• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anonim, 1979. Pedoman bercocok tanam palawija dan sagu. Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan, Jakarta.

[Bappeda] Bappeda Kabupaten Jayapura. 2010. Laporan Akhir Rencana Detail Tata Ruang BWK A dan BWK B. Jayapura.

[BBKP] Badan Bimas dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua. 2007. Neraca Bahan Makanan Provinsi Papua. Badan Bimas dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Jayapura.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2009. Neraca Bahan Makanan Kabupaten Jayapura tahun 2009. Badan Pusat Statistik kabupaten Jayapura. Jayapura

___________________. 2010. Jayapura dalam angka 2010. Badan Pusat Statistik kabupaten Jayapura. Jayapura

___________________. 2010. Papua dalam angka 2010. Badan Pusat Statistik Propinsi Papua. Jayapura

Bintoro, H. M. H. 2008. Bercocok tanam sagu. IPB Press

Bintoro, H. M.H. 1999. Pemberdayaan tanaman sagu sebagai penghasil bahan pangan alternatif dan bahan baku agroindustri yang potensial dalam rangka ketahanan pangan nasional. Orasi ilmiah guru besar tetap ilmu tanaman perkebunan fakultas pertanian institute pertanian bogor. Bogor, 11 september 1999.

Christina, Dwi R. 2011. Indentifikasi Lahan Potensial Untuk Mendukung Usulan Perencanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Studi Kasus di Provinsi Jawa Barat. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

FAO-RAPA. 1989. Report of the regional expert consultation of the asian network for food and nutrition on nutrition and urbanization, Bangkok.

Flach M. 1995. Research priorities for sago palm development in Indonesia and Sarawak: an agenda for research. ISHS Acta Horticulturae International Sago Symposium. http://www.actahort.org/books/389.

Genting Oil Kasuri. 2009. Analisis Dasar lingkungan Blok Kasuri PSC di Kabupaten Fak-fak dan Bintuni. Laporan akhir. Kerjasama BP Migas dan Unipa Manokwari.

GeoEye. 2011. http://www.geoeye.com. [10 Maret 2011]

Haryanto, B dan P. Pangloli. 1998. Sagu manfaat dan kegunaannya. BPPT Jakarta.

Kanro, M. Z, Aser Rouw, A. Widjono, Syamsuddin, Amisnaipa, dan Atekan. 2003. Tanaman sagu dan pemanfaatannya Di propinsi papua. Jurnal Litbang Pertanian, 22(3), 2003.

Karafir, Y.P .2007. Model Pengembangan Sagu di Papua. Prosiding Lokakarya Pengembangan sagu di Indonesia. Batam 25-26 Juli 2007. Hlm 25-49. Matanubun H, Santoso B, Abdullah Y, Bachri S, Darmawanto S, Yoga. 2008.

Studi Kelayakan Pengembangan Perkebunan dan Industri Sagu di Distrik Kais, Inanwatan dan Kokoda Kabupaten Sorong Selatan. Universitas Negeri Papua. Manokwari.

Matanubun H, Santoso B, Nauw M, Rochani A, Palit MAP, Irbayanti DN and Kurniawan A. 2005. Feasibility study of the natural sago forest for the establishment of the commercial sago palm plantation at Kaureh District, Jayapura, Papua, Indonesia. Abstracts of The Eight International Sago Symposium in Jayapura, Indonesia. Japan Spciety for the Promotion Science.

Miftahorrochman dan H. Novirianto. 2003. Jenis-jenis sagu potensial di sentani, Irian jaya. Prosiding Seminar Nasional Sagu, Manado. 6 oktober 2003. Notohadiprawiro, T dan Louhenapessy, J.E. 1992. Potensi sagu dalam

penganekaragaman bahan pangan poko ditinjau dari persyaratan lahan. Prosiding Simposium Sagu Nasional. Ambon 12-13 Oktober 1992.

[Perda Kabupaten Jayapura No 26/2007] Peraturan Daerah Kabupaten Jayapura Nomor 3 Tahun 2000 Tentang Pelestarian Kawasan Hutan Sagu. Jayapura.

[Perda Kabupaten Jayapura No 21/2009] Peraturan Daerah Kabupaten Jayapura Nomor 21 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jayapura Tahun 2008-2028. Jayapura.

Rauf A. W dan Martina S. L. 2009. Pemanfaatan Komoditas Pangan Lokal sebagai Sumber Pangan Alternatif Di Papua. Laporan Hasil Penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua.

Rusli, Y. 2007. Pengembangan Sagu di Indonesia: Strategi, potensi dan penyebarannya.. Prosiding Lokakarya Pengembangan sagu di Indonesia. Batam 25-26 Juli 2007. Hlm 14-24

Rustiadi, E dan Reti Wurgensi. 2007. Pengembangan lahan pertanian pangan abadi dalam prespektif ketahanan pangan. Semiloka kebijakan pengembangan lahan pertanian pangan abadi, medan.

