kelimpaahan relatif fitoplankton (%)
DAFTAR PUSTAKA
Adawiyah, R. 2011. Diversitas Fitoplankton di Danau Tasikardi Terkait dengan Kandungan Karbondioksida dan Nitrogen. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negri Jakarta.
Aliza, D., Winaruddin dan L. W. Sipahutar. 2013. Efek Peningkatan Suhu Air terhadap Perubahan Perilaku, Patologi Anatomi dan Histopatologi Insang Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Medika Veterinaria. 7(2): 142-145.
Andriani. 2004. Analisis Hubungan Parameter Fisika-Kimia dan Klorofil-a dengan Produktivitas Primer Fitoplankton di Perairan Pantai Kabupaten Luwu.
Sekolah Pasca sarjana Institut Teknologi Bogor.Bogor.
Apridayanti, E. 2006. Distribusi Vertikal Fitoplankton di Waduk Lahor Kabupaten Malang, Jawa Timur. Skripsi. Fakultas Perikanan . Fakultas Perikanan Brawijaya, Malang.(Tidak di terbitkan).
Apridayanti,E. 2008. Evaluasi Pengelolaan Lingkungan Waduk Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur. tesis. Universitas Diponegoro.
APHA. 1992. Standart Method for The Examination of Water and Waste Water.
1st Edition. APHA, AWWA, WEF.Washington DC.
Ardiwijaya, R.R. 2002. Distribusi Horizontal Klorofil-a dan Hubungannya dengan Kandungan Unsur Hara serta Kelimpahan Fitoplankton di Teluk Semangka, Lampung. Skripsi. Program Studi MSP. FPIK. IPB. Bogor.
Arfiati, Musa M., dan Wiranti. 2002. Pendugaan Status Trofik dengan pendekatan Kelimpahan, Komposisi dan Produktivitas Primer Fitoplankton di Waduk Gondang Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 6 (1): 62-67.
Arinardi, O.H. 1996.Kisaran Kelimpahan dan Komposisi Plankton Predominan di Perairan Kawasan Tengah Indonesia. LIPI. Bogor.
Asdak. C. 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Aliran Sungai,Gajah Mada University Press, Jogjakarta.
Asriana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Primer. Bumi Aksara.Jakarta.
Barus, T.A.,2004. Pengantar Limnologi, Studi Tentang Ekosistem Sungai dan Danau, Jurusan Biologi, USU, Medan.
Bellinger, E. G., & Sigee, D.C. 2010. Freshwater Algae: Identification and Use as Bioindicatora. John Wiley & Sons Ltd. United Kingdom.
Boney, A,D. 1989. Phytoplankton. Edward Arnold Publisher Ltd. London.
Bold, H., C., dan M. J. Wynne. 1985. Introduction to The Aalgae, Prentice Hall, Inc. USA.
Boyd, C.E. 1990. Water Quality In Ponds For Aquaqulture. Birmingham Publishing CO. Birmingham, Alabama: ix+482.
Carlson, R. E. 1977. A Thropic State Indeks For Lakes. Journal Limnology and Oceanography, 22 (2):361-369.
2
Dahuri, R. 1994.Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Pesisir, Menuju Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan, Indonesia. Managemen Pesisir dalam Tropical Asia.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius: Yogyakarta.
Erlina, A. 2006.Kualitas Perairan di Sekitar BBPBAP Jepara Ditinjau dari Aspek Produktivitas Primer Sebagai Landasan Operasional Pengembengan Budidaya Udang dan Ikan. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.
Ewusie, I.Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. Institut Teknologi Bandung.
Bandung. Company.United State of America. America.
Handayani, E.S. 2015. Pendugaan tingkat kesuburan perairan dan potensi perikanan dengan pendekatan produktivitas primer di Waduk LahorDesa Karang Kates kecamatan sumber pucung Kabupaten Malang Jawa Timur.
Skripsi. Fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas brawijaya.
Hariyadi, S., E. M. Adiwilaga, T. Prartono, S. Hardjoamidjojo dan A. Damar.
2010. Produktivitas Primer Estuari Sungai Cisadane Pada Musim Kemarau.
Limnotek (2010) 17 (1) : 49-57.
