• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aden, R. 2010. Manfaat dan Khasiat Madu. Hanggar Kreator, Yogyakarta.

Adnyana, K. I., E. Yulinah, Andreanus, E. Soemardji, M. I. Komolosasi, J. I. Iwo, Sigit & Suwendar. 2004. Uji aktivitas antidiabetes ekstrak etanol mengkudu (Morinda citrifolia L.). J. Farma dan Toksik. 29 (2) :2004 -2043.

Al Jamili, S. 2004. Khasiat madu dalam Al-qur’an & Sunnah. Jakarta: Cendikia Sentra Muslim.

American Diabetes Mellitus Association. 2004. Clinical Practice Recomendation. USA : Johnson and Johnson Company.

Azima, F., D. Muchtadi, F. R. Zakaria, & B. P. Priosoeryanto. 2004. Potensi anti hiperkolesterol ekstrak cassia vera (Cinnamomun burmanii Nees ex Blume). J. Teknologi dan Industri Pangan. 15 (2) : 0216-2318.

Budiyanto, M. A. K. 2002. Efek hipolipidemik dan hipoglikemik. Nata de coco sglu pada tikus wistar. Disertasi. Universitas Airlangga, Surabaya.

Ermawati, D. 2007. Pengaruh suplementasi fruktosa terhadap profil glukosa darahdan profil

lipida darah pasien diabetes mellitus tipe II. Skripsi. Fakultas Kedokteran Unibraw, Malang.

Farrel, K.T. 1990. Spice, Condiments and Seasoning. 2nd edition. New York: Nostrand Reinhold.

Gojmerac,W. L. 1983. Bees, Beekeeping, Honey, and Pollination. The AVI Publishing Co. Inc. Westport. USA.

Gunawan, E.S. 2011. Pengaruh pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomun burmanii) terhadap gambaran mikroskopis hepar, kadar SGOT dan SGPT darah mencit BALB/C yang diinduksi paracetamol. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang.

Haris, R. A. 2009. Efektivitas penggunaan iodin 10%, iodin 70% dan iodin 80% dan NaCL

dalam percepatan penyembuhan luka pada punggung tikus jantan Sprague Dawley. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiah Surakarta, Surakarta.

Hartadi, H., S. Reksokadiprodjo & A. D. Tillman. 1990. Tabel komposisi pakan untuk Indonesia. Gadjah Mada. Universitas Press Yogyakarta.

Jung U. J., M. K. Lee, Y. B. Park, S. M. Jeon, & M. S. Choi. 2006. Antihyperglycemic and antioxidant properties of caffeic acid in db/ db mice. J. Pharmacol and Experiment Therapeutics 318:476-483.

Katzung, B. G. 1992. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Linder, M. C. 1992. Nutrisi dan Metabolisme Karbohidrat. Dalam : Maria C. Linder, editor. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Universitas Indonesia-Press: 27-58.

Mattjik, A. A., & I. M. Sumertajaya. 2006. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Jilid 1. Edisi ke-2. Institut Pertanian Bogor (IPB) Press, Bogor.

Murtidjo, B. A. 1991. Memelihara Lebah Madu. Kanisius, Yogyakarta.

National Research Council. 1995. Nutrient Requirement of Laboratory Animals, Fourt Revised Edition. National Academy Press, Washington D.C.

Nugroho, A. E. 2006. Hewan percobaan diabetes melitus: Patologi dan mekanisme aksi diabetogenik. J. Biodiversitas. 4:378-382.

Purbaya, J. R. 2002. Mengenal dan Memanfaatkan Khasiat Madu Alami.Pionir Jaya, Bandung.

Ramesh, B. & K.V.Pugalendi. 2006. Antihyperglycemic effect of umbelliferone in streptozotocin-diabetic rats. J. Med Food 9 (4) : 562–566.

Rismunadar, F & B. Paimin. 2001. Kayu Manis Budi daya & Pengolahan. Jakarta: Penebar swadaya, Jakarta.

Sarwono, B. 2001. Kiat mengatasi Permasalahan Praktis Lebah Madu. Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Agro Media Pustaka.

Shen Yan., M. Fukushima, Y. Ito, E. Muraki, T. Hosono, T. Seiki & T. Ariga. 2010. Verification of the antidiabetic effects of cinnamon (Cinnamomun zeylanicum) using insulin uncotrolled type 1 diabetic rats and cultured adipocytes. J. Biosel 14 (12): 2418-2445.

