• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Pusat Statistik. 2004. Indikator Pertanian. BPS. Jakarta Badan Pusat Statistik. 2005. Statistik Pertanian. BPS. Jakarta

Badan Pusat Statistik. 2007. Situbondo dalam Angka. BPS. Situbondo

Deshinta, Menallya. 2006. Peranan Kemitraan Terhadap Peningkatan Pendapatan Peternakan Ayam Broiler (Kasus Kemitraan PT Sierad Produce dengan peternak di Kabupaten Sukabumi). Skripsi. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor Dewo, Setio Anggoro, Siddharta Utama, dan Thomas H. Secokusumo. 1993.

Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta

Hernanto, Fadholi. 1995. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kasno, Astanto. 2005. Profil dan Perkembangan Teknik Produksi Kacang Tanah di Indonesia. Seminar Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian. Malang, 26 Mei 2005.

Purwono, dan Heni Purnamawati. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2007. Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Pangan. Departemen Pertanian. Jakarta

Puspitasari, Indah. 2003. Kajian Pelaksanaan Kemitraan Antara PT Agro Inti Pratama Dengan Petani Ubi Jalar di Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rahman, Cecep Ali Yasin. 2008. Evaluasi Kemitraan Pemuda Tani Indonesia dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Usahatani (Studi Kasus di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat). Skripsi. Program Studi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Bogor.

Ramadhan, Fajar. 2004. Analisis Pendapatan Usahatani Sayuran di Lahan Tidur (Studi Kasus di Kelurahan Ancol Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara). Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rochmatika, Raden Luthfi. 2006. Kajian KepuasanPetani Tebu Rakyat Terhadap Pelaksanaan Kemitraan Pabrik Gula XYZ. Skripsi. Program Studi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rukmana, Rahmat. 1998. Kacang Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Shadaq, Hilman. 2002. Analisis Usahatani Pemasaran Ubi Jalar di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Bogor, JawaBarat. Skripsi. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sibarani, Franky M.A. 2005. Budidaya Kacang Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta.

Soekartawi, A. Soeharjo, John L. Dillon, dan J. Brian Hardaker. 1991. Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani kecil. UI-Press.

Jakarta.

Sulistyo, Bambang. 2004. Analisis Pengaruh Kemitraan Terhadap Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Ubikayu (Kasus Kemitraan di PT Great Giant Pineapple Kecamatan Terbagi Besar, Kabupaten Lampung Tengah). Skripsi. Program Ekstensi Manajemen Agribisnis, Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suratiyah, Ken. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Suyamto. 2006. Pengembangan Tanaman Kacang Tanah untuk Lahan Kering.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Jakarta.

Tirtosuprobo, Supriyadi, Moch. Sahid, dan Joko Hartono. 2006. Usahatani Tumpangsari Kapas dan Kacang Tanah di Kabupaten Lombok Barat: Studi Kasus di Desa Slengen. http://fp.brawijaya.ac.id/service.php (4 Des 2008).

Yarsi, Asri. 2006. Analisis Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja pada Sistem Kemitraan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit (Kasus Pola Kemitraan di PT Perkebunan Nusantara VI dan PT Bakrie Pasaman Plantation, Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat). Skripsi. Program Studi Ekonomi Pertanian Sumberdaya, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Yursak, Zuraida, Andy Saryoko, dan Susanti Diani. 2005. Sistem Usahatani Kacang Tanah di Lahan Kering. http://banten.litbang.deptan.go.id/index.php (4 Des 2008).

