• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJ IAN PUSTAKA

2.4. Corporate Social Responsibility ( CSR )

Secara Umum Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam peningkatan kualitas di kehidupan mempunyai arti. Adanya kemampuan manusia sebagai individu anggota komunitas untuk dapat menanggapi keadaan sosial yang ada, dan dapat menikmati serta memanfaatkan lingkungan hidup termasuk perubahan-perubahan yang ada sekaligus memelihara. Atau dengan kata lain merupakan cara perusahaan mengatur proses usaha untuk memproduksi dampak positif pada komunitas, atau dapat dikatakan sebagai proses penting dalam pengaturan biaya yang dikeluarkan dan keuntungan kegiatan bisnis dari stakeholders (pihak-pihak lain yang berkepentingan) baik secara internal (pekerja, shareholders (pemegang saham) dan penanam modal) maupun eksternal (kelembagaan pengaturan umum, anggota-anggota komunitas, kelompok komunitas sipil dan perusahaan lain) (Yulyanda, 2010).

Dalam Undang-Undang RI No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Bab V Pasal 74, Corporate Social Responsibility (CSR) disebut dengan istilah “Tanggung jawab sosial dan lingkungan”. Dalam Pasal 1 butir 3 Undang-Undang RI Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas didefinisikan: “Tanggung Jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan (Sustainbility) guna meningkatkan

kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya”.

Dalam pernyataan The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan bahwa CSR merupakan komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan.

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah program Public Relation untuk melibatkan diri mengatasi persoalan-persoalan social di lingkungannya. CSR adalah mengintegrasikan kepedulian terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup ke dalam operasi bisnis perusahaan dan interaksi sukarela antara perusahaan dan para stakeholdernya. CSR ada yang menyebutkan sebagai Community Development atau filantropi/keihlasan berbagi adalah investasi sosial perusahaan yang bersifat jangka panjang. Secara berangsur akan terbentuk citra positif terhadap kegiatan sosial yang dilakukan. Beberapa kegiatan menjadi tren mark perusahaan yang berpengaruh dalam pembuatan merek produk (Kriyantono, 2008:16)

2.4.2 Lingkup Corporate Social Responsibility

Kegiatan tanggung jawab sosial Perusahaan memiliki empat lingkup diantaranya (Keraf, (1998) dalam Napitupulu (2011)) :

1. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas. Kegiatannya dapat berupa pembangunan rumah ibadah, membangun prasarana dan fasilitas sosial dalam masyarakat, menjaga sungai dari polusi, pemberian beasiswa, menjalin kemitraan antara pengusaha

besar dan kecil untuk mengurangi kesenjangan sosial , dan masih banyak jenis kegiatan lainnya.

2. Keuntungan ekonomis, karena akan menimbulkan citra positif bagi perusahaan, hal ini akan membuat masyarakat lebih menerima kehadiran produk perusahaan.

3. Memenuhi aturan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat, baik dalam kegiatan bisnis atau kegiatan sosial, agar bisnis berjalan secara baik dan teratur. 4. Hormat pada hak dan kepentingan stakeholder atau pihak-pihak tertentu yang terkait dengan kepentingan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan bisnis suatu perusahaan

2.4.3 Bentuk Implementasi Corporate Social Responsibility

Menurut Helena Olii, Berbagai bentuk implementasi CSR dapat dijelaskan sebagai berikut (Napitupulu, 2011):

1. Konsumen, dalam bentuk penggunaan material yang ramah lingkungan, tidak berbahaya, serta memberikan informasi dan petunjuk yang jelas mengenai pemakaian yang benar atas produk-produk perusahaan, termasuk informasi atas suku cadang dan pelayanan purna jualnya serta informasi lain yang harus diketahui konsumen.

2. Karyawan, dalam bentuk persamaan hak dan kewajiban atas seluruh karyawan tanpa membedakan ras, suku, agama, dan golongan. Karaywan mendapat penghargaan berdasarkan kompetensi dan hasil penilaian prestasinya.

3. Komunitas dan Lingkungan, dalam bentuk kegiatan kemanusiaan maupun lingkungan hidup ,baik di lingkungan sekitar perusahaan maupun di daerah lain

yang membutuhkan. Kegiatan terhadap komunitas ini antara lain berupa kegiatan donor daerah dengan melibatkan seluruh karyawan, memberikan bantuan kepada daerah yang terkena musibah.

4. Kesehatan dan keamanan, dalam bentuk penjagaan dan pemeliharaan secara rutin atas fasilitas dan lingkungan kantor sesuai petunjuk dan instansi terkait.

