Total Score :_____x 100% =
CONTOH KASUS
Contoh Kasus Penghitungan Kebutuhan cairan yang sering ditemukan dalam praktek sehari-hari :
1. Demam
Seorang anak usia 13 bulan, BB 9 kg mengalami demam 39° C Berapakah kebutuhan cairan hariannya?
Jawab :
Kebutuhan cairan anak BB 9 kg (24 jam) = 105 ml x 9 kg = 945 ml
Jika rumus yang digunakan adalah tiap kenaikan 1°C > 37°, kebutuhan air meningkat 12%, maka: Kebutuhan cairan = 945 ml + (2 x 12% x 945 ml) = 945 ml + 226,8 ml = 1171,8 ml/hari = (1171,8 / 24) x (15/60) = 12 tpm makro
Jenis cairan yang dapat diberikan: <2 Tahun = D5% atau NaCl 0,445% <8 bln = D5%,Cl 0,225
2. Luka Bakar
Untuk Luka Bakar, perhitungan kebutuhan cairan berdasarkan kedalaman luka bakar.
- Luka bakar derajat I (misal sengatan matahari) ditandai dengan adanya eritema, nyeri, dan tidak ada bulla, tidak memerlukan pemberian cairan intravena.
- Luka Bakar derajat II (partial-thickness burns) ditandai dengan warna kemerahan atau campuran yang disertai pembengkakan dan bulla, permukaannya basah, berair serta nyeri hebat meskipun hanya tersapu oleh udara.
- Luka Bakar Derajat III (full thickness burns), menyebabkan luka kehitaman dan kaku. Warna kulit bisa terlihat putih seperti lilin, merah sampai kehitaman. Warna kulit merah ini tidak berubah menjadi pucat dengan penekanan, tidak merasa nyeri dan kering. - Luas Luka Bakar ditentukan dengan “Rule of Nine”.
Pengukuran urin setiap jam merupakan alat monitor yang baik untuk menilai volume sirkulasi darah, asalkan tidak ada diuresis osmotic (missal glikosuria). Kateter urin dipasang untuk monitor urin. Pemberian cairan cukup untuk dapat mempertahankan produksi urin 1.0 ml per kgBB anak dengan berat badan 30 kg/kurang, dan 0,5-1,0 ml/kgBB/jam untuk dewasa. Aturan pemberian cairan :
- 2-4 mL X Luas luka bakar (%) X BB (Kg)
Setengahnya (50%) diberikan pada 8 jam pertama sisanya 16 jam berikutnya.
- Penting untuk dipahami bahwa aturan di atas hanya untuk pemberian cairan awal. Setelah pemberian cairan awal, jumlah cairan yang diberikan disesuaikan dengan target urin output.
Contoh :
Seorang laki-laki dewasa usia 36 tahun, BB 60 kg mengalami luka bakar derajat III dengan luas luka bakar 20 %,bagaimana pemberian terapi cairan pada pasien ini?
Jawab :
Kebutuhan cairan = 4 ml x 20 x 60 kg = 4800 ml 8 jam pertama = ½ x 4800 ml = 2400 ml
3. Perdarahan
Volume darah dewasa diperkirakan 7% dari berat badan. Derajat perdarahan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Class 1 : terjadi perdarahan <15% dan dengan tanda klinis minimal. Pada orang sehat, perdarahan dalam jumlah ini tidak memerlukan pengganti, karena pengisian transkapiler dan mekanisme kompensasi lain akan mengembalikan volume darah dalam 24 jam.
2. Class 2 : menyebabkan takikardi, takipnea dan penurunan tekanan nadi. Beberapa pasien dalam kategori ini mungkin membutuhkan transfusi darah, tapi kebanyakan kasus dapat distabilisasi dengan pemberian kristaloid.
3. Class 3 : ditemukan adanya perfusi yang tidak adekuat, takikardi dan takipnea, perubahan status mental dan penurunan tekanan sistolik yang bermakna. Kebanyakan pasien dalam kategori ini membutuhkan tranfusi PRC dan produk darah dalam penanganan syoknya. Keputusan untuk transfusi berdasarkan respon terhadap resusitasi cairan inisial.
4. Class 4 : perdarahan kategori ini mengancam nyawa. Gejalanya adalah takipnea, penurunan tekanan sistolik yang signifikan, tekanan nadi sangat sempit (atau tekanan diastolik yang tidak terukur) dll. Pasien membutuhkan transfusi darah dan intervensi bedah segera. Keputusan untuk transfusi dan intervensi bedah berdasarkan respon terhadap resusitasi cairan inisial.
