A. Deskripsi Teori
4. Kajian tentang Cooperative Learning tipe STAD a.Pengertian Cooperative learning a.Pengertian Cooperative learning
Cooperative learning atau sering disebut dengan pembelajaran kooperatif. Cooperative learning ini sering dipakai dalam berbagai macam pembelajaran. Cooperative leearning merujuk pada berbagai macam tipe pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran (Robert E. Slavin , 2005 : 6). Banyak ahli yang mendefinisikan tentang cooperative learning seperti Roger, Parker, Davidson, Johnson dan Johnson, Artz dan Newman, serta masih banyak lagi lainnya.
23
Roger (Miftahul Huda, 2011 : 29) menyatakan cooperative learning merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial diantara kelompok-kelompok pembelajar yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan anggota-anggota yang lain. Setiap anggota kelompok harus saling membantu satu dengan yang lain agar setiap anggota paham dan tahu tentang apa yang sedang dibahas dalam kelompok. Selain itu, setiap anggota yang lain dalam kelompok dituntut untuk paham dan mengerti hal yang sedang dibahas dalam kelompok. Jadi tidak hanya satu atau beberapa orang saja yang paham dan mengerti apa yang sedang dibahas dalam kelompok.
Parker (Miftahul Huda, 2011 : 29) mendefinisikan cooperative learning sebagai susasana pembelajaran dimana para siswa saling berinteraksi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengerjakan tugas akademik demi mencapai tujuan bersama. Sementara itu, Davidson (Miftahul Huda, 2011 : 29) mendefinisikan cooperative learning merupakan suatu konsep yang sudah ada sejak dulu. Selain itu konsep ini sangat penting untuk meningkatkan kinerja kelompok, organisasi, dan perkumpulan manusia.
Johnson dan Johnson (Miftahul Huda, 2011 : 31) juga berusaha mendefinisikan tentang cooperative learning. Menurutnya
24
“cooperative learning is working together to accomplish shared goals”. Artinya pembelajaran kooperatif merupakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Setiap anggota kelompok bersama-sama mencapai hasil yang nantinya akan dirasakan oleh setiap anggota kelompok.
Beberapa pendapat di atas, hampir sama dengan pendapat dari Artz dan Newman (Miftahul Huda, 2011 : 32). Mereka mendefinisikan cooperative learning is a small group of learners working together as a team to solve a problem, complete a task, or acomplish a common goal. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa siswa bekerja sama dalam suatu tim atau kelompok kecuali untuk mengatasi suatu masalah, menyelesaikan tugas ataupun mencapai suatu tujuan bersama.
Menurut Slavin (2005 : 8) inti dari cooperative learning
adalah saat para siswa duduk bersama dalam kelompok yang terdiri atas empat orang dan menguasai materi dari guru. Dari hal tersebut, inti dari cooperatove learning jelas bahwa berkelompok dan mendiskusikan materi yang diberikan guru serta menguasainya.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan definisi tentang cooperative learning. Secara singkat
cooperative learning merupakan suatu pembelajaran yang dimana para siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Selain itu, cooperative learning merupakan kerja sama
25
antara beberapa orang dalam suatu kelompok kecil untuk memecahkan masalah, menyelesaikan tugas maupun, mencapai tujuan bersama dimana setiap anggota kelompok saling membantu satu sama lain.
b. Macam-macam cooperative learning
Ada beberapa macam pembelajaran yang bisa menggunakan model pembelajaran cooperative learning antara lain :
1) Jigsaw
Jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Aronson, kemudian dikembangkan lagi oleh Slavin dan selanjutnya dikembangkan oleh Kagan. Dalam jigsaw, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. dalam setiap kelompok, anggota kelompok ditugaskan menjadi seorang ahli dari materi tertentu. Tugas seorang ahli nantinya adalah mencati informasi tentang bidang yang mereka dapatkan dengan para ahli dari kelompok lain. Setelah mereka mendapatkan informasi yang cukup, mereka kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan informasi yang mereka dapatkan kepada anggota kelompok yang lain.
2) STAD (Student Team Achivement Division)
STAD (Student Team Achivement Division) membagi siswa menjadi beberapa tim yang terdiri atas 4 orang siswa yang berbeda tingkat kemampuan, etnik, ras, dan jenis kelamin (Robert E. Slavin 2005 : 11). Pada STAD, guru menyampaikan materi seperti biasa.
26
Setelah guru menyampaikan materi, siswa berkelompok untuk memastikan bahwa setiap anggota kelompok benar-benar menguasai pelajaran. Kemudian, siswa diuji dengan tes individu. Skor dari tes individu itu nantinya akan berpengaruh pada prestasi kelompok, karena skor individu dalam kuis menentukan skor kelompok mereka. Maka, setiap individu dalam kelompok, harus benar-benar memastikan setiap anggota kelompoknya menguasai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru agar nilai kelompoknya lebih tinggi dari kelompok-kelompok yang lain.
