• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akbar A. 2011. Studi Kearifan Lokal Penggunaan Api Persiapan Lahan: Studi Kasus di Hutan Mawas, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 8:211-230.

Alkadri, Muchdie, Suhandojo. 1999. Tiga Pilar Pengembangan Wilayah Sumberdaya Alam, Sumberdaya Manusia, Teknologi. Jakarta: Pusat Kajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah.

Arifin HS, Christine W, Qodarian P, RL Kaswanto. 2009. Analisis Lanskap Agroforestri. Konsep, Metode, dan Pengelolaan Agroforestri Skala Lanskap dengan Studi Kasus Indonesia, Filipina, Laos, Thailand, dan Vietnam. Bogor: IPB Press.

Arsyad S. 2010. Konservasi Tanah & Air. Bogor. IPB Press

[BPS] Badan Pusat Statitik. 2012. Statistik Indonesia 2012. Jakarta.Badan Pusat Statistik.

Butarbutar T. 2009. Potensi Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Ketahanan Pangan Nasional Melalui Pengembangan Agroforestry. Analisis Kebijakan Kehutanan 6:169-179.

[Ditjen Planologi] Direktorat Jenderal Planologi. 2009. Data Strategis Kehutanan. Jakarta. Kementerian Kehutanan.

[Ditjen Planologi] Direktorat Jenderal Planologi, Kementerian Kehutanan. 2010. Profil Sosial Ekonomi Budaya Masyarakat Kawasan Hutan. Jakarta:Ditjen Planologi, Kementerian Kehutanan.

Dwiprabowo H, Efendi R, Hakim I, Bangsawan I. 2011. Kontribusi Kawasan Hutan Dalam Menunjang Ketahanan Pangan: Studi Kasus Propinsi Jawa Barat. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 8:47-61.

Elvida YS, Doddy SS. 2002. Reformasi Kebijakan Otonomi Daerah Bidang Kehutanan. Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 3:3-40.

Fanish SA, Priya RS. 2013. Review On Benefits of Agro Forestry System. International Journal of Education and Research 1:1-12.

Firdaus M, Baga LM, Pratiwi P. 2008. Swasembada Beras Dari Masa Ke Masa. Telaah Efektifitas Kebijakan dan Perumusan Strategi Nasional. Bogor. IPB Press.

Handadhari T, Ahmad S, Sofyan PW, Sri W. 2005. Analisis Pengutan Rente Ekonomi Kayu Bulat Hutan Tanaman Industri di Indonesia. Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 6:1-16.

Hairiah K, Sarjono MA, Sabarnurdin S. 2003. Pengantar Agroforestri. Bogor. World Agroforetry Centre (ICRAF).

Hasan A. 1999. Peranan Tanaman Tumpangsari Dalam Membantu Penyediaan Air Bagi Tanaman Pokok Acacia mangium [tesis]. Bogor: Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Hernanto F. 1996. Ilmu Usahatani. Jakarta. Penebar Swadaya.

Iqbal M, Nurmanaf AR, Agustian A.2008. Fenomena Perambahan Hutan dan Perspektif Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat. Info Sosial Ekonomi 8:71-78.

Kadir AW, Hayati N. 2011. Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Agroforestry Pada Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Borisallo. Jurnal Penelitian Sosial dan ekonomi Kehutanan 8:231-249. Kartodihardjo H. 2006. Refleksi Kerangka Pikir Rimbawan. Menguak Masalah

Institusi dan Politik Pengelolaan Sumberdaya Hutan. Bogor: HA Fahutan, Institut Pertanian Bogor.

[Kemenhut] Kementerian Kehutanan. 2009. Eksekutif Data Strategis Kehutanan 2009.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2009. Rancangan Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2010-2014. Jakarta.Kementerian Pertanian.

[Kemenhut] Kementerian Kehutanan. 2011. Eksekutif Data Strategis Kehutanan 2011. Jakarta: Kementerian Kehutanan.

