• Tidak ada hasil yang ditemukan

[Anonim]. 2012. Data Produksi Anggrek per Wilayah di Kota Tangerang Selatan. [Internet].Tangerang Selatan (ID): Info Tangerang; [diunduh 2013 Jan 20]. Tersedia pada: http://www.InfoTangerang.com.

[Anonim]. 2007. Prospek dan arah Pengembangan agribisnis anggrek Edisi Kedua [Internet]. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian; [diunduh 2013 Des 19]. Tersedia pada:

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Produksi Komoditas Unggulan Tanaman Hias Indonesia Tahun 2007-2011. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik DKI Jakarta.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Data Produksi, Luas Panen, Produktivitas Anggrek Tahun 2008-2011. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik DKI Jakarta.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Provinsi Penghasil Anggrek Tahun 2011.

Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik DKI Jakarta.

[Comtrade] United Nation Commodity Trade Statistic. 2013. Orchid. [diunduh 2013 Februari 30]. Tersedia pada: http://comtrade.un.org.

67 [Ditjenhorti] Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian. 2012. Nilai

PDB Hortikultura Berdasarkan Harga Berlaku tahun 2006-2010. Jakarta (ID). [diunduh 2013 Februari 30]. Tersedia pada: http://Ditjenhorti.deptan.go.id.

[Ditjenhorti] Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian. 2012. Nilai dan Volume Ekspor-Impor Anggrek Tahun 2007-2011. Jakarta (ID). [diunduh 2013 Februari 30]. Tersedia pada: http://Ditjenhorti.deptan.go.id [Ditjenhorti] Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian. 2012.

Pedoman Umum Pelaksanaan Pengembangan Hortikultura 2012. Jakarta (ID). Kementrian Pertanian Indonesia.

Aliyatillah, FM. 2009. Analisis Dayasaing dan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Komoditas Kakao di PTPN VIII Kebun Cikumpay Afdeling Rajamandala [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Asmarantaka WR. 2011. Kewirausahaan dan Dayasaing Agribisnis. Bogor (ID): IPB Press.

Basavaraj G, Rao PP, Achoth L, Reddy CR,. 2013. Assesing Competitiveness of Sweet Sorghum for Ethanol Production: A Policy Analysis Matrix Approach. Agricultural Economics Research Review [Internet]. [diunduh

2013 Nov 30]; 26(1):31-40. Tersedia

pada:

Chong ST, Ooi KB, Chang AYL, Tan BI. 2009. TQM and Competitive Advantage: A Riview and Research Agenda. International Journal of Business and Management Science [Internet]. [diunduh 2013 Feb 20]; 2(2):193-206. Tersedia pada:http://proquest.com.

Coelli, T., D.S.P. Rao, C.J. O′Donnell and G.E. Battese. 2005. An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis. Second Edition. New York (US): Springer.

Daryanto. 2007. Analisa Dayasaing Kakao Indonesia di Pasar Internasional [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Fachrodji A. 2010. Model Dayasaing Produk Gondorukem di Pasar Internasional dan Implikasinya terhadap Pengembangan Industri Gondorukem di Indonesia [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Feher I, Papp Z,. 2002. Analysisng Competitivenes of The Hungarian Agro-Food Chains. Paper Presentation at the Xth EAAE Congres ‘Exploring Diversity in the European Agri-Food system’. Zaragoza (SP) [Internet]. [diunduh 2013 Nov 30]. Tersedia pada: Gittinger JP. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Edisi Kedua.

Jakarta (ID): Universitas Indonesia.

Gumiwang R. 2012. Penjualan Anggrek: Pasar Nasional masih Terbuka Luas [Internet]. Bandung (ID): Bisnis Jabar [koran on line]; [diunduh 2013 Jan 20]. Tersedia pada: http//www. bisnis-jabar.com.

