• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJ IAN PUSTAKA

2.3. Public Relations

2.3.1 Pengertian Public Relations

Istilah public relations sering diartikan menjadi hubungan masyarakat (Humas). Sebenarnya penggunaan hubungan masyarakat ini tidak tepat. Publik merupakan sekumpulan orang atau kelompok dalam masyarakat yang memiliki kepentingan atau perhatian yang sama terhadap sesuatu hal. Kepentingan yang sama itulah yang mengikat anggota public satu sama lainya (Kriyantono, 2008:2).

Edward L.Bernays dalam Iriantara (2004) public relations merupakan sebuah profesi yang berkenaan dengan relasi-relasi sebuah unit dengan publik atau publiknya yang merupakan relasi yang menjadi dasar berlangsungnya kehidupan.

Definisi yang berkaitan dengan manajemen adalah definisi yang dikeluarkan oleh public relations news : “Publik Relations adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap publik, mengidenfikasi kebijakan ada

prosedur seseorang/sebuah perusahaan terhadap publiknya menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan publik”.

2.3.2 Tujuan Public Relations

Tujuan public relations sebagai bagian struktural organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan organisasinya sendiri. Inilah yang oleh Oxley (1987:35) disebut sebagai salah satu prinsip Public Relations. Menurut Lesly dalam (Iriantara, 2004:57) tatkala menyusun daftar kegiatan Public Relations :

1. Prestise atau “citra favorable” dan segenap faedahnya 2. Promosi produk atau jasa

3. Mendeteksi dan menghadapi isu dan peluang

4. Menetapkan postur organisasi ketika berhadapan dengan publiknya 5. Good will karyawan atau anggota organisasi

6. Mencegah dan member solusi masalah perubahan

7. Mengayomi good will komunitas tempat organisasi jadi bagiannya 8. Good will para stakeholder dan konstituen

9. Mengatasi kesalahpahaman dan prasangka 10. Mencegah serangan

11. Good will para pemasok 12. Good will pemerintah

13. Good willI bagian lain dari industry

14. Good will para dealer dan menarik dealer lain 15. Kemampuan untuk mendapatkan personel terbaik

16. Pendidikan public untuk satu titik pandang 17. Good will para customer atau para pendukung

18. Investigasi sikap perbagai kelompok terhadap perusahaan 19. Merumuskan dan membuat pedoman kebijakan

20. Menaungi viabilitas masyarakat tempat organisasi berfungsi 21. Mengarahkan perubahan

2.3.3 Komunikasi dan Public Relations

Public Relations bukan hanya merupakan salah satu spesialisasi ilmu komunikasi. Antara praktik komunikasi dan praktik Public Relations memiliki keterkaitan yang begitu erat. Sejalan dengan perkembangan sosial, realitas komunikasi pun menjadi semakin kompleks. Komunikasi tidak lagi merupakan tindakan linier berupa pengiriman pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media dan menimbulkan efek yang sudah terduga pada komunikan. Publik perlu diperhatikan, karena kegiatan Public Relations yang dijalankan selain memperhatikan kepentingan organisasi juga pasti memperhatikan kepentingan khalayak. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dengan sendirinya mengubah postur publik yang menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Publik sendiri bukanlah seseorang atau sekelompok orang atau pasif dan niscaya akan membenarkan apa saja atas apa yang diterimanya dari kegiatan Public Relations. Publik akan berhubungan satu sama lain, mencari informasi bukan hanya dari satu sumber, sehingga informasi yang diterima publik sebenarnya saling bersaing untuk mendapat pengakuan atas kebenaranya dalam pandangan publik. Dengan mengingat Public Relations yang efektif itu adalah komunikasi yang efektif, maka

mengetahui bagaimana komunikasi bekerja sehingga komunikasi tersebut berjalan dengan baik menjadi sangat penting (Iriantara, 2004:63).

2.3.4 Hubungan Masyarakat Sebagai Fungsi Manajemen

Menurut Effendy (2005:135) Hubungan masyarakat sebagai fungsi manajemen di bagi menjadi 2 yaitu hubungan ke dalam dan hubungan ke luar. 1. Hubungan Ke Dalam

Sasaran hubungan masyarakat adalah sasaran komunikasi manajemen. Dalam usaha mencapai tujuan manajemen secara efektif, Manusia-manusia yang menjadi sasaran hubungan masyarakat dibagi menjadi dua kelompok besar, disebut khalayak dalam dan khalayak luar. Hubungan ke dalam pada umumnya adalah hubungan dengan para karyawan. Employee relations merupakan suatu kekuatan yang hidup dan dinamis, yang dibina dan diabadikan dalam bentuk hubungan dengan perseorangan sehari-hari di belakang bangku kerja tukang kayu, di belakang mesin atau di belakang meja tulis. Demikian kata seorang ahli hubungan masyarakat Archibald William, menjadi Pemimpin organisasi atau Kepala Humas kerjanya bukan hanya duduk di kantornya, melainkan harus berkomunikasi langsung dengan para karyawan. Ia harus senantiasa mengadakan kontak pribadi (Personal Contact).

2. Hubungan Ke Luar

Hubungan ke luar atau bisa disebut External Public Relation seperti dilakukan dengan khalayak di luar organisasi. Khalayak mana yang harus menjadi sasaran pembinaan hubungan bergantung pada sifat dan ruang lingkup organisasi itu sendiri. Meskipun demikian ada beberapa khalayak yang

sama-sama menjadi sasaran kegiatan semua organisasi sehingga harus senantiasa menjalin hubungan antara lain :

1. Hubungan Dengan Masyarakat Sekitar

Hubungan dengan masyarakat sekitar senantiasa perlu dipelihara dan dibina, karena pada suatu ketika mungkin diperlukan. Pembinaan hubungan dapat dilakukan dengan melakukan ajang saja, memberikan sumbangan ketika mendapat musibah. Pada pokoknya Pimpinan organisasi atau Kepala Humas sebagai wakilnya perlu selalu berkomunikasi untuk menunjukkan bahwa organisasi beserta para karyawannya tidak mengasingkan diri dari lingkungan sekitarnya.

2. Hubungan Dengan Jawatan Pemerintah

Sebuah organisasi kekaryaan tidak bisa tidak akan mempunyai hubungan dengan jawatan-jawatan pemerintah. Pembinaan hubungan dengan jalan memelihara komunikasi akan banyak membantu lancarnya External Public Relations. Bila dijumpai kesulitan-kesulitan, dapat segera dipecahkan karena hubungan baik antara terpelihara sejak semula. Komunikasi dengan pimpinan jawatan dapat dilakukan dengan mengirimkan surat ucapan selamat bila instansi yang besangkutan berulang tahun dan lain sebagainya. 3. Hubungan Dengan Pers

Hubungan baik senantiasa untuk mencapai dipelihara dengan media massa akan membantu lancarnya publikasi. Press release yang dikirimkan kepada media massa dengan permintaan untuk disiarkan. Seperti halnya dengan Communication Relations dan Government Relations, dalam rangka

membina press relations dapat dilakukan kegiatan yang sama seperti mengadakan anjang sana kepada staf redaksi dan lain sebagainya.

2.4 Corporate Social Responsibility ( CSR )

Dokumen terkait