• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen BUKU PINTAR (Halaman 97-130)

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 95

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 96 6. Sutarjo Untung Suseno, Johan PR, Budijanto D, et al. Profil Kesehatan

Indonesia Tahun 2015. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia;

2016.

7. Sukawati Abu Bakar. Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Berencana (Dalam Tanya Jawab) : Keluarga Kecil Yang Bahagia Dan Sejahtera. Jakarta: Rajawali Press; 2014.

8. LAGIZI. Gizi Anak [Internet]. Health & Nutrition Services. 2015 [cited 2020 Nov 23]. Available from: http://lagizi.com/gizi-anak/

9. Jane MacDougall. Kehamilan Minggu demi Minggu. Jakarta:

Erlangga; 2003.

10. Husnah H. Nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. JKS. 2017 Dec 1;17(3):179–83.

11. Hamid F, Thaha AR, Salam A. Analisis Faktor Risiko Kekurangan energi Kronik (KEK) pada Wanita Prakonsepsi di Kota Makassar.

Kesehatan Masyarakat. 2005;2(1):257–63.

12. Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 97 Percepatan Perbaikan Gizi. Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia; 2013.

13. Inayati PC. Hubungan antara Status Gizi dan Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Santri Putri Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Tahun 2009 [Internet] [Undergraduated Thesis]. [Semarang, Indonesia]:

Universitas Negeri Semarang; 2009 [cited 2020 Nov 20]. Available from: https://lib.unnes.ac.id/1384/

14. Taqhi SA. Gambaran Sistem Penyelenggaraan Makanan di Pondok Pesantren Hubulo Gorontalo. MKMI. 2014;10(4):241–7.

15. Asriani, A. Asmawati Azis, Halifah Pagarra. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Dengan Hasil Belajar IPA Siswa Pesantren MTs Di Kabupaten Buru | Asriani | Seminar Nasional Biologi. Jurnal IPA Terpadu. 2018;1(2):50–6.

16. Ariyani DE, Achadi EL, Irawati A. Validity Mid-Upper Arm Curcumference to Detect Chronic Energy Malnutrition Risk of Indonesia Women. Kesmas: National Public Health Journal. 2012 Sep 1;7(2):83.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 98 17. Anonymous. Karakteristik santri pondok pesantren Benda Kerep

Kota Cirebon. p. 72–106.

18. Purwoko D, Jahi A, Asngari PS, Gani DS, Hisyam M. Hubungan karakteristik santri dengan persepsi mereka tentang kemandirian di pondok pesantren. Jurnal Penyuluhan. 2007;3(2):71–7.

19. Stopler T. Medical nutrition therapy for anemia. In: Krause’s food, nutrition, and diet therapy. 12th ed. Philadelpia: WB Saunders; 2008.

p. 781.

20. Indartanti D, Kartini A. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Journal of Nutrition College.

2014;3(2):310–6.

21. U.S. Department of Health and Human Services. Your Guide to Anemia. United State of America: National Heart Lung and Blood Institute; 2011.

22. Guyton A. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 13th ed. Jakarta: EGC;

2019.

23. Kusumawati E, Lusiana N, Mustika I, Hidayati S, Andyarini EN. The Differences in the Result of Examination of Adolescent Hemoglobin

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 99 Levels Using Sahli And Digital Methods (Easy Touch GCHb). Jour Health Sci Prev. 2018 Oct 2;2(2):95–9.

24. Febianty N. Perbandingan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Dengan Menggunakan Metode Sahli dan Autoanalyzer Pada Orang Normal [Internet] [Undergraduated Thesis]. [Bandung]: Universitas Kristen Maranatha; 2013 [cited 2020 Nov 23]. Available from:

http://repository.maranatha.edu/12228/

25. Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2013 (RISKESDAS 2013). Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.

26. World Health Organization (WHO). World Health Statistic.

Geneva: World Health Organization; 2015.

27. Purwandari ES. Comparison Anemia In Adolescent Girls Who Stay At Pondok Pesantren And At Home In Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darussalam Kepung Kediri. J I K E B. 2018 Sep 25;4(2):114–

9.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 100 28. Syah MNH, Asna AF. Risiko Gangguan Makan Dan Kejadian Anemia

Pada Mahasiswa Putri Program Studi S1 Gizi Stikes Mitra Keluarga.

Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2018 Jul 20;2(1):1–6.

29. Rosida H. Hubungan Kebiasaan Sarapan, Tingkat Kecukupan Energi dan Gizi Makro dengan Status Gizi pada Siswa Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran, Sidoarjo. MGI. 2018 Apr 20;12(2):116.

30. Sriningrat IGAA, Yuliyatni PCD, Ani LS. Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Kota Denpasar. E-Jurnal Medika Udayana. 2019 Feb 20;8(2):1–6.

31. Panyuluh DC, Prabamukti PN, Riyanti E. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penyebab Anemia pada Santriwati Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip). 2018 May 1;6(2):156–62.

32. Dian Purwitaningtyas Kirana. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMAN 2 Semarang [Internet] [Undergraduated Thesis]. [Semarang, Indonesia]: Diponegoro University; 2011 [cited 2020 Nov 23].

Available from: http://eprints.undip.ac.id/32594/

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 101 33. Siswanto Y, Widyawati SA. Kajian Anemia pada Siswi SMA di

Kabupaten Semarang. MUSWIL IPEMI Jateng. 2016;45–54.

34. Zidni IN, Waryana W, Almira Sitasari AS, Irianton Aritonang IA.

Pengaruh Penyuluhan Gizi dengan Media Aplikasi Mobile “Stop Anemia” terhadap Pengetahuan tentang Anemia dan Sikap dalam Mencegah Anemia pada Remaja Putri di Desa Tridadi Kabupaten Sleman [Internet] [Undergraduated Thesis]. [Yogyakarta]: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; 2018 [cited 2020 Nov 23]. Available from:

http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/545/

35. Amalia A, Tjiptaningrum A. Diagnosis dan Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi. Jurnal Majority. 2016 Dec 1;5(5):166–9.

36. Warrilow G, Kirkham C, Ismail K, Wyatt K, Dimmock P, O’Brien P.

Quantification of menstrual blood loss. The Obstetrician &

Gynaecologist. 2004 Apr 1;6:88–92.

37. Kristianti S, Wibowo TA, Winarsih W. Hubungan Anemia dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Imogiri, Bantul, Yogyakarta Tahun 2013. Jurnal Studi Pemuda. 2016 Jun 22;3(1):33–8.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 102 38. Turnham DI, Northrop-Clewes CA. Infection and the etiology of

anemia. In: Nutritional Anemia. First Edition. Basel: Sight and Life Press; 2007.

39. Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.

40. World Health Organization (WHO). Soil-transmitted helminth infections [Internet]. 2020 [cited 2020 Nov 23]. Available from:

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections

41. Nurmayani D, Ernawati F, Jannah M. Investasi Kecacingan Dengan Kadar Hemoglobin Pada Anak Dipesisir Pantai Dusun Seriwe Desa Seriwe. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS). 2019 Sep 6;6(2):135–

9.

42. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penanggulangan Anemia Gizi untuk Remaja Putri dan Wanita Usia Subur [Internet]. Depkes RI;

2011 [cited 2020 Nov 23]. Available from:

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 103 https://docplayer.info/160293-Pedoman-penanggulangan-anemia-gizi-untuk-remaja-putri-dan-wanita-usia-subur.html

43. Masthalina H. Pola Konsumsi (Faktor Inhibitor dan Enhancer Fe) terhadap Status Anemia Remaja Putri. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015 Sep 11;11(1):80–6.

44. Chan L-N, Mike LA. The science and practice of micronutrient supplementations in nutritional anemia: an evidence-based review.

JPEN J Parenter Enteral Nutr. 2014 Aug;38(6):656–72.

45. Vandevijvere S, Michels N, Verstraete S, Ferrari M, Leclercq C, Cuenca-García M, et al. Intake and dietary sources of haem and non-haem iron among European adolescents and their association with iron status and different lifestyle and socio-economic factors. Eur J Clin Nutr. 2013 Jul;67(7):765–72.

46. Skolmowska D, Głąbska D. Analysis of Heme and Non-Heme Iron Intake and Iron Dietary Sources in Adolescent Menstruating Females in a National Polish Sample. Nutrients. 2019 May 10;11(5):1049.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 104 47. Hooda J, Shah A, Zhang L. Heme, an Essential Nutrient from Dietary

Proteins, Critically Impacts Diverse Physiological and Pathological Processes. Nutrients. 2014 Mar 13;6(3):1080–102.