Sihombing, D.T. H. 1994. Ilmu Ternak Lebah Madu. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Smith, J.B. & M. Soesanto. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan, dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Jakarta. Universitas Indonesia Salemba 4 : 37-48.

Studiawan, H. & M. H. Santoso. 2005. Uji aktivitas penurunan kadar glukosa darah ekstrak daun Eugenia polyantha pada mencit yang diinduksi aloksan. Skripsi. Fakultas Farmasi. Unuversitas Airlangga. Surabaya.

Suarez, A., S. Tulipani, S. Romandani, E. Bertoli, & M. Battino. 2010. Contribution of honey in nutrition and human health. J. Nutr Metab 3: 15-23.

Suarsana, I. N., B. P. Priosoeryanto, T. Wrediyanti, & M. Bintang. 2010. Sintesis glikogen hati dan otot pada tikus diabetes yang diberi ekstrak tempe. J. Veteriner ISSN : 1411-8327.

Suranto, A. 2004. Khasiat dan Manfaat Madu Herbal. Agromedia Pustaka, Tangerang.

Suyono, S. 1992. Upaya pencegahan primer diabetes dan sekunder dalam mengantisipasi ledakan penderita diabetes menjelang abad ke 21. Pidato Pengukuhan guru besar FKUI Ed., Mosby, London :523-539.

Sumoprastowo, R. M & R. A. Suprapto. 1993. Beternak Lebah Madu Moderm. Jakarta : Bhratara.

Taguchi, Y. 1985. Experimental Animals. Tokyo: Clea Japan, Inc.

Taher, M. 2005. Isolation and invitro antidiabetic properties of a poanthocyanidin from Cinnamomun zeylanicum. Tesis. Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia.

Tjay, T. H & K. Raharja. 2002. Obat- obatan Penting, Khasiat, Penggunan dan Efek-Efek Sampingnya Edisi Kelima. PT Elax Media Komputindo, Jakarta.

Yuriska, A. F. 2012. Efek aloksan terhadap kadar glukosa darah tikus wistar. Skripsi. Fakultas Kedoteran. Universitas Diponegoro Semarang, Semarang. Waspadji, S. 2004. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Balai Penerbit

FKUI, Jakarta.

Woodley, M. & A. Whelan. 1995. Pedoman Pengobatan. Edisi 1. Yayasan Essentia Medica. Penerbit Andi Offset. Yogyakarta.

Lampiran 1. Hasil Uji Anova Kadar Glukosa pada Perlakuan dan Waktu yang Berbeda

Pengamatan DF Type I SS Rata-rata F Value Pr > F

Perlakuan 4 882996,93 220749,23 21,43 <,0001

r(perlakuan) 10 553497,63 55349,76 5,37 0,0004

Jam 3 24762,18 8254,05 0,80 0,5053

r(jam) 6 58079,41 9679,90 0,94 0,4852

perlk*jam 12 68999,47 5749,96 0,56 0,8533

Lampiran 2. Uji Lanjut dengan Menggunakan Uji Duncan dengan Program SAS 9.1.3.

Perlakuan Rata-rata pengulangan Grup duncan

M 458,92 12 A

Kontro 367,63 12 B

CM 353,67 12 B

C1M 264,33 12 C

C2M 100 12 D

Lampiran 3. Kondisi Kandang dan Pemeliharaan Tikus (a) Posisi Punyusunan Kandang, (b) Kandang Perlakuan, (c) Pencampuran Bahan Ransum Kontrol, (d) Proses Pelleting

(a) (b)

(c) (d)

Pencampuran Bahan Ransum Kontrol Proses Pelleting

Lampiran 4. Proses Pengambilan Darah (a) Pengambilan Darah, (b) Pengukuran Glukosa Darah,

(a) (b)

Pengambilan Darah Pengukuran Glukosa Darah

Lampiran 5. Aloksan, Madu dan Kayu Manis (a) Bahan Aloksan, (b) Bahan Madu, (c) Kayu Manis

(a) (b) Bahan Aloksan Bahan Madu

(c)

Bahan Kayu Manis

Lampiran 6. Konsumsi Kalori Tikus Diabetes Mellitus Tipe II per Perlakuan

Perlakuan Kalori (Kkal)

