• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen ENDOW RICHARDO AGROTEKNOLOGI ILMU TANAH (Halaman 47-56)

Badan Koordinasi Penyuluhan, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Gorontalo. 2012. Modul Budidaya Padi Sistem Tanam Jajar Legowo.

Provinsi Gorontalo.

Agus, F., A. Mulyani. 2006. Judicious use of land resources for sustaining Indonesian rice self sufficiency. Proceedings International Rice Conference, 12-14 Sept. Denpasar, Bali. Indonesian Institute of Rice Research, Sukamandi.

Badan Litbang Pertanian. 2007. Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Departemen Pertanian. Jakarta. 40 p.

Badan Pusat Statistik.2016. Produktivitas Padi Menurut Provinsi (kuintal/ha) 1993-2015. Statistik Indonesia. Jakarta

Balai Besar Pelatihan Pertanian. 2013. Sistem Jajar Legowo Dapat Meningkatkan Produktifitas Padi. Balai Besar Pelatihan Pertanian. Ketindan.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Gorontalo. 2008. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Agro Inovasi. Gorontalo hal 4-6.

Berkelaar, D. 2001. Sistem intensifikasi padi (The System of Rice Intensification-SRI): Sedikit Dapat Memberi Lebih Banyak. Buletin ECHO Development Notes, Januari 2001. ECHO Inc. 17391 Durrance Rd.

North Ft. Myers Fl.33917 USA.pp.1-6.

Dacbhan, S. M. B dan Dibisono. 2010. Pengaruh sistem tanam, varietas, jumlah bibit terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Ilmiah Pendidikan Tinggi, 3(1): 47-57.

Hardjowigeno. 2005. Ilmu Tanah. Jakarta : Penerbit Pusaka Utama.

Harjadi, S. S. 1996. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Hasrizart, I. 2008. Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Pada Persiapan Tanah Dan Jumlah Bibit Yang Berbeda.

Thesis. USU. Medan

Ikhwani, Gagad Restu Pratiwi, Eman Paturrohman, A.K. Makarim. 2013.

Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penerapan Jarak Tanam Jajar Legowo. Puslitbang Tanaman. Bogor

Madjid, D. Bachtiar Efendi, Fauzi, Sarifudin, Hamidah Hanum. 2011. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Sumatera Utara. Hal. 166

Masdar. 2001. Respon Pertumbuhan Reproduktif Tanaman Padi Terhadap Jarak Tanam Dan Umur Bibit Pada Sistem Intensifikasi Padi (SRI).

Muljady, D. Mario; Anasiru, RH; Sarasutha, IGP; dan Husen Hasni, 2005.

Introduksi Model PTT dalam Meningkatkan Produksi dan Pendapatan Petani Padi di Sulawesi Tengah.

Musa, S. 2000. Program pengembangan komoditi serealia. Makalah disampaikan pada pertemuan regional peningkatan produksi tanaman pangan wilayah barat. Direktorat Jenderal Produksi Tanaman Pangan, Bukittinggi, 19-21 September 2000

Prasetyo, B. H., J. Sri Adiningsih, K. Subagyono dan R. D. M. Simanungkalit.

2004. Mineralogi, kimia, fisika dan biologi tanah sawah. Dalam Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Puslitbangtanak. Bogor.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2016. Perkembangan Konsumsi Rumah Tangga per Kapita di Indonesia 2009-2015.Jakarta

Satria, B. 2017. Peningkatan Produktivitas Padi Sawah (Oryza sativa L.) Melalui Penerapan Beberapa Jarak Tanam dan Sistem Tanam. Skripsi. USU.

Medan

Sembiring H., 2008. Kebijakan Penelitian dan Rangkuman Hasil Penelitian BB Padi dalam Mendukung P2BN. Pros. Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menujang P2BN. BB Pen. Tan. Padi. Badan Litbang Deptan. Jakarta.

Sembiring, H. 2001. Komoditas Unggulan Pertanian Provinsi Sumatera Utara.

Sumatera Utara : Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Sumatera Utara. 58p

Setyorini, D., Sri Rochayati, Irsal Las. 2010. Pertanian Pada Ekosistem Lahan Sawah. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian

Uphoff N. 2001. Oppurtunities for raising yields by changing management practices: The system of rice intensification in Madagascar:

Agroecological Innovation: Increasing roof prodction With Participatory Development.

