Total Score :_____x 100% =
PEMERIKSAAN AKUT ABDOMEN
Akut abdomen adalah keadaan nyeri perut hebat yang terjadi secara tiba – tiba tanpa sebab yang jelas. Akut abdomen biasanya disebabkan oleh kasus – kasus emergensi dan berlangsung kurang dari 24 jam.
Pada akut abdomen dibutuhkan penanganan segera bahkan pada beberapa kasus dibutuhkan tindakan bedah emergensi sehingga sebagai dokter pada pelayanan kesehatan lini pertama harus mampu mendiagnosis akut abdomen sesegera mungkin dan spesifik (penyakit / organ yang nyeri) serta melakukan pertolongan pendahuluan dan segera merujuk pasien.
Diagnosis diferensial dari akut abomen diantaranya : A. Sistem pencernaan
2. Peritonitis akut 3. Appendisitis akut
4. Ulkus peptikum akut dan komplikasinya 5. Kolesistitis akut
6. Kolik bilier 7. Pankreatitis akut 8. Iskemia intestinal akut 9. Divertikulitis akut 10. Volvulus
B. Sistem reproduksi
Kehamilan ektopik dengan ruptur tuba C. Sistem kemih dan endokrin
1. Kolik ureter akut 2. Pilelonefritis akut 3. Krisis adrenal
4. Ketoasidosis diabetikum
Pasien akut abdomen datang dengan keluhan nyeri perut, karena subyektifitas nyeri sangat tinggi maka perlu dilakukan pemeriksaan untuk konfirmasi sumber nyeri. Nyeri pada akut abdomen disebabkan adanya rangsangan pada peritoneum, untuk itu pemeriksaan bertujuan memastikan hal tersebut. Pemeriksaan ini diaplikasikan bersamaan saat melakukan pemeriksaan fisik abdomen dan bukan merupakan hal yang terpisah.
Penilaian rangsang peritoneum
Minta penderita untuk batuk dan tanyakan apakah menimbulkan nyeri perut, bila ya, tunjukkan lokasinya.
2. Nyeri ketok
Lakukan perkusi daerah tersebut. Rasa nyeri akibat perkusi ringan juga memberikan nilai yang sama dengan nyeri batuk. Rasa nyeri perut saat batuk atau pada perkusi ringan juga menunjukkan adanya peradangan peritoneum.
3. Titik nyeri maksimum
Lakukan palpasi dengan 1 jari secara halus dan lakukan pemetaan daerah nyeri tekan.Lokalisasikan keadaan diatas seakurat mungkin, sehingga bisa menentukan titik nyeri maksimum.
4. Defans muskuler
Rasakan adanya ketegangan/tahanan dinding perut saat melakukan palpasi. 5. Nyeri tekan lepas (Tanda Blumberg)
Tekankan jari anda secara tetap dan pelan-pelan sampai dalam, kemudian dilepaskan mendadak. Dianggap positif dan menunjukkan adanya peradangan peritoneum bila timbul nyeri saat tekanan dilepaskan. Pemeriksaan ini biasanya tidak dilakukan bila telah jelas adanya defans muskuler. Selain tanda Blumberg, ada juga tanda Rovsing. Tanda ini muncul jika saat pemeriksa menekan bagian perut kiri bawah, pasien juga merasakan nyeri pada bagian kanan bawah, dan atau saat pemeriksa melepaskan tangan pasien juga merasakan nyeri pada bagian kanan bawah.
6. Tes Psoas Ada 2 cara :
a. Letakkan tangan kanan anda dipaha kanan sedikit diatas lutut
Minta penderita mengangkat tungkai kanan melawan tahanan tangan anda.Catat reaksi penderita atau tanyakan apakah tindakan ini menimbulkan rasa nyeri.
b. Penderita diminta tidur miring ke kiri.
Lakukan hiperekstensi sendi panggul kanan secara pasif.Catat reaksi penderita atau tanyakan apakah tindakan ini menimbulkan rasa nyeri.
Test psoas yang positif menunjukkan adanya peradangan peritoneum didepan otot psoas. Dengan adanya peregangan otot tersebut lewat pemeriksaan diatas, peritoneum diatasnya akan ikut teregang dan menimbulkan nyeri. (Ingat: penderita apendisitis cenderung memfleksikan tungkai atau jalan membungkuk untuk mengurangi peregangan otot psoas).
