Adawyah, R, 2008. Pengolahan dan Pengawetan Ikan, Bumi Aksara. Jakarta. Adiansyah, 2004. Karakteristik Berbagai Metode Pengeringan Ikan Lemuru
(Sardenella sp) Bebas Lemak dan Pengaruhnya Terhadap Mutu Tepung Ikan. Skripsi. Sekolah Pasca Sarjana. IPB. Bogor.
Afrianto, E, dan Liviawaty, E, 2000. Pengawetan dan Pengolahan Ikan, Kansius, Jakarta.
Anggorodi, R., 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia, Jakarta. Astuti Neni, 2000. Studi Tentang Karakteristik Tepung Ikan Tembang (Sardinella
fimbriata) Hasil Reaksi Hidrolisis/Plastein Menggunakan Enzim Bromelin Imobil. Skripsi. Fakultas Perikanan. IPB. Bogor.
(AOAC) Association of Official Analytical and Chemists. 1995. Offical Methods of Analysis the 16th ED. Virginia: Inc, Arli
Bapedalda-SU dan LP-ITB 2001. Pengkajian Teknis Pemanfaatan Sumberdaya alam dan Pengolahan Lingkungan Hidup Kawasan Danau Toba.
Barus.2007. Keanekaragaman Hayati Ekosistem Danau Toba dan Upaya Pelestariannya. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Liminologi pada Fakultas MIPA, diucapkan dihadapkan Rapat Terbuka Universitas Sumatera Utara. Gelanggang Mahasiswa Kampus US. 3 Februari 2007.
BPS. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, 2012. Buku Statistik Ekspor dan Impor Hasil Perikanan Indonesia, Jakarta
Causin. M.A. 1980. Converting food processing waste into food or feed through microbial fermentation. FOOD Science Perdue University Indiana.
Clusac.,I.J and A.R Ward. 1996. Post Harvest Fish Development. A Guide to Handling, Preservation, Prosiding and Quality, Natural Resources Institute, London, U.K.
Dadang WI, Suhendar, Tri Mardi, E. Purbani, Imam dan Ike, 2007. 2013 Pukul 12:40
Dagerskoy, M. 1977. Time temperature relationship in indutrial cooking and fryng dalam Physical Chemical and Biological Chargers in food Caused by Thermal Proccessing Editor T. Hoye and D. Kvale. Applied Science Publisher Limited. London. Hlm 77-100.
DEPTAN (Departemen Pertanian, 1987. Kumpulan Penelitian Hasil Perikanan Direktorat Jendral Perikanan, Jakarta: Balai Pengembangan Perikanan Laut, Departemen Perikanan.
Desrosier, N.W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Universitas Indonesia, Jakarta.
Dinas Pertanian, 2011. Dalam dikembangkan-di-danau-toba. Diakses 12 April 2012.
Djazuli, Sunarya, N dan D. Budiyanto, 1998. Teknologi Mutu dan aplikasi Tepung Silases Ikan (TSI). Prosiding Seminar Peluang Pengembangan Usaha Tepung Ikan dan Silase Ikan (TSI). Direktorat Jendral Perikanan, Jakarta.
Djazuli, Sunarya, N dan D. Budiyanto, 1988. Pengembangan Tepung Ikan di Indonesia. Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, Direktorat Jendral Perikanan, Jakarta.
Djazuli, N., Sunarya dan D. Budiyanto T.H. 1998. Teknologi mutu dan aplikasi Tepung Silase Ikan (TSI). Makalah Seminar Sehari Peluang Pengembangan Usaha Tepung Ikan dan Tepung Silase Ikan (TSI). Direktorat Jendral Perikanan. Jakarta
DSN, 1996. Tepung Ikan/ Bahan Baku Pakan (SNI No: 01-2175-1996). Dewan Standarisasi Nasional. Departemen Pertanian. Jakarta.
DONALD, P., R. Edwards, and J. Greenhalgh. 1981. Animal Nutrition3rd ed. Longman. london.
Earle RL., 1983. Unit Operation in Food Processing. Second edition. Pergamon Press, U.K.
Ferinaldy. 2008. Indeks konsumsi ikan perkapita Indonesia. http://ferinaldy.wordpress.com. [Diakses 28 Maret 2013].