Santoso, B. 2010. Potensi Pengembangan Sagu sebagai Hasil Hutan Non Kayu di Indonesia. Prosiding Lokakarya Nasional Sagu. Bogor, 14 Oktober 2010. Hlm 23-29.

[SIL] Summer Insitute of Linguistics. 2004. Peta Sebaran Bahasa. Jayapura. Sofyan Ritung, W Supriatna, A Hidayat. 2007. Kriteria Biofisik untuk penetapan

Lahan Pertanian Abadi dalam Mencegah Konversi Lahan Pertanian, Studi Kasus di Provinsi Jawa Barat dan Lampung. Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan dan Lingkungan Pertanian. Bogor: BBPPSLP – Badan Litbang Pertanian Departemen Pertanian. Hlm 311-322.

Sofyan Ritung, A Hidayat, Wahyunto. 2008. Penyusunan Peta lahan abadi 15 juta hektar lahan sawah dan 15 juta hektar lahan kering dan Reforma Agraria. Laporan akhir penelitian. Bogor: BBPPSLP – Badan Litbang Pertanian Departemen Pertanian.

Susanto. 1986. Penginderaan Jauh (jilid 1). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Syamson, A. Buana. 2011. Identifikasi Potensi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) untuk Penyusunan RTRW Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

[PTFI] PT. Freeport Indonesia .2010. Pembangunan Dusun Sagu Tanam sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat Suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Papua. Prosiding Lokakarya Nasional Sagu. Bogor, 14 Oktober 2010. [UU No 26/2007] Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan

Ruang

[UU No 41/2009] Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Widjono, A., R. Aser, dan Amisnaipa. 2000. Identifikasi, karakterisasi, dan koleksi jenis-jenis sagu. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Sistem Usaha Tani

Lampiran 1.

Gambar 1. Awal mula konversi lahan sagu (pohon sagu ditebang)

Gambar 1. Konversi lahan sagu kepenggunaan lainnya (untuk jalan, pemukiman)

Lampiran 2. Proyeksi kebutuhan lahan sagu di lokasi penelitian tahun 2011 – 2030 Tahun Penduduk Jumlah

(jiwa)

Konsumsi per kapita Total Kebutuhan Kebutuhan luas

Data luas lahan (ha) Sisa Lahan *) Skenario 1 (kg/kap/th) *) Skenario 2 (kg/kap/th) *) Skenario 1 (ton) *) Skenario 2 (ton) Produktivitas tetap *) Skenario 1 (ha) *) Skenario 2 (ha) *) Skenario 1 (ha) *) Skenario 2 (ha) 1 2011 71822 18,64 15,11 1338,96 1085,24 8,80 152,2 123,3 1164,6 1012,4 1041,3 2 2012 74810 18,88 15,11 1412,37 1130,38 8,80 160,5 128,5 1164,6 1004,1 1036,1 3 2013 77922 19,12 15,11 1489,81 1177,41 8,80 169,3 133,8 1164,6 995,3 1030,8 4 2014 81164 19,36 15,11 1571,49 1226,39 8,80 178,6 139,4 1164,6 986,0 1025,2 5 2015 84540 19,61 15,11 1657,65 1277,40 8,80 188,4 145,2 1164,6 976,2 1019,4 6 2016 88057 19,86 15,11 1748,54 1330,54 8,80 198,7 151,2 1164,6 965,9 1013,4 7 2017 91720 20,11 15,11 1844,41 1385,89 8,80 209,6 157,5 1164,6 955,0 1007,1 8 2018 95536 20,36 15,11 1945,53 1443,55 8,80 221,1 164,0 1164,6 943,5 1000,6 9 2019 99510 20,62 15,11 2052,20 1503,60 8,80 233,2 170,9 1164,6 931,4 993,7 10 2020 103650 20,88 15,11 2164,72 1566,15 8,80 246,0 178,0 1164,6 918,6 986,6 11 2021 107962 21,15 15,11 2283,41 1631,30 8,80 259,5 185,4 1164,6 905,1 979,2 12 2022 112453 21,42 15,11 2408,61 1699,16 8,80 273,7 193,1 1164,6 890,9 971,5 13 2023 117131 21,69 15,11 2540,67 1769,85 8,80 288,7 201,1 1164,6 875,9 963,5 14 2024 122003 21,97 15,11 2679,97 1843,47 8,80 304,5 209,5 1164,6 860,1 955,1 15 2025 127079 22,25 15,11 2826,91 1920,16 8,80 321,2 218,2 1164,6 843,4 946,4 16 2026 132365 22,53 15,11 2981,90 2000,04 8,80 338,9 227,3 1164,6 825,7 937,3 17 2027 137872 22,81 15,11 3145,39 2083,24 8,80 357,4 236,7 1164,6 807,2 927,9 18 2028 143607 23,10 15,11 3317,85 2169,90 8,80 377,0 246,6 1164,6 787,6 918,0 19 2029 149581 23,40 15,11 3499,76 2260,17 8,80 397,7 256,8 1164,6 766,9 907,8 20 2030 155804 23,69 15,11 3691,65 2354,19 8,80 419,5 267,5 1164,6 745,1 897,1

