• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Kajian Empirik Kemitraan

Kajian empirik meliputi penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yang terdiri dari analisis pengaruh kemitraan terhadap pendapatan petani. Terdapat beberapa penelitian mengenai kemitraan yang telah dilakukan.

Sebagian besar penelitian tersebut lebih mengarah kepada evaluasi kemitraan yang dilakukan serta pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani dari para pelaku

kemitraan tersebut. Pelaksanaan kemitraan yang telah diteliti antara lain kemitraan antara PT Agro Inti Pratama dengan petani ubi jalar (Puspitasari, 2003), kemitraan antara PT Great Giant Pineapple dengan petani ubi kayu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Agribisnis (KUBA) (Sulistyo,2004), kemitraan antara PT Sierad Produce dengan peternak ayam broiler (Deshinta, 2006), dan kemitraan Pemuda Tani Indonesia (PTI) (Rahman, 2008).

Dalam evaluasi kemitraan terhadap pendapatan usahatani dilakukan dengan menganalisis pendapatan usahatani petani mitra dan analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C rasio). Dan untuk melihat perbandingan pendapatan antara peternak mitra dengan peternak mandiri Deshinta (2006) menggunakan uji-t. Hal yang sama dilakukan oleh Puspitasari (2003) dan menambahkan dengan menganalisis imbangan keuntungan dan biaya (B/C rasio). Selain mengevaluasi pendapatan usahatani, Sulistyo (2004) juga menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi.

Pelaksanaan kegiatan kemitraan diharapkan memberikan manfaat kepada petani mitra. Dari penelitian Puspitasari (2003), Sulistyo (2004), Deshinta (2006), dan Rahman (2008) manfaat yang diperoleh petani mitra antara lain : 1) mendapatkan modal pinjaman dari perusahaan, 2) mendapatkan bimbingan teknik budidaya, 3) mendapatkan jaminan penjualan, dan 4) membantu petani dalam pengadaan sarana produksi.

Pada kegiatan kemitraan diharapkan agar manfaat atau keuntungan dapat dirasakan oleh kedua pihak. Namun tak jarang manfaat atau keuntungan tersebut hanya dirasakan oleh salah satu pihak saja, yang biasanya hanya dirasakan oleh pihak perusahaan. Masalah yang terkadang ditemui adalah hubungan kemitraan

yang tidak saling menguntungkan. Seperti yang terjadi pada penelitian Deshinta (2006), dari semua pasal yang ada dalam surat kesepakatan, tidak ada satu pun membahas mengenai larangan yang tidak boleh dilakukan oleh perusahaan dan sanksi yang dikenakan bila perusahaan merugikan peternak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan dalam kemitraan yang dijalankan oleh perusahaan.

Kesenjangan tersebut juga terlihat dalam masih adanya ketidaksesuaian dari pelaksanaan hak dan kewajiban petani mitra dan perusahaan.

Kendala yang terjadi pada penelitian Puspitasari dan Deshinta (2006), antara lain : 1) keterlambatan waktu panen, dan 2) Terjadi penjualan ubi jalar keluar perusahaan. Sulistyo (2004) dan Rahman (2008) menambahkan kendala dalam kegiatan kemitraan adalah adanya penyalahgunaan dana usaha yang dilakukan oleh petani dan banyaknya tunggakan pinjaman modal karena petani mitra tidak mengembalikan cicilan pinjaman modal.

Hasil analisis pendapatan usahatani petani mitra pada penelitian Sulistyo (2004) dan Rahman (2008) menunjukkan pendapatan usahatani petani lebih besar jika mengikuti kemitraan dan petani akan mendapatkan keuntungan dari kegiatan kemitraan. Penelitian Puspitasari (2006) menunjukkan bahwa jika dilihat dari biaya tunai petani akan mendapatkan keuntungan tetapi nilainya lebih sedikit daripada petani non mitra, sedangkan jika dilihat dari biaya total baik petani mitra maupun non mitra akan mendapat kerugian. Hasil penelitian yang telah dilakukan Deshinta (2006) menunjukkan bahwa meskipun peternak mitra memperoleh penerimaan lebih besar namun pendapatan yang diperoleh hanya sebesar Rp 4.972.514. Sedangkan peternak mandiri memperoleh pendapatan sebesar Rp 5.850.476. Hal ini dikarenakan jumlah biaya yang ditanggung peternak mitra lebih

besar 2,2 persen dari peternak mandiri. Sehingga R/C rasio yang diperoleh peternak mitra sebesar 1,066 sedangkan peternak mandiri sebesar 1,079.

Berdasarkan hasil kajian kemitraan terdahulu dapat disimpulkan bahwa agar pelaksanaan kemitraan berjalan seperti yang diharapkan perlu adanya perbaikan dari kedua pihak yang bermitra. Kedua pihak harus lebih berkomitmen terhadap kontrak perjanjian kemitraan yang telah dibuat dan disepakati bersama pada awal pelaksanaan kemitraan. Untuk mengatasi kendala juga dapat dilakukan dengan menerapkan sanksi-sanki atas pelanggaran kontrak perjanjian kemitraan, sanksi tersebut tidak hanya berlaku bagi petani mitra tetapi juga untuk perusahaan agar tidak terjadi kesenjangan antara petani mitra dengan perusahaan.

Penelitian yang akan dilakukan adalah mengevaluasi pengaruh kemitraan terhadap pendapatan usahatani petani mitra. Penelitian ini diawali dengan mengevaluasi pelaksanaan kemitraan antara PT Garudafood dengan petani mitra di Desa Palangan. Selanjutnya penelitian dilanjutkan dengan menganalisis pendapatan usahatani dan imbangan penerimaan dan biaya (R/C rasio).

Pendapatan usahatani dan R/C rasio yang diperoleh petani mitra dibandingkan dengan pendapatan usahatani dan R/C rasio yang diperoleh petani non mitra.

Hasil penelitian ini akan menunjukkan pengaruh kemitraan terhadap pendapatan usahatani petani mitra. Sehingga petani mitra dapat mengetahui pendapatan dan keuntungan yang diperoleh dengan mengikuti kemitraan dan dapat memutuskan untuk melanjutkan kemitraan atau tidak. Beberapa persamaan dan perbedaan antara penelitian yang akan dilakukan terhadap penelitian terdahulu diringkas dalam Tabel 9.

Tabel 9. Persamaan dan Perbedaan dengan Kajian Kemitraan Terdahulu

Peneliti Persamaan Perbedaan

Puspitasari (2003)

Topik yang diteliti mengenai kemitraan tanaman pangan

1. Penelitian dilakukan terhadap tanaman kacang tanah, sedangkan Puspitasari (2003) melakukan penelitian terhadap tanaman ubi jalar

2. Penelitian dilakukan dengan analisis pendapatan dan analisis R/C rasio, sedangkan Puspitasari (2003) menambahkan B/C rasio dan uji-t

1. Penelitian dilakukan pada tanaman kacang tanah, sedangkan Sulistyo (2004) melakukan penelitian pada tanaman ubi kayu

2. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengevaluasi pelaksanaan kemitraan dan menganalisis pendapatan usahatani petani mitra, sedangkan salah satu tujuan penelitian Sulistyo (2004) adalah menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani

Deshinta (2006)

Topik yang diteliti mengenai kemitraan

Penelitian dilakukan pada komoditi pertanian yaitu kacang tanah, sedangkan Sulaksana (2005) melakukan penelitian pada komoditi peternakan yaitu ayam broiler

Rahman (2008)

Topik yang diteliti mengenai kemitraan

1. Penelitian dilakukan pada petani kacang tanah di Desa Palangan, sedangkan Rahman (2008) melakukan penelitian pada semua petani di Kelurahan Sukatani tanpa dibedakan komoditinya.

2. Penelitian dilakukan dengan membandingkan pendapatan usahatani petani mitra dengan petani non mitra, sedangkan Rahman (2008) melakukan penelitian dengan membandingkan pendapatan usahatani sebelum bermitra dengan setelah bermitra.