• Tidak ada hasil yang ditemukan

D.PEKERJAAN BLOK ANGKUR KABEL ANGIN

Dalam dokumen Jembatan gantung (Halaman 37-46)

METODE PELAKSANAAN

D.PEKERJAAN BLOK ANGKUR KABEL ANGIN

1. Persiapan peralatan  Cangkul

 Meteran  Gergaji

 Kayu kaso, papan  Palu

 Paku secukupnya 2. langkah kerja

 langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan lokasi yang akan digunakan untuk mendirikan blok angkur kabel angin sesuai deengan jarak yang diperbolehkan.

 Mulailah menggali sesuai dengan ukuran dan bentuk

 Kemudian pasanglah alat bantu untuk persiapan pengecoran  Kemudian pasanglah angkur dan as waltemur kabel angin  Bila semua sudah siap maka angkur mulai di cor

E. PEMASANGAN ANGKUR KOLOM

1. Persiapan Peralatan  Alat alat pengecoran 2. Langkah Kerja

 Siapkan alat angkur kolom dengan jumlah 64 batang

 Ukurlah sesuai dengan ketentuan posisi posisi angkur kolom  Pasang angkur kolom dengan posisi arah tekukan berlawanan  Jika semua angkur telah terpasang, maka mulai pengecoran

F. MENDIRIKAN KAKI PORTAL

1. Persiapan Peralatan  Lier  Tackle 3 ton  Pipa(box bantu +/- 12 m)  Tambang  Seling

 Mur angkur dia 7/8” dengan jumlah 64 buah 2. Langkah kerja

 Siapkan kaki portal dengan jumlah 32 batang dirikanlah pipa (box bantu yang telah terpasang seling dan tackle 3 ton) yang berguna untuk mendirikan kaki kaki portal

 Periksalah bahwa pipa (box bantu itu benar benar aman, dan mampu untuk mendirikan kaki portal, sehingga waktu pemasangan tidak mengalami kecelakaan

 Ikatlah seling ( rantai tackle 3 ton) tersebut pada kaki portal.

 Mulailah pemasangan, paskan lubang kaki portal (plat yang telah terpasang) dengan angkur kolom

 Jika sudah terpasang, pasanglah mur angkur dia 7/8” lalu kencangkan.  Pasang kaki portal lainya satu persatu, untuk menyingkat waktu

pasanglah kaki portal untuk dua lokasi (dua pondasi) secara bersamaan.

G. PEKERJAAN PEMASANGAN SEGMEN PORTAL

1. Persiapan peralatan

 Tambang

 Tackle  Kunci pas

 Mur baut dia 5/8” 2. Langkah Kerja

 Apabila kaki portal telah terpasang semua, kemudian siapkan batang diagonal dan batang daftar portal (P.1, P.5, s/d P.16)

 Siapkan tambang dan tacle, lalu mulailah melakukan pemasangan, dimulai dari batang portal (P.1, P.5, P.6, P.7, P.8) dan diteruskan dengan batang diagonal portal

 Setelah semua terpasang, kencangkan mur baut

 Untuk mempersingkat waktu, pemasangan batang diagonal portal kerjakan secara bersamaan untuk dua portal

 Dalam melaksanakan pemasangan jangan lupa menggunakan alat pengaman

H. PEKERJAAN PEMASANGAN ROLLER

1. Persiapan Peralatan  Kunci pas  Mur baut dia ¾”  Tacle

 Tambang

2. Langkah Kerja

 Naikkan roller dengan menggunakan tacle dan box bantu  Pasang dan paskan kedudukannya

 Pasang mur baut dan kencangkan

 Dalam pemasangan roller ini, tutupnya harus dibuka terlebih dahulu  Untuk mempersingkat waktu pemasangan roler ini dapat dilakukan

pada dua portal secara bersamaan

 Dalam pemasangan jangan lupa menggunakan alat pengaman

1. Persiapan Peralatan  Tacle

 Tambang

 Drum/perahu 2. Langkah kerja

 Setelah roller terpasang di portal, mulailah persiapan untuk pemasangan kabel utama.

