• Tidak ada hasil yang ditemukan

COMMERCIAL & BUSINESS BANKING

Dalam dokumen Bank Mandiri 2014 Annual Report Indonesian (Halaman 139-142)

BANKING

Segmen Commercial mengelola nasabah-nasabah perusahaan/ institusi besar yang membutuhkan layanan perbankan dengan transaksi yang tidak terlalu kompleks sedangkan segmen Business Banking mengelola nasabah-nasabah yang masuk kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Direktorat Commercial & Business Banking (CBB) di tahun 2014 tetap konsisten menerapkan tema strategis yaitu “Total Solutions”(Solusi Menyeluruh) untuk nasabah

segmen Commercial Banking dan “Quick and Easy”(Mudah

dan Cepat) untuk nasabah segmen Business Banking. “Total Solutions” kami representasikan dalam pemberian

solusi terbaik dalam bentuk bundling produk asset, liabilities

dan fee based sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan

didukung pemanfaatan sistem e-Channel dengan tujuan

menyasar dana murah dan fee based income dari

produk-produk beresiko rendah. Adapun “Quick & Easy” kami representasikan dalam bentuk jaringan luas dan tersebar untuk memudahkan nasabah bertransaksi, Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, disertai dengan sistem yang mendukung percepatan proses.

Tahun 2014 merupakan tahun terakhir Bank Mandiri melaksanakan Corporate Plan Tahap II (2010-2014). Direktorat CBB pada tahun 2014 tetap meneruskan tahap “Profitability Building” yang telah dibangun sejak tahun 2013, meskipun menghadapi tantangan perekonomian yang kurang mendukung sepanjang tahun 2014. Strategi yang ditempuh menitikberatkan pada tiga hal utama, yaitu mendorong peningkatan likuiditas bank, memperbaiki kualitas aktiva produktif (dalam hal ini kualitas kredit) dan meningkatkan margin. Untuk itu, inisiatif yang dikembangkan akan fokus pada inisiatif yang bersifat

penetrasi pasar dan membangun kemampuan marketing

Relationship Manager (RM) secara komprehensif melalui

program coaching dan training yang terencana dan terukur.

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS

COMMERCIAL & BUSINESS BANKING

TAHUN 2014

Kondisi perekonomian yang belum membaik selama tahun 2014, memberikan tantangan bagi Direktorat CBB, diantaranya berupa ketatnya likuiditas, peningkatan suku bunga, dan kemungkinan penurunan kualitas aset. Oleh karena itu, prioritas strategi yang ditempuh Direktorat CBB adalah menjaga likuiditas, kualitas aset dan profitabilitas, dengan inisiatif strategis berupa :

1. Program Peningkatan Dana Murah / Current Account Saving Account (CASA)

Program peningkatan CASA dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan likuiditas Bank Mandiri. Dalam hal ini, Direktortat CBB akan lebih fokus untuk menggarap sumber CASA dari nasabah nasabah kelolaan Commercial dan Business Banking, nasabah potensi di setiap wilayah, serta memberikan solusi untuk mata rantai bisnis nasabah. Inisiatif yang dilaksanakan Direktorat CBB antara lain :

a. Program peningkatan dana operating account nasabah

Peningkatan CASA yang berasal dari dana

operating account nasabah dilakukan melalui beberapa program kerja, yaitu mengalihkan transaksi operasional nasabah dari rekening Kredit Modal Kerja (KMK) ke rekening giro,

menawarkan paket produk wholesale transaction

antara lain mendorong transaksi valuta asing, produk-produk turunan giro seperti

notional pooling, cash pooling, virtualaccount,

meningkatkan penggunaan cash management,

tradefinance dan bank garansi.

b. Program peningkatan CASA melalui pengembangan bisnis transaksi di sektor prioritas di masing-masing wilayah.

Direktorat CBB memanfaatkan pengembangan sektoral yang menjadi pendukung di setiap wilayah, dimana pada tahun 2014, Direktorat CBB melakukan program peningkatan CASA di sektor

prioritas diantaranya port (pelabuhan), healthcare

(kesehatan), industri semen, telekomunikasi,

oil & gas (migas), perkebunan dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Inisiatif yang dilakukan adalah terhadap nasabah besar dan kompleks (nasabah kategori tier I) ditawarkan paket solusi transaksi dan layanan yang disesuaikan dengan

kebutuhan nasabah (customized solutions).

Sedangkan untuk nasabah lainnya ditawarkan produk/solusi transaksi yang lebih bersifat standar.

c. Program peningkatan CASA dari nasabah utama (anchor) dan bisnis turunannya

Sebagian besar bisnis turunan (value chain)

dari nasabah anchor adalah nasabah segmen

Commercial dan Business Banking. Hal ini menjadikan potensi bisnis yang besar di sisi peningkatan CASA bagi Direktorat CBB. Beberapa inisiatif yang dilakukan di Direktorat CBB adalah dengan mengembangkan solusi

Distributor / Supply Chain Financing kepada

nasabah value chain. Program ini bertujuan

untuk meningkatkan wallet share nasabah

khususnya dana murah, fee based income dan

bisnis turunan dari value chain-nya. Dengan

demikian, aliran arus dana nasabah dan value

chain dilakukan dalam bentuk transaksi di Bank Mandiri.