Vallois, P., N. Upphoff and A. Collick, 2000. Malagasy System of Rice Intensification (SRI). Early Rice Planting System. Miscellaneou. V.1.3-I.P.N.R.

Lampiran 1. Deskripsi Padi Sawah Varietas Ciherang

Nomor seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1

Asal persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131

Golongan : Cere

Umur tanaman : 116-125 hari

Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 107-115 cm

Anakan produktif : 14-17 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna

Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar pada sebelah bawah

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Panjang ramping

Warna gabah : Kuning bersih

Hama Penyakit : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan

agak tahan biotipe

Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III dan IV

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai 500 m dpl.

Pemulia : Tarjat T, Z. A. Simanullang, E. Sumadi dan Aan A. Daradjat

Dilepas tahun : 2000

Lampiran 2. Bagan Plot Penelitian

Lampiran 3. Bagan Penanaman Pada Plot

a. b.

c. d.

e.

Keterangan Gambar :

a. Sistem tanam petani dengan populasi 48 rumpun per petak b. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 60 rumpun per petak c. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 114 rumpun per petak d. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 154 rumpun per petak e. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 190 rumpun per petak

Lampiran 4. Perhitungan Dosis Pupuk

Tabel 9. Rataan Hasil Gabah dan Jerami Berdasarkan Jumlah Bibit dan Umur Bibit Padi Sawah

Untuk mengetahui hara yang hilang akibat panenan jerami maka dipakai rumus :

Maka, Untuk target produksi 7,5 ton diperoleh hasil Jerami = 11936,4 Kg Gabah = 7500 Kg Untuk target produksi 10 ton diperoleh hasil Jerami = 15915,2 Kg

Gabah = 10000 Kg Untuk target produksi 12,5 ton diperoleh hasil Jerami = 19894 Kg Gabah = 12500 Kg Untuk target produksi 15 ton diperoleh hasil Jerami = 23872,8 Kg

Gabah = 15000 Kg

Tabel 10. Analisis Unsur Hara Tanaman Padi yang Hilang Akibat Panenan

Jadi, cara menghitung dosis pupuk dalam penelitian ini dipakai rumus : 1. Jerami = hasil jerami x hara terangkut jerami

2. Gabah = hasil gabah x hara terangkut gabah

Luas lahan/ha % kandungan hara

Luas tanaman

Luas lahan/ha % kandungan hara

 KCl

K Jerami :

{ } ( ) 10,452 Kg K Gabah :

{ } ( ) ( ) 1,497 Kg Total : 11,940 Kg KCl/lahan

: 265,31 gram KCL/plot

 Dolomit (Mg)

Mg Jerami :

{ } ( ) = 9,214 Kg Mg Gabah :

{ } ( ) = 2,449 Kg Total : 11,644 Kg dolomit/lahan

: 258,755 gram dolomit/plot

Lampiran 5. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penelitian

No Pelaksanaan Penelitian Minggu Ke-

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1. Persiapan Lahan X

2. Pengisian Media X X X

3. Persemaian Benih X

4. Pembuatan Petakan X

5. Penimbangan Pupuk X

6. Pemupukan X X

7. Penanaman X

8. Pengamatan Parameter

- Tinggi Tanaman (cm) X X X

- Jumlah Anakan (batang) X X X

9. Pemeliharaan

- Penyiangan Gulma Disesuaikan dengan kondisi lapangan

- Pengendalian HPT Disesuaikan dengan kondisi lapangan

10. Supervisi Dosen X

11. Panen X

12. Pengeringan X

13 Penimbangan Hasil

- Jumlah Malai per Sampel (malai) X

- Bobot Bruto Gabah per plot (g) X

- Bobot Netto Gabah per plot (g) X

- Bobot Gabah 1000 per plot (g) X

Bobot Jerami Kering per plot (g)

Lampiran 6. Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) Padi Sawah 2 MST

Lampiran 7. Sidik Ragam Tinggi Tanaman Padi Sawah (cm) 2 MST

SK Db JK KT Fhit F.05 F.01

Dalam dokumen ENDOW RICHARDO AGROTEKNOLOGI ILMU TANAH (Halaman 47-56)

Dokumen terkait