 Langka pertama gulungan kabel utama harus dibuka terlebih dahulu, kemudian kuncikan salah satu ujung kabel utama ke waltemur utama.  Dan untuk ujung yang satu lagi kita sebrangkan dengan menggunakan

alat ppenyebrangan yang ada

J. PEMASANGAN KABEL UTAMA KE ROLLER

1. Persiapan Peralatan

 Tambang atau seling

 Tacle

 Katrol roda

 Box bantu 2. Langkah Kerja

 Jika ujung salah satu kabel telah terkunci diblok angkur dan ujung satunya lagi telah disebrangkan maka kita bersiap untuk menaikkan kabel utama ke roller

 Terlebih dahulu kita ukur panjang kabel utama antara blok angkur ke as portal

 Untuk memudahkan dalam menaikkan kabel utama, terlebih dahulu kabel dilengkungkan dan diikat dengan tambang, kemudian ditarik keatas dengan menggunakan tacle yang sudah disiapkan sebelumnya

 Setelah kabel berada diatas, masukkan kabel ke roller atau dudukan kabel, kemudian lepaskan ikatan lengkungan kabel tadi dan roller pun dipasang tutupnya.

K. PEKERJAAN PENYETELAN LAYOUT KABEL UTAMA

1. Persiapan peralatan

 Balok kayu

 Seling atau tambang 2. Langkah Kerja

 Putar waltemur

 Apabila setelah diputar waltemur kabel utama ternyata masih kurang juga maka kita kendorkan buldoggrip lalu tekukan kabel agak dimajukan lebih kedepan

L.PEKERJAAN PEMASANGAN HANGER

1. Persiapan Peralatan

 Tangga yang dibuat dari tambang atau bamboo

 Tacle

 Kunci pas dan kunci ring

 Mur baut secukupnya

2. Langkah Kerja

 Setelah kabel utama terpasang dan sesuai dengan aturan layoutnya, siapkanlah batang batang hanger

 Langkah pertama ialah dengan cara memasang hanger yang lebih panjang atau hanger yang paling ujung dengan menggunakan tangga yang terbuat dari tambang atau seling

M. PEKERJAAN MERANGKAI RANGKA PENGAKU GIRDER

1. Persiapan Peralatan

 Kunci kunci

 Tambang

 Tacle 2. Langkah Kerja

 Setelah hanger kita pasang maka kita mulai menyiapkan untuk pemasangan rangka pengaku girder

 Langkah pertama kita rangkai terlebih dahulu rangkaian pengaku girder bawah, kemudian kita rangkai rangka pengaku girder vertical lalu kita pasang di hanger

 Setelah rangkaian tadi kita pasang di hanger, kemudian rangka dipasang pengaku girder atas dan rangka pengaku girder diagonal

 Pada saat pemasangan pengaku girder atas, sekalian kita pasang batang tegak sandaran.

N. PEKERJAAN MERANGKAI GIRDER

1. Persiapan peralatan

 Kunci pass

 Tambang

 Tacle 2. Langkah Kerja

 Setelah rangka pengaku girder sudah terangkai siapkan batang batang girder (L.54, L.55, L.56)

 Pasang batang girder diatas rangka pengaku girder, dimulai dari kedua ujung jembatan yang nantinya akan berakhir ditengah jembatan.

 Adapun dalam merangkai batang ketiga lajur atau baris secara bersamaan

 Pada setiap pemasangan batang girder jangan lupa untuk di mur, dan langsung dikencangkan

 Jangan lupa memakai alat pengaman

O. PEKERJAAN PEMERIKSAAN CAMBER

1. Persiapan Peralatan

 Theodolite atau waterpass 2. langkah kerja

 pemeriksaan ini dilakukan setelah semua konstruksi atas selain papan lantai sudah terpasang

 pemeriksaan dimulai dari salah satu ujung jembatan dengan menggunakan theodolite atau waterpass.

