• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

B. Saran

3.1 Kerangka konsep

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Ada pengaruh pemberian active dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas pada pemain futsal.

2. Terdapat perubahan fleksibilitas antara sebelum dan setelah diberikan active dynamic stretching pada pemain futsal

28

Pre-test Treatment Post-test

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan desain pre-experimental. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode one-group pretest posttest design, yaitu sebuah rancangan yang digunakan dengan cara memberikan perlakukan pada jangka waktu tertentu serta mengukurnya dengan tes sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan diberikan. Pada paradigma ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Jeneponto 2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada 10 April 2018 hingga 4 Mei 2018.

P1 X P2

Gambar 4.1. Rancangan Penelitian

29

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain futsal pada ektrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jeneponto berjumlah 24 orang.

2. Sampel

Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah jenis purposive sampling yaitu teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Adapun metode yang digunakan untuk penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus penarikan sampel melalui rumus slovin sebagai berikut :

Keterangan : n : ukuran sampel N : ukuran populasi e : batas toleransi (0,05)

Sehingga didapatkan jumlah sampel sebagai berikut :

))

Didapatkan hasil n = 23. Jadi, besar sampel minimal yang diperlukan adalah 23. Sampel dalam penelitian ini di peroleh sebanyak 23 responden yang berasal

dari jumlah populasi yang dipilih menggunakan formula teknik purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ada sebagai berikut:

a. Kriteria Inklusi

1) Siswa SMA Negeri 2 Jeneponto yang mengikuti ekstrakurikuler futsal

2) Aktif mengikuti latihan 3) Usia 15-19 tahun

4) Bersedia menjadi responden penelitian dengan menandatangani informed consent

5) Jenis kelamin laki-laki b. Kriteria Ekslusi

1) Memiliki IMT obesitas

2) Riwayat cedera pada ekstremitas inferior c. Kriteria Drop Out

1) Tidak hadir dalam mengikuti tes, baik pre test, post test atau kedua-duanya.

31

D. Alur Penelitian

Studi Pendahuluan

Memilih dan Merumuskan Masalah

Observasi Masalah

Izin Penelitian

Pengambilan Data Awal

Penentuan Populasi dan Sampel

Menyusun Instrumen

Pretest (Sit and Reach Test)

Memberikan Perlakuan (Active Dynamic Stretching) Posttest (Sit and Reach Test)

Pengolahan dan Analisis Data

Laporan Penelitian

Gambar 4.2 Alur Penelitian

E. Variabel Penelitian 1. Identifikasi Variabel

1) Variabel Dependen

Variabel dependent dalam penelitian ini adalah fleksibilitas.

2) Variabel Independen

Variabel independen dalam penelitian ini adalah active dynamic stretching.

2. Definis Operasional Variabel

1) Active stretching adalah suatu metode penguluran yang dilakukan pada otot-otot ekstremitas inferior sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif diberikan pada pemain futsal selama 4 minggu. Adapun jenis gerakan yang akan dilaksanakan sebanyak 20 gerakan yang diadaptasi dari buku berjudul ―Dynamic Stretching‖

yang ditulis oleh Kovacs (2009) dengan rincian dosis serta teknik pelaksanaan yang dirincikan pada prosedur penelitian.

2) Fleksibilitas adalah kemampuan suatu jaringan otot untuk memanjang semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan lingkup gerak sendi yang normal tanpa disertai rasa nyeri yang diukur dengan alat ukur Sit and Reach. Hasil yang digunakan adalah hasil yang terjauh dari ketiga pengukuran.

a. Instrumen pengukuran

1) Penggaris dalam satuan cm 2) Box Sit and Reach

3) Alat tulis 4) Formulir tes b. Prosedur Pengukuran

1) Subyek duduk dilantai sambil meluruskan kakinya tanpa menggunakan sepatu.

2) Kepala, punggung atas dan bawah harus menempel di dinding.

3) Telapak tangan menghadap ke bawah dan subyek menggerakkan tangannya kedepan sejauh mungkin di atas garis ukur.

4) Jika lutut subyek menekuk atau menggunakan momentum untuk meningkatkan jarak tempuh, maka pengukuran dinyatakan gagal dan harus di ulang.

