DAFTAR SUMBER
DAFTAR ACUAN
Desiari, Made Ayu. 2015. “ Stri Wiroda” .Skrip Karya Seni. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar.
Djelantik, A.A Made. 1999. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Nurkancana, Wayan. 2010. Keutamaan Mahabharata. Denpasar: PT Pustaka Manikgeni.
Pendit, Nyoman S. 1980 (1970). Mahabharata Sebuah Perang Dahsyat di Medan Kurukshetra. Jakarta: Bharata Karya Aksara.
Pudja, G dan Tjokorda Rai Sudharta. 2009. Manawa Dharmasastra(manu dharmasastra) atau Weda Smrti Copendium Hukum Hindu. Surabaya: Paramita Surabaya.
Sandiasa, Gede. 1971. Niti Castra. Singaraja: Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri 6 Tahun Singaraja.
93
Penggunaan Aplikasi Sibelius 7 dalam Penggarapan Arransemen Lagu Meong-Meong
Grace Monalisa. NIM : 201521019. Program Studi Penciptaan Seni Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar
Abstrak
Definisi Sibelius 7 adalah sebuah software musik untuk menulis not balok melalui media elektronik seperti komputer agar mempermudah penggarapan baik dari segi audio maupun score. Lagu Meong-Meong adalah lagu daerah asal Bali. Lagu ini termasuk ke dalam kelompok gending rare, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh anak kecil biasanya dalam sebuah permainan tradisional Bali. Alasan memilih judul ialah penulis hendak mengungkapkan cara pemakaian aplikasi Sibelius 7 untuk mendukung kearifan lokal Bali yaitu lagu Meong-Meong, sehingga mampu bertahan dalam menghadapi kemajuan teknologi. Keterkaitan tema seminar “ Menggali Seni Tradisi dalam Digiculture” dengan judul seminar “Penggunaan Aplikasi Sibelius 7 dalam Penggarapan Arransemen Lagu Meong-Meong” yaitu sama-sama mengangkat kearifan lokal dengan menggunakan teknologi. Ketertarikan penulis ialah ketika judul tersebut mampu menarik minat banyak orang karena mengangkat kearifan lokal Bali yaitu lagu Meong-Meong melalui media elektronik dengan aplikasi Sibelius 7.
94
PENDAHULUAN
Musik adalah bahasa universal. Musik juga disukai semua kalangan dan memiliki fungsi tersendiri bagi kegiatan umat manusia. Namun kita telaah arti dari kata musik, yaitu muse. Muse adalah salah satu dewa dalam mitologi Yunani dalam cabang seni dan ilmu pengetahuan (Banoe, 2003 : 288). Anggapan lain yang juga mengatakan bahwa musik adalah seni pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa bentuk gagasan, sifat, dan warna bunyi. Namun dalam penyajiannya, sering masih berpadu dengan unsur-unsur lain, seperti: bahasa, gerak, ataupun warna. (Soeharto, 1992 : 86) Musik juga dapat dibagi dalam beberapa aliran / genre, yaitu musik klasik dan musik populer. Musik Klasik merujuk pada musik klasik Eropa (Barok, Klasik, Romantik). Musik populer merupakan musik yang mudah diterima masyarakat awam contohnya Jazz, Gospel, Blues, Funk, Rock, Metal, Reggae, etnic, dll.
Penulis membuat garapan musik meong-meong ke dalam teknik Ragtime. Ragtime termasuk ke dalam wilayah jazz. Jazz disebut musik Afro-Amerika, berasal dari dan untuk orang kulit hitam, namun anggapan ini sekarang sudah diperluas karena jazz bukan hanya untuk orang kulit hitam saja namun jazz juga untuk semua kalangan dan tidak memandang warna kulit; jazz juga adalah musik yang identik dengan improvisasi; musik yang karakternya dibentuk oleh feel ritmik yang disebut swing; dan musik yang dipengaruhi oleh blues karena akar dari jazz adalah blues. (Szwed, 2008 : 15). Jazz berawal dari perbudakan kaum negro di Amerika Serikat.
95
Mereka merintih menangisi kehidupannya dan dicurahkan dalam bentuk seni suara maka jadilah blues. Blues adalah “backbones” jazz, kemudian tahun 1897 mulai dikenal bentuk Ragtime. Ragtime adalah permainan berupa piano tunggal di bar-bar atau saloon (Samboedi, 1989: 26) yang mempunyai ciri khas L. H = stride/stright dan R. H = melodi dan sinkop.
Definisi Sibelius 7 adalah sebuah software musik untuk menulis not balok melalui media elektronik seperti komputer agar mempermudah penggarapan baik dari segi audio maupun score. Melalui Sibelius 7 inilah akan digarap sebuah arransement lagu Meong-Meong. Lagu Meong-Meong adalah lagu daerah asal Bali. Lagu ini termasuk ke dalam kelompok gending rare, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh anak kecil biasanya dalam sebuah permainan tradisional Bali.