2. Program perbaikan kualitas aset

Prioritas kedua strategi Direktorat CBB adalah menjaga kualitas aset segmen Commercial Banking dan Business Banking. Beberapa inisiatif yang dilakukan adalah :

a. Inisiatif front-end

Inisiatif front-end bertujuan untuk melakukan

perbaikan kualitas setiap prospek nasabah, melalui tahapan pembahasan bersama antara Unit Bisnis dan Unit Risk sehingga dapat dijaga

risk appetite sesuai level yang diinginkan. Khusus untuk segmen Business Banking, telah ditetapkan 7 (tujuh) sasaran nasabah diantaranya sumber prospek nasabah diperoleh dari customer base internal yang telah menjadi

nasabah dana, referal dari cabang, dan value

chain dari nasabah corporate/commercial.

Selain itu, dalam business process juga dilakukan

perbaikan proses kredit untuk Business Banking (BB) dengan limit kredit sd Rp 500 juta melalui implementasi BB Low Line.

Sarana yang digunakan untuk monitoring

prospek nasabah adalah sistem Pipeline

management yang terintegrasi dalam sistem online CBB Dashboard (C-Dash). Untuk mengeksekusi pipeline tersebut Direktorat CBB

menggunakan disiplin eksekusi (4 Diciplines of

Execution).

b. Inisiatif mid-end

Inisiatif mid-end bertujuan untuk melakukan

perbaikan proses monitoring atas portofolio yang

dikelola. Beberapa inisiatif yang dilaksanakan Direktorat CBB diantaranya :

1. Implementasi Covenant Day, merupakan

aktivitas yang bertujuan untuk mendorong perilaku disiplin dalam hal melakukan pengecekan pemenuhan ketentuan, syarat, dan covenant yang telah ditetapkan dalam pemutusan fasilitas kredit/kerjasama, selain itu covenant day ini dilaksanakan dalam rangka menjaga ketertiban dokumentasi kredit, menjaga kedisiplinan monitoring kredit, dan menjaga kualitas portofolio kredit. Kegiatan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan mengikutsertakan 3 pilar yaitu Business Unit, Risk Unit, dan Credit Operation.

2. Pelaksanaan Watchlist, yaitu melakukan

monitoring terhadap nasabah yang masuk

dalam kategori Watchlist yang didasarkan

dari aspek kemampuan membayar, kinerja usaha dan prospek usaha yang selanjutnya dilakukan penanganan secara ketat untuk ditindaklanjuti.

3. Implementasi monitoring sistem dalam

bentuk aplikasi e-OTS. Aplikasi e-OTS

merupakan tools untuk memudahkan RM dalam membuat laporan kunjungan nasabah (LKN) dan memudahkan

monitoring aktivitas RM dan lokasi agunan.

4. Implementasi Desk Collector untuk

segmen Business Banking (BB), dalam rangka memonitor dan memaksimalkan penagihan terhadap kewajiban nasabah

yang berada dalam kondisi watchlist dan

akan menjadi non performing loan serta

sebagai tindakan early warning system.

c. Inisiatif back-end

Inisiatif back-end bertujuan untuk melakukan

perbaikan proses penagihan terhadap kredit bermasalah, dengan meningkatkan koordinasi

yang lebih intensif bersama Special Asset

Management Group, Commercial Risk Group dan

Retail Risk Group.

Untuk segmen Business Banking telah dilakukan perbaikan proses pralelang dan lelang jaminan

sehingga dapat meningkatkan collection rate dan

recovery rate.

3. Program peningkatan profitabilitas

Direktorat CBB merupakan salah satu engine of

growth pertumbuhan bisnis Bank Mandiri dengan

tetap dapat menjaga pertumbuhan yield kredit yang

baik di segmen Commercial Banking dan Business Banking. Selama tahun 2014 telah dilakukan beberapa kali penyesuaian suku bunga kredit sehubungan dengan adanya peningkatan biaya di sisi dana. Penyesuaian yield dilakukan secara selektif dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas kredit. Di sisi lain, tetap dilakukan upaya peningkatan profitabilitas

diluar kredit, yaitu melalui peningkatan potensi Fee

Based Income (FBI) yang berasal dari transaksi. Selain strategi tersebut di atas, Direktorat CBB juga melakukan inisiatif peningkatan kapasitas dan kapabilitas

organisasi dalam rangka “build the future”. Beberapa

program kerja yang dilaksanakan antara lain :

1. Program leadership dan peningkatan kompetensi

Peningkatan kompetensi RM dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan dengan berorientasi pada terciptanya keahlian di berbagai bidang industri. Secara umum program

pengembangan SDM yang telah dilakukan selama 2014 terbagi ke dalam 4 (empat) program yaitu:

a. Program pengembangan RM baru berupa

pembekalan kemampuan dasar RM dari mulai analisa keuangan nasabah, pengukuran resiko,

aspek legal dll. dilanjutkan dengan on the job

training dan mentoring dari RM senior.

