• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM MEMBANGUN

CITRA PERUSAHAAN

Citra Perusahaan PT Indo Bharat Rayon

Bagi sebuah organisasi bisnis, citra positif sangat diperlukan bagi kelangsungan sebuah usaha. Salah satu cara agar dapat mengetahui citra perusahaan adalah dengan mengetahui penilaian dan pengetahuan responden terhadap peran public relations. Seperti yang dikemukakan oleh Ruslan (2008) bahwa citra perusahaan berhubungan erat dengan suatu penilaian publik terhadap segala bentuk produk atau pelayanan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, dan citra dapat bernilai negatif maupun positif. Citra yang ingin dibangun oleh PT Indo Bharat Rayon tentunya adalah Citra Perusahaan yang positif yang diwujudkan melalui kepedulian-kepedulian yang ditunjukan oleh perusahaan diberbagai aspek kehidupan. Citra perusahaan dapat diukur dari berbagai indikator, diantaranya kepedulian perusahaan terhadap kebersihan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan penilaian responden terhadap citra perusahaan dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 Penilaian responden terhadap citra perusahaan PT Indo Bharat Rayon, Purwakarta 2014

Citra Perusahaan Jumlah Persentase (%)

Positif 29 72.5

Negatif 11 27.5

Total 40 100.0

Kegiatan public relations adalah salah satu metode untuk membangun citra positif sebuah perusahaan. Selain memperdayakan masyarakat, jika dilihat dari sisi perusahaan, kegiatan public relations jelas bertujuan agar operasional berjalan lancar tanpa gangguan. Selain itu kegiatan public relations mempengaruhi sustainibility dan acceptability (diterima dan berkelanjutan) perusahaan, karena keberadaannya diterima masyarakat sehingga saham perusahaan akan lebih bernilai. Penilaian responden terhadap citra perusahaan tergolong positif karena hampir seluruh responden memiliki penilaian dan tanggapan positif atas keberadaan dan kepedulian perusahaan. Hal ini disebabkan karena perusahaan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap aspek-aspek penting kehidupan masyarakat. Seperti kebersihan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelas responden berpendapat bahwa citra perusahaan tergolong negatif. Hal tersebut terjadi karena menurut para responden perusahaan kurang memperhatikan aspek pendidikan masyarakat. Perusahaan membantu merenovasi gedung-gedung sekolah, memberikan beasiswa kepada pelajar yang berprestasi dan sempat membuka les menjahit bagi para wanita namun kegiatan tersebut tidak

32

berlanjut serta pembagian beasiswa pun dianggrap tidak merata. Hal ini membuat penilaian responden terhadap citra PT Indo Bharat Rayon menjadi negatif.

Citra perusahaan tergolong tinggi jika dilihat dari indikatornya. Distribusi penilaian responden mengenai citra perusahaan berdasarkan indikatornya dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Penilaian responden terhadap citra PT Indo Bharat Rayon dilihat dari indikatornya

Indikator citra perusahaan Penilaian terhadap citra perusahaan Rendah Tinggi

Kebersihan Lingkungan 9 (22.5) 31 (77.5)

Kesehatan 5 (12.5) 35 (87.5)

Pendidikan 18 (45.0) 22 (55.0)

Kesejahteraan 11 (27.5) 29 (72.5)

Ket: angka dalam kurung dalam persen.

Penilaian responden terhadap citra perusahaan paling tinggi terdapat pada kepedulian pada aspek kesehatan, hal tersebut disebabkan adanya kegiatan pengobatan rutin yang dilaksanakan di kantor desa setiap hari selasa dan berhak diikuti oleh seluruh warga Desa Cilangkap, selain itu setiap bulannya perusahaan selalu membagikan susu formula gratis bagi anak-anak usia balita juga susu tinggi kalsium untuk lansia, serta pemberian vitamin rutin kepada anak usia balita, ibu hamil dan menyusui hingga para lansia.

Penilaian responden terhadap citra perusahaan pada aspek kebersihan juga tergolong tinggi karena perusahaan mewujudkan bentuk kepeduliannya melalui banyaknya program-program perusahaan yang menunjang kebersihan baik dilingkungan perusahaan maupun di lingkungan desa. Seperti pelaksanaan kerja bakti bersama rutin sebanyak satu bulan sekali. Untuk mengatasi permasalahan limbah, perusahaan membentuk suatu kelompok di masyarakat untuk mengolah limbah padat menjadi suatu barang yang komersil dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sementara untuk limbah fly ash (udara) perusahaaan telah memasang filter pada cerobong fly ash agar saat terjadi blowing zat-zat kimia yang keluar dapat diminimalisir, sementara untuk limbah bottom ash (cair) perusahaan telah menggunakan teknologi ISO untuk memfilter limbah juga selalu mengadakan mengecekan rutin oleh para ahli kimia untuk menguji kadar kimia dalam limbah.

Kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan juga tergolong tinggi karena perusahaan telah merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat membantu menopang kehidupan masyarakat. Perusahaan juga memberikan bantuan sembako, pembayaran listrik dan air. Selain itu perusahaan juga mempercayakan pengolahan limbah padat kepada masyarakat untuk menambah pendapatan.

