• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Uji Daya Beda Item

I. Uji Coba Alat Ukur

Penyebaran skala dilakukan pada tanggal 6 April 2017 sampai 27 April 2017. Uji coba alat ukur penelitian dilakukan terhadap 201 orang karyawan tetap PT. Industri Karet Deli. Peneliti memberikan tiga skala yaitu skala keterikatan kerja, skala persepsi dukungan organisasi, dan skala komunikasi internal. Ketiga skala ini kemudian dilakukan uji daya beda aitem, validitas, dan reliabilitas

54

dengan menggunakan bantuan program SPSS. Adapun hasil uji coba untuk setiap skala penelitian adalah sebagai berikut :

I.1. Skala Keterikatan Kerja

Berdasarkan hasil uji daya beda aitem terhadap 24 aitem pada skala keterikatan kerja, terdapat 18 aitem dengan koefisien korelasi aitem total di atas 0.30. Sementara 6 aitem lainnya gugur dengan koefisien korelasi aitem total< 0.3.

Adapun keenam aitem tersebut, yaitu no. 2, 3, 12, 13, 15 dan 22.

Selanjutnya, dilakukan analisis faktor terhadap setiap aspek dari skala keterikatan kerja. Aspek vigor terdiri dari 6 aitem yaitu no. 1, 4, 7, 10, 16 dan 19.

Analisis faktor dilakukan terhadap keenam aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.677 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.628 hingga 0.723.yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Kemudian, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor (loading factor) yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada keenam aitem tersebut, terdapat 2 aitem yang gugur yaitu no. 7 dan 19 karena memiliki nilai bobot faktor< 0.5. Sementara keempat aitem yang bertahan memiliki nilai bobot faktoryang bergerak dari angka 0.50 hingga 0.728.

Aspek kedua yaitu dedication terdiri dari 7 aitem yaitu no. 5, 8, 11, 14, 7, 20 dan 23. Analisis faktor dilakukan terhadap ketujuh aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.822 yang berarti sampel sudah cukup memadai

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

dan nilai MSA yang bergerak dari 0.796 hingga 0.843.yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada ketujuh aitem tersebut, seluruhnya menunjukkan angkadi atas 0.5 yaitu bergerak dari angka 0.560 hingga 0.800 yang berarti semua aitem dapat dipertahankan.

Aspek ketiga yaitu absorption terdiri dari 5 aitem yaitu no. 6, 9, 18, 21 dan 24. Analisis faktor dilakukan terhadap kelima aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.585 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA bergerak dari 0.522 hingga 0.624 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada kelima aitem tersebut, terdapat 2 aitem yang gugur yaitu no. 6 dan 24 karena memiliki nilai bobot faktor< 0.5. Sementara ketiga aitem yang bertahan memiliki nilai bobot faktoryang bergerak dari angka 0.565 hingga 0.773.

Setelah dilakukan uji daya beda aitem dan analisis faktor terhadap aitem-aitem pada skala keterikatan kerja, diperoleh 14 aitem-aitem yang bertahan. Hasil uji reliabilitas terhadap ke-14 aitem tersebut menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.847 yang berarti memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Adapun

56

distribusi aitem pada skala keterikatan kerja setelah dilakukan uji coba adalah seperti dalam tabel berikut :

Tabel 3.4

Distribusi Item Skala Keterikatan Kerja Setelah Uji Coba

No. Dimensi Item Favorable Item

Unfavorable Jumlah

1. Vigor 1 4, 10, 16 4

2. Dedication 5, 11, 17, 23 8, 14, 20 7

3. Absorption 9, 21 18 3

Total 7 7 14

I.2. Skala Persepsi Dukungan Organisasi

Berdasarkan hasil uji daya beda aitem terhadap 30 aitem pada skala persepsi dukungan organisasi, terdapat 28 aitem dengan koefisien korelasi aitem total di atas 0.30. Sementara 2 aitem lainnya gugur dengan koefisien korelasi aitem total< 0.3. Adapun kedua aitem tersebut, yaitu no. 10 dan 30.

Selanjutnya, dilakukan analisis faktor terhadap setiap aspek dari skala persepsi dukungan organisasi. Aspek penghargaan organisasiterdiri dari 9 aitem yaitu no. 1, 4, 7, 13, 16, 19, 22, 25 dan 28. Analisis faktor dilakukan terhadap kesembilan aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.784 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.663 hingga 0.889 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Kemudian, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada kesembilan aitem

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

tersebut, terdapat 3 aitem yang gugur yaitu no. 4, 16 dan 22 karena memiliki nilai bobot faktor< 0.5. Sementara keenam aitem yang bertahan memiliki nilai bobot faktoryang bergerak dari angka 0.518 hingga 0.794.

Aspek kedua yaitu dukungan atasan terdiri dari 10 aitem yaitu no. 2, 5, 8, 11, 14, 17, 20, 23, 26 dan 29. Analisis faktor dilakukan terhadap kesepuluh aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.791 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.768 hingga 0.830 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada kesepuluh aitem tersebut, hanya terdapat 3 aitem yang bertahan, yaitu no. 2, 20 dan 26 dengan angka bobot faktor yang bergerak dari 0.695 hingga 0.766.