1. Persiapan Peralatan

 Kunci pass dan kunci ring

 Mur baut 2. langkah kerja

 apabila batang tegak sandaran sudah terpasang, siapkan batang sandaran (S.1, S.2, S.3)

 pada segmen kesatu, pasang terlebih dahulu batang sandaran ujung (S.1) sebanyak 6 batang, yaitu untuk lajur kanan sebanyak 3 batang dan untuk lajur kiri sebanyak 3 batang

 pada segmen kedua, mulai memasang batang sandaran terusan (S.2)

 pada segmen terakhir pasang batang S.3 seperti pada segmen kesatu

Q. PEKERJAAN PEMASANGAN PAPAN LANTAI

1. Persiapan Peralatan

 Kunci pass dan kunci ring

 Mur baut

 Papan lantai

 Plat pengait papan atau klem papan 2. Langkah Kerja

 Siapkan papan lantai yang udah diserut atau dihaluskan dengan standart ukuran tebal = 50 mm, lebar = 250 mm, panjang 1700 mm

 Dalam pemasangan papan lantai sebaiknya dilakukan dari kedua belah ujung jembatan yang nantinya akan bertemu ditengah jembatan. Hal ini dimaksudkan agar beban jembatan selama pemasangan lantai dapat seimbang, sehingga memudahkan dalam pemasangan dan menghemat waktu

R. PEKERJAAN PEMASANGAN CAMBER KEMBALI

1. Persiapan Peralatan

 Theodolite atau waterpass 2. Langkah kerja

 Setelah sandaran dan papan lantai terpasang maka sebaiknya kita adakan pemeriksaan terhadap camber kembali dengan cara yang sama dengan cara pemeriksaan camber yang pertama tadi

S. PEKERJAAN PEMASANGAN KABEL ANGIN

1. Persiapan Peralatan

 Tambang

 Buldoggrip

 Kunci pass dan kunci ring

2. Langkah Kerja

 Buka gulungan kabel, kemudian bentangka sejajar bentang jembatan

 Salah satu ujung kunci pada waltemur kabel angina, lalu pasang ikatan kabel angina dengan catatan buldoggrip sudah terpasang dengan mur baut belum dikencangkan

 Ujung kabel yg belum terkunci ditarik dan dikuncikan pada waltemur ujung satunya

 Untuk mempercepat waktu pemasangan, stel kedua kabel angin secara bersamaan, setelah semua kabel angina terpasang periksa kelurusan dan goyangan jembatan

T. PEKERJAAN PENGECORAN PLAT INJAK

1. Persiapan Peralatan

 Papan atau kayu

 Paku secukupnya

 Palu

2. Langkah Kerja

 Setelah kabel angina dan ikatan kabel terpasang, dan bentangan jembatan gantung telah lurus maka selanjutnya pengecoran plat injak di ujung jembatan

U. PEKERJAAN PEMERIKSAAN AKHIR

1. Persiapan Peralatan

 Waterpass atau theodolite

 Meteran 2. Langkah Kerja

 Setelah segalanya telah terpasang dan bentangan jembatan gantung telah lurus maka yang harus kita lakukan adalah mengadakan pemeriksaan menyeluruh atau pemeriksaan akhir

 Pertama yang harus selalu diperiksa adalah kekencangan mur baut

 Kemudian ketepatan camber

 Kemudian kita periksakan kelendutan dan goyangan jembatan serta kelurusan jembatan

]

BAB V

KESIMPULAN

Jembatan gantung saat ini mulai sering digunakan dalam dunia konstruksi jembatan, terutama digunakan untuk jembatan dengan bentang yang panjang. Selain itu, jembatan gantung juga biasa digunakan pada medan yang tidak memungkinkan untuk membangun pilar di bawah jembatan. Konstruksi jembatan gantung bisa menjadi alternatif yang tepat untuk membangun jembatan pada kondisi-kondisi di atas.

Konstruksi jembatan gantung memerlukan tahap perencanaan yang baik karena memiliki komponen struktur yang cukup kompleks. Perencanaan yang diperlukan pada konstruksi jembatan gantung antara lain perencanaan lantai jembatan, gelagar memanjang, gelagar melintang, hanger, kabel utama, menara (pylon), angkur, dan, pondasi. Perhitungan kabel jembatan gantung disesuaikan dengan spesifikasi yang tersedia.

Selain perencanaan, konstruksi jembatan gantung juga membutuhkan metode pelaksanaan yang baik. Metode pelaksanaan jembatan gantung dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan bentang jembatan. Pemilihan metode pelaksanaan yang tepat akan memudahkan tahap pelaksanaan konstruksi.

Dalam dokumen Jembatan gantung (Halaman 37-46)

Dokumen terkait