Jaya U. 2009. Prospek Agribisnis Florikultura [Internet]. Jakarta (ID): Agrina [Tabloit on line]; [diunduh 2013 Jan 20]. Tersedia pada:http/

Kadariyah K. dan Graff C. 1999. Pengantar Evaluasi Proyek. Edisi Revisi. Jakarta (ID): Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kapaj AM, Kapaj I, Halbrendt CC, Totojani O. 2010. Assesing the Comparative Advantage of Albanian Olive Oil Production. International Food

68

Agribusiness Management Review. International Food Agribusiness Management Association (IAMA) [Internet]. [diunduh 2013 Nov

30];13(1). Tersedia pada:

Kartikasari MA. 2008. Analisis Daya Saing Komoditi Tanaman Hias dan Aliran Perdagangan Anggrek Indonesia di Pasar Internasional [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Krugman, P. R. and M. Obstfeld 2004. Ekonomi Internasional. Jakarta (ID): PT Indeks Kelompok Gramedia.

Laksono, HW. 2011. Anggrek akan jadi icon Tangsel [Internet]. Jakarta (ID): Kompas [Koran on line]; [diunduh 2013 Jan 20]. Tersedia pada: http//www.kompas.com.

Mobasser HM, Rastegaripour F, Tavassoli A. 2012. Study of Effects of Policy Analysis Matrix and Relative Advantage of Rapeseed Production (Case Study: Sistan Region). International Journal of agriculture and Crop Sciences [Internet]. [diunduh 2013 Nov 30]; 4(19):1421-1425. Tersedia pada:http://www.ijagcs.com.

Monke AE, Pearson SR. 1989. Policy Analysis Matrix for Agricultural Development. New York (US) : Cornell University Press.

Morrison J. and K. Balcombe. 2002. Policy Analysis Matrices: Beyond Simple Sensitivity Analysis. Journal of International Development [Internet]. [diunduh 2013 Nov 30]; 14 (4): 459-471. Tersedia pada:

Najarzadeh R, Rezagholizadeh M, Saghaian S, Reed M, Aghaie M. 2011. The Impact of Trade Liberalization on Persian Rugs: A Policy Analysis Matrix Approach. Journal of food Distribution Research 42 [Internet]. [diunduh

2013 Nov 30]; 1(2): 89-100. Tersedia pada

Neptune L, Jacque A. 2007. Competitiveness of cocoa Production Systems in Trinidad and Tobago. Di dalam: Badrie N, editor. Food Safety and Value Added Production and Marketing of Tropical Crops in Collaboration with the 42nd Carribean Food Crops Society Meeting; 2006 July; Puerto Rico. Proceeding of the 26th West Indies Agricltural Economic Conferece. Pp 50-58 [Internet]. [diunduh 2013 Nov 30]; 1(2): 89-100. Tersedia pada

Nash, CA dan Pearce, DW. 1981. The Social Appraisal of Project. London (GB): The Mac Millan Press.

Novianti, T. 2003. Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Daya Saing Komoditas Unggulan Sayuran [tesis]. Bogor (ID): Institut Petanian Bogor. Nurmalina R., Sarianti T., dan Karyadi A. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor

(ID): Departemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor.

Oktaviani, R. 1991. Efisiensi Ekonomi dan Dampak Kebijaksanaan Insentif Pertanian pada Produksi Komoditi Pangan di Indonesia. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Pearson S, Carl G, Bahri S. 2005. Aplikasi Policy Analysis Matrix pada Pertanian Indonesia. Jakarta (ID): Yayasan Obor.

Pengelolaan Data dan Informasi Ditjen Hortikultura. 2012. Data Ekspor-Impor Anggrek Tahun 2007-201. Jakarta (ID): Direktur Jendral Hortikultura.

69 Pitelis NC. 2009. The Sustainable Competitive Advantage and Catching-Up of

Nations: FDI, Clusters, and The Liability (Asset) of Smallness.. Management International Review [Internet]. [diunduh 2013 Feb 20];49(1):95. Tersedia pada:http://proquest.com.

Porter ME. 1990. The Competitive Advantage of Nations. London (GB): Macmillan.

Porter, M.E. 1991. Strategi Bersaing. Terjemahan. Jakarta (ID): Erlangga.

