• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.2 Teori Pendukung

2.2.8 Crystal Report

Crystal report merupakan program yang dapat digunakan untuk membuat,

menganalisis dan menterjemahkan informasi yang terkandung dalam database atau program ke dalam berbagai jenis laporan yang sangat flexibel. (Andri Kuniyo dan Kusrini, 2007).

Crystal Report merupakan program yang terpisah dengan Microsoft Visual

Basic 6.0, tetapi keduanya dapat dihubungkan (Linkage). (Madcoms, 2010).

27

Crystal Report merupakan program untuk membuat laporan dan bisa

terhubung dari sistem yang dikembangkan menggunakan Visual Basic.

2.3 Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman adalah perangkat lunak atau software yang dapat digunakan dalam proses pembuatan program yang melalui beberapa tahapan-tahapan penyelesaian masalah. (Indrajani, 2007).

Pemrogramman merupakan kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer. (Jogiyanto, 2014).

Kesimpulan dari kedua pendapat tersebut pemrograman adalah suatu cara untuk membuat suatu sistem dengan menulis kode program untuk tujuan tertentu dan kode tersebut dibaca dan dieksekusi oleh komputer.

2.3.1 Mirosoft Visual Basic .NET

Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman paling laris dan paling sukses di dunia. Dimana tercatat sampai pada tahun 2005 Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai oleh para programmer bahkan diyakini sampai saat ini. Menjadi pilihan berbagai kalangan tentunya Visual Basic memiliki berbagai hal yang patut dijadikan alasan, selain bahasa pemrograman yang sangat (paling) mudah dipelajari oleh berbagai kalangan baik awam maupun ahli, Visual Basic yang didukung penuh oleh produsennya (Microsoft) selalu dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman seperti penyesuaian model pemrograman modern yang berbasis OOP (Onject Oriented Programming). (A.M hirin, 2011). Visual basic adalah salah satu

bahasa pemrograman berbasis desktop yang dikeluarkan (diproduksi) oleh perusahaan perangkat lunak komputer terbesar yaitu Microsoft (A.M hirin, 2011).

Kesimpulan dari kedua pendapat tersebut Visual Basic adalah sebuah bahasa pemrograman berbasis dekstop.

2.4 Testing dan Pengujian 2.4.1 Black Box

Menurut (Black, 2009), Structural test (atau yang biasa disebut white-box tests dan glass-box tests) menemukan bug dalam elemen struktur tingkat rendah seperti yang terjadi di tingkatan code , data base scemas, chips, subassemblies dan interfaces. Pengujian struktural ini didasarkan pada bagaimana suatu sistem beroperasi. Contohnya, pengujian struktural akan mengungkapkan tempat penyimpanan database masih memiliki ruang penyimpanan username sebanyak 80 karakter, tetapi pada kenyataannya hanya memungkinkan menyimpan 40 karakter.

Pengujian struktural melibatkan pengetahuan teknis terperinci dari sistem.

Untuk menguji software, tester membuat pengujian yang paling struktural dengan melihat kode dan struktur data itu sendiri. Untuk pengujian hardware, tester membuat pengujian struktural untuk membandingkan spesifikasi chip untuk pembacaan oscilloscopes atau meter tegangan.

2.5 Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian terdahulu ini penulis mengambil sumber referensi dari beberapa jurnal mengenai tentang sisten penjualan yang akan penulis teliti.

Referensi jurnal diataranya:

29

Tabel 2.4 Penelitian Terdahulu

No. Penulis Judul Masalah Hasil dan Kontribusi 1. Ahmad Subiyan, Perancangan Bagaimana Diharapkan

Zyad Rusdi Program menghasilkan dapat aplikasi sebuah sistem membantu penjualan yang mampu dalam berbasis mempermudah penyimpanan dekstop dalam data – data pada DIN melakukan barang,