48. Young I, Parker HM, Rangan A, Prvan T, Cook RL, Donges CE, et al.

Association between Haem and Non-Haem Iron Intake and Serum Ferritin in Healthy Young Women. Nutrients. 2018 Jan 12;10(1):81.

49. Hurrell R, Egli I. Iron bioavailability and dietary reference values. Am J Clin Nutr. 2010 May;91(5):1461S-1467S.

50. Wahdah R, Setyowati H, Salafas E. Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia di Pondok Pesantren Al-Mas’udiyah Puteri 2 Bleter Kabupaten Semarang Tahun 2019. Journal of Holistics and Health Science. 2019 Sep 3;1(1):34–44.

51. Arima LAT, Murbawani EA, Wijayanti HS. Hubungan Asupan Zat Besi Heme, Zat Besi Non-Heme dan Fase Menstruasi dengan Serum Feritin Remaja Putri. Journal of Nutrition College. 2019 May 14;8(2):87–94.

52. De Benoist B, World Health Organization, Centers for Disease Control and Prevention (U.S.). Worldwide prevalence of anaemia

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 105 1993-2005 of: WHO Global Database of anaemia [Internet]. Geneva:

World Health Organization; 2008 [cited 2020 Nov 23]. Available from:

http://whqlibdoc.who.int/publications/2008/9789241596657_eng.pd f

53. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.

54. Triyonate EM, Kartini A. Faktor Determinan Anemia pada Wanita Dewasa Usia 23-35 tahun. Journal of Nutrition College. 2015 Jun 1;4(3):259–63.

55. Putri S, Sri Sumarmi M. Perbandingan Konsumsi Zat Gizi, Status Gizi, dan Kadar Hemoglobin Pengantin Wanita di Wilayah Pantai dan Pertanian Kabupaten Probolinggo. Media Gizi Indonesia. 2013 Jan 1;9(1):72–7.

56. Istiany A. Gizi Terapan. Bandung: Remaja Rosdakarya; 2019.

57. Adriani M, Wirjatmadi B. Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Vol.

2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 106 58. Citrakesumasari. Anemia Gizi, Masalah dan Pencegahannya.

Yogyakarta: Kalika; 2012. 28 p.

59. Krause MV, Raymond JL. Krause’s Food & Nutrition Therapy.

Saunders/Elsevier; 2008. 1352 p.

60. Elizabeth J. Corwin. Buku Saku Patofisiologi. 3rd ed. Jakarta: EGC;

2007. 886 p.

61. Murray R, W.Rodwell V. Biokimia Harper. 27th Ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran; 2009.

62. Syatriani S, Aryani A. Konsumsi Makanan dan Kejadian Anemia pada Siswi Salah Satu SMP di Kota Makassar. Kesmas: National Public Health Journal. 2010 Jun 1;4(6):251.

63. Hardinsyah, I Dewa Nyoman Supariasa. Ilmu Gizi, Teori, dan Aplikasi. Jakarta: EGC, Penerbit Buku Kedokteran; 2016.

64. Nelms M, Sucher KP, Lacey K, Roth SL. Nutrition Therapy and Pathophysiology. USA: Cengage Learning; 2010. 1080 p.

65. Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta. Kesehatan Remaja: Problem dan Solusinya. 1st ed. Jakarta: Salemba Medika; 2012.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 107 66. Merryana Adriani SKM, R. Bambang Wirjatmadi. Pengantar gizi

masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012.

67. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia Tahun 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.

68. Sholihah N, Andari S, Wirjatmadi B. Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Vitamin C, Zat Besi dan Asam Folat dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri SMAN 4 Surabaya. Amerta Nutrition. 2019 Sep 9;3(3):135–41.

69. Sholicha CA, Muniroh L. Hubungan Asupan Zat Besi, Protein, Vitamin C, dan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMAN 1 Manyar Gresik. Media Gizi Indonesia. 2019 Jul 1;14(2):147–53.

