INSTITUT PERTANIAN BOGOR
DAFTAR PUSTAKA
Alikodra HS. 2002. Pengelolaan Satwaliar. Jilid I. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
Arumasari.(1989). Komunitas Burung pada Berbagai Habitat di Kampus UI, Depok [skripsi]. Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
Bailey JA. 1984. Principle of Life Management. New York: John Wiley.
[BMG] Badan Metereologi dan Geofisika Kota Ternate. 2004. Data Curah Hujan, Hari Hujan, Suhu Udara, dan Kelembaban Udara Kota Ternate Tahun 2004. Ternate: BMG Kota Ternate.
Branch MC. 1995. Perencanaan Kota Komprehensif: Pengantar dan Penjelasan. Wibisono BH, penerjemah; Djunaedi A, editor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari: Comprehensive City Planning: Introduction and Explanation.
Chan, Crosby MJ, Islam MZ, Tordoff AW. 2004. Important Bird Areas in Asia: Key Sites for Conservation. BirdLife Internasional. www.birdlife.org/datazone/info/ibasasia [30 Mei 2011].
Coates BJ, Bishop KD. 2000. Panduan Lapang Burung-Burung di Kawasan Wallacea: Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Kartikasari SN, Tapilatu MD, Rini D; Jakarta: BirdLife International-Indonesia Programme & Dove Publications Pty.Ltd. Terjemahan dari: A Guide to the Birds of Wallacea: Sulawesi, the Moluccas and Lesser Sunda Island, Indonesia.
Desmukh I. 1992. Ekologi dan Biologi Tropika. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Dewi ES. 2006. Analisis Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pulau
Ternate Propinsi Maluku Utara [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. 2005. Pengembangan Sistem Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan. Bogor: Laboratorium Perencanaan Lanskap Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB.
Faaborg J. 1988. Ornithology: An Ecological Approach. New Jersey: Prentice- Hall, Inc.
Inoguchi T, Newman E, Paoletto G. 2003. Pendahuluan: Kota dan Lingkungan Menuju Kemitraan Berwawasan Ekologi. Di dalam: Inoguchi T, Newman E, Paoletto G, editor. Kota dan Lingkungan: Pendekatan Baru Masyarakat Berwawasan Ekologi. Jakarta: LP3ES.
Irwan ZD. 2005. Tantangan Lingkungan dan Lansekap Hutan Kota. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Jokimaki K, Jokimaki MLK. 2003. Spatial Similarity of Urban Bird Communities: A Multiscale Approach. Journal of Biogeography 30: 1183- 1193.
Krebs CJ. 1978. Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. 2nd ed. Institute of Animal Resource Ecology, The University of British Columbia.
Lambert FR. 1993. The Status of and Trade in North Moluccan Parrots with particular emphasis on Cacatua alba, Lorius garrulus and Eos squamata. IUCN/SSC Trade Specialist Group. UK: IUCN, Gland, Switzerland and Cambridge.
Magurran AE. 2004. Ecological Diversity and Its Measurement. New Jersey: Princenton University Press.
MacKinnon J, Phillips K, Van Balen B. 1998. Seri Panduan Lapangan Burung- Burung Di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Cibinong: Birdlife International-Indonesia Program-Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI.
Mardiastuti A. 1999. Keanekaragaman hayati: kondisi dan permasalahannya [abstrak]. Di dalam: Sarasehan Pendidikan Lingkungan Mengenai Keanekaragaman Hayati Untuk Guru-Guru SD se-Jawa Barat. Bogor: Yayasan BioCommunica.
Miller. 2010. Peran Burung-Burung dalam Menjaga Ekosistem. www.ehow.com/facts_5452359-role-birds-maintaining-ecosystem.html [30 Mei 2011].
Morrison ML, Marcot BG, Mannan RW. 1992. Wildlife-Habitat Relationships: Concepts & Applications. Madison, Wisconsin: The University of Wisconsin Press.
