Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008: 2). Metode dalam suatu penelitian memiliki peran yang sangat penting. Menutut Suharsimi Arikunto (2006: ³ 0HWRGH SHQHOLWLDQ DGDODK VXDWX FDUD \DQJ GLJXQDNDQROHKSHQHOLWLGDODPXSD\DPHQJXPSXONDQGDWDSHQHOLWLQ\D´0HQXUXW
Sumardi Suryabrata (2004: ³ 0HWRGH SHQHOLWLDQ DGDODK VXDWX UDQJNDLDQ
langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna
PHQGDSDWNDQSHPHFDKDQVXDWXPDVDODK´
Berdasarkan uraian pendapat diatas, peneliti menyimpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data untuk mencari bukti-bukti/ kebenaran yang muncul dan dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah untuk mendapatkan pemecahan ilmiah.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian eksperimen. Menurut Sumadi Suryabrata (2004: 88) berpendapat bahwa :
³ 3HQHOLWLDQ HNVSHULPHQ EHUWXMXDQ XQWXN PHQyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok
NRQWURO\DQJWLGDNGLNHQDLSHUODNXDQ´
Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud penelitian eksperimen adalah suatu metode penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis hubungan sebab akibat antara dua variabel yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mengetahui hubungan sebab-akibat. Adapun variebelnya meliputi:
a. Variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi adalah VCD Dongeng Anak
b. Variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi adalah kemampuan menyimak cerita Anak Berkesulitan Belajar kelas 4 SD Petoran Surakarta Tahun Ajaran 2010/2011.
Rancangan penelitian/ desain penelitian eksperimen yang digunaka penelitian ini adalah one group pretest-posttest design, (Sumadi Suryabrata, 2004:
commit to user
117) yaitu sekelompok subjek dikenai perlakuan untuk jangka waktu tertentu, pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan diberikan, dan pengaruh perlakuan diukur dari perbedaan antara pengukuran awal (T1) dan pengukuran akhir (T2). Rancanagan dapat digambarkan sebagai berikut :
Pengukuran Perlakuan Pengukuran ( Pre Test) ( Treatment) ( Post Test )
T1 X T2
Skema 3.2. Rancangan Penelitian
Keterangan :
T1 : Tes yang diberikan sebelum diberi perlakuan/ Pre-Test X : Perlakuan yang diberikan oleh peneliti
T2 : Tes yang diberikan sesudah diberi perlakuan/ Post-Test
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: ³SRSXODVL DGDODK NHVHOXUXKDQ VXE\HNSHQHOLWLDQ´
Berdasarkan pendapat tentang pengertian populasi diatas penulis menyimpulkan bahwa populasi adalah kumpulan individu dengan kualitas dan ciri-ciri yang ditetapkan sebagai subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengalami berkesulitan belajar kelas 4 SDN Petoran No 154 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 7 siswa, yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan.
2. Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: ³VDPSHO DGDODK VHEDJLDQ DWDX ZDNLOSRSXODVL\DQJGLWHOLWL´
Dari pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi wakil populasi sebagai subjek penelitian. Penelitin ini tidak menggunakan sampel karena jumlah populasi kecil
commit to user
sehingga semua objek individu didalam populasi digunakan yaitu seluruh siswa berkesulitan belajar kelas 4 di SDN Inklusi Petoran No 154 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 7 siswa.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara untuk memperoleh data sebagai sumber penelitian untuk memecahkan masalah yang diteliti. Dengan teknik pengumpulan data yang tepat dalam suatu penelitian maka dapat diperoleh pemecahan masalah secara valid dan reliabel. Didalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa metode tes dan metode dokumentasi.
Tes
Menurut Anas Sudijono (2008: 67) yang dimaksud dengan tes adalah cara (yang dapat dipergunakan) atau prosedur (yang perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian dibidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas (bai berupa pertanyaan-pertanyaan (yang harus dijawab), atau perintah-perintah (yang harus dikerjakan) oleh testee, sehingga dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee).
Menurut Sumadi Suryabrata (2004: 21) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan tes adalah sebagai berikut:
³7HVWDGDODKSHUQ\DUDDQ-pernyataan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan, yang berdasar atasbagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaan dan atau melakukan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara menbandingkannya
GHQJDQVWDQGDUDWDXWHVWHH\DQJODLQ´
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dendan tes adalah cara atau prosedur yang digunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian dibidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas atau perintah-perintah yang harus dikerjakan, sehingga atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut dapat dihasilkan nilai yang melambangkan prestasi,nilai mana dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai.
commit to user
Menurut Anas Sudijono (2008: 75) menyatakan bahwa ditinjau dari cara mengajukan jawaban dan cara menjawabnya pada umumnya tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
a). Tes tertulis (pencil and paper test) yaitu jenis tes dimana tester dalam mengajukan butir-butir soal dilakukan secara tertulis dan testee memberikan jawaban secara tertulis pula.
b). Tes lisan (nonpencil and paper test) yaitu tes dimana tester didalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan dilakukan secara lisan, dan testee memberikan jawabannya secara lisan pula.
Menurut Anas Sudijono (2008: 99-107) menyatakan bahwa ditinjau dari segi bentuk soal-soalnya, tes dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
a). Tes uraian (essay test) yaitu salah satu jenis test hasil belajar yang berbentuk pertanyaan yang menuntut testee untuk memberikan jawaban berupa penjelasan atau uraian dalam bentuk kalimat.
b). Tes obyektif (objektive test) yaitu salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah sati/ lebih diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing items.