Lampiran 1. Surat Perjanjian Kerjasama  

PERJANJIAN KERJASAMA PENGEMBANGAN KACANG TANAH

Perjanjian Kerjasama ini dibuat dan disusun di Pati pada hari... tanggal...

bulan... tahun... oleh dan antara :

1. PT GARUDAFOOD PUTRA PUTRI JAYA, perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Undang Undang Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Pati Jawa Tengah (untuk selanjutnya disebut “perseroan”); dalam hal ini diwakili oleh Tn. EKA EDHIONO masing-masing dalam kedudukan-nya selaku Plant Manager dari dan sebagai demikian untuk dan atas nama perseroan ; yang untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

2. KELOMPOK TANI DESA PALANGAN, berkedudukan di Desa Palangan Situbondo Jawa Timur ; dalam hal ini diwakili oleh Tn. H. Abdul Adhim masing-masing dalam kedudukannya selaku Ketua dari dan sebagai demikian untuk dan atas nama Kelompok Tani Desa Palangan; yang untuk selanjutnya desebut sebagai Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Para Pihak” (termasuk didalamnya semua pihak yang secara hukum menggantikan salah satu dari Para Pihak)

Untuk hal tersebut di atas terlebih dahulu Para Pihak menerangkan : 1. BAHWA :

Pihak Kedua dengan ini bermaksud mengembangkan kacang tanah secara terpadu di wilayah Kelompok Tani Desa Palangan atas pembiayaan dan pengelolaan Pihak Kedua dan karenanya Pihak Kedua menghendaki adanya jaminan pemasaran dari Pihak Pertama

2 BAHWA :

Pihak Pertama sepakat memberikan jaminan pasar kacang konsumsi yang diproduksi oleh dan dari budidaya yang dikembangkan Pihak Kedua dan/atau pihak lain kerjasama dengan Pihak Kedua

Selanjutnya Para Pihak sepakat mernciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dengan itikad baik dan dengan syarat-syarat serta ketentuan yang disepakati kedua pihak sebagai berikut:

BAB I DEFINISI

Pasal 1

Istilah teknis yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital di dalam perjanjian ini, kecuali secara tegas diartikan secara lain, mempunyai arti sebagaimana dijelaskan berikut ini :

1.1. Perjanjian adalah kesepakatan kerjasama pengembangan kacang tanah secara terpadu yang dituangkan dalam bentuk perjanjian beserta perubahan dan kelengkapan-nya

1.2. Jaminan Pasar adalah jaminan pembelian yang diberikan salah satu pihak kepada pihak lainnya dan dituangkan dalam bentuk perjanjian kerjasama

1.3. Kacang Konsumsi adalah istilah teknis membedakan kacang tanah benih dan kacang konsumsi untuk selanjutnya disebut ‘kacang’

1.4. Harga Beli adalah sejumlah uang yang harus dibayar Pihak Pertama kepada Pihak Kedua untuk membayar sejumlah harga pembelian tersebut pasal 5 perjanjian ini 1.5. Harga Dasar (Floor Price) adalah harga tersebut pasal 1 point (4) perjanjian ini

sebagai harga minimal yang diberikan Pihak Pertama kepada Pihak Kedua

1.6. Harga Pasar adalah harga tersebut pasal 1 point (4) ini yang dibayarkan sesuai dengan harga yang berlaku di pabrik pada saat penyetoran dilakukan dan bersifat fluktuatif

BAB II BUDIDAYA

Pasal 2

2.1. Budidaya kacang konsumsi dilaksanakan dalam 2 (dua) periode masing-masing : 2.1.1. Periode tanam bulan November / Desember tahun 2008 seluas ...hektar 2.1.2. Periode tanam bulan Februari / Maret tahun 2009 seluas ...hektar

BAB III AGRO INPUT

Pasal 3

3.1. Budidaya tersebut pasal dua dipenuhi dengan pupuk baik organik maupun anorganik dengan tetap memperhatikan daya dukung alam dan teknik secara memadai

3.2. Budidaya tersebut pasal dua dipenuhi dengan benih yang direkomendasikan oleh Pihak Pertama

BAB IV

PENGIKATAN JUAL BELI Pasal 4

Pihak Pertama berjanji dan mengikatkan diri membeli dan dengan serta merta Pihak kedua sepakat dan mengikatkan diri menjual kepada Pihak Pertama keseluruhan hasil produksi kacang konsumsi dengan harga dan jumlah sebagaimana tersebut pasal (5) jo pasal (10) perjanjian ini