Penialian responden cenderung rendah pada kepedulian perusahaan di bidang pendidikan. Hal ini disebakan kurangnya perhatian perusahaan kepada keberlangsungan program-program di bidang pendidikan, perusahaan membantu merenovasi gedung-gedung sekolah, memberikan beasiswa kepada pelajar yang berprestasi dan membuka les menjahit bagi para wanita namun kegiatan tersebut

33 tidak berlanjut berhenti pada angkatan pertama serta pembagian beasiswa pendidikan pun dianggap tidak merata oleh sebagian masyarakat.

Hubungan Peran Public Relations dengan Citra Perusahaan

Hubungan peran public relation dengan citra perusahaan erat kaitannya. Maharani Imran (2008) menyatakan bahwa penerapan public relation memiliki hubungan erat untuk menunjang hubungan dan komunikasi antara perusahaan dengan insititusi–institusi lain atau masyarakat yang berkepentingan.

Tabel 12 Hubungan peran public relations dengan pembentukan citra perusahaan PT Indo Bharat Rayon Purwakarta, 2014

**. Korelasi signifikan pada tingkat 0.01 (2-tailed).

Pada pemaparan sebelumnya diketahui bahwa keempat peran public relation perusahaan tergolong baik. Peneliti kemudian memperjelas kasus ini menggunakan perangkat lunak SPSS melalui uji statistik non-parametik melakukan uji Rank Spearman. Data yang ada mengenai peran public relation dan citra perusahaan ditotal, dikelaskan selanjutnya data diranking (ordinal). Aturan nilai dalam menentukan nilai adalah sebagai berikut: 0,00 (tidak ada hubungan), 0,01-0,09 (hubungan kurang berarti), 0,10-0,29 (hubungan lemah), 0,30-0,49 (hubungan moderat), 0,50-0.69 (hubungan kuat), 0,70-0,89 (hubungan sangat kuat), > 0,9 (hubungan mendekati sempurna).

Hubungan Peran Public Relation sebagai komunikator dengan Citra Perusahaan

Penilaian responden terhadap peran public relations sebagai komunikator tergolong baik karena hampir seluruh responden memiliki pemahaman yang baik terhadap informasi yang disampaikan oleh public relations. Berdasarkan Tabel 12 didapatkan nilai koefisien korelasi untuk hubungan kedua variabel ini sebesar 0,452**. Korelasi signifikan pada interval keyakinan (alpha) yang lebih teliti yaitu 0,01 untuk uji dua sisi. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang moderat.

Beberapa faktor yang menyebabkan tedapat hubungan antara peran public relation sebagai komunikator dengan citra perusahaan adalah bahwa dalam kenyataannya, hampir seluruh responden memiliki pemahaman yang baik terhadap informasi yang disampaikan oleh public relations. Selain itu public relations selalu bertanggung jawab atas semua informasi yang diberikan sehingga Peran public relations Correlation corefficient Sig. (2-tailed)

Komunikator 0.452** 0.003

Pembina Hubungan baik (relationship)

0.448** 0.004 Backup Management 0.456** 0.003

34

informasi yang disampaikan selalu di percaya oleh masyarakat. Informasi yang disampaikan juga menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat, tidak jarang public relations juga menggunakan bahasa sunda untuk menyampaikan informasi tujuannya agar masyarakat merasa lebih akrab dan paham benar dengan informasi yang disampaikan. Dilihat dari ketepatan waktu penyampaian public relations selalu mampu memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dapat menciptakan suasana yang kondusif sehingga keadaan masyarakat membaik saat menghadapi permasalahan. Sikap yang ditunjukan oleh public relations kepada masyarakat saat menjalankan peran sebagai komunikator sangat bersahaja, sopan, dan penuh empati.

Hubungan Peran Public Relations sebagai Pembina Hubungan Baik

(Relationship) dengan Citra Perusahaan

Lingkungan perusahaan memiliki pengaruh kuat terhadap keberadaan suatu perusahaan. Lingkungan dibedakan menjadi dua, lingkungan luar perusahaan dan lingkungan dalam perusahaan. Lingkungan luar perusahaan adalah publik, baik masyarakat sekitar, pemerintah, atau perusahaan yang memiliki visi misi senada. Baik buruknya pengaruh yang berasal dari lingkungan luar perusahaan akan mempengaruhi stabilitas perusahaan dalam mencapai tujuan, untuk itulah diperlukan peran public relations sebagai pembina hubungan baik (relationship). Berdasarkan Tabel 12 didapatkan nilai koefisien korelasi untuk hubgan kedua variabel sebesar 0,448**. Bahkan korelasi signifikan pada interval keyakinan (alpha) yang lebih teliti yaitu 0,01 untuk uji dua sisi. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang moderat.