3) TGT
TGT (Teams Games Tournament) hampir sama dengan STAD (Miftahul Huda, 2011 : 117). Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Dalam kelompok, siswa mempelajari materi yang diberikan oleh guru. Lalu, yang membedakan STAD dengan TGT adalah pada pengujiannya. Pada STAD siswa diuji dengan menggunakan kuis individual. Sedangkan pada TGT siswa diuji dengan game akademik, dimana skor yang mereka peroleh dalam game menentukan skor kelompok mereka.
c. Pengertian Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division (STAD)
Student team achivement division merupakan pembelajaran yang dikembangkan oleh Slavin. Robert E. Slavin (2005 : 12) mangatakan gagasan utama STAD adalah untuk memotivasi pasra siswa supaya dapat
27
saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru. Apabila setiap siswa dalam kelompok menginginkan kelompoknya mendapatkan penghargaan maka setiap anggota kelompok harus saling membantu anggota tim atau kelompok mereka untuk memahami materi yang diberikan guru.
Robert E. Slavin (2005 : 11) dalam STAD siswa dibagi menjadi beberapa kelompok atau tim yang terdiri atas beberapa orang siswa yang berbeda tingkat kemampuan, ras, gender, dan latar belakang etniknya. Hal itu dilakukan agar, terjadi pemerataan diantara kelompok siswa dan terjadi persaingan yang adil diantara tim-tim siswa. Selain itu, pemerataan anggota tim membuat terjadinya persaingan yang ketat diantara para tim.
Pada STAD, guru pertama-tama menyampaikan materi pelajaran seperti biasa. Setelah guru menyampaikan materi, kemudian siswa bekerja dalam kelompok atau tim untuk mendiskusikan materi yang telah disampaikan oleh guru. Pada saat itu, anggota tim saling membantu untuk memahami materi pelajaran yang telah disampaikan. Pada saat bekerja dalam tim ini, setiap siswa harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami materi agar dalam kuis nanti mereka mendapatkan skor yang bagus.
Setelah semua siswa selesai dalam berkelompok, kemudian guru memberikan kuis individu kepada siswa. Kuis ini dikerjakan oleh masing-masing anggota kelompok secara individu. Disini siswa tidak
28
diperbolehkan bekerjasama lagi dalam mengerjakan kuis. Skor yang didapat oleh setiap individu dalam kuis ini akan menjadi perolehan nilai kelompok, sehingga setiap anggota kelompok bertanggung jawab pada skor kuis mereka dan harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengerjakan soal kuis agar kelompok atau tim mereka memperoleh nilai yang tinggi.
Perolehan nilai tim dalam STAD ini tidak hanya diperoleh dari skor yang didapat oleh siswa. Namun, dipoeroleh dari skor kemajuan yang diperoleh siswa. Berikut akan dijelaskan pada komponen-komponen STAD.
d. Komponen STAD
Berikut adalah komponen-komponen yang ada pada STAD (StudentTeam Achivement Division) menurut Slavin (2005 ; 143-146) : 1) Presentasi kelas
Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dulu melalui presentasi kelas. Presentasi kelas ini dilakukan oleh guru seperti pada saat memberikan pengajaran langsung pada kelas seperti biasa. Presentasi guru dikelas ini berfokus pada materi STAD. Pada saat presentasi ini, siswa harus benar-benar memberi perhatian penuh karena akan membantu mereka dalam melaksanakan kegiatan dan mengerjakan kuis dan skor kuis mereka nantinya.
29 2) Tim
Dalam cooperative learning tim sangat penting adanya, karena tim merupakan inti dari kegiatan pembelajaran. Begitu juga pada coperative learning tipe STAD ini. Para siswa dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim terdiri dari 4 atau 5 orang siswayang memiliki kemampuan berbeda.
Dalam tim ini, setiap anggota harus memastikan setiap anggotanya memahami materi yang diberikan oleh guru. Untuk itu, setiap anggota tim hars benar-benar belajar dan membatu setiap anggotanya yang belum memahami materi yang diberikan. Kegiatan dalam tim tersebut adalah untuk mempersiapkan setiap anggota untuk menghadapi kuis yang nantinya akan diberikan.
3) Kuis
Setelah siswa bekerja dalam tim, siswa diberikan kuis induvidual. Kuis ini harus dikerjakan oleh setiap individu dalam kelompok. pada kuis ini, siswa tidak boleh bekerja sama lagi dalam mengerjakannya. Mereka harus benar-benar mengerjakan kuis secara individu. Sehingga, setiap anggota kelompok bertanggung jawab pada perolehan nilai kelompoknya dan akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan skor yang bagus.