Adapun jenis tes dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis. Sedangkan bentuk tes adalah obyektif pilihan ganda, dengan menggunakan 4 pilihan. Pedoman penilaian yang digunakn adalah : jika jawaban benar nilainya 1, jika jawaban salah nilainya 0.
Persiapan dan pelaksanaan tes dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Persiapan meliputi penyusunan materi tes yang berupa item-item soal, dan sebelumya telah membuat kerangka materi. Materi tes yang akan diberikan menyesuaikan dengan kurikulum KTSP SD bidang studi Bahasa Indonesia kelas IV dan dikonsultasikan dengan guru kelas.
Pelaksanaan tes dilakukan secara klasikal pada Anak Berkesulitan Belajar yang ditetapkan sebagai subjek dalam penelitian. Pertama diberikan tes awal/ pre-test untuk mengetahui kemampuan awal dengan prestasi belajarnya. Setelah mendapatkan perlakuan diadakan tes akhir/post-test untuk mengetahui prestasi
commit to user
belajarnya yang menunjukkan kemampuan akhir. Soal tes yang digunakan antara tes awal/pre-test dan tes akhir/post-test antara aspek dan hal yang diukur sama.
E. Validitas dan Reliabilitas
1). Validitas
Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengulur apa yang hendak diukur, dalam arti memiliki keajegan antara hasil tes dengan yang hendak diukur. Sebuah tes dikatakan valid isinya pabila isi test dapat mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau bahan pengajaran yang diberikan. Dalam penelitian ini validitas yang hendak diketahui adalah validitas isi atau
content validity. Untuk mencari validitas soal tes pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment angka kasar dengan bantuan perhitungan menggunakan komputer program SPSS 15.
Adapun rumus korelasi product moment dengan angka kasar yang digunakan menurut (Suharsimi Arikunto, 2006: 71) adalah:
rxy = 2 2 2 2 . . y y N x x N y x xy N keterangan:
rxy : Koefisien korelasi antara variabel x dan y. x : Skor item
y : Skor item soal N : Jumlah subjek
Untuk mengetahui apakah suatu instrumen dikatakan Valid apabila rxy
lebih besar dari pada r tabel, dimana r tabel bernilai 0.632 Sebaliknya jika rxy lebih kecil dari r tabel maka item tersebut tidak valid sehingga tidak dapat digunakan dalam pre-tes dan post-test. Dalam penelitian ini tes sudah di uji cobakan melalui TryOut di kelas 4a SDN Petoran surakarta. Tes berjumlah 40 soal, ada 10 soal yang tidak valid. Diantara 10 soal yang tidak valid adalah soal pada nomor 1, 5, 8,
commit to user
11,14,16,21,23,27,dan 33. Sehingga sisanta akan dijadikan soal yang akan digunakan dalam pertest dan posttest berjumlah 30 soal.
2). Reliabilitas
Menurut Sumadi Suryabrata (2004: 29) periabilitas adalah keajegan suatu tes. Untuk mengetahui reliabilitas tes, pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan belah dua yang menbagi hasil try out menjadi 2 bagian, dengan menbagi soal berdasarkan nomor ganjil dan nomor genap. Untuk menguji reliabilitas tes peneliti menggunakan teknik belah dua dengan rumus Sperman-Brown dengan bantuan perhitungan menggunakan komputer program SPSS 17. Dikatan soal reliabel jika koefisien Sperman-Brown lebih besar dari rtabel.
Adapun rumus teknik belah dua Spernam Brown menurut Anas Sudijono (2008: 216) adalah: r 11 = _ 2.r ½.½_____ (1 + r ½.½) keterangan : r
11 = koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan r ½.½ = koefisien diantara skor-skor setiap belahan
F. Teknik Analisa Data
Teknik analisis data merupakan teknik yang digunakan oleh penulis untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah diajukan oleh peneliti, setelah data terkumpul diadakan pengolahan data sehingga dapat ditarik kesimpulan tentang penelitian yang diadakan.
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisi non parametik yaitu tes rangking bertanda (sign tes bertanda Wilcoxon) yang diberi simbol T. Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest desaign, yaitu sekelompok subjek dikenai perlakuan untuk jangka waktu tertentu pengukuran diberikan sebelun dan sesudah perlakuan diberikan,
commit to user
dan pengaruh perlakuan awal diukur dari perbedaan antara pengukuran awal (T1) dan pengukuran akhir (T1).
Langkah-langkah Analisis Test Wilcoxon 1. Perumusan hipotesis:
Rumusan hipotesis pihak:
Ho : Tx = Ty (Tidak ada pengaruh penggunaan media VCD dongeng anak terhadap kemampuan menyimak cerita).
+D7[7\$GD pengaruh penggunaan media VCD dongeng
anak terhadap kemampuan menyimak cerita). 2. Menentukan taraf signifikansi
Sesuai dengan perumusan hipotesis tersebut diatas, maka taraf
VLJQLILNDQVLQ\DĮDGDODK
3. Menentukan statistik uji
Statistik uji yang digunakan adalah sign test Wilcoxon yang diberi symbol T.
4. Keputusan uji
Keputusan uji dalam penelitian ini adalah :
Jika To 7t maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini berbunyi : penggunaan media VCD dongeng anak dalam pembelajaran tidak mampu meningkatkan kemampuan menyimak cerita adalah tidak signifikansi.
Jika To 7t maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini berbunyi : penggunaan media VCD dongeng anak dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan menyimak cerita adalah signifikansi.