Materi : Peranan Multi Media dalam Pertunjukan Wayang Inovatif
Metode :
Dalam penulisan ini menggunakan 3 metode, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mengamati langsung ke lapangan, yakni ikut berkecimpung sekalian penyaksikan pementasan wayang inovatif Cenk Blonk. Selain itu juga pernah berproses dalam garapan pakeliran inovatif mahasiswa pedalangan ISI Denpasar
Setelah menemukan narasumber, dilanjutkan dengan metode wawancara. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan percakapan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pernyataan itu (Moleong, 1989:135). Metode ini digunakan untuk memperoleh keterangan dari
50
narasumber untuk mengkonfirmasikan peranan multimedia dalam pertujukan wayang inovatif , bersama jero Dalang I Wayan Nardayana, S.Sn, M.Fil. yang beralamat Banjar Batan Nyuh , Desa Belayu, Tabanan.
Selain menggunakan metode observasi dan wawancara, penulisan ini juga menggunakan metode dokumentasi, yakni teknik pengumpulan data dengan pendokumentasian foto maupun video. Metode ini digunakan dalam memperoleh data mengenai kesenian leko melalui foto sebagai bukti untuk memperkuat hasil penelitian dan memberikan gambaran secara nyata mengenai kesenian ini.
BAB III 3.1. PEMBAHASAN
Dalam pementasan wayang inovatif, layar lebar dan animasi menjadi unsur penting dalam pertunjukan, karena wayang inovatif ini memakai Projector untuk menampilkan siluet wayang yang pada umumnya wayang tradisional di Bali menggunakan lampu blencong dan penggunaan projector juga untuk menampilkan senery yang lebih realistis dan modern yang dibuat dengan menggunakan program visual seperti adobe photoshop, corel video studio, resolume avenue. Selain dari segi teknologi, keunikan dari wayang inovatif ini adalah jumlah dalang yang memainkan wayang lebih dari satu dalang. dalang dan pengisi suara wayang, ada sekitar 7-8 dalang lainnya yang membantu memainkan wayang dan setiap dalang menggunakan papan seluncur/skateboard. Penggunaan papan seluncur sendiri dimaksudkan agar dalang dapat melakukan pergerakan kesana kemari secara dinamis, maka dari itu wayang inovatif ini kadang juga disebut wayang skateboard.
Salah satu unsur penting dalam pementasan wayang inovatif adalah tata cahaya atau lighting. Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk untuk menerangi panggung atau layar untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat.
51
Secara umum itulah fungsi dari tata cahaya. Dalam pertunjukan wayang inovatif, lighting terbagi menjadi dua yaitu:
1. Lighting sebagai penerangan. Yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat terlihat. 2. Lighting sebagai pencahayaan. Yaitu fungsi lighting sebagai unsur artisitik
pementasan. Yang satu ini, bermanfaat untuk membentuk dan mendukung suasana sesuai dengan tuntutan naskah.
3.1.1 Unsur-unsur dalam lighting.
Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain :
1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.
2. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung. Namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighiting dalam sebuah pementasan (apapun jenis pementasan itu) tatacahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan, dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah.
3. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan. Hal ini berarti, lightingman harus memiliki pengetahuan tentang warna.
52
4. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya. Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi light setter atau penata cahaya.
5. Pemahaman naskah. Artinya lightingman harus paham mengenai naskah yang akan dipentaskan. Selain itu, juga harus memahami maksud dan jalan pikiran sutradara sebagai ‘penguasa tertinggi’ dalam pementasan.
Dalam sebuah pementasan, semua orang memiliki peran yang sama pentingnya antara satu dengan lainnya. Jika salah satu bagian terganggu, maka akan mengganggu jalannya proses produksi secara keseluruhan. Begitu pula dengan “tukang tata cahaya’. Dia juga menjadi bagian penting selain sutradara dan aktor, disamping make up, stage manager, dan unsur lainnya. Dengan kata lain, lightingman juga harus memiliki disiplin yang sama dengan semua pendukung pementasan. Dari paparan di atas, semuanya dapat dicapai dengan belajar mengenai tata cahaya dan unsur pendukung lainnya
3.1.2. Istilah dalam tata cahaya.
1. lampu: sumber cahaya, ada bermacam, macam tipe, seperti par 38, halogen, spot, follow light, focus light, dll.
2. holder: dudukan lampu.
3. kabel: penghantar listrik.
4. dimmer: piranti untuk mengatur intensitas cahaya.
5. main light: cahaya yang berfungsi untuk menerangi panggung secara keseluruhan.
53
7. wing light: lampu untuk menerangi bagian sisi panggung.
8. front light: lampu untuk menerangi panggung dari arah depan.
9. back light: lampu untuk menerangi bagian belakang panggung, biasanya ditempatkan di panggung bagian belakang.
10. silouet light: lampu untuk membentuk siluet pada backdrop.
11. upper light: lampu untuk menerang bagian tengah panggung, biasanya ditempatkan tepat di atas panggung.
12. tools: peralatan pendukung tata cahaya, misalnya circuit breaker (sekring), tang, gunting, isolator, solder, palu, tespen, cutter, avometer, saklar, stopcontact, jumper, dll.
3.2. KESIMPULAN
Dengan adanya peran serta multi media dalam pertunjukan wayang , tanpa kita sadari mampu memberikan daya tarik bagi masyarakat yang menonton nya , hal ini bisa menyeimbangkan daya tarik wayang itu sebagai media hiburan bagi masyarakat Bali pada khususnya, di bandingkan hiburan yang ada di media TV pada umumnya.