Adi, Anis Catur. 1998. Konsumsi dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Menurut
Tipe Agroekologi di Wilayah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Tesis.
Pascasarjana IPB. Bogor.
Ariani, M., S. Hastuti S, dan H. Supriadi. 2000. The Impact of Economic Crisis on
Income and Stapple Food Consumption for Loaw Income Households. Gizi
Indonesia. Volume XXIV, 2000 :43-52.
Ariani, M dan Ashari. 2003. Arah, Kenadala dan Pentingnya Diversifikasi
Konsumsi Pangan di Indonesia. Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian.
Bogor . FORUM PENELITIAN AGRO EKONOMI . Volume 21 No. 2, Desember 2003 : 99 – 112.
Atmarita, A.B. Jahari, D. Latief, Soekirman, R. L. Tiden. 2000. The Effec of Economic Crisis on the Nutritional Status of Indonesia Pre- School Children. Gizi Indonesia. Volume XXIV, 2000 :33-41.
BPS. 2002. Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Propinsi. BPS, Jakarta.
BPS. 2003. Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Propinsi. BPS, Jakarta.
BPS. 2004. Analisis Antopometri Susenas. tanggal 15 Agustus 2005.
BPS 2004. Biro Pusat Statistik Kalimantan Timur Bidang Kesehatan Tahun 2004. Kalimantan Timur
BPS. 2005. Susenas. Perkembangan Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk
Indonesia Tahun 2002 – 2005. Pusat KKP, Badan Ketahanan Pangan.
Jakarta.
Bulkis, S. 2004. Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Kajian Sosiologis Rumahtangga sebagai Sistem Sosial pada tiga Tipe Agroekosistem di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
California University . 1996. World Food, 2.0. Paket Program Analisis Konsumsi
Pangan Versi Indonesia 1997.
CERD. 2003. Pedoman Umum Pelaksanaan Community Empowerment for Rural
Development Project (CERD). Jakarta.
Danim, S. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Pustaka Setia. Bandung.
Food Comsumption. A Pratical Introduction to Sosial Surveys on Food and
Nutrition in Third World Communities. International Course in Food Science and Nutrition (ICFSN): Wageningen
Hartog, A.P. and W.A. van Staveren and Brouwer, I.D. 1995. Manual for Sosial
Surveys on Food Habits and Consumption in Developing Countries.
Margraf Verlag : Weikersheim.
Departemen Kesehatan R.I. 1990. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta
Dinas Kesehatan Kab.Kutai Kartanegara. 2005. 214 Balita di Kutai Kartanegara Kekurangan Gizi. www.prokaltim.com, 25 desember 2005.
Dewi, Y.L.D. 2004. Perbandingan Status Gizi Anak Balita di Desa Pelosok dan
Pinggir Jalan Kecamatan Banyudono Boyolali. 12 : 72-78
Ec-ndonesia Flegt Support Project. 2004. Forest Law Enforcement, Goverrnance
and Trade. http://www.eu-indonesia-flegt.org(Pebruari, 2006).
Enoch dan Sumartono, 1987. Pengetahuan Tentang Konsumsi Makanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (P3G), Bogor.
Engle, P.L, Menon P and Haddad. L, 1997. Care and Nutrition Nutrition, Concept
and Measurement. Washington, D.C. International Food Policy Research
Institute, p 1- 18.
Ginting, L. 2004, http://www.walhi.or.id/. Lingkungan Hidup untuk Penghidupan dan Keberlanjutan Masyarakat. Walhi. Jakarta
Hardinsyah. 1985. Ekonomi Gizi. Jurusan Gizi Masyarakat dan
Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Harper, L.J., B.J. Deaton and J.A.Driskel. 1985. Food, Nutrition and Agriculture. Terjemahan oleh Suhardjo. 1986. UI-Press, Jakarta.
Helmuth, J.W. and S.R. Johnson.1989. World Food Conference.
Proceedings vol. 1. Iowa State University, Ames
Husaini, M.A. dan Y.K. Husaini. 1986. Gizi Perkembangan Otak dan Kemampuan
Belajar. Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PAGI), Jakarta. Jurnal Gizi
Indonesia. 10: 31-38.
Indaryanti, Y. 2004. Sistem Ekonomi Rumah Tangga Komunitas Lokal di DAS
Citanduy. Environment Governance Partnership System. Pusat Studi
Pembangunan IPB – Partnership for Gouvernance Reform in Indonesia-UNDP.