BAB V

HARGA PEMBELIAN Pasal 5

5.1. Para Pihak setuju menetapkan harga dasar (floor price) sebesar Rp 7000 (Tujuh Ribu Rupiah)

5.2. Harga tersebut ayat (1) franco pabrik Pihak Pertama Pasal 6

6.1. Para Pihak sepakat pasal 5 ayat (1) berlaku untuk periode pertama panen berjalan dimulai bulan Februati tahun 2007 dan berakhir bulan Juni tahun 2007

6.2. Pihak Kedua akan mengirimkan hasil panen kepada Pihak Pertama dengan kualitas minimal 1 : 1, dan atau apabila kualitas yang dikirimkan kurang dari 1 : 1, maka Pihak Pertama berhak menolak hasil panen dari Pihak Kedua

6.3. Harga beli periode berikutnya ditentukan Para Pihak segera setelah panen periode berjalan selesai untuk disesuaikan perkembangan yang berlaku

6.4. Para Pihak sepakat pelaksanaan ayat (2) pasal ini dituangkan dalam bentuk

‘Perjanjian Suplemen’ yang menjadi bagian tidak terpisahkan dengan perjanjian ini

BAB VI

TERM PEMBAYARAN Pasal 7

7.1. Pihak Pertama sepakat melakukan pembayaran terhadap kacang yang disetor Pihak Kedua dengan cara tunai pada hari yang sama setelah proses pembelian selesai 7.2. Setiap pembayaran beserta sejumlah uang lain, bila ada, yang harus dibayar Pihak

Pertama kepada Pihak Kedua menurut perjanjian ini, kecuali ditentukan lain, harus dibayar melalui Rekening Pihak Kedua pada bank yang ditunjuk berdasarkan pemberitahuan yang dilakukan menurut ketentuan pasal (17)

7.3. Pembayaran tersebut ayat (2) dilakukan Pihak Pertama selambat-lambatnya 2 (dua) hari kalender sejak pengiriman dilakukan

BAB VII

KETERLAMBATAN PEMBAYARAN Pasal 8

8.1. Para Pihak sepakat pembayaran dinyatakan lunas sejak transfer dilakukan dengan dikuatkan bukti transfer

8.2. Apabila tenggang pembayaran tersebut ayat (3) pasal (8) ini terlampaui, Pihak Kedua wajib memberi teguran kepada Pihak Pertama

8.3. Apabila dalam waktu 2 (dua) hari kalender sejak surat teguran dikirimkan pembayaran belum dilakukan, maka atas keterlambatannya itu, Pihak Pertama dinyatakan telah beritikat buruk melakukan kewajiban pembayaran

8.4. Adanya itikad buruk sebagaimana tersebut ayat (3) pasal ini, menyebabkan timbulnya hak atas penerimaan ganti rugi (denda) sebesar 1/1000 (satu per/mil) pada setiap hari keterlambatan

BAB VIII QUOTA

Pasal 9

9.1. Para pihak sepakat pasal lima diberikan untuk areal budidaya seluas .... hektar dan/atau jumlah quota keseluruhan per-musim sebesar ...ton

9.2. Bila ternyata oleh sebab apapun juga produktivitas melebihi tersebut ayat (1), Pihak Pertama sepakat memberikan tambahan kuota dan/atau maksimum suplai berdasarkan kesepakatan Para Pihak

9.3. Bila ternyata oleh sebab apapun juga produktivitas kurang dari ayat (1) pasal ini, Pihak Pertama sepakat memberikan pengurangan kuota dan/atau minimum suplai berdasarkan kesepakatan Para Pihak

9.4. Para Pihak sepakat pasal lima hanya berlaku terhadap jumlah penyetoran sesuai dengan kuota tanpa penambahan sebagaimana tersebut ayat (2) dan karenanya terhadap penyetoran karena ayat (2) berlaku harga pasar