Pranoto SY. 2011. Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Keuntungan dan Dayasaing Lada Putih (Muntok White Paper) di Provinsi Bangka Belitung [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Puspitasari, Eka. 2011. Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap usaha Belimbing Dewa di Kota Depok [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Rodgers A. 2008. Economic Analysis of Smallholder Rubber agroforestry System Efficiency in Jambi Indonesia [thesis]. Bogor (ID): Bogor Agricultural University.

Sagala PA. 2012. Analisis efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani anggrek

Vanda doughlas di Kelurahan Pondok Benda Kota Tangerang Selatan

[skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Salvatore D. 1994. Ekonomi Internasional. Terjemahan. Edisi Ke-5. Prentice Hall. Jakarta (ID): Erlangga.

Salvatore D. 1997. Ekonomi Internasional. Terjemahan. Edisi Ke-5. Prentice Hall Jakarta (ID): Erlangga.

Sumaryono G. 2011. Anggrek Icon Kota Tangsel [Internet]. Rakyat Merdeka [Koran on line]; diunduh pada 2012 Juni 22]. Tersedia pada:http://www.rakyatmerdeka.com.

Rochman TN. 2011. Strategi Pengembangan Nanoteknologi dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Global Agroindustri Nasional [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Ugochukwu AI, Ezedinma CI. 2011. Intensification of Rice Production systems in south-eastern Nigeria: A Policy Analysis Matrix Approach. International Journal of Agricultural Manajement and Development (IJAMAD)

[Internet]. [diunduh 2013 Nov 30]; 1(2): 89-100. Tersedia pada:

Zamroni. 2000. Dayasaing Komoditas Ekspor Pertanian. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor (ID): Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Worldbank. 2013. GDP Growth (Annual %) [Internet]. [diunduh 2013 Okt 18]. Tersedia

pada:

Worldbank. 2013. Deposit Interest Rate %.[Internet]. [diunduh 2013 Okt 18]. Tersedia pada:

70

Lampiran 1 Syarat Kualitas Vanda

No Jenis Uji Kelas I Kelas II Kelas III

1 Panjang malai Min 45 Min 40 Min 35

2 Jumlah bunga keseluruhan Min 12 Min 9 Min 7

3 Jumlah bunga mekar Min 9 Min 7 Min 5

4 Jumlah bunga kuncup Max 3 Max 2 Max 2

5 Susunan bunga dalam malai Lengkap Lengkap Lengkap 6 Bekas pestisida Tidak ada Tidak ada Tidak ada 7 Bunga rusak Tidak ada Tidak ada Tidak ada 8 Binatang hidup Tidak ada Tidak ada Tidak ada Sumber : SNI01-3171-1995

71 Lampiran 2 Gambar Alur Usahatani Anggrek Vanda doughlas

1. Persiapan Lahan

2. Penanaman bibit

72

Lampiran 2 Gambar Alur Usahatani Anggrek Vanda doughlas (lanjutan)

4. Pemberian Sabut Kelapa

6. Penyemprotan obat-obatan dan pupuk anorganik 5. Penyiraman

73 Lampiran 2 Gambar Alur Usahatani Anggrek Vanda doughlas (lanjutan)

7. Panen pertama pada umur 8 bulan setelah tanam

74

Lampiran 3 Proporsi Biaya Input terhadap Biaya Input Total Pengusahaan Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan

No Sektor Jenis Biaya Domestik (%) Asing (%)

1 NA bibit anggrek* 100 0

2 sektor yang tidak jelas batasannya pupuk kandang 100 0 3 sektor yang tidak jelas batasannya sabut kelapa 100 0 4 industri pupuk dan pestisida atonik (pupuk cair) 64 36 5 industri pupuk dan pestisida antracol (fungisida) 64 36 6 industri pupuk dan pestisida rizotin (insektisida) 64 36 7 Industri barang dari logam Cangkul 100 0 8 Industri barang dari logam Gunting 100 0 9 Industri barang dari logam Parang 100 0 10 Industri barang dari logam Golok 100 0 11 Industri barang dari logam Pisau 100 0 12 Industri barang dari logam Paku 100 0 13

