dan
Konseling. Semarang: UPT
UNNES Press
Prayitno.(2008).Layanan Bimingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil).Jakarta: Ghalia Indonesia Romlah, Tatik. 2001. Teori dan Praktek
Bimbingan dan Konseling
Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang Press
Soekanto, Soerjono.2005. Sosiologi Suatu
Pengantar. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada
Tohirin. 2007. Bimbingan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis
Integrasi).Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Wibowo, mungin. 2005. Konseling
kelompok perkombengan.
Semarang:UNNES PRESS Widiawati, 2014,Pengaruh Penggunaan
Gadget Terhadap Daya Kembang Anak, Jakarta : Universitas Budi Luhur
Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Volume 8, No. 49 April 2021 | 34 JPD: Jurnal Pedagogiana
P-ISSN 2089-7731 E-ISSN 2684-8929
DOI: doi.org/10.47601/AJP.44
PENERAPAN MODEL WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU