1. Depkes.RI.epidemiologi.Buletinharian.2009
http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/buletin/BULETIN%20DBD.pdf.diakses tanggal 26 september 2013.
2. Suhendro, Nainggolan L., Chen K., dan Pohan H.T. Demam Berdarah Dengue. Dalam Sudoyo, W.A., dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam. 2009;
3. Hadinegoro dan Satari. Demam Berdarah Dengue Naskah Lengkap Pelatihan bagi Pelatih Dokter Spesialis Anak & Dokter Spesialis Penyakit Dalam dalam Tatalaksana Kasus DBD. Jakarta: FK UI; 2002
4. Diknes Sulawesi selatan;musim hujan, hati-hati demam berdarah.2012
http://dinkes-sulsel.go.id/new/index.php?option=com_content&task=view&id=808 diakses tanggal 26 september 2013.
5. Azikin, Naisyiah T, Profil Kesehatan Kota Makassar 2009. Makassar : Pemerintah Kota Makassar; 2010
6. Profil kesehatan kabupaten bulukumba 2007. Indonesia sehatan 2010. Penyakit potensial kejadian luar biasa(KLB)/wabah. Demam berdarah dengue(DBD).
http://datinkessulsel.files.wordpress.com/2008/10/profil_kab-bul_20072.pdf. diakses tanggal 21 oktober 2013.
7. Depkes RI. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Dengue dan Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta; 2003
8. World Health Organization. Diagnosis Treatment and Control 2nd. edition. Geneva; 1997
9. World Health Organization (WHO).Demam Berdarah Dengue Diagnosis Pengobatan, Pencegahan dan Pengendalian ed.2.Penerbit buku kedokteran EGC.Jakarta, 2000.
10. Hendarwanto. Dengue. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I,Edisi Ketiga. Balai Penerbit FKUI. Hal:417-426. Jakarta, 2009.
11. Soegijanto S. Demam Berdarah Dengue. Edisi II.Penerbit Airlangga University Press.Surabaya, 2006
12. Hammond SN, Balmaseda A, Perez L, et all. Differences in Dengue Severity in infants, Children and Adults in 3 years Hospital based-Study in Nicaragua. Am. J. Trop. Med.
Hyg. 2005. Vol 73 (6). 1063-70
13. Suhendro, Nainggolan L., Chen K., dan Pohan H.T. Demam Berdarah Dengue. Dalam Sudoyo, W.A., dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam. 2009; 2773-2779
14. Soegijanto. S. Demam Berdarah Dengue : tinjauan dan temuan baru di Era. Airlangga University Press, Surabaya.2003
15. Soeroso, T. Perkembangan DBD, epidemiologi dan pemberantasannya di Indonesia, Jakarta.2001
16. Depkes RI. Kebijakan program P-2 DBD dan situasi terkini DBD di Indonesia. Dirjen PPM & PL Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.2004c
17. Menten P, Wuyts A, Van Damme J. Macrophage Inflammatory Protein-1. Cytokine &
Growth Factor Reviews 2002, 13(6):455.
18. Dorner BG, Smith HR, French AR, Kim S, Poursine-Laurent J, Beckman DL, Pingel JT, Kroczek RA, Yokoyama WM. Coordinate Expression of Cytokines and Chemokines by
NK Cells During Murine Cytomegalovirus Infection. J Immunol 2004,
172(5):3119-3131.
19. Azeredo EL, De Oliveira-Pinto LM, Zagne SM, Cerqueira DI, Nogueira RM, Kubelka CF: NK Cells, Displaying Early Activation, Cytotoxicity and Adhesion Molecules, are Associated with Mild Dengue Disease. Clin Exp Immunol 2006, 143(2):345-356
20. Bozza AF, Cruz OG, Zagne SMO, Azeredo EL, Noguiera RMR, Assis EF, Bozza PT, and Kubelka CF. Multiplex Cytokine Profile from Dengue Patients: MIP-1beta dan IFN-gamma as Predictive Factors for Severity. BMC Infectious Disease 2008, 86(8): 1186-1471
21. Chen LC, Lei HY, Liu CC, Shiesh SC, Chen SH, Liu HS, Lin YS, Wang ST, Shyu HW, Yeh TM. Correlation Of Serum Levels Of Macrophage Migration Inhibitory Factor With Disease Severity And Clinical Outcome In Dengue Patients. Am J Trop Med Hyg 2006.
74(1):142-147
22. Libraty DH, Endy TP, Houng HS, Green S, Kalayanarooj S, Suntayakorn S, Chansiriwongs W, Vaughn DW, Nisalak A, Ennis FA, et al. Differing Influences of Virus Burden and Immune Activation on Disease Severity in Secondary Dengue-3 Virus Infections. J Infect Dis 2002. 185(9):1213-1221.
23. Azeredo EL, Zagne SM, Alvarenga AR, Nogueira RM, Kubelka CF, de Oliveira-Pinto LM. Activated Peripheral Lymphocytes With Increased Expression of Cell Adhesion Molecules and Cytotoxic Markers are Associated With Dengue Fever Disease. Mem Inst Oswaldo Cruz 2006. 101(4):437-449
24. Mangada MM, Rothman AL. Altered Cytokine Responses of Dengue-Specific CD4+ T Cells to Heterologous Serotypes. J Immunol 2005. 175(4):2676-2683
25. Lee YR, Liu MT, Lei HY, Liu CC, Wu JM, Tung YC, Lin YS, Yeh TM, Chen SH, Liu HS: MCP-1, A Highly Expressed Chemokine in Dengue Haemorrhagic Fever/Dengue Shock Syndrome Patients, May Cause Permeability Change, Possibly Through Reduced Tight Junctions of Vascular Endothelium Cells. J Gen Virol 2006. 87(Pt 12):3623-3630 26. Shivbalan S, Anandnathan K, Balasubramanian S, Datta M, Amalraj E: Predictors Of
Spontaneous Bleeding in Dengue. Indian J Pediatr 2004. 71(1):33-36
27. Alihbahasa, Tim Adaptasi Indonesia.Buku Saku Penyanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Jakarta: WHO Indonesia 2009
28. Lestari,B ; Rahardi; dan Gama,Z. Identifikasi Nyamuk di Kelurahan Sawojajar Kota Malang.2010.http://biologi.ub.ac.id/files/2010/12/BSS@)!)ZPGBR.pdf. diakses tanggal 27 September 2013
29. Sayono. Pengaruh Modifikasi Ovitrap terhadap Jumlah Nyamuk Aedes yang Tertangkap.
Tesis: UNDIP Semarang.2008. http://eprints.undip.ac.id/18741/sayono.pdf. diakses tanggal 27 September 2013
30. Nurhayati,S. Prospek Pemanfaatan Radiasi dalam Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue.Buletin Alara, Volume 7 Nomor 1 & 2, Agustus & Desember 2005, 17-23.
http://www.batan.go.id/ptkmr/Biomedika/publikasi%202005/SN_BAlara_Vol_7_1%202 _Des05.pdf. Diakses tanggal 27 September 2013
31. Depkes RI. Perilaku Hidup Nyamuk Aedes aegypti Sangat Penting Diketahui Dalam Melakukan Kegiatan Pemberatasan Sarang Nyamuk Termasuk Pemantauan Jentik Berkala. Buletin Harian. 2004.
http://www.depkes.go.id/download/Bulletin%20Harian%2010032004.pdf.Diakses tanggal 27 September 2013
32. Supartha,I. Pengendalian Terpadu Vektor Virus Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti (Linn) dan aedes albopictus (Skuse)(Diptera: Culicidae).2008.http://dies.unud.ac.id/wp-content/uploads/2008/09/makalah-supartha-baru.pdf. diakses tanggal 27 September 2013 33. Yudhastuti,R dan Vidiyani,A. Hubungan Kondisi Lingkungan, Konteiner, dan Perilaku
Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Surabaya.2005.http://journal.unair.ac.id/fi;erPDF/KESLING-1-2-08.pdf. diakses tanggal 28 September 2013.
34. Depkes RI. Nyamuk penularan DBD, Dirjen PPM & PLP. Jakarta.1998 35. Soedarmo, S. Demam Berdarah Dengue pada anak, Penerbit UI Press, Jakarta.1998 36. Depkes RI,. Pemberantasan sarang nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) oleh
Juru Pemantauan Jentik, Jakarta.2007
37. Depkes RI,. Pemberantasan sarang nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) oleh Juru Pemantauan Jentik, Jakarta.2007
38. Pustaka pengetahuan Al-quran jilid 6. Ilmu pengetahuan. (manhaj al-quraan al-kariim fii islaah al-Mujtama‟, Qasas al-„ilm fii al-qur‟aan);pengejemah Abu Akbar Ahmad; editor Prof.Dr. H. Utang Ranuwijaya, MA…[et.al]. – Jakarta; PT. Rehal Publika, 2007
39. Departemen Agama RI, Al-Hikmah Al-quran dan Terjemahannya, CV Penerbit Diponegoro, Bandung. 2008
40. Profil Geografis dan Topografi Kabupaten Bulukumba.
http://www.bulukumbakab.go.id/profil/geografi-topografi-bulukumba.html . diakses pada tanggal 15 january 2014
41. Effendi NF. Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: PT Salemba Medika; 2004.
42. Duma N., Darmawansyah, Arsin AA. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kecamatan Baruga Kota Kendari 2007. Vol. 4 No. 2. September 2007: 91-100.
43. Makhfudli FE. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori Dan Praktik Dalam Keperawatan. Jakarta: PT Salemba Medika; 2009.
44. Universitas Sumatra. Penyuluhan Kesehatan. [internet]; [2011; cited 2012 28 November];
Availablefrom:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21935/4/Chapter%20II.pd f.
45. Hadinegoro dan Satari. Demam Berdarah Dengue Naskah Lengkap Pelatihan bagi Pelatih Dokter Spesialis Anak & Dokter Spesialis Penyakit Dalam dalam Tatalaksana Kasus DBD. Jakarta: FK UI; 2002
46. Yatim, Faisal. Macam-Macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya. Jilid 2.
Jakarta: Pustaka Obor Populer; 2007
47. NURFAIZAL 2012, Peranan Faktor Lingkungan, Perilaku Dan Pengetahuan Terhadap Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Tahun 2012, Fakultas Kedokteran : Universitas Muhammadiyah Makassar.
48. Suhardiono. Sebuah Analisis Faktor Resiko Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Demam berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Helvetia Tengah, Medan 2005. Jurnal Mutiara Kesehatan, vol. 1 No.2. Edisi November 2005
49. Soepardi. J. Beletin Jendela Epidemiologi Volume 2 : Pusat Data dan Survailens Epidemiologi Kemenkes RI; Agustus 2010.
50. Fathi, Keman S., Wahyuni CU. Peran Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Mataram. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Vol. 2. No. 1. Juli 2005: 1-10.
51. Sembiring. Efektifitas Beberapa Insektisida Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Medan:
Pascasarjana USU Medan; 2006.
52. Suroso, Chrishantoro, T., Informasi Produk PanBio Dengue Fever Rapid Strip IgG dan IgM. Ed ke 2, Jakarta, PT Pacific Biotekindo Intralab, 2004, 3–16.
53. Suoros T. Review Program Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia tahun 19968-1983, Depkes RI, Jakarta, 1994.
54. Ahmad Dien Siregar. Gambaran Pasien Demam Berdarah dibangsal Anak RSUP Dr.
Abdul Aziz. Dexa Media No.2, Vol. 19, April-Juni 2006
55. Siswanto, Hadi,. Pendidikan Kesehatan Anak Usia Dini. Jakarta: Pustaka Rihama. 2010
DAFTAR RIWAYAT HIDUP