Harvard dan Baku WHO-NCHS : Suatu Kajian Analisis Terhadap Sub-Set Data PSG. Gizi Indonesia. 14 (2) : 65-78.
Jahari, A.B., I. Sumarno. 2002. Status Gizi Penduduk Indonesia. Majalah Pangan dan Gizi. 38: 20-29.
Jamal, S. 2000. Strategi Pembangunan Pedesaan.Materi Kuliah
Program Doktor. UNHAS (terjemahan).
Karsin, E.S. 2004. Peranan Pangan Dan Gizi Dalam Pembangunan. Pengantar Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya. Bogor.
Kartasasmita, G. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat, Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. PT. Pustaka Cidedsindo, Jakarta.
Khomsan, A., D. Sukandar, U. Sumarwan & D Briawan. 1997. Pangan dan Gizi
Sebagai Indikator Kemiskinan. Kerjasama Fakultas Pertanian, Institut
Pertanian Bogor dengan Bagian Proyek Pengembangan Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Khumaidi, M. 1994. Hubungan antara Keseimbangan Energi Pangan dengan
Hasil Kerja Buruh-Tani Padi Sawah Serta Peranan Sumberdaya Keluarganya. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta.
King, M.H., F..M..A. King, D.C, H.J.L. Burgess dan A.P. Burgess. 1983. Nutrition
for Developing Countries. Oxford University Press, Dar es Salaam.
Kompas. 2003. Kutai Kartanegara Paling Banyak Miliki Penduduk Miskin tanggal 27 April 2003.
Low, J., P. Kinyae, S. Gichuki, M.A. Oyunga, V. Hagenimana and J. Kabira. 1995.
Combating Vitamin A Deficiency through the Use of Sweetpotato.
International Potato Center (CIP), Lima.
Madanijah, S. 2004. Pola Konsumsi Pangan. Pengantar Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya. Bogor.
Mangkuprawira, S. 1988. Tingkat Pendapatan Rumah Tangga Sebagai Faktor
Penentu Pemilihan Aneka Pangan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 1:
25-28.
Martorell, R., J. Mason and S. Gillespie. 1993. How Nutrition Improves. A report on an ACC/SCN workshop. IUNS International Congres on Nutrition, Adelaide. 25-27 September.
Niehof, A.1998. Household and the Food Chain: How Do They Relate? Users Perspective with Agricultural Research and Development (UPWARD), Los Banos.
NRM/EPIQ dan Konsorsium SHK Kal-Tim. 2000 Valuasi Sistem Pengelolaan
Hutan Secara Tradisional Oleh Dayak Benuaq Kalimantan Timur. Manfaat
Sistem Tradisional Dibandingkan Dedngan Sistem Alternatif. Jakarta.
Pakpahan, A. dan S.H. Suhartini. 1990. Perkembangan Keaneka-Ragaman
Konsumsi Pangan Rumah Tangga Kota di Indonesia. Forum Statistik .
Jakarta.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Gerbang Dayaku. www. kutaikartanegara.com. Gambaran Umum Wilayah. diakses tanggal 15 September 2005.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. www. kutaikartanegara.com.
Sejarah Suku Dayak Tenggarong Kutai, diakses tanggal 15 September
2005.
Perisse, F.P.J. and A.A. Kamoun. 1982. Tunisian Case Study. The effects of
Household Size and Income in Nutritional Status. Nutrition Jurnal. 8:1.
Sanjur, D. 1982. Social and Cultural Perspectives in Nutrition. Prentice- Hall, Inc: New-Jersey.
Santoso, S dan A.L. Ranti, 2004. Kesehatan dan Gizi. Departemen Pendidikan Nasional dan Rineka Cipta. Jakarta.
Soediatama, A.D. 1999. Ilmu Gizi. Jilid II, Cetakan III Dian Rakyat.. Jakarta.
Soekirman. 1988. KebijaksanaanPangan dan Gizi dalam Upaya
Peningkatkan Kualitas Hidup. Jurnal Gizi Indonesia. 13 (1):16-30.
Soekirman. 1991. Dampak Pembangunan Terhadap Keadaan Gizi. Orasi
Penerimaan Jabatan Guru Besar Luar Biasa Ilmu Gizi. Fakultas Pertanian,
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Suhaimi, A. 2003. Konsumsi Dan Ketersediaan Pangan Lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara Propinsi Kalimantan Timur, Kerjasama Puslit Uvaya. Banjarmasin
Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. Departemen P dan K, Ditjen Dikti, PAU Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor.
Suhardjo.1992. Peranan Pertanian dalam Upaya Mengatasi Masalah Pangan dan
Pertanian Bogor. Bogor.