Sticker penjualan di pesanan, dan DIN Sticker penjualan yang

terjadi

2 Ujang Mulayana, Perancangan Toko Ilham Memberikan Dian Gustina Sistem Cellular kemudahan

Informasi merupakan toko menggunakan Penjualan yang akan sistem sistem handphone diubah sistem penjualan Berbasis yang manual online, dimana dekstop menjadi customer bisa pada toko terkomputerisasi langsung

ilham memesan

3 Novita Rini Sisitem Bagaimana mempermudah

informasi membuat sistem proses

Penjualan informasi pelaporan stock

barang toko penjualan di barang sumber urip Toko Sumber (inventori)

Urip serta

mempermudah pembuatan laporan

penjualan, serta dapat

mengubah sistem manual menjadi komputerisasi.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Sekilas Tentang Toko Maju Mapan

Toko Maju Mapan adalah toko untuk menjual produk segala macam kebutuhan sembako masyarakat disekitar desa karang bahagia di kabupaten bekasi.

Toko maju mapan menjual berbagai macam produk mulai dari produk sembako, alat rumah tangga, gas, air isi ulang dan lain-lain.

3.2 Definisi Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah, (Sugiyono, 2013).

Metodologi dapat memberikan ide tentang bagaimana sebuah pengembangan sistem dapat lebih bisa di monitor, sehingga progres yang dicapai dapat dengan segera di terima baik oleh sipeneliti maupun oleh sponsor (jika ada).

Didalam pengembangan aplikasi atau sistem informasi, terdapat beberapa metodologi pengembangan sistem yang sudah dikenal, yaitu :

5. Structured Design

Waterfall Development

Waterfall Model merupakan model klasik yang sederhana dengan

aliran sistem yang linier. Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya.

31

Parallel Development

Parallel Development Methodology merupakan suatu cara pada

SDLC yang melakukan fase design dan implementation secara bersamaan.

7. Rapid Application Development Prototyping

Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan untuk menghadirkan sebuah sistem dengan skala kecil dalam fungsi minimal kemudian di review oleh user untuk dilakukan proses development secara berulang hingga menghasilkan sebuah system.

Throwaway Prototyping

Pada metodologi ini Analisa dilakukan lebih mendalam, prototype dibuat dan ditest, pengalaman yang diperoleh dari

latihan ini digunakan untuk membuat produk finalnya, tetapi prototype-nya sendiri dibuang.

8. Agile Development

Extreme programming

Extreme programming adalah sebuah pendekatan atau model

pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel.

33

Metode juga merupakan suatu cara yang dapat digunakan peneliti dan dapat dilaksanakan dengan cara terencana, sistematis dan dapat mencapai tujuan, didalam mengembangkan sebuah sistem informasi atau sebuah aplikasi diperlukan metodologi yang tepat. Hal ini di karenakan dengan adanya metodologi, peneliti dapat mendokumentasikan setiap requirement terhadap sistem dengan detial dan lebih teliti.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam pengembangan sistem yang dilakukan ini, penulis menggunakan alat bantu yang berupa Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian terapan :

6. Studi pustaka

Studi pustaka merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang bersumber dari buku-buku dan dokumen yang berhubungan dengan sistem yang dibangun pada penelitian.

Penulis melakukan studi pustaka dengan cara mencari referensi melalui Ebook, jurnal dan skripsi yang berhubungan dengan penelitian dan

metode pengembangan sistem yang sesuai dengan pengembangan yang akan dilakukan, serta referensi lain yang berhubungan dengan penelitian.

Artikel yang digunakan adalah artikel yang diunduh dari internet yang berkaitan dengan masalah pada penelitian ini.

6. Observasi

Melakukan pengamatan dari hasil penelitian untuk mendapatkan data-data yang akurat yang dihasilkan secara langsung serta pengujian sebagai bahan untuk pembuatan analisis dalam penyusunan laporan akhir ini.

3.4 Metode Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan adalah metode waterfall. menggambarkan pendekatan yang sistematis dan juga berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman, 2012). Tahapan metode waterfall dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 3.1 Metode Waterfall

Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang berurut yaitu :requirement (analisis kebutuhan), design system (desain sistem), Coding (pengkodean) dan Testing (pengujian), Penerapan Program, pemeliharaan.