Franjul M. Sianturi, http://www.bisnis.com/articles/ikan-nila-produksi-sumut-capai-60-dot-000-ton diakses 04 Maret 2013 Pukul 12:45
Hapher, B. 1990. Nutrient of Pond Fishes. Cambridge University Press. Cambridge.
Ilyas, S. 1982. Teknologi Pemanfaatn Lemuru Selat Bali. Balai Penelitian Teknologi Perikanan, Jakarta.
Ilyas, S. M Saleh dan H. E. Irianto. 1985, Teknologi Pengolahan Tepung Ikan Proding Rapat Teknis Tepung Ikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Jakarta.
Indriyati, S. W., Widiatmini dan S. Prasetyo 1990. Pembuatan tepung ikan dengan pengering serbaguna. Prosiding Rapat Teknis Tepung Ikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian. Jakarta.
Kamal, M. 1994, Nutrisi ternak . Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Kamaruddin Abdullah. 1991. Energi dan Listrik untuk Pertanian. Fateta- IPB. Bogor.
Karliyenna. L , 1981. Pengaruh Wadah Penyimpanan Terhadap Kwalitas Tepung Ikan, Karya Ilmiah, Fakultas Peternakan Institut Pertanian, Bogor.
Kartamihardja, E.S dan Sarnita, A., 2008. Populasi Ikan Bilih di Danau Toba. Jakarta: Pusat Riset Perikanan Tangkap, Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan
Kartamihardja, E.S., 2009. Mengenal Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) dan Siklus Hidupnya di Danau Toba. Pusat Riset Perikanan Tangkap. Jakarta.
Kartamiharja. 1987. Potensi Produksi dan Pengelolaan di Danau Toba Sumatera Utara. Buletin Penelitian Perikanan Darat Vol.6 No. 1. Medan.
Khoirul. I. M. 2000. Studi Tentang Karakteristik Tepung Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Hasil Reaksi Hidrolisis/Plastein Menggunakan Enzim Tripsin dan Pepsin Terimobil. Skripsi. Fakultas Perikanan. IPB. Bogor. Moeljanto, 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. PT. Penebar
Swadaya, Jakarta.
Moelijanto R. 1979. Pemanfaatan Limbah Perikanan. Jakarta: Lembaga Penelitian Teknologi Perikanan.
Muchtadi, D., N. S. Palupi, dan M Astawan, 1993. Metabolisme Zat Gizi I. Pustaka Sinara Harapan. Jakarta.
Naynienay. 2007. Pengeringan Cabinet Dryer. http://naynienay.wordpress.com. [4 Agustus 2007].
Purnomo K. dan Kartamihardja. 2009. Keberhasilan Introduksi Ikan Blih (Mystacoleucus padangensis) ke Habitat yang Baru di Danau Toba, Sumatera Utara. Jakarta: Pusat riset Perikanan Tangkap
Rasyaf Muhammad, 1990. Bahan Makanan Unggas Di Indonesia, 1990. Kansius. Yogyakarta.
Sahwan, F. 1999. Pakan Ikan dan Udang. Penebar Swadaya, Jakarta.
Saleh, M. 1990. Pengaruh pengepresan, mutu bahan mentah dan penyimpanan terhadap mutu tepung ikan. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan No. 65. Balai Penelitian Perikanan Laut. Departemen Pertanian, Jakarta.
Saleh, M., M. D. Erlina, A. Sari dan N. Hak. 1989. Mendapatkan cara pengolahan tepung ikan secara sederhana, Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan. Selcuk A, Ozden O, Erkan N. 2010. Effect of frying, grilling, and steaming on
amino acid composition of marine fishes. J Med Food 13(6): 1524-1531. Siagian Cipryana, 2009. Keanekaragaman dan Kelimpahan Ikan Serta
Keterkaitannya dengan Kualitas Perairan Di Danau Toba, Skripsi Universitas Sumatera Utara, Medan.
Steel, R. G. D. and J. H. Torrie. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika. 2nd Ed. Gramedia, Jakarta.
Sunarya. 1990. Masalah Mutu Tepung Ikan, rebon dan Kepala Udang Sebagai Bahan Baku pakan. Makalah Seminar Teknologi Pakan Ikan/ Udang. Universitas Diponorogo. Semarang.