BAB IX

STANDAR BAKU MUTU Pasal 10

Standar baku mutu kacang konsumsi sebagai berikut :

• Komoditas : kacang tanah

• Umur Panen : 90 s.d. 110 hari

• Varietas : sesuai benih rekomendasi

• Isi Polong : 2 dan/atau 3

• Ciri Fisik : sehat, tidak busuk, bersih, segar (maks 2x24 jam)

BAB X

PENGAKUAN PRESTASI Pasal 11

Bila pasal sembilan terpenuhi, Pihak Pertama sepakat menaikkan kuota sampai dengan seratus persen kuota periode berjalan dan/atau kesepakatan Para Pihak

BAB XI

PERISTIWA CIDERA JANJI DAN AKIBATNYA Pasal 12

12.1. Bila Pihak Pertama lalai memenuhi kewajibannya berdasarkan pasal tujuh, maka Pihak Kedua berhak membatalkan perjanjian ini dan dengan serta merta Pihak Pertama wajib membayar ganti rugi biaya produksi yang dikeluarkan Pihak Pertama dengan disertai Bukti Pengeluaran yang sah

12.2 Apabila Pihak Kedua lalai memenuhi kewajibannya berdasarkan pasal sembilan, maka Pihak Kedua setuju dikenai penalti berupa pengurangan kuota pada musim tanam berikut menjadi maksimal sejumlah kuota yang dipasok pada musim tanam ini

BAB XII PEMBATALAN

Pasal 13

13.1. Perjanjian ini tidak dapat dibatalkan oleh salah satu pihak kecuali karena alasan yang secara tegas disebutkan dalam perjanjian ini

13.2. Bilamana jangka waktu kesepakatan ini berakhir sebagaimana tersebut pasal 15 ayat (1), maka perjanjian dinyatakan batal demi hukum dengan tanpa mengurangi isi pasal 15 ayat (3) perjanjian ini

13.3. Bilamana salah satu pihak tidak dapat memenuhi kewajiban sebagaimana ditegaskan dalam perjanjian ini, maka pihak siapa kewajiban itu tidak dipenuhi, dapat memilih apakah ia, jika hal itu masih bisa dilakukan, akan memaksa pihak lain untuk memenuhi kewajibannya itu atau ia akan menuntut pembatalan perjanjian dengan disertai penggantian biaya, kerugian dan bunga

13.4. Para Pihak dengan ini sepakat apabila Pihak Kedua secara sepihak membatalkan perjanjian karena alasan tersebut pasal 12 ayat (1), maka pihak terhadap siapa pembatalan ini diadakan, wajib memberikan penggantian kerugian atas biaya produksi yang dikeluarkan. Apabila pembatalan terjadi karena alasan force-majeure sebagaimana tersebut pasal 14, maka dengan ini Para Pihak sepakat untuk ber-musyawarah guna mencapai kesepakatan

13.5. Untuk keperluan pembatalan perjanjian ini sebagaimana dimaksud pasal ini, Para Pihak sepakat mengenyampingkan ketentuan pasal 1266 Kitab Undang Undang Hukum Perdata

BAB XIII FORCE-MAJEURE

Pasal 14

14.1. Segala peristiwa force-majeure adalah peristiwa yang terjadi diluar kekuasaan Para Pihak termasuk dan terbatas pada huru-hara, kebakaran, ledakan, pemogokan umum, perang, perubahan peraturan perundangan, tindakan pemerintah, kekacauan sosial yangmenyebabkan salah satu pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian ini, tidak merupakan cidera janji sebagaimana tersebut pasal 12