Hauer, F.R and A.J.Horne. 1996.Temperature, Light and Oxygen. Hauer F.R dan Lamberti G A (editor), Stream Ecology. Academic Press. San Diego.
Hutabarat, S. 2000. Produktivitas Perairan dan Plankton. Telaah Terhadap Ilmu Perikanan dan Kelautan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Semarang.
Herawati, E.Y.1989.Pengantar Planktonologi (Fitoplankton). NUFFIC, UNIBRAW/
LUW /FISH. Universitas Brawijaya. Malang.
Herawati. E.Y. 2003. Biologi and Ekologi Fitoplankton. Fakultas Perikanan.
Universitas Brawijaya. Malang.
Heddy, S dan Kurniati, M. 1994. Prinsip- Prinsip Dasar Ekologi. PT. Raja Grafindo Persada.Jakarta.
Horne, A.J. and Goldman, C.R. 1994. Limnology.2nd Edition. Singapore: Mc Graw-Hill. Co Press.
Irawati, N. 2011. Hubungan Produktivitas Primer Fitoplankton dengan Ketersediaan Unsur Hara Berbagai Tingkat Kecerahan di Perairan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara. Tesis. Mayor Pengelolaan Sumberdaya Perairan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kaswadji, R. F., F. Widjajandan Y. Wardiatno. 1993. Produktivitas Primer dan Laju Pertumbuhan Fitoplankton di Perairan Pantai Bekasi. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia 1(2) : 1-15.
Khaqiqoh,N., Purnomo, P. W. Dan Hendarto,B. 2014. Pola Perubahan Komunitas Fitoplankton di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang Berdasarkan Pasang Surut. Diponegoro Journal Of Maquares, 3 (2) : 92-101.
3
Krismono, A.S.N. dan Kartamihardja, S. 1995. Status Trofik Perairan Waduk Kedungombo Jawa Tengah , sebagai Dasar Pengelolaan Perikanan. Jurnal Perikanan Indonesia 1 (3): 26-35.
Lumbanbatu D. T.F. 1979. Aspek Biologi Reproduksi Jenis Ikan di Waduk Lahor, Jawa Timur. Karya Ilmiah. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor; Bogor. 169 h.
Mahmudi, M. 2005. Produktivitas Perairan. Fakultas Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang.
Maizar, A. 2011. Kelimpahan dan Komposisi Fitoplankton di Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Jurnal Kelautan. 4 (2).
Marlian, N. 2016. Aanalisis Distribusi Horizontal Klorofil-a Sebagai Indikator Tingkat Kesuburan Perairan di Teluk Meulaboh Aceh Barat Provinsi Aceh.
Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mason, C. F. 1981. Biology of Freshwater Pollution. Longman. New York.
Matjik A. A & Sumertajaya, I. M. 2000. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab Jilid 1. Bogor. Ipb Press.
Nontji, A. 1984. Biomasa dan Produktivitas Fitoplankton di Perairan Teluk Jakarta serta Implikasinya dengan Faktor-faktor Lingkungan. Disertasi. Institut Teknologi Bogor.
Novita, Kardiawan. S dan Tunjung. M.P. 2015. Penentuan Daya Dukung untuk Perikanan Alami (Studi Kasus: Situ Cilala, Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 20(1).
Novonty, V., dan Olem, H. 1994. Water Quality, Prevention, Identivication, and Management of Diffuse Pollution. Van Nostrans Reinhold. New York.
Nybakken, J.M. 1988. Biologi Laut : Suatu Pendekatan Ekologis (diterjemahkan oleh H.M. Eidmar, Koesoebiono, D.G. bengen, M. Hutomo dan D.
Sukardjo). Gramedia , Jakarta. 433 hal.
Nybaken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemah : Eidman,M., Koesbiono, Detrich G.B., Malikusworo, H. Dan Sukardjo,S. PT.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Odum, E. P. 1971. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Diterjemahkan oleh T.
Samingan. Hal: 433-443. Gajahmada University Press.
Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan Tjahjono Samingan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Odum. 1996. Dasar-Dasar Ekologi. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Putri, M.R.a. dan Sri, E. P. 2013. Variasi Kelimpahan Fitoplankton di Area Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Hal 349-360.
