• Tidak ada hasil yang ditemukan

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Luas panen produktivitas produksi tanaman padi provinsi Indonesia. [internet]. [diunduh 2012 Agustus 01]. tersedia pada http://bps.go.id.

Abidin Z. 1983. Dasar-dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Bandung (ID). Angkasa.

Akter A, Ali E, Islam MMZ, Karimand R, Razzaque AHM. 2007. Effect of GA3 on growth and yield of mustard. Int J Sustain Crop Prod. 2(2):16-20.

Andreani, PA., D Murdono, Suprihati. 2012. Stadia pertumbuhan tetua padi hibrida untuk sinkronisasi pembugaan dan dalam rangka memaksimumkan peoduksi benih padi hibrida Mapan P02. Agric. 24(1):53-61.

Annis DC, Terry WS, Paul TG. 1992. Photoperiod and gibberellic acid modify growth and flowering of Craspedia globosa. HortSience. 27(10): 1082-1084 Berkelar D. 2001. Sistem Intensifikasi Padi (The Sistem of Rice Intensification-SRI): Sedikit Dapat Memberi Lebih Banyak. Hal 7 Terjemahan Echo, Inc. 17391 Durrance Rd. North Ft. Myyers FL 33917. USA

Biradarpatil NK, Shekhargouda M. 2006. Cost effective techniques for enhancing seed yield and quality of hybrid rice. Karnataka J Agric Sci.19(2):291-297. Budiarto K, Wuryaningsih S. 2007. Respon pembungaan beberapa kultivar

anthurium bunga potong. Agritrop. 2(26): 51-56.

Chaari-Rkhis A, Maalej M, Messoud OS. Drira N. 2006. In vitro vegetative growth and flowering of olive tree in response to GA3 treatment. African J Biotech. 5(22). 2097-2302.

Chen J, Henry RJ, McConnel db, Cadwell RD. 2003. Gibberallic acid effect growth

and flowering of philodendron ‘Black Cardinal’. Plant Growth Regulation. 41 (1):1-6.

Copeland LO. 1976. Principles of Seed Science and Technology. Burgess Publishing Company, Minneapolis, Minnesota. 369p.

Davies PJ. 1995. Plant Hormones Physiology Biochemistry And Molecular Biology. Ed ke-2. London (GB): Kluwer Acag Publ.

Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan. 2014. Padi hibrida solusi peningkatan produksi padi. [internet]. [diunduh 2014 April 22]. Tersedia pada http://pusdatin.setjen.deptan.go.id

Gavino RB, Pi Y, Abon JCC. 2008. Application of geberellic acid (GA3) in dosages for three hybrid rice seed production in the Philippines. J Agricul Technol. 4(1): 183-192.

Goldsworthy PR, Fisher NM. 1996. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Yogya karta (ID): Gajah Mada University Press.

Grist DH. 1953. Rice. London (UK): Longman Green.

Hopkin WG. 1995. Introduction to Plant Physiology. Singapore (SG): Jhon Wiley & Sons, Inc.

Justice OL, Bass LN. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Terjemahan Roesli R. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Terjemahan dari: Principles and Practices of Seed Storage.

31 Kapoor N, Arya A, Shidiqui MA, Kumar H, Amir A. 2011. Physiological and biochemical changes during seed deterioration in aged seeds of rice (Oryza sativa L.). American Journal of Plant Physiology. 6(1):28-35.

Kusumo S. 1990. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor (ID). CV Yasaguna. Mettananda, K.A., S.L. Weerasena and Y. Liyanage. 2002. Storability of rice

(Oryza sativa L.) seed in improved warehouse. [internet]. [diunduh 2016 Juli 09]. Tersedia pada http://www.goviya.lk.

Mugnisjah WQ, A Setiawan. 1990. Pengantar Produksi Benih. Rajawali Press. Jakarta. 610p.

Peijin HK, Maruyama, Sharma HL. 1994. Advances in hybrid rice seed production technology. Di dalam: Virmani SS, editor. Hybrid rice technology new depelopments and future prospects. Los Banos Philippines (PH): IRRI. Hlm 63-70.

Purwono, Purnamawati H. 2009. Budidaya Delapan Jenis Tanaman Pangan Unggul. Jakarta (ID). Penebar Swadaya.

Rumanti IA, Purwoko BS, Dewi IS, Aswidinnoor H, Satoto. 2014. Morfologi bunga dan korelasinya terhadap kemampuan menyerbuk silang galur mandul jantan padi. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 33(2):109-115.

Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 3. Lukman DR, Sumaryono, penerjemah. Bandung (ID): ITB. Terjemahan dari: Plant Physiology.

Satoto, Rumanti IA. 2011. Peranan galur mandul jantan dalam perakitan dan pengembangan padi hibrida. Iptek Tanaman Pangan. 6(1):14-29.

Satoto, Suprihatno B. 2008. Pengembangan padi hibrida di Indonesia. Iptek Tanaman Pangan. 3(1):27-40.

Sheeba AP, Vivekanandan, Ibrahim SM. 2006. Genetic variability for floral traits influencing outcrossing in the CMS lines of rice. Indian J Agric Res 40(4):272-276.

Sponsel VM. 1995. Gibberellin Biosynthesis and Metabolism In Davies PJ. (Ed).Plant Hormones physiology, Biochemistry, and molecular biology. Doerdrecht (NL). Kluwer.

Srivastava JP, Yadav RDS, Vimal SC. 2008. Improving stress management through seed enhancement in hybrid rice. [internet]. [diunduh 2014 September 06]. Tersedia pada http://www.crop research.org.

Suhartanto MR. 2012. Teknologi Penyimpanan dan Produksi Benih. Dalam: Widajati E, et al. (Eds). Dasar Ilmu dan Teknologi Benih. Edisi Pertama. Bogor (ID): IPB Press.

Sukirman, Warsono, Maulana. 2006. Teknik produksi benih untuk keperluan uji daya hasil padi hibrida. Buletin Teknik Pertanian. 11(2):84-88.

Sun T. 2004. Gibberellin Signal Transduction in Stem Elongation and Leaf Growth. In: Plant Hormones, Biosynthesis, Signal transduction, Action, Davies P.J. (eds). Netherlands (ND): Kluwer Academic Publ.

Susilawati PN, Surahman M, Purwoko BS, Suharsi TK. 2014a. Pengaruh aplikasi asam giberelin (GA3) terhadap hasil benih padi hibrida. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 17(2)

Susilawati PN, Surahman M, Purwoko BS, Suharsi TK. 2014b. Effect of ga3

concentration on hybrid rice seed production in Indonesia. Int J of Applied Science and Technology. 4(2):143-148.

32

Susilawati PN. 2014. Pengembangan metode produksi, pengolahan dan penyimpanan benih padi hibrida. [Disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Suwarno FC, Sari M, Manggung RER. 2014. Viabilitas awal, daya simpan dan invigorasi benih kemangi (Ocimum basilicum L.). J Agron Indonesia. 42(1):39-43

Suwarno, Suprihatno B, Satoto, Abdullah B, Nugraha US, Widiarta IN. 2003. Panduan Teknik Produksi Benih dan Pengembangan Padi Hibrida. Bogor (ID). Deptan.

Suwarno. 2004. Pemulian dan pengembangan varietas padi hibrida di Indonesia. Makalah seminar Nasional padi hibrida Institut Pertanian Bogor. Bogor. Taiz L, Zaiger E. 1991. Plant Physiology. The Benjamin/Cummings Publishing

Company. Inc. New York.

Tiwari DK, Pandey P, Giri SP, Dwivedi JL. 2011. Effect of GA3 and other plant growth regulators on hybrid rice seed production. Asian Journal of Plant Sciences. 10(1): 133-139.