Suparno dan A. Dwiponggo, 1993. Ikan-ikan yang kurang dimanfaatkan sebagai bahan pangan bergizi tinggi. Di dalam Laporan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi V, Jakrta.
Supardan, 1998 dalam Adiansyah, 2004. Karakteristik Berbagai Metode Pengeringan Ikan Lemuru (Sardinella sp) Bebas Lemak dan Pengaruhnya Terhadap Mutu Tepung Ikan. Skripsi Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian, Bogor.Suyanto SR. 1994. Nila. Penebar Swadaya. Jakarta.
Stout, 1979 dalam Adiansyah, 2004. Karakteristik Berbagai Metode Pengeringan Ikan Lemuru (Sardinella sp) Bebas Lemak dan Pengaruhnya Terhadap Mutu Tepung Ikan. Skripsi Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian, Bogor.Suyanto SR. 1994. Nila. Penebar Swadaya. Jakarta.
Taib,G,E. Said dan S. Wiraatmaja, 1988. Operasi Pada pengolahan Hasil Pertanian. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakrta.
Tapotubun AM, Nanlohy E, Louhenapessy J. 2008. Efek waktu pemanasan terhadap mutu presto beberapa jenis ikan. Ichthyos 7(2): 65-70.
Tilman, A. D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., S. Prawiro kusuma., dan S. Lebdo Sukodjo. 1982. Ilmu Makanan Dasar Ternak. UGM Press. Yogyakarta.
Trewavas, E. 1982. Tilapias: taksonomi and speciation, p. 3-14 In R.S.V Pullin and R.H. Lowe-McConnel (eds). The Biology and culture of tilapias ICLARM. Conference Procedengs, International Center For Living Aquatic Resources Management, Manila Philippines.
Okos, M.R, , G. Narsimhan, R. K. Singh and A. C. Weitnaur. 1992 Food dehydration. Didalam : D.R. Heldman dan P.R. Lund. Handbook of Food Engineering. Marcel Dekker, Inc, New York.
Winarno F.G, 1952. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Winarno F.G. 1991. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia. Winarno F.G, 1992. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia. Winarno FG. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia.
Windsor, M dan S. Barlow, 1981. Introduction to Fishery By-Product. Fishing News Book Ltd. Farnham.
Zaitsev V, Lagunov L, Minder L, Podsevalon V. 1969. Fish Curing and Processing. Uni Soviet: Mir Publisher.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Data dan Rata-Rata Kadar Air (%) Tepung Ikan
ULANGAN PERLAKUAN
A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 TOTAL
I 7,74 7,39 7,72 7,06 7,22 7 44,13 II 7,69 7,49 7,56 7,09 7,07 7,08 43,98 III 7,67 7,19 7,42 7,74 7,11 7,09 44,22 IV 7,66 7,19 7,31 7 7,01 7,13 43,3 TOTAL 30,76 29,26 30,01 28,89 28,41 28,3 175,63 RATA 7,69 7,31 7,50 7,22 7,10 7,07
Lampiran 2. Analisis Ragam Pengaruh ikan dan Pengeringan Terhadap Kadar Air Tepung Ikan
SK db jk kt fhit Ftabel
0,05 0,01
Perlakuan 5 1,148 0,2296 7,3943** 2,77 4,25
Galat 18 0,559 0,03106
Total 23 1,707
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 3. Uji Kontras Ortoghonal dan Sidik Ragam Kadar Air Tepung Ikan SK db jk kt Fhit F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 5 1,14817 0,22963 7,3943 2,77 4,25 P1,P2,P3 VS P4,P5,P6 1 0,31054 0,31054 9,99942 4,41 8,28 P1 VS P2, P3 1 0,40042 0,40042 12,8936 4,41 8,28 P2 VS P3 1 0,32 0,32 10,3041 4,41 8,28 P4 VS P5,P6 1 0,0737 0,0737 2,3733 4,41 8,28 P5 VS P6 1 0,04351 0,04351 1,40112 4,41 8,28 Galat 18 0,559 0,03106 - - - Total 23 1,707