Tahapan tahapan dari metode waterfall adalah sebagai berikut

35

8. Requirement Analisis

Tahap ini pengembang sistem diperlukan komunikasi yang bertujuan untuk memahami perangkat lunak yang diharapkan oleh pengguna dan batasan perangkat lunak tersebut. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi atau survei langsung. Informasi dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh pengguna.

2. System Design

Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras(hardware) dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.

6. Implementation

Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fungsionalitas yang disebut sebagai unit testing.

2. Integration & Testing

Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masing-masing unit. Setelah integrasi seluruh sistem diuji untuk mengecek setiap kegagalan maupun kesalahan.

6. Operation & Maintenance

Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang sudah jadi, dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah

sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

3.5 Flowmap Sistem yang Berjalan

Pada saat ini, proses penjualan dan pembelian barang masih menggunakan proses microsoft excel mulai dari laporan penjualan barang sampai laporan pembelian barang. Peneliti merasa kurang efektif dalam jangka panjang untuk melakukan proses penyimpanan atau pengolahan data, berikut adalah flowmap sistem yang berjalan :

Flowchart Sistem Berjalan Toko Maju Mapan

Pembeli Kasir Owner

Gambar 3.2 Flowmap Sistem Berjalan

37

Berikut adalah alur dari penjelasan flowmap sistem berjalan pada toko maju mapan:

2. Pembeli melakukan memilih barang dan melakukan pembelian ke toko maju mapan.

3. Setelah pembeli melakukan pembelian, pembeli kekasir untuk melakukan pembayaran di toko maju mapan.

4. Kasir melakukan perhitungan apa saja barang yang dibeli sesuai harga barang dan dikalkulasikan total dari pembelian tersebut.

5. Lalu kasir memberi struk yang diisi manual berguna untuk pembeli mengetahui total harga barang yang dibeli.

6. Setelah itu pembeli melakukan pembayaran.

7. Kasir melakukan rekapitulasi data pembelian selama seminggu, bulan maupun tahun dan memberikan laporan tersebut ke pemilik toko.

3.6 Flowmap Usulan

Flowmap yang diusulkan penulis adalah pembuatan sistem penjualan berguna untuk mempermudah karyawan atau kasir toko untuk melakukan penjualan dan membuat laporan hasil penjualan pada toko maju mapan. Berikut adalah flowmap yang diusulkan penulis:

Flowchart Sistem Berjalan Toko Maju Mapan

Pembeli Kasir Owner

Mulai Mulai Menerima Laporan

Rekap

Cetak Struk Cetak Laporan

Pembayaran Penjualan

39

Berikut adalah alur dari penjelasan flowmap usulan pada toko maju mapan:

3. Pembeli melakukan memilih barang dan melakukan pembelian ke toko maju mapan.

4. Setelah pembeli melakukan pembelian, pembeli kekasir untuk melakukan pembayaran di toko maju mapan.

5. Kasir melakukan login sistem untuk melakukan proses input barang 6. Lalu kasir melakukan input barang sesuai kode yang tertera pada barang

yang dibeli oleh pembeli.

7. Setelah kasir melakukan input barang lalu kasir melakukan perhitungan barang sesuai barang yang dibeli oleh pembeli.

8. Pembeli melakukan pembayaran sesuai nominal total yang telah dihitung oleh sistem.

9. Lalu kasir melakukan cetak struk pembelian berguna untuk bukti pembayaran dan pembelian.

10. Kasir melakukan cetak rekapitulasi sesuai data yang ada pada sistem 11. Kasir melakukan rekapitulasi data sesuai data yang dibutuhkan pemilik.

12. Pemilik menerima laporan rekapitulasi data dari sistem yang telah dicetak oleh kasir.

PEMBAHASAN

4.1 Perancangan Sistem

Pada bab sebelumnya dijelaskan mengenai metode penelitian, prosedur-prosedur yang digunakan untuk membuat sistem dan metode pengumpulan data flowmap sistem berjalan dan flowmap usulan. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai prosedur pengolahan data pada aplikasi penjualan di toko maju mapan.