Industri mesin, alat-alat dan

perlengkapan listrik power sprayer 100 0 14

Industri mesin, alat-alat dan

perlengkapan listrik pompa air 100 0

15 Industri barang karet dan plastik selang air 100 0 16 Industri barang karet dan plastik Ember 100 0 17 Industri barang karet dan plastik tali raffia 100 0

18 NA Pengki 100 0

19 NA Bamboo 100 0

20 upah dan gaji tenaga kerja 100 0

21 Real estate dan jasa perusahaan sewa lahan 100 0

22 Lembaga Keuangan modal bunga 100 0

23 Angkutan darat Transportasi 100 0

Sumber: input-output Indonesia 2008 Ket: * data primer 2013

75 Lampiran 4 Perhitungan Nilai Tukar Bayangan Tahun 2012

Uraian Nilai(Rp)

Total Nilai Ekspor (Xt)1 1 884 000 417 888 900

Total Nilai Impor (Mt)1 1 900 449 504 824 770

Penerimaan Pajak Ekspor (TXt)2 24 738 000 000 000 Penerimaan Pajak Impor (TMt)2 23 206 000 000 000

Nilai Tukar Rupiah /US$ (OER)3 9 570.73

Xt + Mt 3 784 449 922 713 670 Xt –TXt 1 875 711 504 824 770 Mt + TMt 1 923 655 504 824 770 SCFt 1.000405 SER (Rp/US $) 9 566.85 Sumber:

1. Badan Pusat Statistik, 2012

2. Indikator Ekonomi, Badan Pusat Statistik, 2012

76

Lampiran 5 Perhitungan Harga Bayangan Output Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan

No Keterangan Vanda Doughlas

1 FOB Indonesia (US Dollar/kg)1 13.32

2 Nilai Tukar (Rp/US Dollar)6 9 566.85

3 Premium nilai tukar (%) 0.00

4 Nilai tukar ekuilibrium (Rp/US Dollar)6 9 566.85 5 FOB Indonesia dalam mata uang domestik (Rp/kg) 127 430.44 6 Biaya angkut dan penanganan (Rp/kg)

transportasi ke bandara (Rp/kg)2 14 666.67

penanganan pengemasan (Rp/kg)3 555.55

FOB Indonesia dalam mata uang domestik dikurangi

biaya angkut dan penanganan(Rp/kg) 112 208.22 9 faktor konversi berat (dari kg ke ikat) (ikat/kg)2 3.00

FOB Indonesia dalam mata uang domestik dikurangi

biaya angkut dan penanganan(Rp/ikat) 336 624.67 7 Biaya jasa karantina

4

pemeriksaan Rp 10/ bibit (1 ikat=100 tangkai) 1 000.00

laboratorium Rp 10.000 10 000.00

dokumen Rp 1.000 1 000.00

8 Biaya perijinan CITES (US $ 0,5 per sekali

mengekspor)5 4 783.42

10 harga paritas ekspor di tingkat petani (Rp/ikat) 319 841.25

Dibulatkan 319 850

Sumber:

1 Statistik perdagangan luar negeri Indonesia jilid 1, BPS 2013 2 Data primer 2013

3 Data primer 2013 dan bsdbox.wordpress.com 4 Candi Orchids 2012

5 cites.org (buletin PAI "Pesta Anggrek 2007") 6 SER (Rp/US $)

67 Lampiran 6 Budget Privat Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan

INPUT-OUTPUT Jenis Satuan Harga

(Rp/satuan)

Umur Ekonomis

Tahun 1

jumlah Nilai (Rp/Ha)

36% Asing 64% Domestik Input Tradable Pupuk Anorganik (atonik) 500 mL/botol 50 000 48 864 000 1 536 000