Toharudin M. Sutomo H. 2013. Pengaruh pemberian pupuk nitrogen dan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap serapan N, pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) kultivar Inpari 10. J. Agroswagati. 2(2):12-22.

Virmani SS, Sharma HL. 1993. Manual for Hybrid Rice Seed Production. Manila. Philippines (PH). IRRI.

Virmani, S.S. 1994. Heterosis and hybrid rice breeding. Monograps on Theoretical and Applied Genetics 22. IRRI.

Wattimena GA. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor (ID). PAU-IPB. Institut Pertanian Bogor.

Weaver RJ. 1972. Plant Growth Substances in Agriculture. San Fransisco (US): Freeman and Co.

Widyastuti Y, Rumanti IA, Satoto. 2007. Studi keragaman karakter bunga yang mendukung persilangan alami padi. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 26(1):14-19.

Widyastuti Y, Rumanti IA, Satoto. 2012. Perilaku pembungaan galur-galur tetua padi hibrida. Iptek Tanaman Pangan. 7(2):67-78.

Wilkins MB. 1989. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan Sutedjo M, Kartasapoetra AG. Jakarta (ID): Gramedia.

Wuryaningsih S, Sutater T.1993.Pengaruh zat pengatur tumbuh dan pupuk n terhadap pertumbuhan dan produksi bunga krisan standard warna putih. Buletin Penelitian Tanaman Hias. 1(1):47-56.

Yin C, Gan L, Denny Ng, Zhou X, Xia K. 2007. Decreases panicle-derived indole-3-acetic acid reduces gibberelin A1 level in the uppermost internode, causing panicle enclosure in male sterile rice Zhenshan 97A. Journal of Experimental Botany. 58(10):2441-2449.

Yursak. 2003. Induksi pembungaan dan nomor persilangan interspesifik lili (Lilium spp) melalui aplikasi giberelin dan modifikasi fotoperiodisitas [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Zuhriyah, DT. 2004. Pengaruh konsentrasi giberelin (GA3) dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman krisan (Chrysantheum morifolium Ram) [Tesis]. Lampung (ID): Universitas Lampung.

33

34

Lampiran 1 Deskripsi Padi Varietas Hipa-8

Nomor SK Mentan : 2535/Kpts/SR.120/6/2009

No seleksi : H51

Asal : A1/PK21

Golongan : Cere

Umur tanaman : 110 - 122 hari Bentuk Tanaman : Tegak

Tinggi Tanaman : 120 – 130 cm Anakan Produktif : 14 – 18 batang

Warna Kaki : Hijau

Warna Telinga Daun : Hijau

Warna Daun : Hijau

Permukaan Daun : Kasar Posisi Daun Bendera : Tegak Warna Batang : Hijau Bentuk Gabah : Sedang

Warna Gabah : Kuning

Rata-rata Hasil : ± 7.5 t/ha Potensi Hasil : 10.4 t/ha Bobot 1000 butir : ± 29.5 g Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 22,7%

Kerebahan : Agak rentan

Kerontokan : Sedang

Ketahanan terhadap Hama : Rentan terhadap wereng coklat biotipe 3 Ketahanan terhadap

Penyakit

: Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV , agak rentan terhadap hawar daun bakteri strain VIII, rentan terhadap virus tungro Pemulia : Satoto, Sudibyo T. W Utomo, Murdhani

Direja

Peneliti : Yudhistira Nugraha, Agus Guswara, Yuni Widyastuti

Teknisi : Warsidi, Sonny Suharsono, Munada, Adjat Sudrajat, Prima, Ujang Sarmadi, Abdul Somad, Cecep Suparman, Suardi, Entis Sutisna

Pengusul : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan PT DuPont Indonesia

Alasan utama dilepas : Potensi hasil 10% lebih tinggi dibanding Ciherang; tahan HDB; adaptasi luas; produksi benih lebih mudah dibanding hibrida lainnya.