Asumsi-asumsi dalam perhitungan proyeksi kebutuhan lahan sagu di lokasi penelitian (1) Proyeksi jumlah penduduk menggunakan tahun dasar 2009

(2) Asumsi pertambahan penduduk 4,16 % per tahun (konstan) dari jumlah penduduk tahun 2000-2009 (4) Asumsi produktivitas Sagu Budidaya 8,8 ton per ha pertahun

(5) Asumsi laju konversi tidak diperhitungkan

Lampiran 3. Proyeksi kebutuhan lahan sagu di Kabupaten Jayapura tahun 2011 – 2030 Tahun Penduduk Jumlah

(jiwa)

Konsumsi per kapita Total Kebutuhan Kebutuhan luas

Data luas lahan (ha) Sisa Lahan *) Skenario 1 (kg/kap/th) *) Skenario 2 (kg/kap/th) *) Skenario 1 (ton) *) Skenario 2 (ton) Produktivitas tetap *) Skenario 1 (ha) *) Skenario 2 (ha) *) Skenario 1 (ha) *) Skenario 2 (ha) 1 2011 128798 18,64 15,11 2401,12 1946,13 8,80 272,9 221,2 1164,6 891,7 943,4 2 2012 134156 18,88 15,11 2532,77 2027,09 8,80 287,8 230,4 1164,6 876,8 934,2 3 2013 139736 19,12 15,11 2671,64 2111,42 8,80 303,6 239,9 1164,6 861,0 924,7 4 2014 145549 19,36 15,11 2818,12 2199,25 8,80 320,2 249,9 1164,6 844,4 914,7 5 2015 151604 19,61 15,11 2972,63 2290,74 8,80 337,8 260,3 1164,6 826,8 904,3 6 2016 157911 19,86 15,11 3135,62 2386,04 8,80 356,3 271,1 1164,6 808,3 893,5 7 2017 164480 20,11 15,11 3307,54 2485,29 8,80 375,9 282,4 1164,6 788,7 882,2 8 2018 171322 20,36 15,11 3488,89 2588,68 8,80 396,5 294,2 1164,6 768,1 870,4 9 2019 178449 20,62 15,11 3680,18 2696,37 8,80 418,2 306,4 1164,6 746,4 858,2 10 2020 185873 20,88 15,11 3881,95 2808,54 8,80 441,1 319,2 1164,6 723,5 845,4 11 2021 193605 21,15 15,11 4094,80 2925,38 8,80 465,3 332,4 1164,6 699,3 832,2 12 2022 201659 21,42 15,11 4319,31 3047,07 8,80 490,8 346,3 1164,6 673,8 818,3 13 2023 210048 21,69 15,11 4556,13 3173,83 8,80 517,7 360,7 1164,6 646,9 803,9 14 2024 218786 21,97 15,11 4805,93 3305,86 8,80 546,1 375,7 1164,6 618,5 788,9 15 2025 227888 22,25 15,11 5069,43 3443,39 8,80 576,1 391,3 1164,6 588,5 773,3 16 2026 237368 22,53 15,11 5347,38 3586,63 8,80 607,7 407,6 1164,6 556,9 757,0 17 2027 247242 22,81 15,11 5640,57 3735,83 8,80 641,0 424,5 1164,6 523,6 740,1 18 2028 257528 23,10 15,11 5949,83 3891,24 8,80 676,1 442,2 1164,6 488,5 722,4 19 2029 268241 23,40 15,11 6276,05 4053,12 8,80 713,2 460,6 1164,6 451,4 704,0 20 2030 279400 23,69 15,11 6620,16 4221,73 8,80 752,3 479,7 1164,6 412,3 684,9

Asumsi-asumsi dalam perhitungan proyeksi kebutuhan lahan sagu di Kabupaten Jayapura (1) Proyeksi jumlah penduduk menggunakan tahun dasar 2009

(2) Asumsi pertambahan penduduk 4,16 % per tahun (konstan) dari jumlah penduduk tahun 2000-009 (4) Asumsi produktivitas Sagu Budidaya 8,8 ton per ha pertahun

(5) Asumsi laju konversi tidak diperhitungkan

Dokumen terkait