Aspek ketiga yaitu keadilanterdiri dari 9 aitem yaitu no. 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24 dan 27. Analisis faktor dilakukan terhadap kesembilan aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.801 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.697 hingga 0.870 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan nilai bobot faktor yang diperoleh pada kesembilan aitem tersebut, hanya terdapat 4 aitem yang bertahan, yaitu no. 6, 12, 18 dan 24 dengan angka bobot faktor yang bergerak dari 0.570 hingga 0.806.

58

Setelah dilakukan uji daya beda aitem dan analisis faktor terhadap aitem-aitem pada skala persepsi dukungan organisasi, diperoleh 13 aitem yang bertahan. Hasil uji reliabilitas terhadap ke-13 aitem tersebut menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.839 yang berarti memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Adapun distribusi aitem pada skala persepsi dukungan organisasi setelah dilakukan uji coba adalah seperti dalam tabel berikut :

Tabel 3.5

Distribusi Item Skala Persepsi Dukungan Organisasi Setelah Uji Coba

No. Dimensi Item Favorable Item komunikasi internal, terdapat 26 aitem dengan koefisien korelasi aitem total di atas 0.30. Sementara 3 aitem lainnya gugur dengan koefisien korelasi aitem total<

0.3. Adapun kedua aitem tersebut, yaitu no. 2, 11 dan 28.

Selanjutnya, dilakukan analisis faktor terhadap setiap aspek dari skala komunikasi internal. Aspek komunikasi atasan-bawahanterdiri dari 7 aitem yaitu no. 1, 5, 9, 13, 17, 21 dan 25. Analisis faktor dilakukan terhadap ketujuh aitem

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.710 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.667 hingga 0.808 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Kemudian, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada ketujuh aitem tersebut, terdapat 3 aitem yang gugur yaitu no. 13, 21 dan 25 karena memiliki nilai bobot faktor< 0.5. Sementara keempat aitem yang bertahan memiliki nilai bobot faktoryang bergerak dari angka 0.503 hingga 0.847.

Aspek kedua yaitu kualitas informasiterdiri dari 6 aitem yaitu no. 8, 10, 14, 18, 22 dan 26. Analisis faktor dilakukan terhadap keenam aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.676 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.558 hingga 0.742 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada keenam aitem tersebut, terdapat 2 aitem yang gugur yaitu no. 10 dan 18 karena memiliki nilai bobot faktor< 0.5. Sementara keempat aitem yang bertahan memiliki nilai bobot faktoryang bergerak dari angka 0.643 hingga 0.723.

Aspek ketiga yaitu kesempatan untuk melakukan komunikasi ke atasterdiri dari 7 aitem yaitu no. 3, 7, 15, 19, 23, 27 dan 29. Analisis faktor dilakukan terhadap ketujuh aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.749 yang

60

berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.688 hingga 0.780 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada ketujuh aitem tersebut, hanya terdapat 3 aitem yang bertahan yaitu no. 7, 23 dan 29 dengan angka bobot faktor yang bergerak dari 0.651 hingga 0.774.

Aspek keempat yaitu reliabilitas informasiterdiri dari 6 aitem yaitu no. 4, 8, 12, 16, 20 dan 24. Analisis faktor dilakukan terhadap keenam aitem tersebut dan diperoleh nilai KMO sebesar 0.685 yang berarti sampel sudah cukup memadai dan nilai MSA yang bergerak dari 0.653 hingga 0.761 yang berarti variabel dapat diprediksi dan bisa dianalis lebih lanjut.

Selanjutnya, validitas konstruk dari aspek ini dilihat berdasarkan nilai bobot faktor yang menunjukan besarnya korelasi antara variabel awal dengan faktor yang terbentuk. Berdasarkan bobot faktor yang diperoleh pada keenam aitem tersebut, terdapat 3 aitem yang gugur yaitu no. 4, 12 dan 24 karena memiliki nilai bobot faktor< 0.5. Sementara ketiga aitem yang bertahan memiliki nilai bobot faktoryang bergerak dari angka 0.544 hingga 0.845.

Setelah dilakukan uji daya beda aitem dan analisis faktor terhadap aitem-aitem pada skala komunikasi internal, diperoleh 14 aitem-aitem yang bertahan. Hasil uji reliabilitas terhadap ke-14 aitem tersebut menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.873 yang berarti memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Adapun

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

distribusi aitem pada skala persepsi dukungan organisasi setelah dilakukan uji coba adalah seperti dalam tabel 6berikut :

Tabel 3.6

Distribusi Item Skala Komunikasi Internal Setelah Uji Coba

No. Dimensi Item Favorable Item Unfavorable Jumlah 1. Komunikasi

Atasan-Bawahan 1, 9, 17 5 4

2. Kualitas Informasi 6, 14, 22, 26 - 4

3. Kesempatan untuk Melakukan Komunikasi ke

Atas

23 7, 29 3

4. Reliabilitas

Informasi 8, 16 20 3

Total 12 2 14

Dokumen terkait