• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

3. SLTP 4. SLTA

5. Perguruan tinggi Pekerjaan utama : (lingkari jawaban sesuai)

1. Petani 2. Pegawai 3. Pensiunan 4. Pedagang

5. Ibu rumah tangga Pengalaman beternak : ………….tahun

ASPEK PAKAN TERNAK a. Ternak dipelihara secara

[ ] dilepas sepanjang hari, alasannya……….

[ ] dilepas siang hari dan diikat pada malam hari, alasannya……...

[ ] dikandangkan sepanjang hari, alasannya……….

[ ] dikandangkan pada malam hari saja, alasannya………...

Komentar

b. Sistem pemberian pakan

[ ] merumput di sawah/kebun/pekarangan [ ] merumput dipadang penggembalaan

[ ] merumput di sawah/kebun/pekarangan,diberi rumput potongan Komentar

c. Jenis hijauan pakan yang diberikan [ ] hanya rumput

[ ] rumput dan daun-daunan [ ] rumput dan limbah pertanian

[ ] rumput, daun-daunan,limbah tanaman pangan Komentar

d. Jenis pakan tambahan yang diberikan [ ] dedak

[ ] garam

[ ] dedak dan garam

[ ] tidak menggunakan pakan tambahan Komentar

e. Ketersediaan pakan [ ] selalu tersedia [ ] fluktuasi/musiman Komentar

PEMANFAATAN LIMBAH LIMBAH TANAMAN PANGAN SEBAGAI PAKAN

a. Apakah menggunakan limbah tanaman pangan sebagai pakan [ ] ya (bila ya, pertanyaan ke point b)

[ ] tidak (bila tidak, pertanyaan ke point g) b. Jenis limbah yang digunakan

[ ] jerami padi [ ] jerami jagung [ ] jerami kedelai [ ] jerami kacang tanah [ ] jerami kacang hijau [ ] jerami ubi jalar [ ] pucuk ubi kayu

c. Apakah limbah pertanian digunakan setiap saat [ ] ya, alasannya :

[ ] tidak, alasannya :

d. Apakah mengetahui tentang teknologi pakan limbah pertanian [ ] ya (bila ya, pertanyaan ke point e)

[ ] tidak, komentar :

e. Jenis teknologi pakan yang diketahui [ ] amoniasi

[ ] silase

[ ] hay (pengeringan) [ ] lainnya

f. Apakah menerapkan/melakukan teknologi pakan tersebut [ ] ya, alasan menggunakan……….

[ ] tidak, alasan tidak menggunakan…………..

g. Alasan tidak menggunakan limbah

h. Alasan tidak menggunakan limbah pertanian sebagai pakan

Lampiran 3 Kuisioner identifikasi faktor eksternal dan internal

KUISIONER

IDENTIFIKASI FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PEMANFAATAN

LIMBAH TANAMAN PANGAN SEBAGAI PAKAN DI SULAWESI SELATAN

Nama Responden Umur

Pendidikan Terakhir Pekerjaan/Jabatan Alamat

Tlp

Waktu Wawancara Tanggal …….Bulan……Tahun……….

Tanda tangan

Penjelasan

Dalam rangka perumusan strategi pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan di Sulawesi Selatan, dimohon kesediaannya untuk memberikan pendapat dan masukan yang berhubungan dengan faktor-faktor eksternal dan internal.

1). Identifikasi Faktor Ekternal - PELUANG

1. ………

………

2. ………

………

3. ………

………

4. ………

………

5. ………

………

6. ………

………

2). Identifikasi Faktor Ekternal – ANCAMAN

3). Identifikasi Faktor Internal - KEKUATAN

1. ………

4). Identifikasi Faktor Internal - KELEMAHAN

1. ………

Lampiran 4 Kuisioner penentuan bobot dan peringkat faktor-faktor eksternal dan internal

KUISIONER

PENENTUAN BOBOT DAN PERINGKAT (RATING) FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PEMANFAATAN

LIMBAH TANAMAN PANGAN SEBAGAI PAKAN DI SULAWESI SELATAN

Nama Responden Umur

Pendidikan Terakhir Pekerjaan/Jabatan Alamat

Tlp

Waktu Wawancara Tanggal …….Bulan……Tahun……….

Tanda tangan

Dimohon kesediaannya untuk memberikan BOBOT dan PERINGKAT terhadap faktor-faktor eksternal dan internal.

PENENTUAN BOBOT FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL Penjelasan

1. Penentuan bobot faktor-faktor eksternal dan internal dilakukan dengan penerapan Metode Proses Hirarki Analitik (Analytical Hierarchy Process).

2. Pertanyaan yang diajukan berbentuk perbandingan antara elemen baris dengan elemen kolom pada tabel yang disediakan.

3. Masing-masing kotak dalam tabel diberikan nilai oleh Bapak/Ibu berdasarkan tingkat kepentingan dari elemen-elemen yang dibandingan secara berpasangan.

4. Bapak/Ibu hanya mengisi kotak dalam tabel yang berwarna putih saja dengan salah satu angka skala yang disediakan

5. Nilai komparasi yang diberikan mempunyai skala 1 sampai 9, dan kebalikannya (1, 1/2, 1/3…….1/9) yang didefenisikan seperti tabel berikut.