Obat-obatan

Antracol (fungisida) Botol 100 000 48 1 728 000 3 072 000

rizotin (insektisida) Botol 42 000 48 725 760 1 290 240

Dursban (insektisida) 500 mL/botol 40 000 48 691 200 1 228 800 Faktor Domestik Bibit anggrek Vanda doughlas batang 4 000 200 000 800 000 000 Pupuk Organik (Kandang) 50kg/karung 7 500 1 tahun 6 000 45 000 000 Penyusutan Peralatan

Cangkul unit 75 000 5 tahun 5 75 000

Gunting unit 50 000 5 tahun 3 30 000

Parang unit 50 000 5 tahun 5 50 000

Golok unit 50 000 5 tahun 4 40 000

Pisau unit 30 000 5 tahun 3 18 000

power sprayer unit 350 000 10 tahun 5 175 000

selang air meter 7 000 5 tahun 150 210 000

pompa air unit 350 000 3 tahun 4 467 000

Ember unit 1 000 5 tahun 100 20 000

Pengki unit 25 000 5 tahun 4 20 000

tali rafia gulung 16 000 1 tahun 16 256 000

Paku kg 17 500 1 tahun 10 175 000

68

sabut kelapa karung 5 000 1 tahun 4 000 20 000 000

Sewa Lahan ha 100 000 000 1 100 000 000

Tenaga Kerja

Persiapan lahan sampe bibit diikat HOK 70 000 84 5 880 000

Pemupukan HOK 70 000 16 1 120 000

Penyiraman HOK 70 000 720 50 400 000

pengendalian hama dan penyakit HOK 70 000 48 3 360 000

sanitasi kebun HOK 70 000 36 2 520 000

Pemanenan HOK 70 000 16 1 120 000

Modal investasi

membuat sumur pantek 1 500 000 1 1 500 000

membuat kolam penampung 1 000 000 1 1 000 000

Modal kerja

biaya listrik untuk air Rp/bulan 150 000 12 1 800 000

Biaya bensin untuk transportasi Rp/liter 6 500 14 91 000

JUMLAH INPUT 4 008 960 1 067 954 040

OUPUT Bunga Vanda doughlas segar rata2 Rp/ikat 70 000 6 800 476 000 000

KEUNTUNGAN Rp (595 963 000)

Keuntungan dengan sewa lahan (595 963 000)

69 Lampiran 6Budget Privat Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan (Lanjutan)

INPUT-OUTPUT Jenis

Tahun 2 Tahun 3

jumlah Nilai (Rp/Ha) jumlah Nilai (Rp/Ha)

36% asing 64% domestik 36% asing 64% domestic

Input Tradable Pupuk anorganik (atonik) 48 864 000 1 536 000 48 864 000 1 536 000

Obat-obatan

Antracol (fungisida) 48 1 728 000 3 072 000 48 1 728 000 3 072 000

Rizotin (insektisida) 48 725 760 1 290 240 48 725 760 1 290 240

Dursban (insektisida) 48 691 200 1 228 800 48 691 200 1 228 800

Faktor Domestik Bibit anggrek Vanda doughlas 0 0

Pupuk Organik (kandang) 6 000 45 000 000 6 000 45 000 000

Penyusutan Peralatan Cangkul 0 75 000 0 75 000 Gunting 0 30 000 0 30 000 Parang 0 50 000 0 50 000 Golok 0 40 000 0 40 000 Pisau 0 18 000 0 18 000 power sprayer 0 175 000 0 175 000 selang air 0 210 000 0 210 000 pompa air 0 467 000 0 467 000 Ember 0 20 000 0 20 000 Pengki 0 25 000 0 25 000 tali raffia 48 768 000 48 768 000 Paku 10 175 000 10 175 000 Bambu 1 500 25 500 000 1 500 25 500 000