4.2 Diagram Konteks

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke dalam sistem atau output dari sistem yang memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Berikut ini diagram konteks dari aplikasi penjualan toko:

Melakukan Pembayaran Menghitung barang yang dibeli customer Dan mencetak struk pembayaran

Menerima Merekap Data

Customer Kasir

Struk Penjualan dan Pembelian

Customer Aplikasi Penjualan Menerima Barang

membeli barang Dari customer

Melihat laporan

Rekapitulasi Owner

Penjualan dan pembelian

Gambar 4.1 Diagram Konteks Aplikasi Penjualan.

40

41

4.3 Data Flow Diagram

Menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika dan menjelaskan arus data dari mulai pemasukan sampai dengan keluaran data tingkatan diagram arus data mulai dari diagram konteks Berikut adalah DFD (Data Flow Diagram) dari aplikasi sistem informasi hasil produksi adalah sebagai berikut :

Kasir Melakukan Login Sistem

Login 1.0

Menu Utama 2.0

Melakukan Input

data barang Barang

3.0

Input Data

Pembelian Barang Pembelian 4.0

Input Data Penjualan Penjualan 5.0

Rekapitulasi Pembelian dan

Lap.

Penjualan

Rekapitulasi Owner

6.0

Gambar 4.2 DFD Aplikasi Penjualan.

4.4 Normalisasi

Suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Berikut ini adalah tahapan dari normalisasi sebagai berikut:

4.4.1 Unnormalized

Adalah suatu kondisi dimana sebuah tabel yang memiliki rangkap atau data yang terduplikasi. adalah kumpulan data data mentah yang dimasukkan semua dalam satu tabel yang sama (tidak dipecah ke tabel lain Unnormalized pada aplikasi sistem informasi hasil produksi:

Tabel 4.1 Tabel Unnormalized.

Kode_Barang Nama_Barang Jenis Kode_Kategori Satuan

Harga_Beli Harga_Jual Stock Faktur Nama_Barang

Harga_Beli Jumlah Subtotal Kode_Pelanggan KodePtg

Dibayar Kembali Total Tanggal password

kode_supplier nama_supplier

4.4.2 Normalisasi Pertama (1NF)

Normalisasi pertama adalah suatu hubungan yang jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap baris. Sehingga dari bentuk tidak normal dan dilakukan pemecahan menjadi 10 tabel, yaitu:

43

1. Tabel Petugas

Tabel 4.2 Tabel Normalisasi pertama tabel User.

username password hak_akses

Admin Admin Admin

User User User

Petugas Petugas Petugas

2. Tabel Barang

Tabel 4.3 Tabel Normalisasi pertama tabel Barang.

4.4.3 Normalisasi Kedua (2NF)

Bentuk dari normalisasi kedua data telah dibentuk dalam normalisasi prtama berikut adalah normalisasi kedua:

1. Tabel Detail Beli

Tabel 4.4 Tabel Normalisasi kedua tabel Detailbeli.

2. Tabel Detail jual

Tabel 4.5 Tabel Normalisasi kedua tabel Detailjual.

3. Tabel Pembelian

Tabel 4.6 Tabel Normalisasi kedua tabel Pembelian.

4.4.4 Normalisasi Ketiga (3NF)

Bentuk normalisasi ketiga yaitu dilakukan pemisahan tabel dan bertujuan untuk menghilangkan seluruh atribut atau field yang tidak berhubungan dengan primary key. Dengan demikian tidak ada ketergantungan transitif pada setiap kandidat key. Berikut gambar normalisasi ketiga (3NF) dari sistem informasi hasil produksi.

1. Tabel Penjualan

Tabel 4.7 Tabel Normalisasi ketiga tabel Penjualan.

45

6. Tabel Supplier

Tabel 4.8 Tabel Normalisasi ketiga tabel Supplier.