Intensitas

Kepentingan Keterangan

1 Kedua elemen sama pentingnya

3 Elemen (x) sedikit lebih penting daripada elemen (y) 5 Elemen (x) lebih penting daripada elemen (y) 7 Elemen (x) jelas lebih penting daripada elemen (y) 9 Elemen (x) mutlak lebih penting daripada elemen (y)

2,4,6,8 Nilai-nilai diantara kedua nilai pertimbangan yang berdekatan Sumber : Saaty (1993).

1). Penentuan Bobot Faktor Eksternal

Faktor eksternal A B C D E F G H

Peluang 1 (A) Peluang 2 (B) Peluang 3 (C) Peluang ke-n (D) Ancaman 1 (E) Ancaman 2 (F) Ancaman 3 (G) Ancaman ke-n (H)

2). Penentuan Bobot Faktor Internal

Faktor eksternal A B C D E F G H

Kekuatan 1 (A) Kekuatan 2 (B) Kekuatan 3 (C) Kekuatan ke-n (D) Kelemahan1 (E) Kelemahan 2 (F) Kelemahan3 (G) Kelemahan ke-n (H)

PENENTUAN RATING FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL Penjelasan

Berikan nilai peringkat (rating) dari masing-masing faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan), dengan memberikan tanda ( √ ) sesuai pilihan dan pendapat Bapak/Ibu dalam kotak pada tabel yang disediakan.

1). Penentuan Rating Faktor Eksternal

Pilihan rating yang digunakan mempunyai skala 1 sampai 4, terdiri atas : 1 = RENDAH (kurang)

2 = SEDANG (rata-rata) 3 = TINGGI (diatas rata-rata) 4 = SANGAT TINGGI (superior)

Nilai Peringkat (Rating)

2). Penentuan Rating Faktor Internal

Pilihan rating yang digunakan mempunyai skala 1 sampai 4, terdiri atas : 1 = SANGAT LEMAH

Lampiran 5 Kuisioner penentuan nilai daya tarik alternatif strategi

KUISIONER

PENENTUAN NILAI DAYA TARIK (ATTRACTIVENESS SCORE) ALTERNATIF STRATEGI PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN

PANGAN SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA DI SULAWESI SELATAN

Nama Responden Umur

Pendidikan Terakhir Pekerjaan/Jabatan Alamat

Tlp

Waktu Wawancara Tanggal …….Bulan……Tahun……….

Tanda tangan

Dimohon kesediaannya untuk memberikan NILAI DAYA TARIK terhadap alternatif strategi yang telah dirumuskan.

Penjelasan

1. Nilai daya tarik ditetapkan dengan memeriksa setiap faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan) satu per satu. Apakah faktor tersebut mempengaruhi alternatif strategi pilihan yang akan dibuat ?

2. Tentukan Nilai Daya Tarik dari masing-masing faktor terhadap alternatif strategi yang akan diambil, dengan cara memberikan tanda ( √ ) sesuai pilihan dan pendapat Bapak/Ibu dalam kotak pada tabel yang disediakan.

3. Pilihan Nilai Daya Tarik yang dipilih adalah : 1 = tidak menarik,

2 = agak menarik, 3 = cukup menarik, 4 = sangat menarik

Bila jawaban yang dipilih adalah tidak menarik (1), menunjukkan bahwa faktor tersebut tidak berpengaruh pada alternatif strategi yang akan dibuat.

Bobot dari 1) Nilai Daya Tarik Alternatif Strategi 1

Nilai Daya Tarik

2) Nilai Daya Tarik Alternatif Strategi ke-n

Nilai Daya Tarik

Lampiran 6 Populasi ternak ruminansia di Sulawesi Selatan Ternak Ruminansia (ekor)

Kabupaten Sapi

Potong

Sapi

Perah Kerbau Kambing Domba

Selayar 6 557 0 4 873 71 301 615

Bulukumba 65 835 0 5 493 28 006 0

Bantaeng 26 327 0 2 102 20 291 0

Jeneponto 17 434 0 11 487 62 591 724

Takalar 17 392 0 5 137 20 237 7

Gowa 70 572 0 22 568 17 822 0

Sinjai 38 368 73 6 170 21 315 0

Maros 40 488 0 10 465 17 490 0

Pangkep 27 589 0 9 375 5 694 0

Barru 33 451 0 2 157 9 207 0

Bone 104 696 0 5 754 8 677 0

Soppeng 11 959 0 78 8 192 0

Wajo 18 293 0 5 889 6 977 0

Sidrap 28 082 0 2 083 5 561 0

Pinrang 36 221 0 4 746 15 024 12

Enrekang 32 014 500 3 449 41 375 35

Luwu 12 280 0 5 655 6 943 0

Tator 6 198 0 46 833 12 068 0

Polmas 24 442 0 4 932 66 431 0

Majene 8 292 0 2 004 73 578 0

Mamuju 87 684 0 6 902 20 392 0

Luwu Utara 20 576 0 6 645 7 611 0

Makassar 1 322 29 665 4 152 0

Parepare 1 466 0 155 4 992 0

Jumlah 737 538 602 175 617 555 927 1 393

Lampiran 7 Nilai Location Quotient (LQ) ternak ruminansia di Sulawesi Selatan Nilai Location Quotient (LQ)

