Badan Koordinasi Penyuluhan, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Gorontalo. 2012. Modul Budidaya Padi Sistem Tanam Jajar Legowo.
Provinsi Gorontalo.
Agus, F., A. Mulyani. 2006. Judicious use of land resources for sustaining Indonesian rice self sufficiency. Proceedings International Rice Conference, 12-14 Sept. Denpasar, Bali. Indonesian Institute of Rice Research, Sukamandi.
Badan Litbang Pertanian. 2007. Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Departemen Pertanian. Jakarta. 40 p.
Badan Pusat Statistik.2016. Produktivitas Padi Menurut Provinsi (kuintal/ha) 1993-2015. Statistik Indonesia. Jakarta
Balai Besar Pelatihan Pertanian. 2013. Sistem Jajar Legowo Dapat Meningkatkan Produktifitas Padi. Balai Besar Pelatihan Pertanian. Ketindan.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Gorontalo. 2008. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Agro Inovasi. Gorontalo hal 4-6.
Berkelaar, D. 2001. Sistem intensifikasi padi (The System of Rice Intensification-SRI): Sedikit Dapat Memberi Lebih Banyak. Buletin ECHO Development Notes, Januari 2001. ECHO Inc. 17391 Durrance Rd.
North Ft. Myers Fl.33917 USA.pp.1-6.
Dacbhan, S. M. B dan Dibisono. 2010. Pengaruh sistem tanam, varietas, jumlah bibit terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Ilmiah Pendidikan Tinggi, 3(1): 47-57.
Hardjowigeno. 2005. Ilmu Tanah. Jakarta : Penerbit Pusaka Utama.
Harjadi, S. S. 1996. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Hasrizart, I. 2008. Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Pada Persiapan Tanah Dan Jumlah Bibit Yang Berbeda.
Thesis. USU. Medan
Ikhwani, Gagad Restu Pratiwi, Eman Paturrohman, A.K. Makarim. 2013.
Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penerapan Jarak Tanam Jajar Legowo. Puslitbang Tanaman. Bogor
Madjid, D. Bachtiar Efendi, Fauzi, Sarifudin, Hamidah Hanum. 2011. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Sumatera Utara. Hal. 166
Masdar. 2001. Respon Pertumbuhan Reproduktif Tanaman Padi Terhadap Jarak Tanam Dan Umur Bibit Pada Sistem Intensifikasi Padi (SRI).
Muljady, D. Mario; Anasiru, RH; Sarasutha, IGP; dan Husen Hasni, 2005.
Introduksi Model PTT dalam Meningkatkan Produksi dan Pendapatan Petani Padi di Sulawesi Tengah.
Musa, S. 2000. Program pengembangan komoditi serealia. Makalah disampaikan pada pertemuan regional peningkatan produksi tanaman pangan wilayah barat. Direktorat Jenderal Produksi Tanaman Pangan, Bukittinggi, 19-21 September 2000
Prasetyo, B. H., J. Sri Adiningsih, K. Subagyono dan R. D. M. Simanungkalit.
2004. Mineralogi, kimia, fisika dan biologi tanah sawah. Dalam Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Puslitbangtanak. Bogor.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2016. Perkembangan Konsumsi Rumah Tangga per Kapita di Indonesia 2009-2015.Jakarta
Satria, B. 2017. Peningkatan Produktivitas Padi Sawah (Oryza sativa L.) Melalui Penerapan Beberapa Jarak Tanam dan Sistem Tanam. Skripsi. USU.
Medan
Sembiring H., 2008. Kebijakan Penelitian dan Rangkuman Hasil Penelitian BB Padi dalam Mendukung P2BN. Pros. Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menujang P2BN. BB Pen. Tan. Padi. Badan Litbang Deptan. Jakarta.
Sembiring, H. 2001. Komoditas Unggulan Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
Sumatera Utara : Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Sumatera Utara. 58p
Setyorini, D., Sri Rochayati, Irsal Las. 2010. Pertanian Pada Ekosistem Lahan Sawah. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian
Uphoff N. 2001. Oppurtunities for raising yields by changing management practices: The system of rice intensification in Madagascar:
Agroecological Innovation: Increasing roof prodction With Participatory Development.