Peihler, M.F., Dyble J., P.H., Pinckney, J.L. dan Paerl, H.W. 2004. Effects of Modified Nutrient Concentrations and Ratios on The Structure an Function of The Native Phytoplankton Community in The Neuse River Estuary, Nort Carolina, USA. Aquatic Ecology. 36:371-385.
Pomeroy, L.R.1999. Food Web Connections: Link and Sinks. In Bell C.R., Brylinsky, M., Johnson-Green, P. (eds). Microbial Biosystems : New Frontiers. Proceedings of The 8th International Symposium on Microbial Ecology. Atlantic Canada Society for Microbelial Ecology, Halifax.Canada.
4
Prescott, G. W.1973. How to Know the Ftresswater Algae. W. M. C. Brown Company Publiser, Dubuque, Lowa USA.
Raharjo, W. T. 2010. Strategi Meningkatkan Metodologi. Fakultas Teknik.
Universitas Indonesia
Raymont, J,E.G. 1961. Plankton and Produktivity in The Ocean, 2nd Edition, Vol 1 Phyro. Pergamon Press. Oxford. England.
Sachlan, M. 1982. Planktonologi. Direktorat Jendral Perikanan Departemen Pertanian. Jakarta.101 Hlm.
Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan. Jurnal Oseana. XXX (3) : 21-26.
Shannon, C. And Weaver. 1949. The Mathematical Theory of Communication.
The University of Illinois Press.
Standart Nasional Indonesia. 1990. Metode Pengukuran Kualitas Air. Jakarta.
Dinas Pekerjaan Umum.
Sitinjak, F.R. 2009. Produktivitas Primer Fitoplankton pada Musim Kemarau Tahun 2008 di Muara Sungai Cisade, Kabupaten Tangerang, Banten.
Skripsi. FPIK. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sitorus, M. 2009. Spektroskopi (Elusidasi Struktur Molekul Organik). Graha Ilmu.
Yogyakarta.Hlm 78.
Subarjanti, H.U. 2015. Pengantar Ekologi Perairan. FPIK UB: Malang.
Sudaryanti, S. 1995. Eutrofikasi dan Metode Rehabilitasinya. Fakultas Perikanan.
Universitas Brawijaya. Malang.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sukarmad, W. 2004. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar, Metode dan Teknik (Edisi Revisi). Bandung: Tarsito.
Suryabrata, S. 2014. Metodologi Penelitian. Rajawali Pers. Jakarta.
Suryani, D. 2015. Status Trofik dan Pencemaran Bahan Organik Waduk Lahor denagn metode Saprobic Index (SI) dan Tropic State Index (TSI). Skripsi.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Malang.
Sumich, J.L.1994. An Introduction to The Biology of Marine Life. Fifth Edition.
Wm.C.Bown Company Publishers. USA.
Wardana, W. A. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan (Edisi Revisi) Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wiadnya, D. G., Sutini L., dan Lelono T.F. 1993. Menejemen Sumberdaya Perairan dengan Kasus Perikanan Tangkap di Jawa Timur. Fakultas Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang
Wetzel, R.G. 1983. Limonogy. Philadelphia: W.B. Sounders Company.
Yuliastuti, E. 2011. Kajian Kualitas Air Sungai Ngringi Karanganyar dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.
5
Yollenweider, R. A. 1968. Scientific Fundamentals of the Euthrophication of Lakes and Flushing Waters, with Particular Influence to Nitrogeneous ang Phosphorous as Factors in Eutrophication. OECD, Technical Report, Paris.