Kabupaten/Kota

Sapi Potong

Sapi

Perah Kerbau Kambing Domba

Selayar 0.38 0.00 1.18 5.43 18.71

Bulukumba 1.14 0.00 0.40 0.64 0.00

Bantaeng 1.08 0.00 0.36 1.11 0.00

Jeneponto 0.62 0.00 1.72 2.97 13.70

Takalar 0.92 0.00 1.14 1.42 0.20

Gowa 1.03 0.00 1.38 0.34 0.00

Sinjai 1.07 2.49 0.72 0.79 0.00

Maros 1.04 0.00 1.12 0.59 0.00

Pangkep 1.03 0.00 1.46 0.28 0.00

Barru 1.18 0.00 0.32 0.43 0.00

Bone 1.23 0.00 0.28 0.13 0.00

Soppeng 1.14 0.00 0.03 1.04 0.00

Wajo 1.01 0.00 1.37 0.51 0.00

Sidrap 1.19 0.00 0.37 0.31 0.00

Pinrang 1.11 0.00 0.61 0.61 0.20

Enrekang 0.98 18.75 0.44 1.68 0.57

Luwu 0.92 0.00 1.78 0.69 0.00

Tator 0.21 0.00 6.56 0.53 0.00

Polmas 0.80 0.00 0.68 2.88 0.00

Majene 0.47 0.00 0.48 5.56 0.00

Mamuju 1.18 0.00 0.39 0.36 0.00

Luwu Utara 1.01 0.00 1.37 0.50 0.00

Makassar 0.68 18.19 1.43 2.82 0.00

Parepare 0.77 0.00 0.34 3.48 0.00

Lampiran 8 Analisis statistik deskriptif produksi limbah tanaman pangan

Jenis Limbah Tanaman Pangan Descriptive Statistics

Produksi

Lampiran 8 Analisis statistik deskriptif produksi limbah tanaman pangan (lanjutan)

Jenis Limbah Tanaman Pangan Descriptive Statistics

Produksi

Lampiran 8 Analisis statistik deskriptif produksi limbah tanaman pangan (lanjutan)

Jenis Limbah Tanaman Pangan Descriptive Statistics

Produksi Segar 25m2

(kg)

Produksi Segar (ton/ha)

Produksi Kering (ton/ha)

Produksi Bahan Kering (ton/ha)

Mean 8.58 3.43 2.07 1.73

Standard Error 0.30 0.12 0.09 0.80

Standard Deviation 1.71 0.69 0.37 0.32

Sample Variance 2.94 0.47 0.13 0.10

Range 6.00 2.40 1.29 1.16

Minimum 5.50 2.20 1.50 1.24

Maximum 11.50 4.60 2.79 2.40

Pucuk Ubi Kayu

Count 32.00 32.00 16.00 16.00

Lampiran 9 Analisis statistik deskriptif kualitas limbah tanaman pangan

Jenis Limbah Tanaman Pangan Descriptive Statistics BK PK LK SK BETN Abu TDN

Mean 88.30 4.64 2.74 33.79 41.40 17.44 42.65

Standard Error 0.32 0.28 0.27 1.40 1.48 0.47 1.17 Standard Deviation 1.26 1.11 1.07 5.60 5.93 1.89 4.68 Sample Variance 1.59 1.23 1.14 31.39 35.11 3.56 21.91

Range 4.53 2.98 3.42 21.46 20.58 6.39 14.56

Minimum 85.95 3.09 1.14 24.88 29.47 14.65 33.47 Maximum 90.48 6.07 4.56 46.34 50.05 21.04 48.03 Jerami Padi

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Mean 86.82 6.38 2.81 30.19 51.69 8.94 53.23

Standard Error 0.46 0.30 0.28 0.61 0.93 0.40 0.61 Standard Deviation 1.84 1.19 1.10 2.46 3.70 1.61 2.44 Sample Variance 3.38 1.42 1.22 6.04 13.71 2.60 5.95

Range 6.02 4.24 4.59 8.15 10.66 6.23 9.48

Minimum 83.20 4.88 1.08 25.18 46.11 5.70 48.26

Maximum 89.22 9.12 5.67 33.33 56.77 11.93 57.74 Jerami Jagung

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Mean 85.68 9.05 3.17 35.02 45.52 7.23 53.12

Standard Error 0.37 0.24 0.20 1.29 1.31 0.34 1.04 Standard Deviation 1.48 0.95 0.79 5.16 5.24 1.36 4.17 Sample Variance 2.20 0.90 0.63 26.62 27.51 1.85 17.36

Range 5.17 3.96 3.28 18.77 19.03 4.57 18.61

Minimum 82.74 6.61 1.49 27.64 33.34 4.99 41.98

Maximum 87.91 10.57 4.77 46.41 52.37 9.56 60.59 Jerami Kedelai

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Lampiran 9 Analisis statistik deskriptif kualitas limbah tanaman pangan (lanjutan)