70. Zimmermann MB, Biebinger R, Rohner F, Dib A, Zeder C, Hurrell RF, et al. Vitamin A supplementation in children with poor vitamin A and iron status increases erythropoietin and hemoglobin concentrations without changing total body iron. Am J Clin Nutr. 2006 Sep;84(3):580–6.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 108 71. Safwan A, Farzana Asar. Association between Hemoglobin status

with Vitamin C Intake. AOWMC [Internet]. 2017 Jan 20 [cited 2020 Nov 24];6(1). Available from: https://medcraveonline.com /AOWMC/association-between-hemoglobin-status-with-vitamin-c-intake.html

72. Akib A, Sumarmi S. Kebiasaan Makan Remaja Putri yang Berhubungan dengan Anemia : Kajian Positive Deviance. Amerta Nutrition. 2017 Oct 23;1(2):105–16.

73. Shi Z, Zhen S, Wittert GA, Yuan B, Zuo H, Taylor AW. Inadequate Riboflavin Intake and Anemia Risk in a Chinese Population: Five-Year Follow Up of the Jiangsu Nutrition Study. PLoS One. 2014 Feb 12;9(2):e88862.

74. Cendani C, Murbawani EA. Asupan Mikronutrien, Kadar Hemoglobin dan Kesegaran Jasmani Remaja Putri. MEDIA MEDIKA INDONESIANA. 2011;45(1):26–33.

75. Paul L, Selhub J. Interaction between excess folate and low vitamin B12 status. Molecular Aspects of Medicine.

2016;53:10.1016/j.mam.2016.11.004.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 109 76. Dewi RC. Pengaruh suplementasi tablet tambah darah (TTD), seng

dan vitamin A terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. MKM.

2008;3(1):12–9.

77. Sahana ON, Sumarmi S. Hubungan Asupan Mikronutrien dengan Kadar Hemoglobin pada Wanita Usia Subur (WUS). Media Gizi Indonesia. 2015;10(2):184–91.

78. Desmiaty Y, Ratih H, Dewi MA, Agustín R. Penentuan jumlah tanin total pada daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) dan daun sambang darah (Excoecaria bicolor Hassk.) secara kolorimetri dengan pereaksi biru prusia. Ortocarpus. 2008;8:106–109.

79. World Health Organization (WHO). Iron deficiency anaemia:

assessment, prevention and control [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2001 [cited 2020 Nov 25]. 114 p. Available from:

http://www.who.int/nutrition/publications/micronutrients/anaemia _iron_deficiency/WHO_NHD_01.3/en/

80. Simanungkalit SF, Simarmata OS. Pengetahuan dan Perilaku Konsumsi Remaja Putri yang Berhubungan dengan Status Anemia.

Buletin Penelitian Kesehatan. 2019 Dec 20;47(3):175–82.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 110 81. Marina M, Indriasari R, Jafar N. Konsumsi Tanin dan Fitat sebagai

Determinan Penyebab Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 10 Makassar. MKMI. 2015;11(1):50–8.

82. Mascitelli L, Goldstein MR. Inhibition of iron absorption by polyphenols as an anti-cancer mechanism. QJM. 2011 May 1;104(5):459–61.

83. Hurrell RF, Reddy MB, Juillerat M-A, Cook JD. Degradation of phytic acid in cereal porridges improves iron absorption by human subjects.

Am J Clin Nutr. 2003 May 1;77(5):1213–9.

84. Susetyowati. Gizi Remaja. In: Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi. Jakarta:

EGC; 2016. p. 160–4.

85. Pratiwi R, Widari D. Hubungan Konsumsi Sumber Pangan Enhancer Dan Inhibitor Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil.

Amerta Nutrition. 2018 Sep 28;2(3):283–91.

86. Hallberg L, Brune M, Rossander L. Iron absorption in man: ascorbic acid and dose-dependent inhibition by phytate. Am J Clin Nutr. 1989 Jan;49(1):140–4.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 111 87. Fadila I, Kurniawati H. Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja

Puteri sebagai Pilar Menuju Peningkatan Kesehatan Ibu. Prosiding Seminar Nasional FMIPA-UT 2018: Peran Matematika, Sains, dan Teknologi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 2018 Oct 4;78–89.

88. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia;

2016.

89. Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2014 tentang standar tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.