Krisnawati H, Kallio M, Kanninen M. 2011. Acacia mangium Willd: ecology, silviculture and productivity. Bogor. CIFOR Kusumedi, Priyo, Jariyah NA. 2010. Analisis Finansial Pengelolaan Agroforestri dengan Pola Sengon Kapulaga di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 7:93-100.

Kusumedi, Priyo, Jariyah NA. 2010. Analisis Finansial Pengelolaan Agroforestri dengan Pola Sengon Kapulaga di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 7:93-100.

Malik J, Rahman O, Santoso A. 2000. Sari Hasil Penelitian Mangium (Acacia mangium Willd). Bogor. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Perkebunan.

Mindawati N et al. 2007. Silvikultur Hutan Tanaman Kayu Pulp. Bogor. Badan Litbang Kehutanan.

Nugroho I, Rohmin D. 2002. Pembangunan Wilayah. Persfektif Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan. Jakarta: LP3ES.

Santoso I. 2008. Zoning Areal Hutan dan Konfliknya. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 5:143-153.

Schroth G et al. 2004. Agroforestry and Biodiversity Conservation in Tropical Landscapes. United of America: Island Press.

Setyawan AD, 2010. Review: Biodiversity conservation strategy in a native perspective; case study of shifting cultivation at the Dayaks of Kalimantan. Bioscience 2:95-108.

Silvyani. 2008. Kajian Dampak Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Terhadap Masyarakat Sekitar. Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 5:155-178. Soekartawi AS, Dillon J, Hardaker JB. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian

untuk Pengembangan PetaniKecil. Jakarta: Universitas Indonesia.

Subarna T. 2011. Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Menggarap Lahan Di hutan Lindung : Studi Kasus di Kabupaten Garus Jawa Barat. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 8:265-275.

Sumanto SE. 2009. Kebijakan Pengembangan Perhutanan Sosial Dalam Perspektif Resolusi Konflik. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 6:13-25. Sumargo W, Nanggara SG, Nainggolan FA, Apriani I. 2009. Potret Keadaan

Hutan Indonesia Periode Tahun 2000-2009. Bogor. Forest Watch Indonesia. Suryandari EY, Alviya I. 2006. Evaluasi Kebijakan Pelaksanaan Sistim

Agroforestri di Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 3:1-13. Tambunan T. 2008. Ketahanan Pangan Di Indonesia. Mengindentifikasi

Beberapa Penyebab. Jakarta. Pusat Studi Industri dan UKM Universitas Trisakti.

Taufik M. 2001. Strategi Pembangunan Hutan Rakyat Di Gunung Kidul. Hutan Rakyat 3:37-47.

Tetelay F. 2003. Pengaruh Allelopathy Acacia mangium Wild terhadap Perkecambahan benih kacang hijau (Phaseolus radiatus L) dan jagung (Zea mays). http://www.irwantoshut.com [3 Ags 2013].

Ulya NA, Syafrul Y. 2006. Analisis Peranan Sektor Kehutanan Dalam Perekonomian Indonesia:Sebuah Pendekatan Model Input–Output. Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 7:1-13.

Wang XJ, Cao XL, Hong Y. 2005. Isolation and Characterization of Flower- Specific transcripts on Acacia mangium. Tree Physiology 25:167-178. Widiarti A. 2004. Gerhan: Hutan Rakyat lebih menjanjikan penyediaan kayu,

pangan dan pelestarian lingkungan. Di dalam: Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Prosiding Ekspose Penerapan Hasil Litbang Hutan dan Konservasi Alam; Palembang, 15 Desember 2004. Bogor: Puslitbang Hutan

dan Konservasi Alam Badan Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan. 2005. hlm186-193.

Young A. 2005. Agroforestry For Soil Management. Nairobi: International Centre for Research in Agroforestry.

Yuliani EL, Djuhendi T, Yayan I, Dani WM. 2006. Kehutanan Multipihak. Langkah Menuju Perubahan. Bogor: CIFOR ( Center for International Forestry Research).