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 4. Data dan Rata-Rata Kadar Bahan Kering (%) Tepung Ikan
ULANGAN PERLAKUAN
A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 TOTAL
I 92,26 92,61 92,28 92,94 92,78 93 555,87 II 92,31 92,51 92,44 92,91 92,93 92,92 556,02 III 92,33 92,81 92,58 92,26 92,89 92,91 555,78 IV 92,34 92,81 92,69 93 92,99 92,87 556,7 TOTAL 369,24 370,74 369,99 371,11 371,59 371,7 2224,37 RATA 92,31 92,685 92,497 92,777 92,897 92,92
Lampiran 5. Analisis Ragam Pengaruh ikan dan Pengeringan Terhadap Bahan Kering Tepung Ikan
SK db jk kt fhit Ftabel
0,05 0,01
Perlakuan 5 1,14818 0,22964 7,3943** 2,77 4,25 Galat 18 0,55943 0,03108
Total 23 1,7076 0,07424
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 6. Uji Kontras Ortoghonal dan Sidik Ragam Bahan Kering Tepung Ikan SK db jk kt fhit F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 5 1,14817 0,22963 7,38868 2,77 4,25 P1,P2,P3 VS P4,P5,P6 1 0,31054 0,31054 9,99182 4,41 8,28 P1 VS P2, P3 1 0,40042 0,40042 12,8838 4,41 8,28 P2 VS P3 1 0,32 0,32 10,2963 4,41 8,28 P4 VS P5,P6 1 0,0737 0,0737 2,3715 4,41 8,28 P5 VS P6 1 0,04351 0,04351 1,40005 4,41 8,28 Galat 18 0,55943 0,03108 - - - Total 23 1,7076
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 7. Data dan Rata-Rata Kadar Bahan Anorganik (Abu) (%) Tepung Ikan
Lampiran 8. Analisis Ragam Pengaruh ikan dan Pengeringan Terhadap Kadar Bahan Anorganik (Abu) (%) Tepung Ikan
SK db jk kt fhit Ftabel
0,05 0,01
Perlakuan 4 13,236 2,64739 45,5573** 2,77 4,25
Galat 18 1,046 0,05811
Total 23 14,282
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 9. Uji Kontras Ortoghonal dan Sidik Ragam Kadar Bahan Anorganik (Abu) (%) Tepung Ikan
SK db jk kt fhit F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 5 13,2369 2,64739 45,5573 2,77 4,25 P1,P2,P3 VS P4,P5,P6 1 0,24402 0,24402 4,19914 4,41 8,28 P1 VS P2, P3 1 5,86082 5,86082 100,855 4,41 8,28 P2 VS P3 1 2,14245 2,14245 36,8682 4,41 8,28 P4 VS P5,P6 1 2,91904 2,91904 50,232 4,41 8,28 P5 VS P6 1 2,07061 2,07061 35,632 4,41 8,28 Galat 18 1,046 0,05811 - - - Total 23 14,2827
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Ulangan PERLAKUAN
A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 TOTAL I 21,29 21,02 20,25 20,2 19,34 19,53 121,63 II 21,6 21,08 20,65 20,75 19,73 19,52 123,33 III 21,75 21,21 20,83 20,52 19,6 19,56 123,47 IV 21,91 21,27 20,96 20,96 19,88 19,75 124,73 TOTAL 86,55 84,58 82,69 82,43 78,55 78,36 493,16 RATA 21,64 21,14 20,672 20,61 19,637 19,59
Lampiran 10. Data dan Rata-Rata Kadar Lemak (%) Tepung Ikan
ULANGAN PERLAKUAN
A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 TOTAL I 16,17 15,97 17,18 17,45 19,73 19,77 106,27 II 16,16 15,96 17,07 17,37 19,64 19,21 105,41 III 16,04 15,97 17,04 17,32 19,39 19,18 104,94 IV 16 15,8 17,03 17,01 17,3 19,09 102,23 TOTAL 64,37 63,7 68,32 69,15 76,06 77,25 418,85 RATA 16,0925 15,925 17,08 17,2875 19,015 19,3125
Lampiran 11. Analisis Ragam Pengaruh ikan dan Pengeringan Terhadap Kadar Lemak Tepung Ikan
SK db jk kt fhit Ftabel
0,05 0,01