7. Tes Obturator
- Penderita tidur terlentang, lakukan fleksi sendi lutut dan fleksi sendi panggul kanan. - Lakukan rotasi sendi panggul kedalam.
Tes ini positif bila menimbulkan rasa nyeri di hipogastrium kanan. Hal ini menunjukkan adanya peradangan peritoneum dipermukaan otot obturator internus dimana otot ini akan teregang dengan pemeriksaan tersebut diatas. (Ingat otot obturator internus adalah exorotaror sendi panggul).
8. Periksa hiperesthesia kulit
Lipatlah kulit daerah perut kanan bawah dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan (tidak sampai mencubit).
Normal : - tindakan ini tidak menimbulkan nyeri.
Penilaian pemeriksaan fisik abdomen dan akut abdomen
No Aspek yang dinilai Skor
1 Informed consent : Menyampaikan tujuan dan hal yang berkenaan dengan pemeriksaan dengan bahasa yang dimengerti pasien dan meminta persetujuan pasien
2 : melakukan sempurna 1 : melakukan tidak sempurna 0 : tidak melakukan
0 1 2
2 Mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan fisik
Meminta pasien untuk membuka pakaian dan berbaring di tempat tidur dengan sopan dan santun
1 : teknik sesuai
0 : tidak melakukan / teknik tidak sesuai
3 Mencuci tangan
4 Berdiri di sebelah kanan pasien
TIDAK LULUS : berdiri di sebelah kiri pasien
5 Melaporkan keadaan umum, memeriksa vital sign (suhu, tekanan darah, nadi, nafas) serta berat badan.
2 : melaporkan dengan lengkap 1 : melaporkan 4 -5 poin 0 :< 4 poin
6 Inspeksi: kulit, bentuk, simetrisitas, umbilikus, massa, peristaltik, pulsasi
1: dilakukan sambil menyebutkan 7 hal yang diperhatikan dengan tepat
0: dilakukan sambil menyebutkan < 7 hal atau tidak dilakukan
Auskultasi:
Menghangatkan stetoskop dengan cara mengusap-usapnya dengan telapak tangan
Mendengarkan click dan gurgle/ peristaltik usus. Hitung suara usus selama 1 menit
TIDAK LULUS = melakukan palpasi/perkusi sebelum auskultasi
Perkusi:
Menghangatkan tangan dengan cara menggosok-gosok kedua telapak tangan
Melakukan perkusi orientasi di 4 kuadran 1: melakukan dengan teknik perkusi yang benar 0: melakukan dengan teknik perkusi yang tidak benar
Palpasi:
Palpasi supefisial secara sistematis pada 9 kuadran abdomen 1: melakukan dengan teknik palpasi yang benar
0: melakukan dengan teknik palpasi yang tidak benar
Melakukan palpasi dalam untuk menilai nyeri tekan dan atau nyeri tekan lepas pada lokasi yang dikeluhkan nyeri oleh pasien
1 : dilakukan dengan teknik benar 0 : teknik tidak benar atau tidak dilakukan Melakukan pemeriksaan Rovsing sign 1 : dilakukan dengan teknik benar 0 : teknik tidak benar atau tidak dilakukan Melakukan pemeriksaan Psoas sign 1 : dilakukan dengan teknik benar 0 : teknik tidak benar atau tidak dilakukan Melakukan pemeriksaan Obturator sign
1 : dilakukan dengan teknik benar 0 : teknik tidak benar atau tidak dilakukan
7 Menyatakan pemeriksaan sudah selesai dan mempersilahkan pasien duduk dan mengenakan pakaian kembali
8 Mencuci tangan
9 Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien dan diagnosis sementara dengan bahasa yang dimengerti pasien
2 : diagnosis sementara benar,dengan bahasa awam 1 : diagnosis sementara benar, dengan bahasa medis 0 : diagnosis sementara tidak benar
10 Menjelaskan pilihan pemeriksaan penunjang sesuai kasus 2 : pemeriksaan benar,dengan bahasa awam
1 : pemeriksaan benar, dengan bahasa medis 0 : pemeriksaan tidak benar
11 Menjelaskan farmakoterapi (golongan obat, sediaan, dosis) sesuai diagnosis *jika ada
2 : farmakoterapi benar, dengan bahasa awam 1 : farmakoterapi benar, dengan bahasa medis 0 : farmakoterapi salah
12 Menjelaskan terapi non farmako *jika ada 2: terapi benar, dengan bahasa awam 1 : terapi benar, dengan bahasa medis 0 : terapi salah