70

sabut kelapa 4 000 20 000 000 4 000 20 000 000

Sewa Lahan 1 100 000 000 1 100 000 000

Tenaga Kerja

Persiapan lahan sampe bibit diikat 0 - 0 -

Pemupukan 16 1 120 000 16 1 120 000 Penyiraman 720 50 400 000 720 50 400 000 pengendalian hama dan penyakit 48 3 360 000 48 3 360 000 sanitasi kebun 36 2 520 000 36 2 520 000 Pemanenan 48 3 360 000 48 3 360 000 Modal investasi

membuat sumur pantek

membuat kolam penampung -

Modal kerja

biaya listrik untuk air 12 1 800 000 12 1 800 000 Biaya bensin untuk transportasi 14 91 000 91 000 JUMLAH INPUT 4 008 960 262 240 040 4 008 960 262 240 040

OUPUT bunga Vanda doughlas segar 16 320 1 142 400 000 16 320 1 142 400 000

KEUNTUNGAN 876 060 000 876 060 000

Keuntungan dengan sewa lahan 876 060 000 876 060 000

Keuntungan tanpa sewa lahan 776 060 000 776 060 000 Keterangan: output : rata2 panen 340 ikat perminggu

tahun pertama panen dibulan ke 8 jadi ada 20 x panen

71 Lampiran 7Budget Sosial Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan

INPUT-OUTPUT Jenis Satuan Harga

(Rp/satuan)

Umur Ekonomis

Tahun 1

jumlah Nilai (Rp/Ha)

36% Asing 64% Domestik Input Tradable Pupuk Anorganik (Atonik) 500 mL/botol 42 750 48 738 720 1 313 280

Obat-obatan

Antracol (fungisida) botol 85 500 48 1 477 440 2 626 560 Rizotin (insektisida) botol 34 020 48 587 866 1 045 094 Dursban (insektisida) 500 mL/botol 32 400 48 559 872 995 328 Faktor Domestik Bibit anggrek Vanda doughlas batang 4 000 200 000 800 000 000 Pupuk Organik (kandang) 50kg/karung 7 500 1 tahun 6 000 45 000 000

Penyusutan Peralatan

Cangkul unit 75 000 5 tahun 5 75 000 Gunting unit 50 000 5 tahun 3 30 000 Parang unit 50 000 5 tahun 5 50 000 Golok unit 50 000 5 tahun 4 40 000 Pisau unit 30 000 5 tahun 3 18 000 power sprayer unit 350 000 10 tahun 5 175 000 selang air meter 7 000 5 tahun 150 210 000 pompa air unit 350 000 3 tahun 4 467 000 Ember unit 500 5 tahun 100 10 000 Pengki unit 25 000 5 tahun 4 20 000 tali raffia gulung 16 000 1 tahun 16 256 000 Paku kg 17 500 1 tahun 10 175 000 Bambu batang 17 000 1 tahun 1 500 25 500 000

72

sabut kelapa karung 5 000 1 tahun 4 000 20 000 000

Sewa Lahan ha 100 000 000 1 100 000 000

Tenaga Kerja

Persiapan lahan sampe bibit diikat HOK 70 000 84 5 880 000 Pemupukan HOK 70 000 16 1 120 000 Penyiraman HOK 70 000 720 50 400 000 pengendalian hama dan penyakit HOK 70 000 48 3 360 000 sanitasi kebun HOK 70 000 36 2 520 000 Pemanenan HOK 70 000 16 1 120 000

Modal investasi

membuat sumur pantek 1 500 000 1 1 500 000 membuat kolam penampung 1 000 000 1 1 000 000

Modal kerja

biaya listrik untuk air Rp/bulan 150 000 12 1 800 000

Biaya bensin untuk transportasi Rp/liter 9 500 14 133 000

JUMLAH INPUT 3 363 898 1 066 849 262

Output Bunga Vanda doughlas segar rata2 Rp/ikat 319 850 6 800 2 174 980 000

KEUNTUNGAN Rp 1 104 766 840

Keuntungan dengan sewa lahan 1 104 766 840

73 Lampiran 7Budget Sosial Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan (Lanjutan)

INPUT-OUTPUT Jenis

Tahun 2 Tahun 3

jumlah Nilai (Rp/Ha) jumlah Nilai (Rp/Ha) 36% asing 64% domestik 36% asing 64% domestik Input Tradable Pupuk Anorganik (atonik) 48 738 720 1 313 280 48 738 720 1 313 280