Jenis Limbah Tanaman Pangan Descriptive Statistics BK PK LK SK BETN Abu TDN

Mean 87.38 5.64 4.01 33.26 47.77 9.32 52.46

Standard Error 0.25 0.19 0.16 0.55 0.73 0.19 0.58 Standard Deviation 0.99 0.77 0.63 2.19 2.92 0.76 2.32 Sample Variance 0.99 0.60 0.40 4.79 8.52 0.58 5.36

Range 3.22 3.20 2.08 6.43 8.56 2.80 6.93

Minimum 85.91 3.94 2.78 29.46 43.82 7.96 49.19

Maximum 89.13 7.14 4.86 35.89 52.38 10.76 56.12 Jerami Kacang Hijau

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Mean 86.76 12.00 2.67 30.27 42.76 12.30 52.09

Standard Error 0.36 0.53 0.26 0.41 0.85 0.66 0.82 Standard Deviation 1.44 2.13 1.05 1.63 3.39 2.64 3.28 Sample Variance 2.07 4.53 1.11 2.65 11.46 6.96 10.78

Range 4.90 7.57 4.35 5.41 10.31 9.37 11.80

Minimum 84.35 8.33 0.97 27.45 37.68 9.53 45.08

Maximum 89.25 15.90 5.32 32.86 47.99 18.90 56.88 Jerami Kacang Tanah

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Mean 80.34 11.05 3.96 26.98 45.33 12.68 53.09

Standard Error 0.47 0.41 0.38 0.55 1.15 0.50 1.09 Standard Deviation 1.87 1.63 1.51 2.21 4.58 1.98 4.37 Sample Variance 3.51 2.64 2.27 4.90 21.00 3.93 19.06

Range 7.34 5.20 4.22 7.68 18.50 5.71 16.60

Minimum 77.22 7.91 2.32 21.57 37.30 10.17 42.28 Maximum 84.56 13.11 6.54 29.25 55.80 15.88 58.88 Jerami Ubi Jalar

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Lampiran 9 Analisis statistik deskriptif kualitas limbah tanaman pangan (lanjutan)

Jenis Limbah Tanaman Pangan Descriptive Statistics BK PK LK SK BETN Abu TDN

Mean 83.64 17.04 5.66 21.11 46.13 10.06 61.29

Standard Error 0.48 0.58 0.33 0.37 0.93 0.27 1.55 Standard Deviation 1.91 2.31 1.34 1.47 3.72 1.09 6.21 Sample Variance 3.66 5.35 1.79 2.16 13.81 1.19 38.60

Range 6.53 7.25 5.25 5.50 12.57 4.27 22.65

Minimum 80.34 12.87 3.48 18.92 38.51 8.47 44.61 Maximum 86.87 20.12 8.73 24.42 51.08 12.74 67.25 Pucuk Ubi Kayu

Count 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00 16.00

Lampiran 10 Luas areal panen tanaman pangan di Sulawesi Selatan tahun 2003

Luas Areal Panen (ha) Tanaman Pangan Kabupaten/Kota

Padi Jagung Kedelai Kacang Hijau Kacang Tanah Ubi Jalar Ubi Kayu

Selayar 1 554 5 230 385 459 1 020 26 928

Bulukumba 39 581 27 727 178 1 148 4 414 807 3 095

Bantaeng 14 080 33 102 946 183 472 75 352

Jeneponto 18 842 39 498 4 412 7 216 743 99 11 715

Takalar 20 635 3 891 326 4 165 217 288 1 885

Gowa 47 261 16 319 124 5 426 826 492 6 126

Sinjai 19 054 7 393 17 2 4 382 248 403

Maros 31 023 2 175 955 155 2 131 203 3 258

Pangkep 17 988 234 467 1 302 1 264 181 144

Barru 15 317 522 51 126 2 903 149 519

Bone 139 442 54 458 6 882 4 514 19 625 600 2 511

Soppeng 37 151 5 116 631 532 976 13 35

Wajo 97 090 4 012 743 5 596 1 501 246 340

Sidrap 79 327 1 868 89 111 797 249 236

Pinrang 77 824 999 115 418 152 61 503

Enrekang 6 770 3 197 127 133 366 88 354

Luwu 48 910 461 321 65 182 169 219

Tator 28 588 2 274 135 7 649 834 1 740

Polmas 34 940 1 349 77 939 158 372 2 182

Majene 2 337 360 204 433 141 72 1 572

Mamuju 13 331 1 453 5 626 42 157 139 1 936

Luwu Utara 53 161 1 929 159 93 212 309 551

Makassar 2 195 29 5 92 4 28 170

Parepare 905 224 0 23 93 0 33

Jumlah 847 306 213 820 22 975 33 180 43 385 5 748 40 807

Lampiran 11 Produksi segar limbah tanaman pangan di Sulawesi Selatan tahun 2003

Produksi Segar (ton) Limbah Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Jerami

Lampiran 12 Produksi kering limbah tanaman pangan di Sulawesi Selatan tahun 2003

Produksi Kering (ton) Limbah Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Jerami