Novarino W. 2008. Dinamika Jangka Panjang Komunitas Burung Strata Bawah di Sipisang, Sumatera Barat [Disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Nursjafani. 2006. Kajian Perkembangbiakan Burung Mamoa (Eulipoa wallacei) dengan Menggunakan Metode Tetasan Buatan di Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Ontario J, Hernowo JB, Haryanto, Ekarelawan. 1991. Pola Pembinaan Habitat Burung di Kawasan Pemukiman Terutama di Perkotaan. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
Peterson RT. 1980. Burung. Jakarta: Pustaka Alam Life, Tiara Pustaka.
Prasetyo LB, Hernowo JB. 1989. Konsepsi Ruang Terbuka Hijau di Kota Sebagai Pendukung Pelestarian Burung. Media Konservasi II (04): 61-71.
Primack RB, Indrawan M, Supriatna J. 2007. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rombang WM, Rudyanto. 1999. Daerah Penting Bagi Burung Jawa dan Bali. Bogor: PKA/BirdLife International-Indonesia Programme.
Root RB. 2001. Guild. Di dalam: Levin SA, editor. Encyclopedia of Biodiversity. New York: Academy Press.
Rusmendro H, Ruskomalasari A, Khadafi HB, Prayogo L, Apriyanti. 2009. Keberadaan jenis burung pada lima stasiun pengamatan di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung Depok-Jakarta. Vis Vitalis 2 (2): 50-64.
Sayogo AP. 2009. Tipe Habitat di Taman Nasional Lore Lindu Provinsi Sulawesi Tengah [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB.
Sekretaris Negara. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jakarta: Sekretariat Negara.
Simonds JO. 1983. Landscape Architecture. New York, Toronto, London: McGraw-Hill Book Company Inc.
Sujatnika JP, Soehartono TR, Crosby MJ, Mardiastuti A. 1995. Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia: Pendekatan Daerah Burung Endemik. Jakarta: PHPA/Birdlife International-Indonesia Programme.
Sukmantoro W, Irham M, Novarino W, Hasudungan F, Kemp N, Muchtar M. 2007. Daftar Burung Indonesia No 2. Bogor: Indonesian Ornithologist. Sulistyadi E. 2011. Komunitas Burung Pulau Moti Ternate Maluku Utara. Di
dalam: Maryono I, Sutrisno H, editor. Ekologi Ternate. Jakarta: LIPI Press. hlm 83-104.
[SUSENAS] Survey Sosial Ekonomi Nasional. 2003. Data Sosial dan Ekonomi Kota Ternate. Ternate: BPSKota Ternate.
Sutopo. 2008. Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Areal Hutan Lindung KPH Madiun Perum Perhutani Unit II Jawa Timur [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB.
Syafrudin D. 2011. Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Propinsi Lampung [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas kehutanan IPB. Van Balen B. 1999.Bird of Fragmented Island, Persistence in the Forest of Java
and Bali. Netherland: Waginengan University Press.
Widodo W. 2011. Kajian Ekologi Burung di Hutan Gunung Gamalama, Ternate Maluku Utara. Di dalam: Maryanto I, Suryanto H, editor. Ekologi Ternate. Jakarta: LIPI Press. hlm. 69-82.
Wiens JA. 1989. The Ecology of Bird Communities II. Cambridge: Cambridge University Press.
Yoza D. 2006. Keanekaragaman Jenis Burung di Berbagai Tipe daerah Tepi (Edges) Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim Propinsi Riau [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG
PADA BEBERAPA TIPE HABITAT DI PULAU TERNATE
FADILA TAMNGE
DEPARTEMEN
KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG
PADA BEBERAPA TIPE HABITAT DI PULAU TERNATE
FADILA TAMNGE
Skripsi
sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
DEPARTEMEN
KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
RINGKASAN
FADILA TAMNGE. Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Pulau Ternate. Dibimbing Oleh YENI ARYATI MULYANI dan ANI MARDIASTUTI.
Pulau Ternate yang tercatat sebagai kawasan Endemic Bird Area (EBA) dengan nomor ID 171 (Chan et al. 2004) memiliki beberapa tipe habitat diantaranya hutan pantai, mangrove, hutan primer, kebun campuran tua, danau, permukiman, dan Ruang Terbuka Hijau yang dapat dikembangkan sebagai kantong-kantong atau habitat burung. Ketersediaan tipe habitat yang beraneka ragam akan mempengaruhi tinggi rendahnya keanekaragaman jenis burung yang ada pada suatu lokasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan habitat burung, (2) mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung, dan (3) mengidentifikasi komposisi guild burung. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan data atau informasi sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam pengembangan Kota Ternate.