Yuliono A, Hamdani, Kurniawan AY. 2011. Sistim Usahatani Gilir Balik Masyarakat Dayak Meratus di Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Agribisnis Pedesaan 1:191-203.

(1) (2)

(3) (4)

(5) (6)

Gambar 21 Kondisi ladang berpindah dan tumpangsari di Pulau Laut Kotabaru.

(1) Ladang berpindah di Pulau Laut (2) Panen padi ladang berpindah di P. Laut (3) Penanaman benih padi gogo (4) Tumpangsari padi umur 2 bulan

(7) (8)

(9) (10)

(11) (12)

Gambar 21 Kondisi ladang berpindah dan tumpangsari di Pulau Laut Kotabaru (lanjutan) (7) Pondok kerja peserta tumpangsari (8) Pondok kerja peserta tumpangsari (9) Panen padi tumpangsari (10) Pemisahan gabah dan kotoran (11) Pengarungan hasil panen padi (12) Pondok yang telah ditinggalkan

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desmber Jumlah Harihujan 2008 22 20 24 25 15 21 25 25 14 27 19 23 260 2009 23 21 19 16 17 14 14 12 6 13 21 26 202 2010 26 20 25 28 29 28 27 25 24 30 23 21 306 2011 23 23 28 27 24 14 13 8 18 24 21 23 246 2012 25 27 23 21 12 21 23 17 9 17 22 22 244 Curahhuja n 2008 182 232.4 332.6 137.1 388.2 179.8 389.4 336 261.3 248 165.9 138.5 2 991.2 2009 345 217.8 182.8 119.9 105.6 74 57.9 11.3 1.5 100.3 345.8 291 1 852.9 2010 396.6 188.2 239.9 200.1 293.9 392.4 608.6 327.1 281.7 374.4 230 208 3 740.9 2011 417.2 142.6 228.8 292 93.5 52.6 189.1 10.3 181.8 218.9 106.2 176.2 2 100.2 2012 291.9 386.4 449.7 135.8 164.9 75.2 244 122.1 52.1 158.9 96.3 216.8 2 394.1

1. Di Areal Hutan Tanaman pada Tahun Berbeda (B1=2009/2010, B2=2011/2012, B3= 2012/2013)

Two-Sample T-Test and CI: B1; B2 Two-sample T for B1 vs B2

N Mean StDev SE Mean B1 20 3921 1084 242 B2 20 3608 858 192 Difference = mu (B1) - mu (B2) Estimate for difference: 312,750

95% CI for difference: (-313,254; 938,754)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = 1,01 P-Value = 0,318 DF = 38 Both use Pooled StDev = 977,8727

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara B1,B2

Two-Sample T-Test and CI: B1; B3 Two-sample T for B1 vs B3

N Mean StDev SE Mean B1 20 3921 1084 242 B3 20 3344 654 146 Difference = mu (B1) - mu (B3) Estimate for difference: 576,750

95% CI for difference: (3,499; 1150,001)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = 2,04 P-Value = 0,049 DF = 38 Both use Pooled StDev = 895,4666

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara B1,B3 Two-Sample T-Test and CI: B2; B3

Two-sample T for B2 vs B3 N Mean StDev SE Mean B2 20 3608 858 192 B3 20 3344 654 146 Difference = mu (B2) - mu (B3) Estimate for difference: 264,000

95% CI for difference: (-224,617; 752,617)

2. Di hutan alam ( A1= hutan alam di Pulau Laut, A2=hutan alam di Senakin) Two-Sample T-Test and CI: A1; A2

Two-sample T for A1 vs A2 N Mean StDev SE Mean A1 20 3,12 1,08 0,24 A2 20 3,173 0,905 0,20

Ho: Difference = mu (A1) - mu (A2) Estimate for difference: -0,053

95% CI for difference: (-0,692; 0,586)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -0,17 P-Value = 0,868 DF = 38 Both use Pooled StDev = 0,9983

Kesimpulan: p-value > 0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan antara produksi padi dihutan alam antara A1 dan A2.