Lampiran 13 Indeks konsentrasi produksi pakan (IKPP) limbah tanaman pangan

Indeks Konsentrasi Produksi Pakan (IKPP) Limbah Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Jerami

Lampiran 14 Daya dukung bahan kering limbah tanaman pangan

Daya Dukung Bahan Kering (ST) Limbah Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Jerami

Lampiran 15 Daya dukung total digestible nutrient limbah tanaman pangan

Daya Dukung Total Digestible Nutrient (ST) Limbah Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Jerami

Lampiran 16 Daya dukung protein kasar limbah tanaman pangan

Daya Dukung Protein Kasar (ST) Limbah Tanaman Pangan Kabupaten/Kota Jerami

Lampiran 17 Indeks daya dukung pakan limbah tanaman pangan

Bahan Kering TDN Protein Kasar

Kabupaten/Kota

Indeks Kategori Indeks Kategori Indeks Kategori

Selayar 1.30 2 0.97 1 0.86 1

Bulukumba 3.38 2 2.34 2 1.89 2

Bantaeng 5.30 2 3.86 2 3.00 2

Jeneponto 6.75 2 4.97 2 4.16 3

Takalar 4.13 2 2.75 2 2.10 2

Gowa 2.76 2 1.86 2 1.45 2

Sinjai 2.25 2 1.52 2 1.29 2

Maros 2.48 2 1.60 2 1.30 2

Pangkep 2.05 2 1.31 2 1.01 2

Barru 1.74 2 1.12 2 0.96 1

Bone 6.79 2 4.58 2 3.72 2

Soppeng 11.10 3 7.14 3 5.30 3

Wajo 15.77 3 10.01 3 7.30 3

Sidrap 9.21 3 5.75 3 4.17 3

Pinrang 6.45 2 4.02 2 2.89 2

Enrekang 0.86 2 0.58 1 0.46 1

Luwu 9.90 3 6.16 3 4.44 3

Tator 2.88 2 1.84 2 1.43 2

Polmas 3.31 2 2.10 2 1.57 2

Majene 0.58 1 0.40 1 0.37 1

Mamuju 0.65 1 0.43 1 0.36 1

Luwu Utara 7.25 2 4.55 2 3.30 2

Makassar 3.23 2 2.05 2 1.54 2

Parepare 1.72 2 1.14 2 0.90 2

Keterangan : kategori 1 rendah, 2 sedang, 3 tinggi.

Lampiran 18 Karakteristik peternak responden menurut lokasi penelitian

Bantaeng Wajo Polmas Barru

Bissappu Pajukukang Tanasitolo Sabbangparu Wonomulyo Tinambung Soppengriaja Taneteriaja

Uraian n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%)

Tingkat Pendidikan

Tidak tamat SD 6 12.77 11 22.92 7 16.28 18 33.96 14 23.73 11 26.83 4 9.76 17 26.56

Tamat SD 19 40.43 19 39.58 17 39.53 12 22.64 16 27.12 17 41.46 14 34.15 17 26.56

Tamat SLTP 16 34.04 7 14.58 10 23.26 15 28.30 18 30.51 6 14.63 18 43.90 20 31.25

Tamat SLTA 5 10.64 9 18.75 9 20.93 7 13.21 11 18.64 7 17.07 5 12.20 8 12.50

Tamat Perguruan tinggi 1 2.13 2 4.17 0 0.00 1 1.89 0 0.00 0 0.00 0 0.00 2 3.13

Pekerjaan Utama

Petani 39 82.98 43 89.58 38 88.37 42 79.25 48 81.36 37 90.24 34 82.93 54 84.38

Pegawai 4 8.51 1 2.08 3 6.98 1 1.89 0 0.00 1 2.44 4 9.76 0 0.00

Pensiunan 2 4.26 0 0.00 0 0.00 1 1.89 1 1.69 0 0.00 2 4.88 1 1.56

Pedagang 2 4.26 4 8.33 2 4.65 6 11.32 7 11.86 3 7.32 1 2.44 6 9.38

Ibu Rumah Tangga 0 0.00 0 0.00 0 0.00 3 5.66 3 5.08 0 0.00 0 0.00 3 4.69

Tingkatan Umur (Tahun)

<20 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00

21-30 1 2.13 0 0.00 2 4.65 4 7.55 5 8.47 0 0.00 1 2.44 4 6.25

31-40 13 27.66 17 35.42 12 27.91 13 24.53 18 30.51 14 34.15 10 24.39 16 25.00

41-50 25 53.19 20 41.67 20 46.51 23 43.40 23 38.98 18 43.90 23 56.10 31 48.44

>50 8 17.02 11 22.92 9 20.93 13 24.53 13 22.03 9 21.95 7 17.07 13 20.31

Pengalaman Beternak (Tahun)

<10 7 14.89 14 29.17 5 11.63 14 26.42 16 27.12 11 26.83 6 14.63 12 18.75

10.-20 29 61.70 22 45.83 28 65.12 29 54.72 34 57.63 19 46.34 26 63.41 41 64.06

21-30 9 19.15 11 22.92 8 18.60 8 15.09 7 11.86 10 24.39 7 17.07 8 12.50

>30 2 4.26 1 2.08 2 4.65 2 3.77 2 3.39 1 2.44 2 4.88 3 4.69

Keterangan : n adalah jumlah responden (peternak).