2.4.4 Dampak Kegiatan Corporate Social Responsibility

Terdapat beberapa dampak pada masyarakat yang muncul dari kegiatan-kegiatan CSR, antara lain (Napitupulu, 2011) :

1. Mengentaskan kemiskinan, dengan menggunakan pekerja yang berasal dari sekitar perusahaan, mereka dapat menyumbangkan kenaikan angka angkatan kerja dengan menciptakan lapangan kerja, menyediakan pelatihan, menyediakan produk-produk yang disediakan oleh orang-orang kalangan bawah maka secara langsung akan memberikan dampak kepada golongan bawah tersebut.

2. Meningkatkan standar pendidikan, dengan memberikan beasiswa kepada yang benar-benar membutuhkan dan membantu dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan khususnya untuk pendidikan dasar.

3. Meningkatkan standar kesehatan dengan menyediakan sarana serta prasarana yang menunjang kesehatan terutama bagi masyarakat sekitarnya. Contohnya dengan penyediaan fasilitas air bersih, atau dengan membuka klinik kesehatan yang tidak berlaku untuk karyawannya saja, tapi juga bagi masyarakat sekitarnya.

2.4.5 Manfaat Corporate Social Responsibility

Dalam buku “ membedah konsep dan aplikasi CSR” Yusuf Wibisono (2007) menguraikan 10 keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan jika melakukan program Corporate Social Responsibility (Astried, 2013), yaitu:

1. Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan images perusahaan

Perbuatan destruktif pasti akan menurunkan reputasi perusahaan, sebaiknya kontribusi positif pasti akan mendongkrak images dan reputasi positif perusahaan. Images atau citra yang positif ini penting untuk menunjang keberhasilan perusahaan. Layak mendapatkan Sosial Licence To Operate

Masyarakat sekitar adalah komunitas utama perusahaan. Ketika mereka mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka dengan sendirinya mereka akan merasa akan memiliki perusahaan. Sehingga imbalan yang diberikan kepada perusahaan untuk menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut. 2. Mereduksi resiko bisnis perusahaan

Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan merupakan hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Disharmoni dengan stakeholders akan menganggu kelancaran bisnis perusahaan. Bila sudah terjadi permasalahaan, maka biaya untuk recovery akan jauh lebih berlipat bila dibandingkan dengan anggaran untuk melakukan program Corporate Social Responsibility. Oleh karena itu, pelaksanaan Corporate Social Responsibility sebagai langkah preventif untuk mencegah memburuknya hubungan dengan stakeholders perlu mendapat perhatian.

3. Melebarkan akses sumber daya

Track recors yang baik dalam penggelolaan Corporate Social Responsibility merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju sumber daya yang diperlakukan perusahaan.

4. Membetangkan akses menuju market

Track Records yang baik dalam pengelohan Corporate Social Responsibility merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju sumber daya yang diperlukan perusahaan.

5. Memperbaiki hubungan dengan Stakeholders

Implementasi Corporate Social Responsibility merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu menambah frekuensi komunikasi dengan stakeholder, dimana komunikasi ini akan semakin menambah trust stakeholder kepada perusahaan.

6. Memperbaiki hubungan dengan regulator

Perusahaan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility umumnya akan meringankan beban pemerintah sebagai regulator yang sebenarnya bertangging jawab terhadap kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.

7. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan

Image perusahaan yang baik dimata Stakehorder dan kontribusi positif yang diberikan perusahan kepada masyarakat serta lingkungan dan menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi karyawan yang bekerja dalam perusahaan mereka sehingga meningkatkan motivasi kerja mereka.

8. Peluang mendapatkan penghargaan

Banyaknya penghargaan atau reward yang diberikan kepada pelaku Corporate Social Responsibility sekarang, akan menambah kas bagi perusahaan untuk mendapatkan reward.

Berdasarkan pernyataan diatas ini, maka bisa dilihat bahwa sebagai pelaku program Corporate Social Responsibility memiliki banyak manfaat positif perusahaan dalam membangun kesejahteraan lingkungan dan masyarakat. Bentuk manfaat yang terlihat diantaranya sebagai suatu sarana guna mempertahankan dan mendongkrak images perusahaan. Perbuatan kontribusi positif pasti akan mendongkrak image dan reputasi positif perusahaan. Hal lain yang dapat membantu tumbuh kembangnya perusahaan ialah menambah frekuensi komunikasi perusahaan dengan stakeholder. Penambahan frekuensi komunikasi akan semakin menambah trust stakeholder dalam wujud perhatian perusahaan. Dan tentunya perlakuan sikap perusahaan ini penting untuk menunjang jalan keberhasilan perusahaan.

Dokumen terkait