Pada contoh kasus berikut Saudara dapat berlatih menentukan klasifikasi dan tindakan pengobatan dengan menggunakan Bagan Tatalaksana Umur 2 bulan - <5 tahun.
Cermatilah cara pencatatannya dengan menggunakan stempel Program P2 ISPA di kartu berobat milik masing-masing anak.
Pada tempat yang tersedia:
- isilah data/informasi yang ditemukan
- berilah tanda pada kotak pilihan yang sesuai - lingkari pilihan yang sesuai
Gambar 3.1. Stempel Program P2 ISPA
Umur Tahun Bulan Batuk: Hari Gangguan Napas: Hari
Tanda bahaya : Tidak bisa minum Kejang
YA / TIDAK Kurang bisa minum Stridor
Kesadaran menurun Wheezing
Demam dingin Gizi buruk
Frekuensi napas : kali per menit TDDK : YA/TIDAK
Klasifikasi Penyakit sangat Berat Pneumonia Berat Pneumonia
Batuk Bukan Pneumonia
Tindak lanjut : Rawat jalan Rujuk ke :
Obat yang : Antibiotika :
berikan Obat lain :
Nasihat : Kontrol ulang : Hari
Cara minum obat :
Pemberian makanan-minuman :
1. Karina berumur 2 tahun. Ibunya membawa berobat ke Puskesmas karena dia batuk-pilek selama 4 hari. Setelah memeriksa, petugas kesehatan menemukan bahwa Karina menderita demam dengan suhu 38,50C, serta frekuensi nafasnya (32 x/menit) tetapi tidak ada tanda-tanda lainnya.
Petugas kesehatan melihat “BAGAN TATALAKSANA PENDERITA BATUK DAN ATAU KESUKARAN BERNAPAS PADA BALITA” untuk kelompok umur 2 BULAN - <5 TAHUN. Mula-mula petugas kesehatan mencoba mencari adanya tanda bahaya untuk menentukan
adanya penyakit sangat berat, ternyata tidak ada sehingga harus meneruskan langkah berikutnya. Ingatlah bahwa meskipun ada demam (38,50C) tetapi itu bukanlah salah satu kriteria tanda bahaya untuk anak berumur 2 bulan - <5 tahun.
Petugas kesehatan mencari ada/tidaknya pneumonia berat pada kolom merah dilanjutkan mencari ada/tidaknya pneumonia dengan melihat ke kolom kuning. Karina tidak mempunyai TDDK maupun napas cepat, oleh karena itu Karina diklasifikasikan sebagai batuk bukan pneumonia (batuk-pilek biasa) sesuai dengan kolom hijau. Berikut ini adalah cara petugas kesehatan mencatat informasi tentang tanda-tanda
penyakit di kartu berobat milik Karina dengan menggunakan stempel Program P2 ISPA.
MODUL TATALAKSANA STANDAR PNEUMONIA
BAB III
Umur Tahun Bulan Batuk: Hari Gangguan Napas: Hari
Tanda bahaya : Tidak bisa minum Kejang
YA / TIDAK Kurang bisa minum Stridor
Kesadaran menurun Wheezing
Demam dingin Gizi buruk
Frekuensi napas : kali per menit TDDK : YA/TIDAK
Klasifikasi Penyakit sangat Berat Pneumonia Berat Pneumonia
Batuk Bukan Pneumonia
Tindak lanjut : Rawat jalan Rujuk ke :
Obat yang : Antibiotika :
berikan Obat lain :
Nasihat : Kontrol ulang : Hari
Cara minum obat :
Pemberian makanan-minuman :
2 4
32
Parasetamol 500mg, Kecap, jeruk nipis
Waspada tanda pneumonia 4 x 1/4 tablet (Buku KIA)
Teruskan pemberian makanan
2. Mahmud berumur 6 bulan dan dibawa ke Puskesmas karena batuk 2 hari. Setelah diperiksa petugas mendapati adanya demam dan napas cepat (58 kali per menit). Petugas kesehatan melihat “BAGAN TATALAKSANA PENDERITA BATUK DAN ATAU KESUKARAN BERNAPAS PADA BALITA” untuk kelompok umur 2 BULAN - <5 TAHUN. Mula-mula petugas kesehatan mencoba mencari adanya tanda bahaya untuk
menentukan adanya penyakit sangat berat, ternyata tidak ada sehingga harus meneruskan langkah berikutnya.
Petugas kesehatan mencari ada/tidaknya pneumonia berat pada kolom merah dilanjutkan mencari ada/tidaknya pneumonia dengan melihat ke kolom kuning. Mahmud tidak mempunyai TDDK tetapi ada napas cepat, oleh karena itu Mahmud diklasifikasikan sebagai pneumonia sesuai dengan kolom kuning.
Berikut ini adalah cara petugas kesehatan mencatat informasi tentang tanda-tanda penyakit di kartu berobat milik Mahmud dengan menggunakan stempel Program P2 ISPA.