6
LAMPIRAN
Lampiran 1. Klasifikasi dan gambar fitoplankton Gambar foto perbesaran 400 x Gambar literatur (Google image,
2017)
Klasifikasi
Divisi : Cyanophyta Class : Cyanobakteria Order : Synechocales Family :
Merismopediaceae Genus : Agmenelum
Divisi : Cyanophyta Class : Cyanobacteria Subclass :
Nostocophycideae Order : Nostocales Family : Nostocaceae Genus : Anabaena
Devisi : cyanophyta Class : Cyanobacteria Order : Synechoccales Family:
Merismopedieceae Genos : Microcystis
7
Divisi : Cyanophyta Class : Cyanobacteria Subclass :
Oscillatoriophycideae Order : Oscillatoriales Family : Phormidiaceae Genus : Phormidium
Divisi : Cyanophyta Class : Cyanobacteria Order : Oscillatoriales Family : Oscillatoricae Genus : Oscillatoria
Divisi : Clorophyta Class : Chlorophyceae Order : Microsporales Family : Microsporaceae Genus : Microspora
Divisi : Chlorophyta Class : Clorophyceae Order: Chlorococcales Family:Scenedesmaceae Genus: Scenedesmus
8
Divisi : chlorophyta Class : Clorophyceae Order: Naviculales Family:
Pleurosigmatacea Genus:Gyrosigma
Divisi : Chlorophyta Class : Clorophyceae Order: Zygnematales Family: desmidiaceae Genus: staurastrum
Divisi : Chrysophyta Class : Bacillariophyceae Order: Bacilariales Family:
Coscinodiscaceae Genus:Cyclotella sp
Divisi : Chrysophyta Class : acillariophyceae Order: Bacilariales Family:Naviculaceae Genus:Navicula
9
Divisi : Chlorophyta Class :
Order: Coleochatales Family:
Genus:Chleochaeta
Divisi : Chrysophyta Class :
Order: Pennales Family: Nitzschiaceae Genus: Nitzschia
Divisi : Chlorophyta Class : Chlorophyceae Order: Volvocaler Family: Volvocaceae Genus: Volvox
Divisi : Chlorophyta Class : Chlorophyceae Order: Clorococcales Family: Oocystaceae Genus:Chlorella
Phylum : Cyanophyta Class : Chlorophyceae Order: Chroococcales Family: Crooccales Genus: Merimopedia
10 Lampiran 2. Tabel hasil perhitungan kelimpahan fitoplankton (N)
stasiun divisi jenis plankton ulangan
jumlah kotak ulangan N (sel/ml) rata-rata N
(sel/ml) KR pi=n/N ln pi H'=-pi
11
12
4
chlorela 40 45 100 400 450 425 2,3 0,023 -3,752 0,088 0,001
staurastrum 90 99 100 900 990 945 5,2 0,052 -2,953 0,154 0,003
scenedesmus 50 45 100 500 450 475 2,6 0,026 -3,641 0,095 0,001
SUBTOTAL 7450 7360 7405 40,9 0,409 -17,36 1,021 0,038
Chrysophyta nitzschina 110 99 100 1100 990 1045 5,8 0,058 -2,852 0,165 0,003
cyclatella 221 223 100 2210 2230 2220 12,3 0,123 -2,099 0,257 0,015
SUBTOTAL 3310 3220 3265 18,0 0,180 -4,951 0,422 0,018
Cyanophyta
agmenelum 220 212 100 2200 2120 2160 11,9 0,119 -2,126 0,254 0,014
Microcystis 250 233 100 2500 2330 2415 13,3 0,133 -2,015 0,269 0,018
phormidium 105 126 100 1050 1260 1155 6,4 0,064 -2,752 0,176 0,004
oscilatoria 90 108 100 900 1080 990 5,5 0,055 -2,907 0,159 0,003
merismopedia 20 29 100 200 290 245 1,4 0,014 -4,303 0,058 0,000
anabaena 50 45 100 500 450 475 2,6 0,026 -3,641 0,095 0,001
SUBTOTAL 7350 7530 7440 41,1 0,411
-17,744 1,010 0,040
TOTAL 18110 18110 18110 100,0 1,000 -40,06 2,453 0,097