5) Ulangi pemeriksaan ini tiga kali berturut-turut.

6) Hasil yang digunakan adalah hasil yang terjauh dari ketiga pengukuran.

3. Pemberian Active Stretching

Dynamic stretching merupakan latihan yang ditujukan untuk membuat otot menjadi elastis dan ruang gerak sendi akan semakin baik. Ada beberapa jenis gerakan pada dynamic stretching (Kovacs, 2009):

No Teknik Jarak/Repetisi

(1 yard = 0.9144 meter)

Langkah-Langkah 1. Toe Walk 10 Yard/1 x Repetisi 1. Naikkan tumit dan

seimbangkan pada kedua kaki Anda.

2. Melangkah kedepan dengan kaki kiri Anda, kemudian ulangi proses dengan kaki kanan.

Gerakan ini akan mengaktifkan kontraksi otot betis.

35

2. Heel Walk 10 Yard/1 x Repetisi 1. Angkat jari-jari kaki Anda dari tanah.

2. Melangkah kedepan dengan kaki kiri Anda dan mendorong berat badan Anda ke tumit, sambil mengarahkan jari-jari kaki ke langit. Gerakan ini akan mengaktifkan tibialis anterior (otot yang membentang di depan kaki Anda dari lutut ke area pergelangan kaki).

Kemudian langkah kedepan dengan kaki kanan Anda dan ulangi prosesnya.

Lanjutkan kaki bergantian.

3. Side Ankle Walk 10 Yard/1 x Repetisi 1. Balikkan kaki Anda

sehingga Anda

menyeimbangkan di sisi luar kedua kaki.

2. Melangkah kedepan dengan kaki kanan Anda dan posisikan berat badan Anda di bagian luar kaki kanan Anda, yang akan menghasilkan lengkungan kaki kanan Anda dari tanah. Kemudian langkah maju dengan kaki kiri Anda dan ulangi prosesnya.

Lanjutkan kaki bergantian.

4. Walking Quad Stretch

10 Yard/1 x Repetisi 1. Tekuk lutut kiri dan ambil kaki kiri di belakang Anda dengan tangan kiri. Tahan posisi ini selama kurang lebih dua detik.

2. Lepaskan kaki kiri Anda, biarkan kaki kiri melangkah maju dan ulangi proses dengan kaki kanan Anda.

5. linear walking lunge

20 Yard/1 x Repetisi 1. Melangkah maju dengan kaki kanan dan tekuk kaki belakang sampai lutut sekitar 1 hingga 3 inci dari tanah, tepat di bawah pinggul kiri, dan lutut kanan berada pada sudut 90 derajat. Lutut kanan Anda harus tepat di atas pergelangan kaki kanan Anda.

2. Dorong keluar dengan kaki

kiri Anda untuk

membawanya ke depan.

6. straight-leg bound 20 Yard/1 x Repetisi 1. Angkat dan rentangkan kaki kiri Anda di depan tubuh Anda, menjaga inti Anda kuat dan bahu ditarik sambil mempertahankan posisi tubuh bagian atas yang tegak. Biarkan tubuh Anda bersandar ke

37

belakang sedikit dan lengan kanan Anda untuk membungkuk 90 derajat.

2. Ketika pinggul Anda diperpanjang antara 30 dan 50 derajat, paksa mendorong bola kaki kiri Anda kembali ke tanah melalui kontraksi ekstensor pinggul.

7. straight-leg march 10 Yard/1 x Repetisi 1. kaki kanan Anda lurus di depan Anda untuk menyentuh jari-jari Anda.

Cobalah untuk tidak menekuk lutut Anda.

Berfokuslah untuk mempertahankan postur tubuh yang lurus dan jagalah bahu Anda agar tidak membungkuk.

2. Turunkan kaki kanan ke tanah dan ulangi pada kaki kiri

8. lateral lunge 10 Yard/1 x Repetisi 1. Langkah ke sisi kanan dengan kaki kanan Anda, menjaga kaki menghadap ke depan. Perlahan-lahan menurunkan berat badan Anda kembali ke pinggul dan. Pertahankan posisi ini selama kurang lebih dua detik, pastikan bahwa

tulang belakang Anda tegak dan bahu Anda kembali dengan postur yang baik.