4.5 Relasi Antar Tabel

Hubungan antara tabel yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata. Relasi merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan lainnya yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata dan berfungsi untuk mengatur mengatur operasi suatu database berikut relasi antar tabel dari aplikasi sistem informasi hasil produksi

Gambar 4.3 Relasi Antar Tabel

4.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

Membeli Barang Diterima Kasir Melakukan Pembelian

Pelanggan

Input Membuat

Melakukan Penjualan Melakukan Supplier

Gambar 4.4 Entity Relationship Diagram (ERD)

4.7 Hierarchy Input Process Output (HIPO)

LOGIN

Lap. Pembelian Lap. Penjualan BARANG

Gambar 4.5 HIPO Aplikasi Penjualan.

47

4.8 Kamus Data

kamus data merupakan alat komunikasi antara user dan analis sistem tentang data yang mengalir di dalam sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh user. Sementara itu, pada tahap perancangan sistem kamus data digunakan untuk merancang input, laporan dan database. Berikut adalah kamus data dari sistem informasi hasil produksi:

1. Tabel User

Tabel 4.10 Tabel Kamus data tabel Tbarang.

Field Type Size Keterangan

Kode_barang Text 8 Primary Key, Not null

nama_barang Text 25 Not null

jenis_barang Text 25 Not null Nama database : dbtoko Nama tabel : tdetailbeli

Tabel 4.11 Tabel Kamus data tabel TBodyblended.

Nama database : dbtoko Nama tabel : detailjual

Tabel 4.12 Tabel Kamus data tabel detailjual.

Field Type Size Keterangan

49

5. Tabel Pembelian

Nama database : dbtoko Nama tabel : tpembelian

Tabel 4.13 Tabel Kamus data tabel tpembelian.

Field Type Size Keterangan

faktur Text 8 Primary Key, Not null

tanggal date Not null

total integer 25 Not null

kodeptg Text 25 Not null

kode_supplier Text 25 Not null

6. Tabel Penjualan

Nama database : dbtoko Nama tabel : penjualan

Tabel 4.14 Tabel Kamus data tabel penjualan.

Field Type Size Keterangan

faktur Text 8 Primary Key, Not null

tanggal date Not null

total integer 25 Not null

dibayar integer 25 Not null

kembali integer 25 Not null

kodeptg Text 25 Not null

kode_pelanggan Text 25 Not null

7. Tabel Supplier Nama database : dbtoko Nama tabel : tsupplier

Tabel 4.15 Tabel Kamus data tabel tSupplier.

Field Type Size Keterangan

kode_supplier Text 8 Primary Key, Not null

nama_supplier Text 25 Not null

alamat_supplier Text 50 Not null

notelp integer 12 Not null

4.9 User Interface

User Interface merupakan perancangan antarmuka yang digunakan sebagai

media komunikasi dengan penggunaan sistem yang ada, agar terlihat lebih tersusun dengan detail, untuk pembuatan setiap form yang diperlukan dalam sistem yang akan dibangun.

Rancangan antarmuka sistem yang dibuat di gambarkan adalah sebagai berikut:

1. Form Login.

Gambar 4.6Form Login Aplikasi Penjualan.

51

2. Menu Utama

Gambar 4.7Form Menu Utama Aplikasi Penjualan.

3. Form Barang

Gambar 4.8Form Barang.

Gambar 4.9Form Supplier.

5. Form Pembelian

Gambar 4.10Form Pembelian.

53

6. Form Penjualan

Gambar 4.11Form Penjualan.

7. Report Data

Gambar 4.12Report Data Penjualan.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari proses analisis, perancangan dan implementasi yang dilakukan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

7. Telah dihasilkan suatu Aplikasi Perancangan sistem informasi penjualan dan pembelian pada toko maju mapan yang memudahkan admin melakukan penjualan dan pembelian.

8. Admin dapat mengontrol dan monitoring data penjualan dan pembelian 9. Melakukan rekapitulasi data pembelian dan penjualan pada sistem.