Penelitian dilaksanakan pada lima tipe habitat (kebun campuran tua, hutan pantai, danau, permukiman, dan Ruang Terbuka Hijau) di Pulau Ternate pada bulan Januari-Februari 2012. Kondisi vegetasi dan habitat digambarkan menggunakan data kualitatif yang dikumpulkan secara langsung, pengumpulan data burung menggunakan metode IPA, dan pengelompokkan guild merujuk pada Faaborg (1988) dan Coates dan Bishop (1997). Analisis data profil habitat dan guild dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis keanekaragaman jenis burung menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks kesamaan komunitas burung.
Tercatat 51 jenis burung dari 17 suku yang ditemukan di Pulau Ternate. Terdapat 11 jenis burung yang tidak ditemukan serta 22 jenis baru jika dibandingkan dengan hasil Widodo et al. (2011). Keanekaragaman jenis burung tertinggi ditemukan di habitat danau, sedangkan habitat RTH merupakan habitat dengan keanekaragaman jenis burung terendah. Habitat dengan nilai H’ tertinggi yaitu habitat danau (H’=2,56) sedangkan yang terendah yaitu habitat RTH (H’=0,89). Habitat dengan nilai E tertinggi yaitu permukiman (E=0,76), sedangkan yang terendah yaitu habitat RTH (E=0,43). Habitat dengan kesamaan komunitas burung tertinggi adalah permukiman dan RTH (IS=0,54) yang dipengaruhi oleh keberadaan jenis vegetasi dan kesamaan karakteristik habitat. Guild tertinggi berdasarkan jumlah jenis dan individu burung yaitu dari kelompok pemakan serangga sedangkan guild dengan jumlah jenis dan individu burung terendah yaitu dari kelompok grup burung lain. Ada beberapa kebijakan dalam pengelolaan yang dapat diimplementasikan, yaitu (1) mempertahankan habitat bagi berbagai jenis burung, (2) penanaman jenis-jenis vegetasi yang digemari oleh burung, (3) monitoring berkala, dan (4) pengembangan kegiatan berbasis lingkungan hidup.
ABSTRACT
FADILA TAMNGE. Birds Diversity at Several Habitat in Ternate Island. Under Supervision of YENI ARYATI MULYANI and ANI MARDIASTUTI.
Ternate Island is a small island that has not been studied intensively for it bird community. The objectives of this research were (1) to describe the habitat of birds, (2) to examine bird diversity, and (3) to examine guild composition. The research was conducted at five habitats (mix planting, coastal forest, lake area, residential area, and open spaces (OS)) in January- February 2012. A descriptive analysis was used to describe the habitat profile and guild, whilst bird diversity was analyzed using Shannon-Wienner diversity index and Jaccard index of similarity. A total of 51 bird species from 17 families was recorded. The highest diversity was in the lake area (H’= 2,56) and the lowest diversity was in OS (H’= 0,89). The highest similarity index was between residential area and OS (IS= 0,54). The most dominant guild was insectivores and the most dominant bird was Passer montanus. Recommended management implication are: (1) provide and maintain bird habitat, (2) planting a favourite vegetation for birds, (3) intensive monitoring, and (4) develop an environmental education programs.
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul “Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Pulau Ternate” adalah benar hasil karya saya sendiri dengan bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi ataupun lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Bogor, Februari 2013
Fadila Tamnge E34070022
Judul Skripsi : Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Pulau Ternate
Nama : Fadila Tamnge
NIM : E34070022
Mengetahui, Pembimbing I,
Dr. Ir. Yeni Aryati Mulyani, M.Sc. NIP. 19610411 198703 2 001
Pembimbing II,
Prof.Dr. Ir. Ani Mardiastuti,M.Sc. NIP. 19590925 198303 2 002
Mengetahui
Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni, MS. NIP. 19580915 198403 1 003