Alasan memilih judul ialah penulis hendak mengungkapkan cara pemakaian aplikasi Sibelius 7 untuk mendukung kearifan lokal Bali yaitu lagu Meong-Meong, sehingga mampu bertahan dalam menghadapi kemajuan teknologi. Keterkaitan tema seminar “ Menggali Seni Tradisi dalam Digiculture” dengan judul seminar “Penggunaan Aplikasi Sibelius 7 dalam Penggarapan Arransemen Lagu Meong -Meong” yaitu sama-sama mengangkat kearifan lokal dengan menggunakan teknologi. Ketertarikan penulis ialah ketika judul tersebut mampu menarik minat banyak orang karena mengangkat kearifan lokal Bali yaitu lagu Meong-Meong melalui media elektronik dengan aplikasi Sibelius 7.
96
Berdasarkan apa yang diuraikan pada pendahuluan, maka ide penciptaan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana cara membuat arransemen lagu meong-meong pada Sibelius7 ? 2. Bagaimana bentuk lagu meong-meong ?
3. Bagaimana keuntungan dan kerugian memakai aplikasi Sibelius 7 dalam mengarransemen lagu meong-meong ?
Landasan Teori dan Metode
Landasan teori yang penulis gunakan sebagai acuan dalam menggarap karya musik ini adalah sebagai berikut:
1. Teori Kreativitas
Kreativitas menyangkut pemikiran imajinatif dengan merasakan, menghayati, mengkhayalkan, dan menentukan kebenaran. Kreativitas juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengubah sesuatu yang tidak berarti menjadi sesuatu yang indah dan bermakna (Hawkins,2003:3). 2. Teori Estetika
Estetika berasal dari Bahasa Yunani yaitu aisthetikos yang artinya mengamati dengan indra. Keindahan seni adalah hasil imajinasi manusia untuk memuaskan perasaan. (Suweca, 2009 : 1&6)
97
Representasi berarti menggunakan bahasa yang dalam hal ini adalah bahasa musik untuk menyatakan sesuatu secara bermakna atau mempresentasikan kembali kepada orang lain. Representasi berdasarkan pada tanda dan citra yang sudah ada dan dipahami secara kultural (Hartley, 2010 : 265)
Metode penciptaan yang penulis gunakan sebagai metode dalam menciptakan dan mewujudkan arransement karya musik Meong-Meong ke dalam aplikasi Sibelius 7 ini adalah sebagai berikut:
Tahap pertama adalah mengobservasi, mengeksplorasi, dan mendengarkan lagu Meong-Meong yang asli, kemudian dilihat kegunaan lagu itu yaitu sebagai lagu untuk permainan anak-anak di Bali. Mencari sumber tertulis dan sumber diskografi terhadap karya musik tersebut. Setelah menangkap esensi lagu tersebut kemudian masuk ke tahap dua yaitu mengimajinasikan lagu itu melalui pikiran dan perasaan sehingga tercipta arransement baru melalui kreativitas sang penulis. Setelah ide itu muncul kemudian masuk ke tahap tiga yaitu menulis ide tersebut ke dalam not balok melalui aplikasi Sibelius 7.
PEMBAHASAN
Sebelum menulis ke dalam aplikasi Sibelius 7, ada baiknya mengenal lagu Meong-meong ini. Lagu Meong-meong ini adalah lagu daerah Bali yang disebut gending rare yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak kecil dan berfungsi untuk
98
permainan anak-anak. Lagu ini termasuk lagu 1 bagian. Memakai tangga nada selendro. Jika ditulis ke dalam not angka ialah 3535 365323 353212 123565 65321321 52535253. Tempo lagu ini adalah allegro yang berarti cepat, penuh keriangan, tempo dengan kecepatan antara 126-138bpm (langkah setiap menit). Lagu ini dimainkan dengan menggunakan instrument piano. Nada dasar C=1. Pada intro dan coda menggunakan chord C Mayor, Bb Mayor, B diminished dengan beberapa repetisi pada motif tertentu. Intro dan coda juga menggunakan jalinan nada slendro yang dibuat dengan penggalan ritmis triol yang lincah. Lagu ini diarransement kembali dengan teknik ragtime. Ragtime adalah permainan berupa piano tunggal di bar-bar atau saloon (Samboedi, 1989: 26) yang mempunyai ciri khas L. H = stride/stright dan R. H = melodi dan sinkop. Pencetus Ragtime adalah Scott Joplin dengan lagunya yang terkenal yaitu The Entertainer.
Berikut ini adalah gambar lagu Meong-meong yang sudah ditulis ke dalam aplikasi Sibelius 7.
99
Gambar 1. Lagu Meong-Meong.
Gambar 2. Intro dan Coda lagu Meong-Meong.