Lampiran 19 Karakteristik pemeliharaan ternak menurut lokasi penelitian

Bantaeng Wajo Polmas Barru

Bissappu Pajukukang Tanasitolo Sabbangparu Wonomulyo Tinambung Soppengriaja Taneteriaja

Uraian n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%)

Cara Pemeliharaan Ternak

Dilepas sepanjang hari 26 55.32 18 37.50 14 32.56 6 11.32 10 16.95 19 46.34 22 53.66 38 59.38

Dilepas siang hari & diikat

malam hari 12 25.53 23 47.92 13 30.23 18 33.96 21 35.59 15 36.59 12 29.27 15 23.44

Dikandangkan sepanjang hari 6 12.77 2 4.17 7 16.28 7 13.21 9 15.25 5 12.20 3 7.32 9 14.06

Dikandangkan pada malam

hari saja 3 6.38 5 10.42 9 20.93 22 41.51 19 32.20 2 4.88 4 9.76 2 3.13

Sistem Pemberian Pakan

Merumput di

sawah/kebun/pekarangan 10 21.28 13 27.08 14 32.56 17 32.08 20 33.90 18 43.90 22 53.66 36 56.25

Merumput di padang

penggembalaan 2 4.26 3 6.25 3 6.98 8 15.09 7 11.86 3 7.32 4 9.76 2 3.13

Merumput di

sawah,kebun,pekarangan,diberi rumput potongan

35 74.47 32 66.67 26 60.47 28 52.83 32 54.24 20 48.78 15 36.59 26 40.63

Jenis Pakan Diberikan

Hanya rumput 15 31.91 20 41.67 19 44.19 23 43.40 26 44.07 22 53.66 25 60.98 41 64.06

Rumput dan daun-daunan 2 4.26 3 6.25 7 16.28 4 7.55 11 18.64 9 21.95 7 17.07 12 18.75

Rumput dan Limbah pertanian 28 59.57 19 39.58 15 34.88 16 30.19 18 30.51 8 19.51 4 9.76 5 7.81

Rumput,daun-daunan,limbah

pertanian 2 4.26 6 12.50 2 4.65 10 18.87 4 6.78 2 4.88 5 12.20 6 9.38

Keterangan : n adalah jumlah responden (peternak).

Lampiran 19 Karakteristik pemeliharaan ternak menurut lokasi penelitian (lanjutan)

Bantaeng Wajo Polmas Barru

Bissappu Pajukukang Tanasitolo Sabbangparu Wonomulyo Tinambung Soppengriaja Taneteriaja

Uraian n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%)

Jenis Pakan Tambahan Diberikan

Dedak 13 27.66 24 50.00 21 48.84 20 37.74 33 55.93 18 43.90 22 53.66 33 51.56

Garam 18 38.30 0 0.00 4 9.30 15 28.30 8 13.56 4 9.76 4 9.76 18 28.13

Dedak dan garam 4 8.51 16 33.33 7 16.28 10 18.87 11 18.64 8 19.51 6 14.63 7 10.94

Tidak menggunakan pakan

tambahan 12 25.53 8 16.67 11 25.58 8 15.09 7 11.86 11 26.83 9 21.95 6 9.38

Ketersediaan Pakan

Selalu tersedia 12 25.53 18 37.50 20 46.51 21 39.62 25 42.37 18 43.90 15 36.59 22 34.38

Fluktuasi/musiman 35 74.47 30 62.50 23 53.49 32 60.38 34 57.63 23 56.10 26 63.41 42 65.63

Keterangan : n adalah jumlah responden (peternak).

Lampiran 20 Karakteristik pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan menurut lokasi penelitian

Bantaeng Wajo Polmas Barru

Bissappu Pajukukang Tanasitolo Sabbangparu Wonomulyo Tinambung Soppengriaja Taneteriaja

Uraian n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%)

Menggunakan Limbah Tanaman Pangan Sebagai Pakan

Menggunakan 30 63.83 25 52.08 17 39.53 26 49.06 22 37.29 10 24.39 9 21.95 11 17.19

Tidak Menggunakan 17 36.17 23 47.92 26 60.47 27 50.94 37 62.71 31 75.61 32 78.05 53 82.81

Jenis Limbah Tanaman Pangan Digunakan

Jerami Padi 27 90.00 19 76.00 16 94.12 12 46.15 22 100.00 9 90.00 9 100.00 10 90.91

Jerami Jagung 29 96.67 23 92.00 6 35.29 20 76.92 3 13.64 7 70.00 3 33.33 9 81.82

Jerami Kedelai 6 20.00 2 8.00 9 52.94 18 69.23 14 63.64 8 80.00 0 0.00 6 54.55

Jerami Kacang Tanah 6 20.00 17 68.00 2 11.76 6 23.08 12 54.55 3 30.00 0 0.00 2 18.18