b. Program pengembangan RM senior

yang menitikberatkan kepada coaching,

kepemimpinan, dan manajemen tim.

c. Program peningkatan sembilan kompetensi

RM, dimana setiap RM dituntut untuk memiliki sembilan kemampuan yang wajib untuk

dikuasai yang berorientasi eksekusi pipeline

management system, yaitu targeting skill, data

gathering, structuring, negotiating, presentation,

documentation, execution, monitoring dan

evaluation.

d. Program motivationjourney merupakan program

yang dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia dengan tujuan sebagai media untuk melakukan konsolidasi, penyelarasan pemahaman, dan penyegaran kembali bahwa peranan RM tidak semata-mata melakukan bisnis, namun juga berperan aktif dalam menggerakan roda ekonomi nasional.

2. Optimalisasi dan Pembukaan jaringan baru

Pengembangan kapasitas organisasi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi jaringan merupakan program berkelanjutan yang terus kami lakukan.

Di segmen Commecial Banking, pengembangan

organisasi difokuskan pada proses intensifikasi yaitu memenuhi kekosongan SDM di jaringan yang telah

tersedia. Sementara di segmen Business Banking,

pengembangan organisasi masih difokuskan pada ekstensifikasi untuk memperlebar cakupan wilayah potensial hingga dapat hadir di setiap kabupaten di Indonesia. Pada tahun 2014, ekstensifikasi jaringan

Business Banking terdiri dari pembukaan 5 Business Banking Center (BBC) dan 15 BB Floor. Dengan

demikian, pada akhir 2014 jaringan Commercial

terdiri dari 24 Commercial Banking Center (CBC), 25

Commercial Floor, dan jaringan Business Banking terdiri

dari 46 Business Banking Center, 95 BB Floor, 109 BB

desk, dan 68 Mandiri Bisnis.

Untuk membangun marketing skill dan kemampuan

penguasaan wilayah yang didukung oleh pemahaman kondisi pasar dan karakteristik bisnis di setiap wilayah, maka pemenuhan kebutuhan SDM diutamakan berasal dari wilayah setempat dan disesuaikan dengan profil kebutuhan di wilayah tersebut. Total rekrutmen pada tahun 2014 mencapai

546 orang, terdiri dari 100 pegawai Commercial

Banking dan 446 pegawai Business Banking. Sehingga

total pegawai Direktorat CBB mencapai 3.427 orang,

terdiri dari 882 pegawai Commercial Banking dan

2.545 pegawai Business Banking dengan sebagian

besar masih relatif berusia muda, dengan usia dibawah 30 tahun sebanyak 57%.

PENCAPAIAN TAHUN 2014

Penetapan program kerja dan inisiatif strategis yang tepat dan didukung disiplin eksekusi di seluruh jajaran Direktorat CBB selama tahun 2014 membuahkan hasil yang mengesankan. Pada tahun 2014 Direktorat CBB telah berhasil meraih beberapa pencapaian diantaranya adalah:

1. Direktorat CBB telah berhasil menghimpun dana

segmen commercial dan business bankingsebesar Rp.

198,7 triliun, (termasuk dana yang dikelola bersama cabang di wilayah, mirroring-red) meningkat 24,8% dibandingkan tahun 2013. Komposisi dana tersebut berasal dari segmen Commercial sebesar Rp. 45,2 triliun dan dana segmen Business Banking sebesar

Rp. 153,5 triliun. Dengan pencapaian tersebut, market

share dana segmen Commercial mencapai 21,7% (November 2014), sedangkan segmen Business Banking sebesar 15,2% (November 2014).

2. Kredit yang disalurkan Direktorat CBB tahun

2014 sebesar Rp. 196,2 triliun meningkat 20,1% dibandingkan tahun 2013, terdiri dari kredit segmen Commercial sebesar Rp. 138,9 triliun dan kredit segmen Business Banking sebesar Rp. 57,3 triliun. Peningkatan jumlah kredit dari kedua segmen

membuat market share kredit segmen Commercial

menjadi 12,7% (November 2014), sedangkan market

share kredit segmen Business Banking menjadi 16,6% (November 2014). Tingkat NPL gross Direktorat CBB pada tahun 2014 berada pada level 1,42%, dengan rincian tingkat NPL Commercial mencapai 0,93%, dan NPL Business Banking mencapai 2,59%.

3. Fee based income dari Direktorat CBB didukung oleh

perolehan fee based income dari transaksi terkait kredit, disamping juga dari transaksi wholesale, yaitu

produk Cash Management, Bank Garansi dan Trade.

Pencapaian fee based income tahun 2014 sebesar Rp.

1,6 triliun meningkat 10,5% dibandingkan tahun 2013, terdiri dari segmen Commercial sebesar Rp. 0,9 triliun dan segmen Business Banking sebesar Rp. 0,7 triliun.

PROFITABILITAS COMMERCIAL &

Dalam dokumen Bank Mandiri 2014 Annual Report Indonesian (Halaman 139-142)

Dokumen terkait