Beberapa faktor yang menyebabkan tedapat hubungan antara peran public relation sebagai pembina hubungan baik dengan citra perusahaan adalah adanya intesitas komunikasi kedua belah pihak yang tinggi. Public relations melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Komunikasi langsung terjadi dalam bentuk pertemuan kecil yang dilakukan sebulan sekali dengan para elit desa dan musyawarah desa yang dilakukan tiga bulan sekali. Intensitas komunikasi dalam bentuk komunikasi tidak langsung dilaksanakan dalam bentuk surat menyurat, pesan singkat dan telefon yang dilakukan saat ada kebutuhan atau hal yang ingin dirundingkan oleh kedua pihak. Respons masyarakat yang baik terhadap public relations seperti kemudahan dalam menjalin komunikasi, pelaksanaan komunikasi dua arah, menjembatani hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar, kemampuan dalam membina hubungan baik dengan masyarakat, dan kemampuan membantu masyarakat dalam pelaksanaan program bersama. Public relation memberikan kemudahan untuk dihubungi, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, disaat masyarakat membutuhkan seperti saat proses blowing mesin.

35

Hubungan Peran Public Relations sebagai Backup Management dengan Citra Perusahaan

Berdasarkan peran public relations sebagai backup management , sebagian besar responden menyatakan bahwa peran public relations sebagai backup management tergolong kategori tinggi dan responden tersebut juga memiliki penilaian untuk citra yang positif terhadap perusahaan. Berdasarkan Tabel 12 didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,456**. Bahkan korelasi signifikan pada interval keyakinan (alpha) yang lebih teliti yaitu 0,01 untuk uji dua sisi. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang moderat.

Beberapa faktor yang menyebabkan tedapat hubungan antara peran public relation sebagai backup management dengan citra perusahaan adalah public relation selalu meningkatkan kohesivitas dalam menjalankan fungsi management yaitu proses perencanaan (planning), penyusunan (organizing), pelaksanaan (actuacting) dan evaluasi (evaluation) selama menjalin komunikasi atau menjalankan program bersama dengan masyarakat. Public relations selalu mendegar dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat. Seperti pada kasus blowing mesin, mengatasi limbah, dan kegiatan lain seperti merenovasi fasilitas-fasiltas umum desa demi kepentingan masyarakat. Selain itu tingkat korelasi informasi yang disampaikan oleh public relations pun tinggi, antara informasi yang disampaikan saling memiliki hubungan dan informasi yang disampaikan juga sesuai dengan keluhan atau aspirasi masyarakat.

Hubungan Peran Public Relations sebagai Image Maker dengan Citra Perusahaan

Menciptakan citra perusahaan dan publisitas positif merupakan prestasi, reputasi dan sekaligus menjadi tujuan utama bagi aktivitas public relations dalam melaksanakan manajemen kehumasan guna membangun citra perusahaan. Berdasarkan peran public relations sebagai pembangun citra atau image maker, sebagian besar responden menyatakan bahwa peran public relations sebagai image maker tergolong kategori tinggi dan responden tersebut juga memiliki penilaian untuk citra yang positif terhadap perusahaan. Berdasarkan Tabel 12 didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,487**. Bahkan korelasi signifikan pada interval keyakinan (alpha) yang lebih teliti yaitu 0,01 untuk uji dua sisi. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang moderat.

Beberapa faktor yang menyebabkan tedapat hubungan antara peran public relation sebagai image maker dengan citra perusahaan adalah dalam kenyataan, public relation selalu melakukan upaya-upaya terbaik guna membangun citra positif masyarakat terhadap perusahaan. Public relation menujukan sikap bersahaja, penuh empati dan simpati, public relation juga selalu bersikap sopan dan santun terhadap masyarakat. Public relation selalu meningkatkan kinerja mereka untuk membantu masyarakat. Saat sedang melayani masyarakat public relation selalu menunjukan cara kerja yang rapih dan terarah.

37

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

1. Peran public relations PT Indo-Bharat Rayon dalam membangun citra perusahaan tergolong baik. Public relations mampu menjalankan keempat perannya dengan baik, masyarakat pun merespon positif seluruh kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh public relations.

2. PT Indo-Bharat Rayon mendapatkan citra yang positif dari masyarakat melalui program-program public relations yang dilaksanakan dibidang kebersihan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar. 3. Keempat peran public relations sebagai komunikator, pembina hubungan

baik, backup management, dan image maker memiliki hubungan dengan pembentukan citra perusahaan.

Saran

1. Untuk meningkatkan peran public relation dalam membangun citra perusahaan terutama sebagai backup management diperlukan evaluasi bulanan untuk memaksimalkan kinerja dan kerjasama dari anggota public relations. Selain itu untuk peran public relations sebagai pembina hubungan baik diperlukan inovasi metode komunikasi antara public relations dengan masyarakat sekitar seperti penerbitan bulletin desa agar masyarakat lebih cepat mengakses informasi tentang perusahaan.

2. Guna memperoleh citra yang lebih positif dari masyarakat PT Indo Bharat Rayon disarankan dapat lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat sesuai dengan aspirasi mereka berdasarkan keempat aspek tersebut.

39

Dokumen terkait