Jerami Kacang Hijau 5 16.67 6 24.00 1 5.88 4 15.38 2 9.09 0 0.00 0 0.00 0 0.00

Jerami Ubi Jalar 2 6.67 0 0.00 1 5.88 6 23.08 3 13.64 0 0.00 0 0.00 0 0.00

Pucuk Ubi Kayu 5 16.67 0 0.00 2 11.76 3 11.54 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00

Kontinuitas Penggunaan Limbah Tanaman Pangan Sebagai Pakan

Setiap saat 9 30.00 8 32.00 5 29.41 4 15.38 8 36.36 2 20.00 2 22.22 1 9.09

Tidak setiap saat 21 70.00 17 68.00 12 70.59 22 84.62 14 63.64 8 80.00 7 77.78 10 90.91

Mengetahui Tentang Teknologi Pakan Untuk Limbah Tanaman Pangan

Mengetahui 32 68.09 26 54.17 29 67.44 25 47.17 33 55.93 24 58.54 19 46.34 29 45.31

Tidak Mengetahui 15 31.91 22 45.83 14 32.56 28 52.83 26 44.07 17 41.46 22 53.66 35 54.69

Lampiran 20 Karakteristik pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan menurut lokasi penelitian (lanjutan)

Bantaeng Wajo Polmas Barru

Bissappu Pajukukang Tanasitolo Sabbangparu Wonomulyo Tinambung Soppengriaja Taneteriaja

Uraian n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%) n (%)

Jenis Teknologi Pakan Diketahui

Amoniasi/fermentasi lainnya 12 37.50 13 50.00 15 51.72 12 48.00 5 15.15 11 45.83 7 36.84 7 24.14

Silase 2 6.25 0 0.00 1 3.45 0 0.00 2 6.06 0 0.00 0 0.00 5 17.24

Hay (pengeringan) 8 25.00 9 34.62 8 27.59 5 20.00 11 33.33 9 37.50 10 52.63 12 41.38

Amonias/fermentasi lainnyai,

Silase 2 6.25 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 1 3.45

Silase, hay 0 0.00 0 0.00 0 0.00 1 4.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 3 10.34

Amoniasi/fermentasi

lainnya,hay 7 21.88 2 7.69 2 6.90 5 20.00 3 9.09 1 4.17 0 0.00 1 3.45

Amoniasi/fermentasi lainnya,

silase, hay 1 3.13 2 7.69 3 10.34 2 8.00 12 36.36 3 12.50 2 10.53 0 0.00

Menerapkan/Melakukan Teknologi Pakan

Menerapkan/melakukan 10 31.25 3 11.54 5 17.24 8 32.00 11 33,33 3 12.50 1 5.26 5 17.24

Tidak Menerapkan/melakukan 22 68.75 23 88.46 24 82.76 17 68.00 22 66,67 21 87.50 18 94.74 24 82.76 Keterangan : n adalah jumlah responden (peternak).

Lampiran 21 Matriks perencanaan strategi kuantitatif (QSPM) strategi pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak ruminansia di Sulawesi Selatan

(Bobot x Nilai Daya Tarik) Strategi ke - n

Faktor-faktor Internal Bobot

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kekuatan

1. Sumberdaya pakan limbah tanaman pangan memiliki

produksi yang cukup besar. 0.238 0.95 0.95 0.95 0.95 0.95 0.48 0.71 0.71 0.95 0.71

2. Produksi limbah tanaman pangan khususnya jerami padi dan jerami jagung tersebar disebagian besar wilayah kabupaten

di Sulawesi Selatan 0.142 0.57 0.43 0.57 0.57 0.28 0.43 0.28 0.28 0.57 0.28

3. Penggunaan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak

ruminansia belum optimal. 0.090 0.36 0.36 0.27 0.27 0.36 0.18 0.18 0.27 0.27 0.27

4. Teknologi pakan limbah tanaman pangan tersedia dan

diketahui oleh peternak 0.088 0.35 0.26 0.09 0.26 0.09 0.09 0.09 0.26 0.09 0.26

5. Limbah tanaman pangan tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan

lain selain sebagai pakan 0.073 0.29 0.29 0.07 0.22 0.22 0.15 0.15 0.07 0.07 0.07

Kelemahan

1. Kebiasaan petani peternak membakar limbah tanaman

pangan 0.102 0.31 0.20 0.20 0.41 0.31 0.20 0.31 0.31 0.20 0.20

2. Kualitas nutrisi limbah tanaman pangan rendah 0.082 0.33 0.25 0.25 0.25 0.33 0.25 0.16 0.25 0.16 0.25 3. Sarana dan prasarana pengangkutan dan tempat penyimpanan

limbah tanaman pangan tidak tersedia 0.059 0.18 0.12 0.24 0.18 0.18 0.12 0.06 0.06 0.12 0.18

1. Pengembangan kawasan pola integrasi sapi potong dengan padi dan jagung (S1,S2,S3,S4,O1,O3,O5)

2. Sinergi dan keterpaduan antar sektor (peternakan-tanaman pangan) dalam kebijakan pemerintah untuk pengembangan peternakan (O2,S5) 3. Membangun industri pakan berbasis bahan baku sumberdaya limbah tanaman pangan (S1,S3,S5,O1,O3,O5)