Vallois, P., N. Upphoff and A. Collick, 2000. Malagasy System of Rice Intensification (SRI). Early Rice Planting System. Miscellaneou. V.1.3-I.P.N.R.
Lampiran 1. Deskripsi Padi Sawah Varietas Ciherang
Nomor seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1
Asal persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131
Golongan : Cere
Umur tanaman : 116-125 hari
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 107-115 cm
Anakan produktif : 14-17 batang
Warna kaki : Hijau
Warna batang : Hijau
Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna
Warna daun : Hijau
Muka daun : Kasar pada sebelah bawah
Posisi daun : Tegak
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Panjang ramping
Warna gabah : Kuning bersih
Hama Penyakit : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan
agak tahan biotipe
Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III dan IV
Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai 500 m dpl.
Pemulia : Tarjat T, Z. A. Simanullang, E. Sumadi dan Aan A. Daradjat
Dilepas tahun : 2000
Lampiran 2. Bagan Plot Penelitian
Lampiran 3. Bagan Penanaman Pada Plot
a. b.
c. d.
e.
Keterangan Gambar :
a. Sistem tanam petani dengan populasi 48 rumpun per petak b. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 60 rumpun per petak c. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 114 rumpun per petak d. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 154 rumpun per petak e. Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 190 rumpun per petak
Lampiran 4. Perhitungan Dosis Pupuk
Tabel 9. Rataan Hasil Gabah dan Jerami Berdasarkan Jumlah Bibit dan Umur Bibit Padi Sawah
Untuk mengetahui hara yang hilang akibat panenan jerami maka dipakai rumus :
Maka, Untuk target produksi 7,5 ton diperoleh hasil Jerami = 11936,4 Kg Gabah = 7500 Kg Untuk target produksi 10 ton diperoleh hasil Jerami = 15915,2 Kg
Gabah = 10000 Kg Untuk target produksi 12,5 ton diperoleh hasil Jerami = 19894 Kg Gabah = 12500 Kg Untuk target produksi 15 ton diperoleh hasil Jerami = 23872,8 Kg
Gabah = 15000 Kg
Tabel 10. Analisis Unsur Hara Tanaman Padi yang Hilang Akibat Panenan
Jadi, cara menghitung dosis pupuk dalam penelitian ini dipakai rumus : 1. Jerami = hasil jerami x hara terangkut jerami
2. Gabah = hasil gabah x hara terangkut gabah
Luas lahan/ha % kandungan hara
Luas tanaman
Luas lahan/ha % kandungan hara
KCl
K Jerami :
{ } ( ) 10,452 Kg K Gabah :
{ } ( ) ( ) 1,497 Kg Total : 11,940 Kg KCl/lahan
: 265,31 gram KCL/plot
Dolomit (Mg)
Mg Jerami :
{ } ( ) = 9,214 Kg Mg Gabah :
{ } ( ) = 2,449 Kg Total : 11,644 Kg dolomit/lahan
: 258,755 gram dolomit/plot
Lampiran 5. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
No Pelaksanaan Penelitian Minggu Ke-
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1. Persiapan Lahan X
2. Pengisian Media X X X
3. Persemaian Benih X
4. Pembuatan Petakan X
5. Penimbangan Pupuk X
6. Pemupukan X X
7. Penanaman X
8. Pengamatan Parameter
- Tinggi Tanaman (cm) X X X
- Jumlah Anakan (batang) X X X
9. Pemeliharaan
- Penyiangan Gulma Disesuaikan dengan kondisi lapangan
- Pengendalian HPT Disesuaikan dengan kondisi lapangan
10. Supervisi Dosen X
11. Panen X
12. Pengeringan X
13 Penimbangan Hasil
- Jumlah Malai per Sampel (malai) X
- Bobot Bruto Gabah per plot (g) X
- Bobot Netto Gabah per plot (g) X
- Bobot Gabah 1000 per plot (g) X
Bobot Jerami Kering per plot (g)
Lampiran 6. Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) Padi Sawah 2 MST
Lampiran 7. Sidik Ragam Tinggi Tanaman Padi Sawah (cm) 2 MST
SK Db JK KT Fhit F.05 F.01