2. Bawalah kaki kiri Anda di bawah pusat Anda dan ulangi gerakan ini di sisi kiri

9. high-knee run 20 Yard/1 x Repetisi Mulailah berlari dengan mengangkat kaki kanan, tekuk lutut sedikit dan tarik kaki ke atas (dorsofleksi). Biarkan ibu jari tangan kiri (membentuk sudut siku kira-kira 90 derajat pada lengan). Tingkatkan fleksi knee sambil mempertahankan posisi tubuh bagian atas yang tegak.

Lakukan pada sisi yang lain.

10. knee to shoulder lateral walk—

frogger

10 Yard/1 x Repetisi 1. Lenturkan pinggul kiri Anda saat mulai naik, putar ke luar untuk mengangkat lutut ke arah ketiak Anda 2. Saat kaki kiri Anda turun,

lakukan gerakan yang sama di sisi kanan Anda.

11. a-walk, skip, run progression

10 Yard/1 x Repetisi 1. Langkah maju dengan kaki kiri Anda, biarkan siku kanan Anda menekuk kira-kira 90 derajat dan lengan kiri Anda bergerak

39

mundur. Tekankan posisi lutut dan kaki ke atas sebagai persiapan untuk mendorong kaki kiri dengan agresif dan kuat ke tanah di bawah pinggul.

Menunjuk ujung jari kaki mempertahankan sudut shin positif untuk membantu posisi pinggul ke depan.

2. Menggerakkan kaki kiri dengan paksa ke tanah, menggunakan ekstensi pinggul yang efisien.

12. b-walk, skip, run progression

20 Yard/1 x Repetisi 1. Bersandar ke depan dan tekuk lutut kiri Anda untuk mengangkat tumit ke atas dan sedikit di depan tubuh Anda ke tinggi yang sama atau lebih besar dari lutut kanan Anda.

2. Segera percepat paha kiri

ke bawah sambil

meluruskan kaki dan menarik paha ke belakang di bawah pinggul kiri dengan gerakan mencakar.

Selama gerakan ini, jagalah kaki Anda dorsiflexed (ujung kaki menunjuk ke langit).

13. 10-yard movement sequence

10 Yard/1 x Repetisi 1. Lakukan lari linear.

2. Lakukan Shuffle Lateral ke arah sisi kanan Anda.

3. Lakukan Shuffle Lateral ke arah sisi kiri Anda.

4. Backpedal

6. Lakukan Carioca ke sisi kanan Anda.

7. Lakukan Carioca ke sisi kiri Anda.

14. low squat walk 10 Yard/1 x Repetisi 1. Sambil mempertahankan jongkok rendah dan pusat gravitasi rendah, ambil langkah kecil di depan tubuh Anda dengan kaki kanan Anda.

2. Ulangi dengan kaki kiri Anda. Lanjutkan kaki bergantian.

15. squat jump sprint 10 Yard/1 x Repetisi 1. Lakukan lompatan jongkok dengan membungkuk di pinggul; ketika pinggul Anda sejajar dengan lutut Anda (sejajar dengan tanah), meledaklah.

2. Di bagian atas lompatan, fokus pada perlambatan pendaratan. Ketika Anda

mendarat, segera

mendorong kaki Anda ke depan ke posisi percepatan dan berlari ke depan.

41

16. triple jump sprint 20 Yard/1 x Repetisi 1. Lakukan tiga lompatan satu kaki (bolak kaki) ke depan, dengan fokus pada tinggi dan kedalaman selama setiap lompatan.

2. Setelah lompatan ketiga, mendarat di kaki yang berlawanan dengan yang Anda mulai lompat, dorong ke posisi percepatan dan lari 10 meter.

17. sumo squat walk 10 Yard/1 x Repetisi Lakukan posisi ―sumo‖

kemudian melangkah ke depan dengan kaki kanan dan bergantian pada kaki kiri dengan langkah yang sama 18. hamstring

handwalk—

inchworm

10 Yard/1 x Repetisi 1. Pada gambar 1-2 mempertahankan agar punggung dan kaki lurus, perlahan langkahkan kaki sedekat mungkin ke tangan Anda tanpa membiarkan lutut menekuk. Anda akan merasakan regangan di paha belakang dan punggung bawah Anda.