4. Optimalisasi penerapan teknologi pakan limbah tanaman pangan melalui pemberdayaan masyarakat pola partisipatif (W2,W4,O5) 5. Pengembangan sarana alat pengangkutan dan tempat penyimpanan limbah tanaman pangan di pedesaan (W1, W3,W5,O5)

6. Pengembangan rekayasa sosial dan ekonomi melalui pengembangan kelembagaan peternak dan peningkatan sumberdaya daya manusia peternak (W1,W4,O4) 7. Menjalin kemitraan antara investor/swasta dan peternak untuk meningkatkan skala usaha ternak pola intensif dengan iklim berusaha yang lebih baik dan terjamin

(T1,T2,T3,T5,S1)

8. Peningkatan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan yang sesuai dengan keunggulan produksi yang spesifik lokalita (S1,S5,T1,T3) 9. Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pengembangan teknologi pakan limbah tanaman pangan dan kesehatan hewan (W2,W4,T4) 10. Penyediaan modal usaha dari pemerintah dan lembaga keuangan melalui kerjasama dengan kelembagaan peternak (kelompok, koperasi) (W3,T1,T2,T3)

Lampiran 21 Matriks perencanaan strategi kuantitatif (QSPM) strategi pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak ruminansia di Sulawesi Selatan (lanjutan)

(Bobot x Nilai Daya Tarik) Strategi ke - n

Faktor-faktor Internal Bobot

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peluang

1. Jumlah populasi ternak ruminansia cukup tinggi 0.219 0.66 0.44 0.88 0.66 0.44 0.44 0.66 0.66 0.44 0.66 2. Dukungan kebijakan pembangunan peternakan Sulawesi

Selatan 0.066 0.13 0.20 0.26 0.13 0.13 0.20 0.13 0.20 0.13 0.20

3. Ternak ruminansia umumnya dipelihara oleh peternak 0.106 0.42 0.21 0.21 0.32 0.32 0.21 0.21 0.32 0.42 0.32 4. Pola pemeliharaan ternak masih tradisional 0.078 0.23 0.08 0.16 0.23 0.23 0.08 0.23 0.16 0.16 0.23 5. Pertanian tanaman pangan semakin intensif 0.075 0.30 0.08 0.15 0.30 0.30 0.08 0.23 0.08 0.15 0.23 1. Populasi ternak ruminansia cenderung menurun 0.180 0.54 0.36 0.72 0.36 0.54 0.36 0.54 0.54 0.36 0.54 2. Impor ternak dan daging semakin meningkat 0.072 0.22 0.14 0.22 0.22 0.29 0.14 0.29 0.07 0.14 0.29 3. Usaha ternak ruminansia masih bersifat sambilan dan

kurangnya permodalan 0.085 0.09 0.17 0.17 0.17 0.26 0.17 0.09 0.26 0.26 0.26

4. Terjadinya penyakit ternak dan pemotongan ternak betina

produktif 0.060 0.18 0.06 0.12 0.12 0.24 0.06 0.24 0.18 0.12 0.24

5. Keamanan berusaha ternak tidak terjamin 0.059 0.06 0.12 0.12 0.12 0.12 0.12 0.24 0.18 0.12 0.06 Jumlah Total Nilai Daya Tarik 6.67 4.84 6.06 6.19 6.04 3.86 5.09 5.22 5.16 5.46 Keterangan :

1. Pengembangan kawasan pola integrasi sapi potong dengan padi dan jagung (S1,S2,S3,S4,O1,O3,O5)

2. Sinergi dan keterpaduan antar sektor (peternakan-tanaman pangan) dalam kebijakan pemerintah untuk pengembangan peternakan (O2,S5) 3. Membangun industri pakan berbasis bahan baku sumberdaya limbah tanaman pangan (S1,S3,S5,O1,O3,O5)

4. Optimalisasi penerapan teknologi pakan limbah tanaman pangan melalui pemberdayaan masyarakat pola partisipatif (W2,W4,O5) 5. Pengembangan sarana alat pengangkutan dan tempat penyimpanan limbah tanaman pangan di pedesaan (W1, W3,W5,O5)

6. Pengembangan rekayasa sosial dan ekonomi melalui pengembangan kelembagaan peternak dan peningkatan sumberdaya daya manusia peternak (W1,W4,O4) 7. Menjalin kemitraan antara investor/swasta dan peternak untuk meningkatkan skala usaha ternak pola intensif dengan iklim berusaha yang lebih baik dan terjamin

(T1,T2,T3,T5,S1)

8. Peningkatan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan yang sesuai dengan keunggulan produksi yang spesifik lokalita (S1,S5,T1,T3) 9. Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pengembangan teknologi pakan limbah tanaman pangan dan kesehatan hewan (W2,W4,T4) 10. Penyediaan modal usaha dari pemerintah dan lembaga keuangan melalui kerjasama dengan kelembagaan peternak (kelompok, koperasi) (W3,T1,T2,T3)