5.2 Saran

Aplikasi Penjualan dan Pembelian Sistem versi 1, akan sangat dibutuhkan perbaikan dan pengembangan yang dapat menjadikan aplikasi ini lebih baik.

Adapun saran yang dapat penulis berikan yaitu:

8. Memperbaiki fungsi yang ada agar lebih berjalan optimal.

9. Membuat sistem penghitungan cost mesin di setiap proses penjualan.

10. Untuk mempermudah dalam pengolahan data, penulis penyarankan untuk menggunakan sistem ini sebagai aplikasi pembantu dalam mengerjakan tugas administrasi.

54

DAFTAR PUSTAKA

Andi, Madcoms. 2010. Adobe Dreamweaver CS5 dengan pemrograman PHP MySQL. Andi. Yogyakarta.

Andry, Koniyo, Kusrini. 2007. Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi Dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Andi.

Yogyakarta.

A.m.Hirin. 2011. Belajar Tuntas Vb.Net 2010. Prestasi. Kendal.

Azhar, Susanto. 2013. Sistem Informasi Akuntansi. Lingga Jaya. Bandung.

Bin Ladjamuddin, Al Bahra. 2005. Analisis dan desain sistem informasi. Graha Ilmu.

Yogyakarta.

Cato Chandra,S.Kom dan Ir. Teddy Marcus Zakaria,M.T. 2008. Be Smart Be Profesional With Microsoft Office 2007. Informatika. Bandung

Indrajani. 2014. Pengantar Sistem Basis Data. PT. Elex Media Komputindo Jakarta.

Jogiyanto, Hartono. 2014. Analisis & Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Andi. Yogyakarta.

Janner, Simarmata. 2007. Rekayasa Perangkat Lunak. Andi. Yogyakarta.

Kamaludin. 2010. Microsoft Access 2007. Universitas Pendidikan Infonesia. Bandung.

Krismiaji. 2005. Sistem Informasi Akuntansi. UPP STIM YKPN. Yogyakarya.

Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep Dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Sumiarti, Murti et, al. 1987. Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan Edisi II. Liberty. Yogyakarta.

Sutabri, Tata. 2012. Analisa Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta.

Yakub. 2013. Pengantar Sistem Informasi. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Yuniar, Supardi. 2006. Microsoft Visual Basic 6.0 Untuk Segala Tingkat. Elex Media Komputindo. Jakarta.

55

1. Syntax Code Aplikasi

Imports System.Data.OleDb Public Class FrmBarang

'Membuat prosedur dengan nama Bersih untuk membersihkan teks Sub Bersih()

' Membuat prosedur dengan nama TampilGrid untuk menampilkan data Barang- ' ke dalam Grid View

' Membuat prosedur dengan nama TampilKategori untuk menampilkan Kategori- ' ke dalam combobox kategori

' Membuat prosedur dengan nama TampilSatuan untuk menampilkan satuan Barang- ' ke dalam combobox satuan

' Memanggil prosedur yang dibuat tadi saat form dijalankan

Private Sub FrmBarang_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load

Private Sub TxtKode_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TxtKode.KeyPress

Private Sub TxtNama_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TxtNama.KeyPress If e.KeyChar = Chr(13) Then

Rd1.Focus() End If

End Sub

Private Sub CmbKategori_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles CmbKategori.SelectedIndexChanged

CmbSatuan.Focus() End Sub

End Sub

Private Sub TxtPengarang_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs)

End Sub

Private Sub TxtPenerbit_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs)

End Sub

Private Sub TxtTahun_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs)

End Sub

Private Sub TxtISBN_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs)

If e.KeyChar = Chr(13) Then TxtHrgBeli.Focus() End If

End Sub

Private Sub TxtHrgBeli_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TxtHrgBeli.KeyPress

Private Sub TxtHrgJualRetail_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TxtHrgJualRetail.KeyPress

Private Sub TxtHargaJualGrosir_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TxtHargaJualGrosir.KeyPress

Private Sub TxtHargaJualGrosir_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TxtHargaJualGrosir.KeyPress

Dokumen terkait