• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Uji Coba Alat Ukur

Setelah melalui proses penyusunan skala, skala penelitian kemudian disebarkan pada pegawai Bank Sumut Kantor Cabang Koordinator. Berdasarkan batas waktu yang telah ditentukan, terdapat 72 skala penelitian yang dapat dilakukan pengujian alat ukur.

Berikut merupakan hasil uji coba skala penelitian.

1. Skala Keterikatan Kerja

Langkah pertama yang dilakukan untuk pengujian skala penelitian adalah melakukan uji daya beda aitem. Berdasarkan hasil uji daya beda aitem pada 18 aitem skala keterikatan kerja, terdapat 17 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem di atas 0,3. Dimana nilai koefisien korelasi aitem total yang memenuhi kriteria bergerak dari 0,375 hingga 0,749. Dengan kata lain, hanya terdapat 1 aitem yang gugur karena memiliki nilai koefisien korelasi aitem di bawah 0,3, yaitu aitem 15.

Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan analisis faktor pada setiap aspek yang ada pada skala keterikatan kerja, yaitu aspek semangat (vigor), dedikasi (dedication) dan penyerapan (absorption). Analisis faktor dilakukan dengan melihat nilai KMO, MSA dan loading factor pada masing-masing aspek variabel penelitian.

Pada aspek vigor, terdapat 6 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang

diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,799 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada aspek vigor seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,737 hingga 0,863.

Berdasarkan nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada aspek berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,642 hingga 0,813. Dengan kata lain, seluruh aitem pada aspek vigor dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala keterikatan kerja.

Pada aspek dedication, terdapat 6 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,778 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada aspek dedication seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,735 hingga 0,862. Berdasarkan nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut.

Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada aspek berikut menunjukkan bahwa terdapat 4 aitem yang memiliki nilai loading factor di atas 0,5, yaitu aitem 7, 8, 10 dan 12 dimana nilai loading factor bergerak dari 0,587 hingga 0,825. Dengan kata lain, keempat aitem tersebut dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala keterikatan kerja. Sedangkan terdapat 2 aitem dianggap tidak memenuhi kriteria, yaitu aitem 9 dan 11.

Terakhir, pada aspek absorption terdapat 5 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,712 (>0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada aspek absorption seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana

bergerak dari 0,665 hingga 0,802. Berdasarkan nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada aspek berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,529 hingga 0,840. Dengan kata lain, seluruh aitem pada aspek absorption dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala keterikatan kerja.

Hasil uji daya beda aitem dan analisis faktor maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 aitem yang gugur, yaitu aitem 9, 11 dan 15 dengan isi pernyataan aitem sebagai berikut: “Saya bangga dengan pekerjaan saya” (aitem 9), “Saya malu jika orang lain mengetahui apa pekerjaan saya” (aitem 11), dan “ketika bekerja, saya melupakan segala yang ada di sekililing saya” (aitem 15).

Setelah dilakukan uji daya beda aitem dan analisis faktor, peneliti melakukan uji reliabilitas pada 15 aitem skala keterikatan kerja dan diperoleh nilai Alpha Cronbach sebesar 0,917. Sehingga dapat dikatakan bahwa reliabilitas skala keterikatan kerja sangat tinggi. Berikut merupakan tabel skala keterikatan kerja setelah dilakukan uji coba:

Tabel 3.4 Skala Keterikatan Kerja Setelah Uji Coba

Aspek

Aitem

Jumlah Favourable Unfavourable

Vigor 1, 2, 3, 6 4, 5 6

Dedication 7, 8, 12 10 4

Absorption 13, 17, 18 14, 16 5

Jumlah 15

2. Skala Job Crafting

Langkah pertama yang dilakukan untuk pengujian skala penelitian adalah melakukan uji daya beda aitem. Berdasarkan hasil uji daya beda aitem pada 24 aitem skala job crafting, terdapat 21 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem di atas 0,3. Dimana nilai koefisien korelasi aitem total yang memenuhi kriteria bergerak dari 0,402 hingga 0,718. Dengan kata lain, terdapat 3 aitem yang gugur karena memiliki nilai koefisien korelasi aitem di bawah 0,3, yaitu aitem 5, 6 dan 13.

Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan analisis faktor pada setiap dimensi yang ada pada skala job crafting, yaitu meningkatkan sumber daya struktural, meningkatkan sumber daya sosial, meningkatkan tuntutan pekerjaan yang menantang dan menurunkan tuntutan pekerjaan yang menghambat. Analisis faktor dilakukan dengan melihat nilai KMO, MSA dan loading factor pada masing-masing dimensi variabel penelitian. Pada dimensi meningkatkan sumber daya struktural, terdapat 4 aitem yang memiliki daya aitem yang baik yang akan diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,790 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada dimensi meningkatkan sumber daya struktural seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,763 hingga 0,832. Nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada dimensi berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,757 hingga 0,851.

Dengan kata lain, seluruh aitem pada dimensi meningkatkan sumber daya struktural dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala job crafting.

Pada dimensi meningkatkan sumber daya sosial, terdapat 6 aitem yamg memiliki daya beda aitem yang baik yang akan diikutsertakan dalam pengujian

analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,866 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada dimensi meningkatkan sumber daya sosial seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,826 hingga 0,895. Nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada dimensi berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,656 hingga 0,810. Dengan kata lain, seluruh aitem pada dimensi meningkatkan sumber daya sosial dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala job crafting.