Umur Tahun Bulan Batuk: Hari Gangguan Napas: Hari
Tanda bahaya : Tidak bisa minum Kejang
YA / TIDAK Kurang bisa minum Stridor
Kesadaran menurun Wheezing
Demam dingin Gizi buruk
Frekuensi napas : kali per menit TDDK : YA/TIDAK
Klasifikasi Penyakit sangat Berat Pneumonia Berat Pneumonia
Batuk Bukan Pneumonia
Tindak lanjut : Rawat jalan Rujuk ke :
Obat yang : Antibiotika :
berikan Obat lain :
Nasihat : Kontrol ulang : Hari
Cara minum obat :
Pemberian makanan-minuman : 6 2 58 Parasetamol Kontrimoksazol 2
KLASIFIKASI & TINDAKAN UNTUK ANAK BATUK DAN ATAU SUKAR BERNAFAS UMUR 2 BULAN -< 5 TAHUN MODUL TATALAKSANA STANDAR PNEUMONIA
30
3. Ibu si Badu membawa anaknya ke Puskesmas karena Badu tampak sukar bernapas. Setelah diperiksa, diketahui umurnya 18 bulan, Badu tidak bisa minum, terdengar stridor pada waktu tenang, ada tarikan dinding dada ke dalam tetapi tidak ada napas cepat (35 kali permenit), klasifikasi penyakit sangat berat
Petugas kesehatan melihat “BAGAN TATALAKSANA PENDERITA BATUK DAN ATAU KESUKARAN BERNAPAS PADA BALITA” untuk kelompok umur 2 BULAN - <5 TAHUN. Mula-mula mencari apakah Badu mempunyai tanda bahaya yang menunjukkan
penyakit sangat berat. Karena Badu mempunyai 2 tanda bahaya yaitu tidak dapat minum dan stridor waktu tenang maka petugas menentukan adanya penyakit sangat berat.
Berikut ini adalah cara petugas kesehatan mencatat informasi tentang tanda-tanda penyakit di kartu berobat milik Badu dengan menggunakan stempel Program P2 ISPA.
Umur Tahun Bulan Batuk: Hari Gangguan Napas: Hari
Tanda bahaya : Tidak bisa minum Kejang
YA / TIDAK Kurang bisa minum Stridor
Kesadaran menurun Wheezing
Demam dingin Gizi buruk
Frekuensi napas : kali per menit TDDK : YA/TIDAK
Klasifikasi Penyakit sangat Berat Pneumonia Berat Pneumonia
Batuk Bukan Pneumonia
Tindak lanjut : Rawat jalan Rujuk ke :
Obat yang : Antibiotika :
berikan Obat lain :
Nasihat : Kontrol ulang : Hari
Cara minum obat :
Pemberian makanan-minuman : 6 3 35 Rumah sakit 1 3
MODUL TATALAKSANA STANDAR PNEUMONIA
BAB III
Bagan 3.1. Klasifikasi dan Tindakan Anak Batuk dan atau Sukar Bernapas untuk kelompok umur 2 bulan - <5 tahun.
PENENTUAN ADA TIDAKNYA TANDA BAHAYA (PENYAKIT SANGAT BERAT)
TANDA BAHAYA UMUR 2 BULAN - <5 TAHUN
TIDAK BISA MINUM, KEJANG, KESADARAN MENURUN, STRIDOR, GIZI BURUK,
ANAK YANG MEMPUNYAI SALAH SATU TANDA BAHAYA HARUS SEGERA DIRUJUK KE RUMAH SAKIT
KlasifiKasi penYaKiT
umur 2 Bulan - <5 Tahun
* Tarikan diding dada bagian * Tidak ada tarikan dinding dada * Tidak ada tarikan dinding dada
bawah ke dalam (TDDK) bagian bawah ke dalam (TDDK) bagian bawah ke dalam (TDDK)
Tanda * Ada napas cepat : * Tidak ada napas cepat : 2 bl - <12 bl : 50 x/menit 2 bl - <12 bl : <50 x/menit 12 bl - <5 th : 40 x/menit 12 bl - <5 th : <40 x/menit
KlasifiKasi PNEUMONIA BERAT PNEUMONIA BATUK BUKAN PNEUMONIA
* Rujuk segera ke rumah sakit * Nasihati ibunya untuk tindakan * Bila batuk >3 minggu, rujuk
* Beri 1 dosis antibiotik perawatan di rumah * Nasihati ibunya untuk tindakan
* Obati demam, jika ada * Beri antibiotik selama 3 hari perawatan di rumah
TindaKan * Obati wheezing, jika ada * Anjurkan ibu untuk kontrol * Obati demam, jika ada 2 hari atau lebih cepat bila * Obati wheezing, jika ada
keadaan anak memburuk
* Obati demam, jika ada
KLASIFIKASI & TINDAKAN UNTUK ANAK BATUK DAN ATAU SUKAR BERNAFAS UMUR 2 BULAN -< 5 TAHUN MODUL TATALAKSANA STANDAR PNEUMONIA
32
lATIhAn B
Pada latihan berikut ini kita menentukan klasifikasi penyakit, serta rencana pengobatannya untuk 5 anak yang berumur 2 bulan - <5 tahun. Anggaplah Saudara seorang petugas kesehatan di Puskesmas pembantu.
Bersiaplah untuk membahas rencana/ jawaban Saudara dengan peserta lain.