2. Setelah Anda mendekatkan kaki sedekat mungkin ke tangan Anda, gerakkan tangan Anda sejauh

Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh responden dijamin oleh peneliti dan hanya sekelompok data yang dilaporkan dalam hasil penelitian.

44

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di lapangan SMA Negeri 2 Jeneponto, dengan populasi penelitian adalah semua anggota ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jeneponto. Berdasarkan populasi tersebut, diperoleh jumlah sampel sebanyak 23 orang responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditentukan oleh peneliti.

Penelitian ini dimulai dengan observasi dan penentuan sempel, sampel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dilibatkan ke dalam penelitian. Sebelum dilakukan penelitian, peneliti menginformasikan tujuan penelitian untuk memperoleh persetujuan sampel. Setelah dilakukan pengisian informed concern, maka pada responden dilakukan pengukuran awal berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan nilai fleksibilias ekstremitas bawah. Adapun gambaran umum tentang responden akan disajikan sebagai berikut:

45

1. Karakteristik responden

Tabel 5.1. karakteristik sampel penelitian

Karakteristik Sampel Frekuensi Presentase (%) Umur

15-16 17-18

18 5

78,3 21,7

Total 23 100.0

IMT Underweight

Normal Overweight

2 20

1

8,7 87,0

4,3

Total 23 100.0

Sumber: data primer 2018

Tabel 5.1 data karakteristik sampel penelitian yang diperoleh adalah umur dan IMT. Berdasarkan umur, sampel dibagi menjadi dua kelompok umur yaitu 15-16 tahun 17-18 tahun. Distribusi sampel pada umur 15-16 tahun berjumlah 18 orang (78,3%), kemudian untuk umur 17-18 tahun berjumlah 5 orang (21,7%).

Berdasarkan karakteristik sampel menurut IMT menunjukkan bahwa pada kategori underweight (kurus) sebanyak 2 orang (8,7%), kemudian untuk kategori normal sebanyak 20 orang (87%), dan kategori overweight (gemuk) sebanyak 1 orang (4,3%).

Tabel 5.2 Distribusi Perubahan Nilai Fleksibilitas Sebelum dan Sesudah Pemberian Dynamic Stretching

Kategori

Pre-Test Post-Test

F (%) F (%)

Sangat Baik (>14) Baik (11-13) Sedang (7-10)

Kurang (4-6) Sangat Kurang (<3)

2 1 7 8 2

8,7 4,3 30,4 34,8 21,7

9 8 5 1 0

39,1 34,8

21,7 4,3 0

Total 23 100,0 23 100,0

F = frekuensi; (%) = persentase Sumber : Data Primer, 2018

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa fleksibilitas sebelum dan sesudah diberikan pemberian dynamic stretching. Pada pre test terdapat 2 orang (8,7%) yang hasilnya berada pada kategori sangat baik untuk fleksibilitasnya, pada kategori baik terdapat 1 orang (4,3%), kategori sedang terdapat 7 orang (30,4%), kategori kurang 8 orang (34,8%), dan kategori sangat kurang terdapat 2 orang (21,7%), Sedangkan pada post test, terdapat 9 orang (39,1%) hasilnya berada pada kategori sangat baik, pada kategori baik terdapat 8 orang (34,8%), kategori sedang terdapat 5 orang (21,7%) dan kategori kurang terdapat 1 orang (4,3%).

47

2. Uji Normalitas Data

Tabel 5.3 Hasil Uji Normalitas Data Fleksibilitas Sebelum dan Setelah Pemberian Dynamic Stretching

P = probabilitas hasil uji normalitas Sumber : Data Primer, 2018

Tabel 5.3 Setelah diketahui sebaran data pre test dan post test fleksibilitas yang berdistribusi normal dengan uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk test, diperoleh hasil pre test sebesar 0,166 (p>0,05) dan post test sebesar 0,632 (p>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

Melihat hasil uji normalitas kedua data diatas maka hal inilah yang menjadikan rujukan untuk selanjutnya dilakukan menggunkana uji statistik

Minimum Median Maximum P

Pre Test -11 6,00 17 0,166

Post Test 5 13,00 24 0,632

parametrik yaitu uji t berpasangan (paired sample t-test) untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas.