Obat-obatan

Antracol (fungisida) 48 1 477 440 2 626 560 48 1 477 440 2 626 560 Rizotin (insektisida) 48 587 866 1 045 094 48 587 866 1 045 094 Dursban (insektisida) 48 559 872 995 328 48 559 872 995 328

Faktor Domestik Bibit anggrek Vanda doughlas 0 0

Pupuk Organik (kandang) 6 000 45 000 000 6 000 45 000 000

Penyusutan Peralatan Cangkul 0 75 000 0 75 000 Gunting 0 30 000 0 30 000 Parang 0 50 000 0 50 000 Golok 0 40 000 0 40 000 Pisau 0 18 000 0 18 000 power sprayer 0 175 000 0 175 000 selang air 0 210 000 0 210 000 pompa air 0 467 000 0 467 000 Ember 0 20 000 0 20 000 Pengki 0 25 000 0 25 000 tali rafia 48 768 000 48 768 000 Paku 10 175 000 10 175 000 Bambu 1 500 25 500 000 1 500 25 500 000 sabut kelapa 4 000 20 000 000 4 000 20 000 000 Sewa Lahan 1 100 000 000 1 100 000 000 Tenaga Kerja

74

Persiapan lahan sampe bibit diikat 0 - 0 -

pemupukan 16 1 120 000 16 1 120 000 penyiraman 720 50 400 000 720 50 400 000 pengendalian hama dan penyakit 48 3 360 000 48 3 360 000 sanitasi kebun 36 2 520 000 36 2 520 000 pemanenan 48 3 360 000 48 3 360 000 Modal investasi

membuat sumur pantek

membuat kolam penampung

Modal kerja

biaya listrik untuk air 12 1 800 000 12 1 800 000 Biaya bensin untuk transportasi 14 133 000 14 133 000 JUMLAH INPUT 3 363 898 261 226 262 3 363 898 261 226 262

Output Vanda doughlas segar 16 320 5 219 952 000 16 320 5 219 952 000

KEUNTUNGAN 4 955 361 840 4 955 361 840

Keuntungan dengan sewa lahan 4 955 361 840 4 955 361 840

Keuntungan tanpa sewa lahan 4 855 361 840 4 855 361 840 Keterangan:

output : rata2 panen 340 ikat perminggu

tahun pertama panen dibulan ke 8 jadi ada 20 x panen

75 Lampiran 8 Rekapitulasi Budget Privat Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan dalam Rp/Ha

Tahun Penerimaan (a) Biaya Keuntungan (d)=(a)-((b)+(c)) DF (DR=6.82%) PV Penerimaan PV Biaya PV Keuntungan Input Tradable (b) Faktor domestik (c) Input Tradable Faktor Domestik 1 476 000 000 4 008 960 1 067 954 040 -595 963 000 0.936 445 536 000 3 752 387 999 604 981 -557 821 368 2 1 142 400 000 4 008 960 262 331 040 876 060 000 0.876 1 000 742 400 3 511 849 229 801 991 767 428 560 3 1 142 400 000 4 008 960 262 331 040 876 060 000 0.820 936 768 000 3 287 347 215 111 453 718 369 200 Total 2 383 046 400 10 551 583 1 444 278 913 927 976 392 Ket: 1. NPV 927 976 392 2. Gross B/C atau R/C rasio 1.638

Lampiran 9 Rekapitulasi Budget Sosial Anggrek Vanda doughlas di Kota Tangerang Selatan dalam (Rp/Ha)

Tahun Penerimaan (a) Biaya Keuntungan (d)=(a)-((b)+(c)) DF (DR=6.82%) PV Penerimaan PV Biaya PV Keuntungan Input Tradable (b) Faktor domestik (c) Input Tradable Faktor Domestik 1 2 174 980 000 3 363 898 1 066 849 262 1 104 766 840 0.936 2 035 781 280 3 148 609 998 570 909 1 034 061 762 2 5 219 952 000 3 363 898 261 226 262 4 955 361 840 0.876 4 572 677 952 2 946 775 228 834 206 4 340 896 972 3 5 219 952 000 3 363 898 261 226 262 4 955 361 840 0.820 4 280 360 640 2 758 396 214 205 535 4 063 396 709 Total 10 888 819 872 8 853 780 1 441 610 650 9 438 355 443 Ket: 1. NPV 9 438 355 443 2. Gross B/C 7.507

