• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS., 2015. Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota Sumatera Utara. Dinas Pertanian Sumatera Utara,Medan.

Demirbas, A. (2004a) „Determination of calorific values of bio-chars and pyro-oils from pyrolysis of beech trunkbarks‟, Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, vol 72, pp215–219

Endriani, Sunarti, dan Ajidirman. 2013. Pemanfaatan Biochar Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Soil Amandement Ultisol Sungai Bahar-Jambi. Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Jambi:Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. Vol. 15, No. 1, Hal. 39-46.

Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati “Biochar” sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitas Lahan Pertanian. Iptek Tanaman Pangan Vol. 4

No. 1. 2009.

Hasibuan, 2006. Pupuk dan Pemupukkan. USU Press, Medan.

Hidayat, B. 2015. Remediasi Tanah Tercemar Logam Berat Dengan Menggunakan Biochar. Jurnal Pertanian Tropik Vol.2, No.1. April 2015.

(7) : 31- 41

Indranada, H. K. 1989. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Bina Aksara, Jakarta.

Isnaini, S., 2005. Kandungan amonium dan kalium tanah dan serapannya serta hasil padi akibat perbedaan pengolahan tanah yang di pupuk nitrogen dan kalium pada`tanah sawah. Jurnal ilmu-Ilmu Pertanian. Volume 7, No. 1, Halaman: 23 – 34.

Latuponu, H., Dj. Shiddiq., A. Syukur., dan E. Hanudin. 2012. Pemanfaatan Limbah Sagu sebagai Bahan Aktif Biochar untuk Meningkatkan P Tersedia dan Pertumbuhan Jagung di Ultisol. Jurnal Pembangunan Pedesaan Vol. 12 No. 2, Desember 2012. hal 136 – 143.

Lehmann, J. 2009. Amazonian Dark Earths: Wim Sombroek’s Vision. WI Woods et al. (eds). London.

Lehmann, J., and S. Joseph. 2009. Biochar For Enviromental Management : Science and Technology. Sterling,Va. Earthscan. London.

Mukhlis, Sarifuddin dan H. Hanum. 2011. Kimia Tanah: Teori dan Aplikasi. USU Press. Medan

Mulyani, A., A. Rachman., dan A. Dairah. 2010. Penyebaran Lahan Masam, Potensi dan Ketersediaannya Untuk Pengembangan Pertanian.dalam

Prosiding Simposium Nasional Pendayagunaan Tanah Masam. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor. Hal: 23-34 Notohadiprawiro, T., 2006. The relationshipsof consitency indices to some other

properties of red-yellow podzolic soils ofIndonesia. Proc. The second Asean Soil Conf. Vol. II : 1-17.

Nurdin, P. Maskepe, Z. Ilahude, dan F. Zakaria, 2009.Pertumbuhan dan hasil jagung yang dipupuk N, P, dan Kpada tanah vertisol isimu utara Kabupaten Gorontalo. Diambil dari Jurnal Tanah Tropik. Vol. 14. No. 1.

Hal : 49-56.

Nursyamsi, D dan Suprihati. 2005. Sifat-sifat Kimia dan Mineralogi Tanah serta Kaitannya dengan Kebutuhan Pupuk untuk Padi, Jagung dan Kedelai.

Bulletin Agronomi. Vol. 33 No.3. Hal. 40-47

Prasetyo, B.H. Dan D.A. Suriadikarta. 2006. Karakteristik, Potensi, Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 25(2), 2006. Hal.

39-47.

Ratna, N.,E. 2016. Pengaruh Dosis Pupuk Organonitrofos Plus, Pupuk Anorganik, Dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Serapan Hara N, P, K Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Pada Tanah Ultisols Taman Bogo. http://ejournal.unila.ac.id/tphp. Diakses : 12 Oktober 2018.

Rauf, A.W., T. Syamsuddin, S. R. Sihombing. 2000. Peranan Pupuk NPK pada Tanaman Padi. Loka Pengkajian Teknologi Pertanian No.