13
Lampiran 3. Kelimpahan fitoplankton dan kelimpahan relatif fitoplankton stasiun 1 stasiun divisi jenis plankton
ulangan N (sel/l)
1 2
N KR% N KR%
1
Chlorophyta Microspora 1950 14,76 2100 15,35
Gyrosigma 830 6,28 930 6,80
cleochaita 2000 15,14 2130 15,57
chlorela 200 1,51 220 1,61
scenedesmus 300 2,27 260 1,90
SUBTOTAL 5280 39,97 5640 41,23
Chrysophyta nitzschina 900 6,81 990 7,24
cyllatela 2200 16,65 2220 16,23
SUBTOTAL 3100 23,47 3210 23,46
Cyanophyta agmenelum 2190 16,58 2200 16,08
merismopedia 150 1,14 150 1,10
Microcystis 2190 16,58 2190 16,01
anabaena 300 2,27 290 2,12
SUBTOTAL 4830 36,56 4830 35,31
TOTAL 13210 100 13680 100
14
Lampiran 4. Kelimpahan fitoplankton dan kelimpahan relatif fitoplankton stasiun 2 stasiun divisi jenis plankton
ulangan N (sel/l)
1 2
N KR% N KR%
2
Chlorophyta
Microspora 2100 13,70 2130 13,56 Gyrosigma 1200 7,83 1210 7,70 staurastrum 140 0,91 210 1,34 cleochaita 2500 16,31 2550 16,23
chlorela 300 1,96 320 2,04
scenedesmus 400 2,61 390 2,48
SUBTOTAL 6640 43,31 6810 43,35
Chrysophyta nitzschina 1000 6,52 1030 6,56 cyllatela 2300 15,00 2330 14,83
SUBTOTAL 3300 21,53 3360 21,39
Cyanophyta
agmenelum 2200 14,35 2210 14,07 Microcystis 2250 14,68 2270 14,45
navicula 390 2,54 450 2,86
merismopedia 150 0,98 160 1,02
anabaena 400 2,61 450 2,86
SUBTOTAL 5390 35,16 5540 35,26
TOTAL 15330 100 15710 100
15
Lampiran 5. Kelimpahan fitoplankton dan kelimpahan relatif fitoplankton stasiun 3 stasiun divisi jenis plankton
ulangan N (sel/l)
1 2
N KR N KR
3
Chlorophyta
Microspora 2300 12,96 2390 12,68 Gyrosigma 1200 6,76 1270 6,74 cleochaita 2530 14,25 2500 13,26 staurastrum 240 1,35 180 0,95
chlorela 500 2,82 530 2,81
volvox 1500 8,45 1550 8,22
scenedesmus 600 3,38 660 3,50
SUBTOTAL 8870 49,97 9080 48,17
Chrysophyta nitzschina 1200 6,76 2210 11,72 cyllatela 2330 13,13 2120 11,25
SUBTOTAL 3530 19,89 4330 22,97
Cyanophyta
agmenelum 2230 12,56 2210 11,72 Microcystis 2320 13,07 2190 11,62 merismopedia 200 1,13 290 1,54
anabaena 600 3,38 750 3,98
SUBTOTAL 5350 30,14 5440 28,86
TOTAL 17750 100 18850 100
16
Lampiran 6. Kelimpahan fitoplankton dan kelimpahan relatif fitoplankton stasiun 4 stasiun divisi jenis plankton
ulangan N (sel/l)
1 2
N KR% N KR%
4
Chlorophyta
Microspora 2200 11,89 2090 11,67
Gyrosigma 1100 5,95 990 5,53
cleochaita 2350 12,70 2390 13,34 staurastrum 900 4,86 990 5,53
chlorela 400 2,16 450 2,51
scenedesmus 500 2,70 450 2,51
SUBTOTAL 7450 40,27 7360 41,08
Chrysophyta nitzschina 1100 5,95 990 5,53 cyllatela 2210 11,95 2230 12,45
SUBTOTAL 3310 17,89 3220 17,97
Cyanophyta
agmenelum 2200 11,89 2120 11,83 Microcystis 2500 13,51 2330 13,01 phormidium 1260 6,81 1155 6,45 merismopedia 200 1,08 290 1,62 oscilatoria 1080 5,84 990 5,53
anabaena 500 2,70 450 2,51
SUBTOTAL 7740 41,84 7335 40,94
TOTAL 18500 100 17915 100
17
Lampiran 7. Tabel hasil perhitungan parameter fisika-kimia Stasiun minggu
ke
Parameter suhu kecera
han pH CO2 DO nitrat PO4-3 total fosfat
1