3. Uji Hipotesis

Tabel 5.4 Uji T Berpasangan (paired sample t-test)

Variabel Mean SD Perubahan p*

Perubahan Keseimbangan Dinamis

Pre Test 5,96 6,124 7,348 0,000

Post Test 13,30 4,322

SD = standar deviasi; p* = paired sample t-test Sumber : Data Primer, 2018

Tabel 5.4 hasil uji menggunakan uji t berpasangan dimana menunjukkan bahwa rata-rata sebelum diberikan latihan dynamic stretching adalah 5,96 dan setelah diberikan latihan dynamic stretching adalah 13,30 dengan nilai perubahan sebesar 7,348. Diperoleh nilai signifikan p=0,000 (p<0,05), dimana hal ini berarti hipotesis penelitian dapat diterima dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan dynamic stretching.

1. Karakteristik Responden

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas pada pemain futsal ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jenponto. Data pada penelitian ini merupakan data primer dengan memperoleh data langsung dari sampel.

Berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang.

Pada rata-rata umur responden tersebut merupakan masa siswa SMA dimana mulai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang salah satunya adalah ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jenponto. Pengaruh usia terhadap fleksibilitas digambarkan seperti kurva, dimana diawali pada usia anak-anak yang semakin meningkat fleksibilitasnya namun sudah remaja mulai menurun karena gaya hidup yang tidak lagi aktif seperti usia anak-anak, apalagi pada usia dewasa yang mana telah mulai muncul masalah-masalah degeneratif. Oleh karena itu fleksibilitas merupakan bagian yang penting dalam proses latihan.

Pada karakteristik IMT diperoleh hasil bahwa pemain dengan kategori IMT normal adalah yang paling banyak. Ini terjadi dikarenakan sampel usia remaja yang merupakan anggota ekstrakurikuler futsal yang merupakan kelompok olahraga yang mana terpenuhinya kebutuhan energi dan protein ditandai dengan berat badan dan tinggi badan yang normal.

2. Distribusi Hasil Pre Test dan Post Test Fleksibilitas

Pemeriksaan fleksibilitas diukur menggunakan meja sit and reach yang dilengkapi dengan penggaris atau skala, subyek penelitian duduk di lantai

dengan posisi kedua lutut lurus di depan alat yang berkalibrasi dalam ukuran centimeter. Kedua tangan dengan jari tangan lurus kedepan sejajar dengan lantai, diulurkan kedepan secara berlahan sejauh mungkin untuk menyentuh mistar skala yang ada di alat tersebut. Sikap ini dilakukan sebanyak 3 kali kesempatan, dan hasil terbaiklah yang diambil sebagai hasil akhir tes. Sebelum diberikan dynamic stretching, terlebih dahulu sampel diukur fleksibilitasnya untuk menilai pre test dari sampel tersebut.

Jika dibandingkan hasil pemeriksaan fleksibilitas sebelum dan setelah 12 kali perlakuan maka dapat diperoleh adanya perbedaan antara pre test dan post test untuk pemberian dynamic stretching yang signifikan. Setelah dilakukan uji paired sample t dimana didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,005). Hal ini berarti bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti dapat diterima dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas.

Terjadinya peningkatan fleksibilitas setelah mendapat 12 kali perlakuan karena dynamic stretching merupakan suatu latihan yang memberikan fleksibilitas untuk memaksimalkan aktivitas secara efisien. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hafid (2017) pada kelompok dynamic stretching yang terdapat pada kategori sangat baik sebanyak 6 orang (60%) dan diperoleh selisih perubahan dari pre test ke post test sebesar 3. Pada uji paired sample t-test, dengan nilai P=0,001 (P<0,05), sehigga ada pengaruh dari dynamic stretching terhadap perubahan respon fleksibilitas otot.