Suhardjo dan D. Martianto. 1992. Analisis Tipologi Makanan Pokok Pusat Studi
Kebijaksanaan Pagan dan Gizi. Lembaga Penelitian IPB. Bogor.
Suhardjo. 1993. Pertanian, Pangan dan Gizi. Makalah disampaikan dalam Pelatihan Pengembangan Kurikulum Bidang Pangam dan Gizi. Jurusan GMSK, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). 1-21 Agustus 1994. Bogor.
Suhardjo. 2003. Perencanaan Pangan dan Gizi. Bumi Aksara bekerja sama dengan Pusat Antar Universitas-Pangan dan Gizi IPB. Jakarta.
Sumarwan, U. & D. Sukardar. 1998. Analisis Ketahanan Pangan Keluarga dan
Kesejahteraan Keluarga. Dalam Media Gizi dan Keluarga. Tahun XXII
No.1 Juli 1998. Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Faperta – IPB.
Supariasa, I.D.N, B. Bakri dan I. Fajar. 2002. Penilaian Status Gizi. Penerbit Buku Kedokteran EGC
Suryana, A. dan F. Kasryno. 1988. Prevalensi Rumah Tangga Defisit Energi dan
Protein di Indonesia menurut Data Susenas 1984. Jurnal Gizi Indonesia.
13 (1) 82-95.
Suryana, A. 2004. Ketahanan Pangan di Indonesia. Prosiding Ketahanan Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. WKNPG- LIPI VIII, Jakarta, 2004.
Syarief, H. 1997. Perspektif Pembangunan SDM untuk Mendukung Pembangunan
Iptek di Bidang Pangan, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat. Disampaikan
pada Training Peningkatan Kemampuan Penelitian Bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat. BIOTROP.18- 30 Agustus.
Syarief, H. dan D. Martianto. 1991. Perkembangan Konsumsi Pangan :
Pengalaman Historis di Beberapa Negara Maju dan Beberapa Negara Berkembang. Majalah Pangan No.7, Vol. 11.
Tan, G. Melly, D. Abunain, Suharso, Raharjo, Soetedjo dan Soenardjo. 1970.
Segi-Segi Sosial Budaya, Pola Konsumsi dan Kebiasaan Makan di Lima Daerah Perdesaan di Indonesia. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional,
Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI. Jakarta.
TAP MPR RI No.IV/MPR/99 tentang GBHN 1999-2004 dan UU RI No. 25
Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) tahun 2000-2004.
Thaha, A.R. 1995. Pengaruh Variasi Musim terhadap Pertumbuhan Anak Keluarga
Nelayan. Disertasi Universitas Indonesia. Jakarta.
dari Perspektif Kemandirian Lokal. Pergizi Pangan Indonesia dan Center
for Regional Resource Development & Community Empowerment. Faperta IPB Darmaga, Bogor.
The Word Bank. 1990. Poverty. World Development Report 1990. Oxford University Press Inc. New York.
Timmer, C.P., W.P. Palcon and S.R. Pearson 1983. Food Policy Analysis. The John Hopkins University Press: USA.
Ukur, Fridolin, 1971. Tantang Djawab Suku Dajak. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Undang-Undang RI No. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) tahun 2000-2004. 2000. Jakarta
Wahana Lingkungan Indonesia (WALHI). 2004. Bioregion Indonesia. Jakarta.
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi. LIPI. 1998. Kecukupan Gizi Rata-Rata
Yang Dianjurkan (Per Orang Per Hari). Jakarta.
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi. LIPI. 2004. Prosiding Ketahanan
Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. WKNPG VIII,
Jakarta, 2004.
Wijaya K, Rosdiana N, Lusiana B. 2005. Studi Sosial Ekonomi di Kecamatan
Sebuku dan Sembakung, Kabupaten nunukan, Kalimantan Timur.
Laporan Tim Proyek Pengelolaan Sumberdaya Alam Untuk Karbon (Formacs). World Agroforestry Center (Icraf)
Wikipedia Indonesia. 2004. http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam,
Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia, diakses tanggal 5 Pebruari
2007
Word Health Organization (WHO). 1976. Sistem Pengamatan dan Pantauan Gizi. Terjemahan A.D. Sediaoetama. Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Zakaria, Hadju V, Syam A. 2004. Faktor-Faktor Determinan Kejadian Kurang
Energi Protein (KEP) Pada Anak Umur 6 – 35 Bulan Di Kabupaten Pangkep. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia 02 (01) 89-96.