Berikut adalah langkah-langkah dalam menulis arransement lagu Meong-Meong ke dalam aplikasi Sibelius 7:
1. Buka aplikasi Sibeius 7 kemudian pilih instrument yang akan digunakan. Home – add or remove – find – piano – add to score – ok
100
Gambar 3. Cara memilih instrument.
2. Tulis judul lagu, nama arranger dan tempo lagu. Klik kanan – teks – title. Klik kanan – teks – composer. Klik kanan – teks – tempo.
101
3. Mulai menulis nada-nada dengan menggunakan kotak keypad disesuaikan dengan nilai not, tanda istirahat dan tanda musik lainnya. Caranya klik salah satu tanda di keypad, lalu klik pada garis paranada.
Gambar 5. Menulis nada dengan menggunakan kotak keypad.
Demikianlah proses penggarapan arransement lagu Meong-Meong pada aplikasi Sibelius 7. Sehingga lagu tersebut dapat dinikmati dengan progresi chord yang baru dan style yang berbeda.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian dan tulisan diatas dapat disimpulkan bahwa Lagu Meong-meong adalah lagu daerah Bali yang biasa dinyanyikan oleh anak kecil (gending rare) yang berfungsi untuk mengiringi suatu permainan tradisonal Bali. Lagu ini kemudian dapat diarransement menjadi ragtime dengan menggunakan Sibelius 7. Terdapat 3
102
tahap dalam mengarransement dengan menggunakan Sibelius 7, yaitu: A. Membuka aplikasi Sibeius 7 dan kemudian pilih instrument yang akan digunakan. B. Tulis judul lagu, nama arranger dan tempo lagu. C. Mulai menulis nada-nada dengan menggunakan kotak keypad disesuaikan dengan nilai not, tanda istirahat dan tanda musik lainnya. Kemudian didapati hasil karya representasi lagu Meong-meong dengan style yang berbeda.
Diharapkan dengan adanya tulisan ini, mampu menarik minat seniman tradisi untuk menggunakan aplikasi Sibelius 7 guna mengembangkan warisan budaya lokal ke dunia digital.
DAFTAR PUSTAKA
Aebersold, Jamey - “Handbook Jazz”, USA, 2010. New Albany.
Arikunto, Suharsimi - “Prosedur Penelitian”, Jakarta, 2010. Rineka Cipta.
Aryasa – “ Perkembangan Seni Karawitan Bali”, Denpasar, 1976. Sasana Budaya Bali.
Bandem, I Made –“ Prakempa”, Denpasar, 1986. ASTI Banoe, Pono - “Kamus Musik”, Yogyakarta, 2013. Kanisius.
Bohlman, Philip – “Saying Something Jazz Improvisation and Interaction”, USA, 1996. The University of Chicago Press.
Cho, Adrian – “The Jazz Procces”, Boston, 2010. Pearson.
Cook, R., Morton B., - “The Penguin Guide to Jazz on CD Seventh Edition”,
London, 2014. Penguin Books.
Hawkins, Alma M. – “Bergerak Menurut Kata Hati”, Jakarta, 2003. Ford Foundation. Koentjaraningrat – “ Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan”, Jakarta, 1981.
103
Levine, Mark – “The Jazz Theory Book”, California, 1995. Sher Musik. Levine, Mark – “The Jazz Piano Book”, USA, 1989. Sher Musik.
Liebman, David – “A Chromatic Approach to Jazz harmony and Melody”, USA, 1991. Advance Musik.
Mehegan, John –“Improvising Jazz Piano”, New York, 2001. Musik Sales America. Pease, Ted – “Jazz Composition Theory and Practice”, Boston, 2003. Berklee Press Prier, Karl-Edmund –”Ilmu Bentuk Musik”, Yogyakarta, 1996. Pusat Musik Liturgi Prier, Karl-Edmund – “Sejarah Musik Jilid 1”, Yogyakarta, 1991. Pusat Musik
Liturgi.
Ricker, Ramon The –“Pentatonic Scale for Jazz Improvisation”, USA, 1976. Studio 224.
Rouland, David - “Piano”, 1998. Cambridge.
Russell, George – “Lydian Chromatic Concept of tonal Organization”, Brookline, 2001. Massachusetts.
Samboedi - “JAZZ Sejarah dan tokoh-tokohnya”, Semarang, 1989. Dahara Prize. Scott, H., Samson, J. –“An Introduction to Music Studies”, USA, 2009. Cambridge. Soeharto, M. - “Kamus Musik”, Jakarta, 1992. Gramedia Widiaswara.
Suweca, I Wayan –“Estetika Karawitan”, Denpasar, 2009. ISI Denpasar Szwed, John F - “Memahami dan menikmati Jazz”, Jakarta, 2012. Gramedia. Waite, Brian – “ModernJazz Piano”, Sydney, 1987. Wish Publication.
104
TEHNIK PEMBELAJARAN KENDANG BEBARONGAN