3. Di Lokasi Berbeda (Hutan Tanaman dan Hutan Alam) Two-Sample T-Test and CI: A; B

Two-sample T for A vs B N Mean StDev SE Mean A 20 3147 738 165 B 20 3624 553 124 Difference = mu (A) - mu (B) Estimate for difference: -477,850

95% CI for difference: (-895,289; -60,411)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -2,32 P-Value = 0,026 DF = 38 Both use Pooled StDev = 652,0750

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara A,B 4. Di hutan alam dan hutan tanaman

Two-Sample T-Test and CI: A1; B1 Two-sample T for A1 vs B1

N Mean StDev SE Mean A1 20 3120 1084 242 B1 20 3921 1084 242 Difference = mu (A1) - mu (B1)

Both use Pooled StDev = 1084,0532

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara A1,B1 Two-Sample T-Test and CI: A1; B2

Two-sample T for A1 vs B2 N Mean StDev SE Mean A1 20 3120 1084 242 B2 20 3608 858 192 Difference = mu (A1) - mu (B2) Estimate for difference: -488,000

95% CI for difference: (-1113,888; 137,888)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -1,58 P-Value = 0,123 DF = 38 Both use Pooled StDev = 977,6909

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara A1,B2

Two-Sample T-Test and CI: A1; B3 Two-sample T for A1 vs B3

N Mean StDev SE Mean A1 20 3120 1084 242 B3 20 3344 654 146 Difference = mu (A1) - mu (B3) Estimate for difference: -224,000

95% CI for difference: (-797,123; 349,123)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -0,79 P-Value = 0,434 DF = 38 Both use Pooled StDev = 895,2680

Kesimpulan : p-value >0,05, makaterima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara A1,B3

Two-Sample T-Test and CI: A2; B1 Two-sample T for A2 vs B1

N Mean StDev SE Mean A2 20 3173 905 202 B1 20 3921 1084 242 Difference = mu (A2) - mu (B1) Estimate for difference: -747,750

95% CI for difference: (-1386,953; -108,547)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -2,37 P-Value = 0,023 DF = 38 Both use Pooled StDev = 998,4901

Two-sample T for A2 vs B2 N Mean StDev SE Mean A2 20 3173 905 202 B2 20 3608 858 192 Difference = mu (A2) - mu (B2) Estimate for difference: -435,000

95% CI for difference: (-999,545; 129,545)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -1,56 P-Value = 0,127 DF = 38 Both use Pooled StDev = 881,8676

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara A2,B2

Two-Sample T-Test and CI: A2; B3 Two-sample T for A2 vs B3

N Mean StDev SE Mean A2 20 3173 905 202 B3 20 3344 654 146 Difference = mu (A2) - mu (B3) Estimate for difference: -171,000

95% CI for difference: (-676,416; 334,416)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -0,68 P-Value = 0,498 DF = 38 Both use Pooled StDev = 789,5035

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara A2,B3

Two-Sample T-Test and CI: B2; B3 Two-sample T for B2 vs B3

N Mean StDev SE Mean B2 20 3608 858 192 B3 20 3344 654 146 Difference = mu (B2) - mu (B3) Estimate for difference: 264,000

95% CI for difference: (-224,617; 752,617)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = 1,09 P-Value = 0,281 DF = 38 Both use Pooled StDev = 763,2617

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara B2,B3

2012/2013) One-way ANOVA: B1; B2; B3 Source DF SS MS F P Factor 2 3334327 1667164 2,14 0,127 Error 57 44472614 780221 Total 59 47806941 S = 883,3 R-Sq = 6,97% R-Sq(adj) = 3,71%

Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev

Level N Mean StDev ---+---+---+---+---

B1 20 3920,8 1084,2 (---*---) B2 20 3608,0 858,5 (---*---) B3 20 3344,0 654,4 (---*---) ---+---+---+---+--- 3150 3500 3850 4200 Pooled StDev = 883,3 Tukey 95% Simultaneous Confidence Intervals All Pairwise Comparisons Individual confidence level = 98,05% B1 subtracted from: Lower Center Upper -+---+---+---+---

B2 -984,3 -312,8 358,8 (---*---)

B3 -1248,3 -576,7 94,8 (---*---)

-+---+---+---+---

-1200 -600 0 600

B2 subtracted from: Lower Center Upper -+---+---+---+---

B3 -935,5 -264,0 407,5 (---*---)

-+---+---+---+---

-1200 -600 0 600

1. Tegakan Umur 4 Tahun di Areal Mekanis dan Tumpangsari (VM4=Mekanis umur 4 tahun, VT4=Tumpangsari umur 4 tahun)

Two-Sample T-Test and CI: VM4; VT4 Two-sample T for VM4 vs VT4

N Mean StDev SE Mean VM4 34 0,1691 0,0510 0,0087 VT4 37 0,1971 0,0734 0,012 Difference = mu (VM4) - mu (VT4) Estimate for difference: -0,027996

95% CI for difference: (-0,058166; 0,002174)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -1,85 P-Value = 0,068 DF = 69 Both use Pooled StDev = 0,0637

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara VM4,VT4

2. Tegakan Umur 3 Tahun di Areal Mekanis dan Tumpangsari (VM3=Mekanis umur 3 tahun, VT3=Tumpangsari umur 3 tahun)

Two-Sample T-Test and CI: VM3; VT3 Two-sample T for VM3 vs VT3

N Mean StDev SE Mean VM3 50 0,086 0,126 0,018 VT3 51 0,0975 0,0327 0,0046

Difference = mu (VM3) - mu (VT3) Estimate for difference: -0,011126

95% CI for difference: (-0,047343; 0,025091)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -0,61 P-Value = 0,544 DF = 99 Both use Pooled StDev = 0,0917

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara VM3 dan VT3

Two-Sample T-Test and CI: VM2; VT2 Two-sample T for VM2 vs VT2

N Mean StDev SE Mean VM2 51 0,0293 0,0167 0,0023 VT2 53 0,0566 0,0180 0,0025

Difference = mu (VM2) - mu (VT2) Estimate for difference: -0,027274

95% CI for difference: (-0,034032; -0,020517)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -8,01 P-Value = 0,000 DF = 102 Both use Pooled StDev = 0,0174

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara VM2 dan VT2

4. Tegakan Umur 1 Tahun di Areal Mekanis dan Tumpangsari (VM1=Mekanis umur 1 tahun, VT1=Tumpangsari umur 1 tahun)

Two-Sample T-Test and CI: VM1; VT1 Two-sample T for VM1 vs VT1

N Mean StDev SE Mean

VM1 120 0,0019183 0,0000410 0,0000037 VT1 120 0,002279 0,000207 0,000019

Difference = mu (VM1) - mu (VT1) Estimate for difference: -0,000361

95% CI for difference: (-0,000399; -0,000323)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -18,77 P-Value = 0,000 DF = 238

Both use Pooled StDev = 0,0001

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara VM1,VT1

1. Tegakan Umur 4 Tahun (DM4=Diameter di areal Mekanis TM 4=Diameter di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: DM4; DT4 Two-sample T for DM4 vs DT4

N Mean StDev SE Mean DM4 34 18,46 2,38 0,41 DT4 37 18,62 2,68 0,44

Difference = mu (DM4) - mu (DT4) Estimate for difference: -0,156916

95% CI for difference: (-1,361389; 1,047558)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -0,26 P-Value = 0,796 DF = 69 Both use Pooled StDev = 2,5414