Tabel Perkiraan volume darah hilang, tanda vital dan jenis cairan pengganti pada perdarahan Kelas Class I Class II Class III Class IV Perdarahan * Darah yang <750 750-1500 1500-2000 >2000 hilang (ml) Darah yang <15 15-30 30-40 <40 Hilang (%EBV) Nadi <100 >100 >120 >140 Tekanan Normal Normal Menurun Menurun Darah
Tekanan Normal/meningk Turun Turun Turun
Nadi at
Respirasi 14-20 20-30 30-40 >35
Produksi >30 20-30 5-15 Tak ada
urin (ml)
Kesadaran Agak gelisah Gelisah Gelisah dan Bingung dan bingung Letargik Cairan Kristaloid Kristaloid Kristaloid+darah Kristaloid+darah pengganti
Terapi cairan inisial pada pasien perdarahan dapat diberikan RL atau NaCl 0,9% hangat. Dosis lazimnya adalah 1-2 L pada dewasa dan 20mL/Kg pada pasien anak dengan tetes cepat. Pada pasien dipasang 2 jalur intravena.
Penilaian resusitasi cairan dan pemasangan jalur intravena
No Aspek Yang Dinilai Nilai
0 1 2
Menentukan jumlah kebutuhan cairan sesuai kasus 1: menentukan dengan tepat
0: menentukan dengan tidak tepat
Menentukan jumlah tetesan cairan intravena sesuai kasus 1: menentukan dengan tepat
0: menentukan dengan tidak tepat Menentukan jenis cairan sesuai kasus 1: menentukan dengan tepat
0: menentukan dengan tidak tepat
Memastikan identitas pasien sesuai dengan rekam medis, memastikan nama, usia, alamat, tempat tinggal
*critical step
1 Informed consent: Menyampaikan tujuan dan hal yang berkenaan
dengan pemeriksaan dengan bahasa yang dimengerti pasien dan meminta persetujuan pasien
2 : melakukan sempurna 1 : melakukan tidak sempurna 0 : tidak melakukan
2 Menyiapkan alat (kateter intravena, intravenous set, cairan intravena sesuai kebutuhan pasien, kapas alkohol, kassa steril, betadin, plester, gunting, bengkok/nierbeken, intravenous stand, torniket)
1 : menyebutkan dengan lengkap 0 : tidak lengkap
3 Mencuci tangan
4 Memakai handscoon secara benar/sesuai prinsip aseptik 1 : melakukan dengan sempurna
0 : melakukan tidak sempurna
5 Menyiapkan pasien, meminta pasien untuk berbaring dan membuka tempat yang akan dipasang infus
1 : melakukan 0 : tidak melakukan
6 Membuka tutup botol cairan intravena dan mengusapnya dengan kapas alcohol.
1 : melakukan keduanya
0 : tidak melakukan / hanya melakukan salah satu
7 Mengunci pipa saluran intravenous set kemudian menusukkannya ke dalam botol cairan infus
1 : melakukan keduanya 0 : melakukan salah satu
8 Membuka tutup jarum, mengalirkan cairan sehingga tidak ada udara, lalu jepit dan jarum ditutup kembali. Tabung tetesan jangan sampai jatuh
1 : melakukan dengan sempurna
*critical step
9 Mengidentifikasi vena dan memasang torniket
10 Melakukan desinfeksi secara aseptik pada lokasi pemasangan 1 : melakukan dengan sempurna
*critical step
11 Meregangkan kulit, menusukkan kateter intravena dengan lubang menghadap ke atas
1 : melakukan dengan teknik tepat 0 : melakukan dengan teknik tidak tepat
12 Memasukkan lagi 3 – 5 mm untuk memastikan kanula plastik sudah ada di vena
1 : melakukan dengan teknik tepat 0 : melakukan dengan teknik tidak tepat 13 Lepaskan torniket
1 : melakukan segera setelah kateter masuk vena
*critical step
14 Menarik jarum perlahan 2-3 mm dan geser kanula masuk vena sampai pangkalnya
1 : melakukan dengan teknik tepat 0 : melakukan dengan teknik tidak tepat
15 Menarik jarum sampai keluar, tangan yang lain menekan vena tepat di proksimal dari ujung kanula
1 : melakukan dengan teknik tepat 0 : melakukan dengan teknik tidak tepat 16 Menyambungkan dengan intravenous set
1 : melakukan dengan teknik tepat 0 : melakukan dengan teknik tidak tepat
17 Tutup dengan kasa steril dan fiksasi dengan plester menyilang, jika tetesan lancer.
1 : melakukan dengan teknik tepat 0 : melakukan dengan teknik tidak tepat 18 Atur kecepatan tetesan sesuai kebutuhan pasien
1 : melakukan dengan tepat 0 : melakukan dengan tidak tepat
19 Merapikan dan mebersihkan alat kembali, sampah dibuang sesuai kategori sampah medis dan non medis
1 : melakukan dengan tepat 0 : melakukan dengan tidak tepat