Lampiran 10 Proporsi Biaya Penggunaan Input pada Usahatani Vanda doughlas

No Jenis input Persentase (%)

1 Pupuk anorganik (Atonik) 0.449

2 Obat-obatan

Antracol (fungisida) 0.898

Rizotin (insektisida) 0.377

Dursban (insektisida) 0.359

3 Bibit anggrek Vanda doughlas 49.864

4 Pupuk Organik (Kandang) 8.415

5 Penyusutan Peralatan Cangkul 0.014 Gunting 0.006 Parang 0.009 Golok 0.007 Pisau 0.003 power sprayer 0.033 selang air 0.039 pompa air 0.087 Ember 0.004 Pengki 0.004 tali rafia 0.112 Paku 0.033 Bambu 4.768 sabut kelapa 3.740 6 Sewa Lahan 18.699 7 Tenaga Kerja

Persiapan lahan sampe bibit diikat 0.366

Pemupukan 0.209

Penyiraman 9.424

pengendalian hama dan penyakit 0.628

sanitasi kebun 0.471

Pemanenan 0.489

8 Modal investasi

membuat sumur pantek 0.093

membuat kolam penampung 0.062

9 Modal kerja

biaya listrik untuk air 0.337

Biaya bensin untuk transportasi 0.017

3

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Tangerang pada tanggal 28 Oktober 1988. Penulis adalah anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Drs. Miran dan Ibu Sarinah.

Penulis meraih gelar Sarjana Ekonomi dengan Mayor Agribisnis dan Minor Ekonomi Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2010. Selanjutnya Penulis diterima sebagai mahasiswa Magister Sains Agribisnis Sekolah Pascasarjana IPB tahun 2011 dengan sponsor Beasiswa Unggulan dari BPKLN (Biro Pengembangan Kerjasama Luar Negeri) Kemendiknas (Kementrian Pendidikan Nasional). Selama mengikuti pendidikan, penulis pernah menulis artikel dengan judul Analisis Risiko Produksi Wortel dan Bawang Daun di Kawasan Agropolitan Cianjur Jawa Barat. Artikel tersebut sudah diterbitkan pada Jurnal Forum Agribisnis IPB Volume 1 Nomor 1 pada bulan Maret 2011. Penulis juga pernah mengikuti seminar internasional Advance Science and Technology: Sustainability And Prosperity di Universitas Hokkaido Jepang dan mempresentasikan tulisan Achieving Food Security Diversification Through Agroforestry pada tanggal 5-12 Februari 2013 dan artikel tersebut telah diterbitkan dalam Prosiding HISAS 10.

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas

segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2013 ini ialah Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Usaha Anggrek di Kota Tangerang Selatan

Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dr Ir Anna Fariyanti, MS dan Bapak Dr Ir Andriyono Kilat Adhi selaku pembimbing, serta Bapak Dr Amzul Rifin, SP MA dan Ibu Prof Dr Ir Rita Nurmalina, MS yang telah banyak memberi masukan dan saran pada tesis saya. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Bapak Mohammad Heri Darmawan dari Divisi Hortikultura Dinas Pertanian Pertanian Kota Tangerang Selatan, Bapak Niman Sarip dari Kelompok Tani Parakan Jaya, Bapak Sunardi dari Kelompok Tani Parakan Asri, Bapak Sidik Ilyas dari Kelompok Tani Bulak Hijau, serta Bapak Narso dari Pusat Promosi dan Pemasaran Hortikultura Rawa Belong Jakarta, yang telah membantu selama pengumpulan data. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas segala doa dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Maret 2014

Dokumen terkait