Pada dimensi meningkatkan tuntutan pekerjaan yang menantang, terdapat 5 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang akan diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,811 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada dimensi meningkatkan tuntutan pekerjaan yang menantang seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,792 hingga 0,827. Nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut.

Selanjutnya nilai loading factor yang diperileh pada dimensi berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,752 hingga 0,806. Dengan kata lain, seluruh aitem pada dimensi meningkatkan tuntutan pekerjaan yang menantang dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala job crafting.

Pada dimensi menurunkan tuntutan pekerjaan yang menghambat, terdapat 6 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang akan diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,868 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada dimensi menurunkan tuntutan

pekerjaan yang menghambat seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,848 hingga 0,885. Nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut.

Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada dimensi berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,692 hingga 0,833. Dengan kata lain seluruh aitem pada dimensi menurunkan tuntutan pekerjaan yang menghambat dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala job crafting.

Hasil uji daya beda aitem dan analisis faktor maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 aitem yang gugur, yaitu aitem 5, 6 dan 13 dengan isi pernyataan aitem sebagai berikut: “Meskipun ada kesempatan, saya jarang mengikuti program pengembangan diri yang disediakan oleh perusahaan” (aitem 5), “Saya berusaha mengatur sendiri ritme saya dalam bekerja” (aitem 6) dan “Saya tidak menawarkan diri untuk mencoba program baru di tempat kerja meskipun program tersebut menarik perhatian saya” (aitem 13).

Setelah dilakukan uji daya beda aitem dan analisis faktor, peneliti melakukan uji reliabilitas pada 21 aitem skala job crafting dan diperoleh nilai Alpha Cronbach sebesar 0,929. Sehingga dapat dikatakan bahwa reliabilitas skala job crafting sangat tinggi. Berikut merupakan tabel skala job crafting setelah dilakukan uji coba:

Tabel 3.5 Skala Job Crafting Setelah Uji Coba

Dimensi Aitem

Jumlah Favourable Unfavourable

Meningkatkan sumber daya

pekerjaan struktural 1, 2, 3, 4 - 4

Meningkatkan sumber daya

pekerjaan sosial 7, 8, 9, 10, 11 12 6

Meningkatkan tuntutan pekerjaan

yang menantang 14, 15, 16, 17, 18 - 5

Menurunkan tuntutan pekerjaan

yang menghambat 19, 20, 21, 22, 23 24 6

Jumlah 21

3. Skala Persepsi Dukungan Organisasi

Langkah pertama yang dilakukan untuk pengujian skala penelitian adalah melakukan uji daya beda aitem. Berdasarkan hasil uji daya beda aitem pada 12 aitem skala persepsi dukungan organisasi, terdapat 12 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem di atas 0,3. Dimana nilai koefisien korelasi aitem total yang memenuhi kriteria bergerak dari 0,508 hingga 0,774. Dengan kata lain, seluruh aitem yang ada pada skala persepsi dukungan organisasi dapat digunakan dan tidak terdapat aitem yang gugur.

Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan analisis faktor pada setiap aspek yang ada pada skala persepsi dukungan organisasi, yaitu penghargaan atas kontribusi karyawan dan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan. Analisis faktor dilakukan dengan melihat nilai KMO, MSA dan loading factor pada masing-masing aspek variabel penelitian. Pada aspek penghargaan atas kontribusi karyawan, terdapat 6 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang akan diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO

sebesar 0,828 (>0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada aspek pernghargaan atas kontribusi karyawan seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,809 hingga 0,885. Nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada aspek berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,617 hingga 0,805.

Dengan kata lain, seluruh aitem pada aspek penghargaan atas kontribusi karyawan dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala persepsi dukungan organisasi.

Pada aspek kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan, terdapat 6 aitem yang memiliki daya beda aitem yang baik yang akan diikutsertakan dalam pengujian analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor diperoleh nilai KMO sebesar 0,874 (> 0,5). Nilai MSA yang diperoleh pada aspek kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan seluruhnya memiliki nilai di atas 0,5 dimana bergerak dari 0,845 hingga 0,892. Nilai KMO dan MSA menunjukkan bahwa sampel yang digunakan sudah cukup memadai dan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Selanjutnya nilai loading factor yang diperoleh pada aspek berikut menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki nilai loading factor di atas 0,5 yang bergerak dari 0,711 hingga 0,869. Dengan kata lain, seluruh aitem pada aspek kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan dapat digunakan karena telah memenuhi validitas konstruk pada skala persepsi dukungan organisasi. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dengan menggunakan Cronbach Alpha pada skala persepsi dukungan organisasi diperoleh nilai sebesar 0,913. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas skala persepsi dukungan organisasi sangat tinggi (Hair, dkk, 2010). Berikut merupakan tabel skala persepsi dukungan organisasi setelah dilakukan uji coba:

Tabel 3.6 Skala Persepsi Dukungan Organisasi Setelah Uji Coba

Aspek Aitem

Jumlah Favourable Unfavourable

Penghargaan atas kontribusi karyawan 2, 3, 5, 6 1, 4 6 Kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan 8, 9, 11, 12 7, 10 6 Jumlah 12

G. PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN

Dokumen terkait