14.2. Di dalam hal terjadinya suatu atau beberapa kejadian atau peristiwa tersebut ayat (1), Para Pihak secara bersama-sama maupun masing-masing sendiri, dengan dilandasi itikad baik akan melakukan setiap dan seluruh upaya dan usaha se-maksimal mungkin agar kejadian atau peristiwa tersebut dapat dihindarkan dan/atau berakhir; atau sekurangnya akibat dari kejadian atau peristiwa dapat ditekan menjadi se-minimal dan/atau se-singkat mungkin; dan apabila peristiwa tersebut tidak dapat diatasi dan kewajiban tersebut tetap tidak dapat dipenuhi dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak terjadinya peristiwa dan/atau kejadian tersebut, maka pihak terhadap siapa kewajiban tersebut harus dilaksanakan dan/atau menderita kerugian karena tidak dilaksanakan kewajiban tersebut, berhak membatalkan perjanjian ini dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 15 perjanjian ini

BAB XIV JANGKA WAKTU

Pasal 15

15.1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditanda-tanganinya perjanjian ini untuk masa berlaku 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang atas dasar kesepakatan Para Pihak 15.2. Para Pihak dapat mengakhiri perjanjian sebelum waktu yang ditentukan dengan

terlebih dahulu mengirim pemberitahuan kehendak pengakhiran beserta alasan-alasan yang menyertai menurut atas kepatuhan dan tidak bertentangan dengan isi surat perjanjian ini, sekurangnya 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal pengakhiran perjanjian diajukan

15.3. Apabila perjanjian ini diakhiri sebagaimana tersebut ayat (2) pasal ini, maka pengakhiran tersebut tidak dengan serta-merta menghilangkan hak dan kewajiban Para Pihak yang timbul sebelum perjanjian diakhiri

BAB XV

PENYELESAIAN PERSELISIHAN DAN DOMISILI HUKUM Pasal 16

16.1. Apabila terjadi perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul akibat dari pelaksanaan perjanjian ini, Para Pihak sepakat menyelesaikan perselisihan itu secara musyawarah untuk mencapai mufakat

16.2. Apabila penyelesaian secara musyawarah tidak tercapai, maka dengan ini Para Pihak sepakat untuk menyerahkan penyelesaian perselisihannya itu kepada Pengadilan Negeri

16.3. Untuk penyelesaian perselisihan yang ada, Para Pihak dengan ini setuju dan sepakat untuk memilih tempat kediaman hukum yang tetap dan umum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pati

BAB XVI PEMBERITAHUAN

Pasal 17

17.1. Setiap pemberitahuan, surat menyurat, tawaran, permintaan, persetujuan dan lain sebagainya sehubungan dengan kesepakatan ini (selanjutnya disebut sebagai pemberitahuan) dilakukan secara tertulis dan pelaksanaannya wajib dilaksanakan secara langsung dengan telefax dan/atau pos tercatat/khusus yang seluruh biayanya telah dibayar oleh si Pengirim. Pemberitahuan sepenuhnya kepada alamat sebagaimana tertera ayat (2) pasal ini atau alamat lain yang telah diberitahukan oleh pihak yang berkepentingan kepada pihak lain sesuai dengan ketentuan ayat (2) pasal ini

17.2. Segala pemberitahuan menurut perjanjian ini dianggap telah dikirimkan dan diterima oleh Para Pihak bila disampaikan ke alamat sebagai berikut

17.2.1. PT GARUDAFOOD PUTRA PUTRI JAYA, Jl. Kembang Joyo 100 Pati, Jawa Tengah

Phone : 0295 382 716

Fax : 0295 382 494

e-Mail : [email protected]

Up : Edy Pramono

17.2.2. KELOMPOK TANI DESA PALANGAN, Desa Palangan Kecamatan Jangkar Situbondo, Jawa Timur

Phone : 0338- 453 545 Fax : ...

e-Mail : ...

Up : ...