Kontrol M CM C1M C2M 8,9g x 2,58 Kkal/g = 22,96 (1,54g x 3,29 Kkal/g) + 22,96 = 28,02 (0,004g x 4,14 Kkal/g) + 22,96 = 22,97 (0,004g x 4,14 Kkal/g) + (1,54g x 3,29 Kkal/g) + 22,96 = 28,03 (0,008g x 4,14 Kkal/g) + (1,54g x 3,29 Kkal/g) + 22,96 = 28,05

Lampiran 7. Konsumsi Lemak Tikus Diabetes Mellitus Tipe II per Perlakuan

Perlakuan Konsumsi Lemak (g/ekor/hari)

Kontrol M CM C1M C2M 8,9g x 3,54% = 0,31 (1,54g x 0,87%) + 0,31 = 0,45 (0,004g x 6,07%) + 0,31 = 0,44 (0,004g x 6,07%) + (1,54g + 0,87%) + 0,31g = 0,45 (0,008g x 6,07%) + (1,54g + 0,87%) + 0,31g = 0,45

Lampiran 8. Konsumsi BETN Tikus Diabetes Mellitus Tipe II per Perlakuan Bahan BETN (g) Kontrol M CM C1M C2M 8,9g x 65,52% = 5,83 (1,54g x 82,4%) + 5,83 = 7,09 (0,004g x 79,8%) + 5,83 = 5,83 (0,004g x 79,8%) + (1,54g x 82,4%) + 5,83 = 7,04 (0,008g x 79,8%) + (1,54g x 82,4%) + 5,83 = 7,09

Lampiran 9. Konsumsi Protein Tikus Diabetes Mellitus Tipe II per Perlakuan

Bahan Protein Kasar (g) Kontrol M CM C1M C2M 8,9g x 15,32% = 1,36 (1,54g x 1,16%) + 1,36 = 1,37 (0,004g x 7,66%) + 1,36 = 1,36 (0,004g x 7,66%) + (1,54g x 1,16%) + 1,36 = 1,37 (0,008g x 7,66%) + (1,54g x 1,16%) + 1,36 = 1,37

Lampiran 10. Perhitungan Energi Asal BETN

Bahan Energi Asal BETN (kal)

Kontrol M CM C1M C2M 5,83g x 4,1 kal = 23,90 7,09g x 4,1 kal = 29,07 5,83g x 4,1 kal = 23,90 7,04g x 4,1 kal = 28,86 7,09g x 4,1 kal = 29,07

Lampiran 11. Perhitungan Energi Asal Lemak Kasar

Bahan Energi Asal LK (kal)

Kontrol M CM C1M C2M 0,31g x 9,1 kal = 2,82 0,45g x 9,1 kal = 4,09 0,44g x 9,1 kal = 4,00 0,45g x 9,1 kal = 4,09 0,45g x 9,1 kal = 4,09

Lampiran 13. Perhitungan Energi Asal Protein Kasar

Bahan Energi Asal PK (kal)

Kontrol M CM C1M C2M 1,36g x 4 kal = 5,44 1,37g x 4 kal = 5,48 1,36g x 4 kal = 5,44 1,37g x 4 kal = 5,48 1,37g x 4 kal = 5,48

Lampiran 14. Kerangka Penelitian

45 ekekor tikus Dikandangkan dengan 15 kelompok kadang, dengan masing masing kandang 3 ekor dan diberikan ransum standart sebanyak 10 g/ekor dan adabtasi selama 2 minggu Dipuaskan selama 16 jam Glukosa darah 45 ekor tikus diukur untuk indikator glukosa darah Diberikan pakan 10 g/ekor dan minum

Dipuasakan kembali selama 16 jam

Penyuntikan aloksan melalui subkutan Dipuasakan selama 1 jam

dan diberikan makan kembali 10g/ekor

Tetap dipelihara selam 5 hari dengan pemberian pakan standart sebanyak 10g/ekor

Pada hari kelima dipuaskan kembali selama 16 jam Pengukuran kadar glukosa darah sebanyak 15 ekor tikus perwakilan Pemberian

perlakuan pada hari pertama Pengukuran glukosa darah setelah 30 dan 60 menit pemberian perlakuan Pemberian perlakuan dan pengukuran glukosa darah pada jam ke 24 dan 26 setelah

PENDAHULUAN

Dokumen terkait