Hal ini menjelaskan bahwa dengan pemberian perlakuan mempengaruhi secara signifakan dalam hal peningkatan fleksibilitas. Selain itu dynamic

51

stretching membutuhkan seluruh tubuh untuk gerakan selama pelaksanaan David

et al ( 2005). Dan faktor ini akan meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan motor unit rangsangan, meningkatkan kesadaran kinestetik dan juga memaksimalkan jangkauan gerak.

3. Pengaruh Dynamic Stretching Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Pada penelitian ini, sampel diberikan perlakuan dynamic stretching. Setelah diketahui sebaran data pre test dan post test fleksibilitas yang berdistribusi normal dengan uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk test. Melihat hasil uji normalitas kedua data diatas maka hal inilah yang menjadikan rujukan untuk selanjutnya dilakukan menggunkana uji statistik parametrik yaitu uji t berpasangan (paired sample t-test) untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas. Hasil uji menggunakan uji t berpasangan dimana menunjukkan perubahan sebelum dan setelah diberikan latihan, dimana hal ini berarti hipotesis penelitian dapat diterima dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan dynamic stretching.

Tujuan dari stretching adalah biasanya untuk meningkatkan mobilitas sendi, panjang otot dan fleksibilitas, serta untuk rileks otot-otot secara umum.

Metabolisme kurang efisien dalam otot-otot kaku karena tekanan intramuskular peningkatan dan penurunan sirkulasi cairan. Oleh karena itu, peregangan juga digunakan untuk meningkatkan metabolisme. Peningkatan fleksibilitas yang dicapai oleh peregangan akan membantu mencegah cedera otot, tendon dan sendi serta meningkatkan kemampuan kinerja otot (Ylinen, 2008).

Ada beberapa alasan mengapa Dynamic Stretching perlu dilakukan saat pemanasan bagi para pemain olahraga yaitu:

1. Gerakan dalam Dynamic Stretching akan mengaktifkan otot-otot yang nantinya akan digunakan selama latihan atau pertandingan.

2. Dynamic stretching meningkatkan jangkauan gerak. Jadi jika seseorang merasa seperti hampir tidak dapat membungkuk untuk melakukan aktivitasnya, Dynamic stretching dapat membantu membuat otot lebih fleksibel.

3. Dynamic stretching meningkatkan kesadaran tubuh pemain. Dengan adanya peningkatan temperatur dalam otot, membuat kesadaran otot pemain yang membantu lebih waspada akan gerakan yang dilakukan, hingga mengurangi resiko cedera.

4. Dynamic stretching dalam program pemanasan dapat meningkatkan kerja otot dan kekuatan. Studi sebelumnya menunjukkan Dynamic stretching sebelum olahraga dapat membantu meningkatkan kinerja atlet secara keseluruhan dibandingkan dengan tidak melakukan stretching atau melakukan static stretching (Hafid, 2017).

Dynamic stretching akan meningkatkan fungsi neuromuskular dan juga dapat menyebabkan post-activation potentiation yaitu peningkatan sementara kerja otot yang merupakan akibat dari kontraksi sebelumnya. Kinerja peningkatan melalui ini mengakibatkan lebih banyak cross-bridges yang terbentuk hingga produksi kekuatan otot meningkat (Behm, 2011)

Post-activation potentiation yaitu terjadinya fosforilasi rantai myosin yang menyebabkan aktin-myosin menjadi lebih rensponsif terhadap ion kalsium yang

53

dilepaskan dari reticulum sarcoplasma selama terjadi kontraksi otot sehingga kekuatan kontraksi selanjutnya bertururt-turut meningkat. Semakin besar aktivasi otot, semakin lama pula ion kalsium bearada dalam lingkungan unit sel otot (sarkoplasma) dan juga semakin besar fosforilasi rantai myosin sehingga akibatnya adalah tingkat kontraksi akan lebih cepat dan lebih kuat. Jadi, dengan latihan Dynamic Stretching yang dapat menyebabkan terjadinya post-activation potentiation akan mengakibatkan kemampuan eksplosif otot akan meningkatkan.