Kesimpulan : p-value >0,05, maka tolak Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara DM4,DT4

2. Tegakan Umur 4 Tahun (TM4=Tinggi di areal Mekanis TT 4=Tinggi di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: TM4; TT4 Two-sample T for TM4 vs TT4

N Mean StDev SE Mean TM4 34 17,04 1,10 0,19 TT4 37 19,35 1,77 0,29 Difference = mu (TM4) - mu (TT4) Estimate for difference: -2,30723

95% CI for difference: (-3,01208; -1,60239)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -6,53 P-Value = 0,000 DF = 69 Both use Pooled StDev = 1,4872

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara TM4,TT4

3. Tegakan Umur 3 Tahun (DM3=Diameter di areal Mekanis DT3=Diameter di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: DM3; DT3 Two-sample T for DM3 vs DT3

Difference = mu (DM3) - mu (DT3) Estimate for difference: -1,03541

95% CI for difference: (-5,06885; 2,99803)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -0,51 P-Value = 0,612 DF = 99 Both use Pooled StDev = 10,2140

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara DM3,DT3

4. Tegakan Umur 3 Tahun (TM3=Tinggi di areal Mekanis TT 3=Tinggi di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: TM3; TT3 Two-sample T for TM3 vs TT3

N Mean StDev SE Mean TM3 50 13,2 1,44 2,0 TT3 51 16,24 1,56 0,22 Difference = mu (TM3) - mu (TT3) Estimate for difference: -3,04129

95% CI for difference: (-7,06233; 0,97974)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -1,50 P-Value = 0,137 DF = 99 Both use Pooled StDev = 10,1826

Kesimpulan : p-value >0,05, maka terima Ho atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara TM3,TT3

5. Tegakan Umur 2 Tahun (DM2=Diameter di areal Mekanis DT2=Diameter di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: DM2; DT2 Two-sample T for DM2 vs DT2

N Mean StDev SE Mean DM2 51 9,68 2,83 0,40 DT2 53 12,90 1,65 0,23

Difference = mu (DM2) - mu (DT2) Estimate for difference: -3,22149

95% CI for difference: (-4,11772; -2,32527)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -7,13 P-Value = 0,000 DF = 102 Both use Pooled StDev = 2,3035

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara DM2,DT2

Two-Sample T-Test and CI: TM2; TT2 Two-sample T for TM2 vs TT2

N Mean StDev SE Mean TM2 51 8,88 2,01 0,28 TT2 53 11,32 1,21 0,17

Difference = mu (TM2) - mu (TT2) Estimate for difference: -2,43840

95% CI for difference: (-3,07995; -1,79685)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -7,54 P-Value = 0,000 DF = 102 Both use Pooled StDev = 1,6489

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara TM2,TT2

7. Tegakan Umur 6 bulan (DM1=Diameter di areal Mekanis DT1=Diameter di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: DM1; DT1 Two-sample T for DM1 vs DT1

N Mean StDev SE Mean DM1 120 1,048 0,302 0,028 DT1 120 2,270 0,570 0,052 Difference = mu (DM1) - mu (DT1) Estimate for difference: -1,22250

95% CI for difference: (-1,33853; -1,10647)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -20,76 P-Value = 0,000 DF = 238

Both use Pooled StDev = 0,4562

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara DM1,DT1

8. Tegakan Umur 6 bulan (TM1=Tinggi di areal Mekanis TT1=Tinggi di areal tumpangsari)

Two-Sample T-Test and CI: TM1; TT1 Two-sample T for TM1 vs TT1

Difference = mu (TM1) - mu (TT1) Estimate for difference: -1,52917

95% CI for difference: (-1,63081; -1,42752)

T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = -29,64 P-Value = 0,000 DF = 238 Both use Pooled StDev = 0,3997

Kesimpulan : p-value <0,05, maka tolak Ho atau ada perbedaan yang signifikan antara TM1,TT1

Dokumen terkait