35 Lampiran 2 Deskripsi Padi Varietas Hipa-14

No seleksi : H183

Asal seleksi : Persilangan antara CMS A7 x Restorer PK92 Umur tanaman : ± 112 hari setelah semai

Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : ± 112 cm

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Ramping

Warna gabah : Kuning jerami

Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Sedang

Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 24,70% Berat 1000 butir : 28 gram

Rata-rata hasil : 8,4 ton/ha GKG

Potensi hasil : MK 12,1 ton/ha GKG; MH 11,8 ton/ha GKG Ketahanan terhadap

Hama :

Agak tahan terhadap Wereng Batang Coklat biotipe 2, Rentan terhadap Wereng Batang Coklat biotipe 3

Ketahanan terhadap

Penyakit :

Rentan terhadap Hawar Daun Bakteri strain VIII, Agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri strain III, Rentan terhadap virus tungro

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan irigasi dengan mengikuti anjuran PTT

Pemulia : Satoto, Murdhani Direja, Sudibyo T.W. Utomo, Yuni Widyastuti, dan Indrastuti Apri Rumanti Tahun dilepas : 2011

SK Menteri

36

Lampiran 3 Deskripsi Padi Varietas Jatim 3

No SK Mentan : 2009/Kpts/SR.120/2/2011

Asal : A6/PK88

Golongan : Indica Umur tanaman : ± 117 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 109.4 cm Anakan

Produktif : ± 16 batang Warna Kaki : Hijau Warna Telinga

Daun : Hijau

Warna Daun : Hijau Permukaan Daun : Kasar Posisi Daun

Bendera : Tegak

Warna Batang : Hijau Bentuk Gabah : Ramping Warna Gabah : Kuning jerami Kerebahan : Sedang

Kerontokan : Sedang Rata-rata Hasil : ± 8.5 t/ha Potensi Hasil : 10.7 t/ha Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 22,70% Ketahanan

terhadap Hama : Rentan terhadap wereng coklat biotipe 3 Ketahanan

terhadap Penyakit

:

Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III , rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV

Anjuran : Tidak dianjurkan ditanam di daerah endemik hama dan penyakit utama

Pemulia : Satoto, Sudibyo T. W Utomo, Murdhani Direja, Yuni Widyastuti, Indrastuti Apri R

37 Lampiran 4 Layout Percobaan

500 cm 60 cm 500 cm UL I 100 cm UL II 100 cm UL III

38

Lampiran 5 Penanaman dan penyemaian padi hibrida Jatim-3, Hipa-8 dan Hipa-14

No Varietas Galur Tanggal semai Tanggal pindah tanam 1 Jatim 3 PK88 PK88 PK88 A6 30 Maret 2015 02 April 2015 05 April 2015 15 April 2015 23 April 2015 23 April 2015 23 April 2015 06 Mei 2015 2 Hipa 8 PK21 PK21 PK21 A1 17 April 2015 20 April 2015 23 April 2015 15 April 2015 11 Mei 2015 11 Mei 2015 11 Mei 2015 06 Mei 2015 3 Hipa 14 PK92 PK92 PK92 A7 06 April 2015 09 April 2015 12 April 2015 15 April 2015 30 April 2015 30 April 2015 30 April 2015 06 Mei 2015

39

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di desa Jalamu, Padang, Sumatera Barat pada 13 Juni 1989 sebagai anak pertama dari pasangan ayah Zulkarnain dan ibu Yusnidarti. Tahun 2008 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor pada Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Tahun 2012 penulis meraih gelar Sarjana Pertanian (SP) dari perguruan tinggi yang sama. Melanjutkan pendidikan ke program master pada program studi Ilmu dan Teknologi Benih pada Program Pascasarjana IPB tahun 2013 dan menamatkannya pada tahun 2016.

Penulis pernah mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) pada tahun 2016 sebagai presenter oral dengan judul naskah Optimasi Produksi Benih Padi (Oryza sativa L.) Hibrida Melalui Aplikasi GA3.

Dokumen terkait