Bagi pemain olahraga atau atlet latihan pemanasan dalam hal ini Dynamic Stretching sebelum latihan atau pertandingan merupakan hal yang penting bagi mereka. Banyak manfaat yang didapatkan dengan melakukan Dynamic stretching diawal latihan atau pertandingan yaitu sebagai latihan untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas bagi olahraga yang membutuhkan kemampuan eksplosif bagi pemainnya. Selain itu, latihan stretching dianggap sebagai elemen penting dari kebugaran dan pengkondisian program yang dirancang untuk mempromosikan kesehatan dan mengurangi resiko cedera dan re-injury (Colby, 2012)

Dynamic stretching membutuhkan seluruh tubuh untuk gerakan selama

pelaksanaan David et all ( 2005). Dan faktor ini akan meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan motor unit rangsangan, meningkatkan kesadaran kinestetik dan juga memaksimalkan jangkauan gerak. Dengan gerakan seluruh tubuh dapat menyebabkan stretch otot yang menjadi fokus berubah ke otot-otot lain.

Berdasarkan studi yang dilakukan, kesimpulan dapat dibuat tentang latihan dynamic stretching dapat meningkatkan fleksibilitas ekstremitas inferior.

54

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian mengenai pengaruh dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas pada ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jeneponto maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Terdapat distribusi fleksibilitas sebelum diberikan dynamic stretching pada pemain futsal ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jeneponto dengan nilai mean 5,96 dan standar deviasi 6,124.

2. Terdapat perubahan nilai fleksibilitas setelah diberikan dynamic stretching pada pemain futsal ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jeneponto dengan nilai mean 13,30 dan standar deviasi 4,322.

3. Ada pengaruh pemberian dynamic stretching terhadap peningkatan fleksibilitas pada pemain futsal ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 2 Jeneponto dengan nilai P = 0,000 (P < 0,005).

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka disarankan beberapa hal sebagai berikut:

1. Disarankan hasil dari penelitian ini dapat menjadi refensi bagi pelatih futsal, sebagai pengetahuan betapa pentingnya stretching dalam olahraga, seperti dynamic stretching yang dapat meningkatkan fleksibilitas

2. Bagi peneliti selanjutnya, lakukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan homogen, sebagai contoh klub olahraga pada sebuah sekolah asrama

yang notabene memiliki aktivitas dan pola hidup yang hampir homogen keseluruhan.

56

DAFTAR PUSTAKA

Behm, D. G. C., A. (2011). A review of the acute effects of static and dynamic stretching on performance. Eur J Appl Physiol.

Colby, K. a. (2012). Theraupetic Exercise Foundations and Technique.

Philadelpia: F. A Davis Company

David, B. e. a. ( 2005). Physical Education and The Study of Sport (5 ed).

Philadelphia: Elsevier.

DRA. Tite Juliantine, M. P. (2011). Studi Perbandingan Berbagai Macam Metode Latihan Peregangan Dalam Meningkatkan Kelentukan

Evan. (2010). Metode Stretching Otot Hamstring. Retrieved maret 2018

Hafid, I. (2017). Perbandingan Static Stretching Dan Dynamic Stretching Terhadap Perubahan Respon Kekuatan Otot Dan Fleksibilitas Otot Tungkai Pemain Bola Voli Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hall, G. a. (2014). Buku ajar fisiologi kedokteran edisi keduabelas. singapura:

elsevier saunders.

Ikal, K. (2017). Jenis-jenis Peregangan.

Ilyas, F. R. (2016). Hubungan antara Fleksibilitas dengan Delayed Onset Muscle Soreness Pada Mahasiswa Ekstrakulikuler Karate Universitas Hasanuddin. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kisner, C. a. C. L. (2007). Theraupetic Exercise Foundation and Technique.

Philadelpia: F. A Davis Company.

Kovacs, M. (2009). Dynamic Stretching (1 ed.). Paperback: Ulysses Press.

Lopez, Minarro, P. A., Sainz de Baranda Andujar, P., & Rodriguez-Garcia, P. L.

(2009). A Comparison of the Sit and Reach Test and The Back Saver Sit and Reach Test in University Students. Journal of Sports Science and Medicine, 8.

Lutan, R. (2000). Asas-asas Pendidikan Jasmani Pendekatan Pendidikan Gerak di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga, Depdiknas.

Dokumen terkait