1 27 88 8 7,5 9,81 0,2 0,018 0,169
2 28 89 8 7,5 10,67 0,198 0,032 0,173
rata-rata 27,5 88,5 8 7,5 10,24 0,199 0,025 0,171
2
1 28 88 8 7,9 8,8 0,249 0,019 0,178
2 27 89 8 7,9 8,7 0,216 0,039 0,182
rata-rata 27,5 88,5 8 7,9 8,75 0,232
5 0,029 0,18
3
1 29 92 8,5 7,9 6,95 0,356 0,031 0,21
2 28 94 8,5 7,9 6,83 0,187 0,035 0,207
rata-rata 28,5 93 8,5 7,9 6,89 0,271
5 0,033 0,2085
4
1 29 93 8,5 7,9 8,95 0,298 0,021 0,19
2 28 89 8,5 7,8 9,627 0,225 0,041 0,196
rata-rata 28,5 91 8,5 7,85 9,288 0,261
5 0,031 0,193
18
Lampiran 8. Perhitungan TSI SD (kecerahan) Kecerahan
88 89,25 0,88 0,8925 -0,127833372 -0,113728765 61,84207888 61,63883151 88 88,5 0,88 0,885 -0,127833372 -0,122167634 61,84207888 61,76043561 93 88,5 0,93 0,885 -0,072570693 -0,122167634 61,04574368 61,76043561 91,77 94,25 0,9177 0,9425 -0,085884739 -0,05921936 61,23759909 60,85335097
Lampiran 9. Tabel perhitungan TSI TP (total fosfor) Minggu stasiun Total P
(mg/l) microgram/l ln
microgram/l TSI TP 1 1 0,197 197,0833333 5,283626651 80,33989631 2 0,196 195,6944444 5,276554486 80,23791569 1 2 0,178 177,6388889 5,179752776 78,84203502 2 0,182 181,8055556 5,20293774 79,17636221 1 3 0,169 169,3055556 5,131705103 78,14918759 2 0,173 173,4722222 5,156017484 78,49977212 1 4 0,210 209,5833333 5,345121433 81,22665106 2 0,207 206,8055556 5,331779007 81,03425328
19
Lampiran 10. Tabel perhitungan TSI Chlo (klorofil-a)
Stasiun
mikrogram /liter
ulangan ln kloro ulangan tsi kloro
rata-rata
1 2 1 2 1 2
1 10300 10498 9,239899174 9,258940042 49,64989917 49,66894004 49,65941961 2 12100 12900 9,400960732 9,46498259 49,81096073 49,87498259 49,84297166 3 13900 13800 9,539644119 9,532423871 49,94964412 49,94242387 49,946034 4 11300 11050 9,332558005 9,310185707 49,742558 49,72018571 49,73137186
20
Lampiran 11. Tabel Hasil perhitungan TSI
Stasiun minggu ke tsi kloro-a tsi (TP) tsi (SD) tsi carlson Keterangan
1 1 49,64 80,23 61,63 63,83333333
eutrofik sedang
2 49,66 80,23 61,84 63,91
rata-rata 49,65 80,23 61,735 63,87166667
2 1 49,81 78,84 61,76 63,47
eutrofik sedang
2 49,87 79,17 61,84 63,62666667
rata-rata 49,84 79,005 61,8 63,54833333
3 1 49,74 78,14 61,76 63,21333333
eutrofik sedang
2 49,72 78,49 61,04 63,08333333
rata-rata 49,73 78,315 61,4 63,14833333
4 1 49,74 81,2 61 63,98
Eutrofik sedang
2 49,72 81 61,2 63,97333333
rata-rata 49,73 81,1 61,1 63,97666667
21
Lampiran 12. Hasil regresi linier npp dan chlorofil-a
Regression Regression 1 0,019736129 0,019736129 4,471790641 0,168756042 Residual 2 0,008826947 0,004413473
Total 3 0,028563076
Coefficients
Standard
Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95% Lower 95,0% Upper 95,0%
A
Intercept 0,6642 0,879431401 0,471924833
-2,585516349 3,913963474
-2,585516349 3,913963474 B
X Variable 1 1,483067222 0,701326267 2,114660881 0,168756042
-1,534496156 4,500630601
-1,534496156 4,500630601
Anti log a= 4,615
22
Lampiran 13. perhitungan produktivitas primer stasiun minggu
23
Lampiran 14. Foto penambilan sampel dan pengukuran sampel
24