90. Siahaan NR. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Anemia pada Remaja Putri di Wilayah Kota Depok Tahun 2011 (Analisis Data Sekunder Survei Anemia Remaja Putri Dinas Kesehatan Kota Depok Tahun 2011) [Undergraduated Thesis].

[Jakarta]: Universitas Indonesia; 2012.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 112 91. Joshi M, Gumashta R. Weekly iron folate supplementation in

adolescent girls--an effective nutritional measure for the management of iron deficiency anaemia. Glob J Health Sci. 2013 Mar 20;5(3):188–

94.

92. Falkingham M, Abdelhamid A, Curtis P, Fairweather-Tait S, Dye L, Hooper L. The effects of oral iron supplementation on cognition in older children and adults: a systematic review and meta-analysis.

Nutr J. 2010 Jan 25;9(4):1–16.

93. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Surat Edaran tentang Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016.

94. Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2018 (RISKESDAS 2018). Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.

95. Noky Tri Rachmadianto. Efektifitas Pemberian Tablet Fe terhadap kadar Hb Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan [Undergraduated Thesis]. [Surakarta, Indonesia]:

Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2014.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 113 96. Nuradhiani A, Briawan D, Dwiriani CM. Dukungan guru

meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kota Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan. 2017;12(3):153–60.

97. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Biro pendidikan diniyah dan pondok pesantren. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.

98. Sudrajat AS, Sinaga T. Analisis Biaya Makan Terhadap Ketersediaan Makanan serta Tingkat Kecukupan Gizi Santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut. GIZI INDONESIA. 2017 Jan 19;39(2):115–24.

99. Pemerintah Kabupaten Karawang. Membangun pola hidup bersih dan sehat melalui poskestren dengan memberdayakan santri [Internet]. 2016 [cited 2020 Feb 25]. Available from:

https://karawangkab.go.id/

100. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat. In: Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2269/MENKES/PER/XI/2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2011. p. 9.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 114 101. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman penyelenggaraan pesantren

sehat. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; 2019. iii p.

102. Akmal SC, Semiarty R, Gayatri G. Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies Di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum, Palarik Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2013.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2013 Sep 1;2(3):164–7.

103. Ma’rufi I, Istiaji E, Witcahyo E. Hubungan Perilaku Sehat Santri dengan Kejadian Scabies di Pondok Pesantren Kabupaten Lamongan.

IKESMA. 2012 Sep 1;8(2):119–29.

104. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman penyelenggaraan dan pembinaan pos kesehatan pesantren. In: Laporan Peraturan Menteri Kesehatan No 1 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren. Jakarta; 2013. p. 9–12.

105. Yahya A. Meletakkan pondasi kesehatan di Pesantren [Internet].

2017 [cited 2020 Feb 25]. Available from: https://www.nu.or.id/

106. Fahham AM. Sanitasi dan dampaknya bagi kesehatan: studi dari pesantren. Jurnal Masalah-Masalah Sosial. 2019;10(1):33–47.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 115 107. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019a). Buku Panduan

untuk Siswa: Aksi bergizi, hidup sehat sejak sekarang untuk remaja kekinian (1st

ed.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

108. SEAMEO RECFON, & Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2016). Gizi dan Kesehatan Remaja: Buku Pegangan dan Kumpulan Rencana Ajar untuk Guru Sekolah Menengah Pertama (1st ed.). SEAMEO

RECFON dan Kemendikbud RI.

109. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014b). Pedoman Gizi Seimbang. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

http://gizi.depkes.go.id/download/Pedoman%20 Gizi/PGS%20Ok.pdf

110. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019b). Remaja Sehat Penuh Gizi (1st ed.). Kementerian Kesehatan RI.

111. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014a). Leaflet Isi Piringku. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

http://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f 00/files LEAFLET-ISI-PIRINGKU-ilovepdf-compressed_1011.pdf

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 116 112. Menteri Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia nomor 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://kesmas.kemkes.go.id/perpu/

konten/permenkes/pmk-no.-41-ttg-pedoman-gizi-seimbang.

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 117

LAMPIRAN

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 118

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 119

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 120

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 121

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 122

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 123

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 124

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 125

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 126

Buku Pintar Santri Bebas Anemia | 127

Dalam dokumen BUKU PINTAR (Halaman 97-130)

Dokumen terkait