Perlakuan 5 40,99 8,19987 33,2502** 2,77 4,25
Galat 18 4,439 0,24661
Total 23 45,438
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 12. Uji Kontras Ortoghonal dan Sidik Ragam Kadar Lemak (%) Tepung Ikan SK db jk kt fhit F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 5 40,9994 8,19987 33,2502 2,77 4,25 P1,P2,P3 VS P4,P5,P6 1 0,07594 0,07594 0,30792 4,41 8,28 P1 VS P2, P3 1 10,1921 10,1921 41,3285 4,41 8,28 P2 VS P3 1 7,48845 7,48845 30,3654 4,41 8,28 P4 VS P5,P6 1 15,0417 15,0417 60,9935 4,41 8,28 P5 VS P6 1 8,20125 8,20125 33,2558 4,41 8,28 Galat 18 4,439 0,24661 - - - Total 23 45,4382
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 13. Data dan Rata-Rata Kadar Protein (%) Tepung Ikan
ULANGAN PERLAKUAN
A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 TOTAL I 40,91 40,84 47,68 47,6 52,94 52,58 282,55 II 40,76 40,76 47,51 47,51 52,31 52,5 281,35 III 40,38 40,32 47,44 47,35 52,22 52,45 280,16 IV 40,31 40,24 47,03 47,12 52,22 52,31 279,23 TOTAL 162,36 162,16 189,66 189,58 209,69 209,84 1123,29 RATA 40,59 40,54 47,415 47,395 52,4225 52,46
Lampiran 14. Analisis Ragam Pengaruh ikan dan Pengeringan Terhadap Kadar Protein Tepung Ikan
SK db jk kt fhit Ftabel
0,05 0,01 Perlakuan 5 568,527 113,706 1582,91** 2,77 4,25
Galat 18 1,293 0,07183
Total 23 569,82
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 15. Uji Kontras Ortoghonal dan Sidik Ragam Kadar Protein (%) Tepung Ikan SK db jk kt fhit F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 5 568,528 113,706 1582,91 2,77 4,25 P1,P2,P3 VS P4,P5,P6 1 0,0007 0,0007 0,0098 4,41 8,28 P1 VS P2, P3 1 232,068 232,068 3230,65 4,41 8,28 P2 VS P3 1 50,1501 50,1501 698,145 4,41 8,28 P4 VS P5,P6 1 235 235 3271,47 4,41 8,28 P5 VS P6 1 51,3085 51,3085 714,271 4,41 8,28 Galat 18 1,293 0,07183 - - Total 23 569,821
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 16.Data dan Rata-Rata Kadar Serat Kasar (%) Tepung Ikan
ULANGAN PERLAKUAN
A1B1 A1B2 A2B1 A2B2 A3B1 A3B2 TOTAL I 1,07 1,07 0,69 0,66 0,38 0,37 4,24 II 1,06 1,05 0,66 0,66 0,37 0,32 4,12 III 1,05 1,03 0,63 0,61 0,34 0,32 3,98 IV 1 1,01 0,61 0,62 0,32 0,3 3,86 TOTAL 4,18 4,16 2,59 2,55 1,41 1,31 16,2 RATA 1,045 1,04 0,6475 0,6375 0,3525 0,3275
Lampiran 17. Analisis Ragam Pengaruh ikan dan Pengeringan Terhadap Kadar Serat Kasar Tepung Ikan
SK db jk kt fhit Ftabel
0,05 0,01 Perlakuan 4 1,9882 0,39764 458,815** 2,77 4,25
Galat 18 0,0156 0,00087
Total 23 2,0038
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)
Lampiran 18. Uji Kontras Ortoghonal dan Sidik Ragam Kadar Serat Kasar (%) Tepung Ikan SK db jk kt fhit F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 5 1,9882 0,39764 458,815 2,77 4,25 P1,P2,P3 VS P4,P5,P6 1 0,00107 0,00107 1,23077 4,41 8,28 P1 VS P2, P3 1 0,79207 0,79207 913,923 4,41 8,28 P2 VS P3 1 0,17405 0,17405 200,827 4,41 8,28 P4 VS P5,P6 1 0,82882 0,82882 956,327 4,41 8,28 P5 VS P6 1 0,1922 0,1922 221,769 4,41 8,28 Galat 18 0,0156 0,00087 - - - Total 23 2,0038
Keterangan : * menunjukkan perbedaan nyata (Fhit>0,05) dan ** menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (Fhit>0,01) dan tn menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (Fhit<0,05)