17.3. Setiap perpindahan alamat dari masing-masing pihak, wajib diberitahukan secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak saat kepindahan tersebut

BAB XVII ADDENDUM

Pasal 18

18.1. Hal-hal yang tidak dan/atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan diatur dan dijelaskan lebih lanjut dalam persetujuan tertulis yang ditanda-tangani Para Pihak serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan isi perjanjian ini

18.2. Semua lampiran dan dokumen lain yang disebutkan dan/atau berkaitan langsung dengan perjanjian ini, sepanjang diparaf Para Pihak, merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan isi perjanjian ini

18.3. Jika akan diadakan tambahan dan/atau perubahan pada masing-masing lampiran dari perjanjian ini, maka asli dari lampiran yang baru cukup dilekatkan pada perjanjian ini untuk menggantikan lampiran lama, setelah diparaf Para Pihak

BAB XVIII

KETENTUAN KETENTUAN LAIN Pasal 19

19.1. Perjanjian ini mengatur kesepakatan Para Pihak mengenai hal-hal yang dimaksud dalam perjanjian ini dan mengesampingkan segala pembicaraan, persetujuan dan kesepakatan masing-masing pihak, baik lisan maupun tertulis yang ada dan/atau telah ada dan dibuat sebelum tanggal perjanjian ini ditanda-tangani

19.2. Perjanjian ini dan pelaksanaan-nya, termasuk tetapi tidak terbatas pada setiap dan seluruh hak dan kewajiban Para Pihak, tidak dapat dialihkan oleh masing-masing pihak ke pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lain dari Para Pihak, persetujuan mana wajib diberikan apabila tidak ada dasar-dasar yang kuat untuk menolaknya

19.3. Perjanjian ini aslinya dibuat dalam 2 (dua) rangkap, untuk Pihak Pertama dan Pihak Kedua masing-masing sama isinya, di atas kertas ber-materai cukup; serta mempunyai kekuatan hukum yang sama dan sah

Demikian Perjanjian Kerjasama ini dibuat dengan itikad baik oleh kedua pihak dan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta mulai berlaku sejak tanggal, bulan dan tahun penanda-tanganan.

Perjanjian Kerjasama ini dibuat dan ditanda-tangani : Di : Pati

Hari / Tanggal : ...,...2008

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA

EKA EDHIONO H. ABDUL ADHIM

Lampiran 2. Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Petani Mitra di Desa Palangan, Agustus 2008

Uraian HST Kuantum Satuan Nilai (Rp) Total Nilai (Rp)

G. Pendapatan Tunai (D-A) 8.113.643

H. Pendapatan Total (F-C) 4.389.518

I. R/C ratio Atas Biaya Tunai (D/A) 2,77 J. R/C ratio Atas Biaya Total (F/C) 1,47

Lampiran 3. Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Petani Non Mitra di Desa Palangan, Agustus 2008

Uraian HST Kuantum Satuan Nilai (Rp) Total Nilai (Rp)

F. Penerimaan Total 1.696,87 Kg 5.230 8.874.630

G. Pendapatan Tunai (D-A) 3.800.207

H. Pendapatan Total (F-C) - 343.615

I. R/C ratio Atas Biaya Tunai (D/A) 1,92 J. R/C ratio Atas Biaya Total (F/C) 0,96

Lampiran 4. Daftar Responden Petani Mitra di Desa Palangan, 2008

Lampiran 5. Daftar Responden Petani Non Mitra di Desa Palangan, 2008

No. Nama Petani Umur

(Tahun) Pendidikan

Pengalaman Usahatani

(Tahun)

Luas Lahan

(Ha) 1. Achmad Lamsun 40 SD 10 1

2. Arnito 35 SLTP 3 2

3. Asmida 48 SD 10 0,5

4. H. Saleh 49 SD 7 1

5. H. Zainuddin 53 SD 11 0,5

6. Muamsen 32 SD 4 1,5

7. Sa’ad 65 SD 14 0,5

8. Saiful 30 Pesantren 8 0,7

9. Sapraji 23 Pesantren 2 3

10. Suhari 41 SD 5 2

11. Suharsus 25 SD 3 0,5

Rata-Rata 40,09 7 0,82