01/LPTP/IRJA/99-00. Hal. 1-9

Rostaliana, Pevi, Priyono, Prawito, Edhi, Turmudi. 2013. “Pemanfaatan Biochar untuk Perbaikan Kualitas Tanah dengan Indikator Tanaman Jagung Hibrida dan Padi Gogo pada Sistem Lahan Tebang Bakar”.

https://core.ac.uk/display/35321926 Diakses : 12 Oktober 2018.

Sitompul, S.M. dan B. Guritno.1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Spokas, K.A., J.M.,Novak and R.T.,Venterea. 2011. Biochar‟s role as an alternative N-fertilizer: ammonia capture. Plant Soil (2012) 350:35–42.

Sudajana, B. 2014. Pengaruh Biochar Dan Npk Majemuk Terhadap Biomas Dan Serapan Nitrogen Di Daun Tanaman Jagung (Zea mays) Pada Tanah Typicdystrudepts. Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa.

Karawang: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan. Vol. 3 No.1 Hal : 63-66.

Juni 2014.

34

Sujana, I., P., dan I. Nyoman, L.,S.,P., 2015. Pengelolaan Tanah Ultisol Dengan Pemberian Pembenah Organik Biochar Menuju Pertanian Berkelanjutan.

Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati. Denpasar: Agrimeta:

Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem. Vol. 05 No. 09 Hal.01-69. April 2015.

USDA. 2008. Soil Quality Indicators. USDA Natural Resources Conservation Services

Verheijen, F.G.A., Jeffery, S., Bastos, A.C., van der Velde, M., and Diafas, I.

2009. Biochar Application to Soils - A Critical Scientific Review of Effects on Soil Properties, Processes and Functions. EUR 24099 EN, Office for the Official Publications of the European Communities, Luxembourg, 149pp.4

Wang, J., Wang, X., Xu, M., Feng, G., Zhang, W., Yang, X., ans Huang, S. 2015.

Contributions of Wheat and Maize Residues to Soil Organic Carbon Under Long-Term Rotation in North China. Scientific Reports. 5:11409 | DOi:

10.1038/srep11409: 1-12.

Widowati., Asnah., Dan Sutoyo. 2012. Pengaruh Penggunaan Biochar Dan Pupuk Kalium Terhadap Pencucian Dan Serapan Kalium Pada Tanaman

Jagung. Jurnal Agroekoteknologi FP

USU.http;//jurnal.usu.ac.id/Agroteknologi/. Diakses : 12 Oktober 2018.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Edisi Pertama. Gava Media. Yogyakarta. Hlm 65.

LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kadar pH tanah akibat beberapa dosis biochar

perlakuan Ulangan

Lampiran 2 : Uji Kontras Kadar pH tanah akibat beberapa dosis biochar

SK DB JK KT F Hitung F 5% F1% KET

36

Lampiran 3 : Kadar KTK tanah akibat beberapa dosis biochar perlakuan Ulangan

Lampiran 4 : Tabel Anova Kadar KTK tanah akibat beberapa dosis biochar

SK DB JK KT F Hitung F 5% F1% KET

Lampiran 5 : Kadar C organik tanah akibat beberapa dosis biochar

Lampiran 6 : Tabel Anova Kadar C organik tanah akibat beberapa dosis biochar

38

Lampiran 7 Kadar Serapan hara N tanah akibat beberapa dosis biochar

perlakuan Ulangan

Lampiran 8 : Tabel Anova Serapan Hara N Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Lampiran 9 : Kadar Serapan hara P tanaman akibat beberapa dosis biochar

Lampiran 10 : Uji Kontras Serapan Hara P Tanaman akibat beberapa dosis biochar

40

Lampiran 12 : Tabel Anova Serapan Hara K Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Lampiran 13 :Tinggi tanaman akibat beberapa dosis biochar perlakuan Ulangan

total Rataan

I II lll

B1 139,50 108,20 104,50 352,20 117,40

B2 129,10 108,70 103,50 341,30 113,77

B3 100,5 120,10 139,00 259,10 129,55

B4 113,60 127,90 104,80 346,30 115,43

B5 69,70 105,60 105,00 280,30 93,43

B6 124,60 103,90 117,00 345,50 115,17

B7 99,50 128,60 119,00 347,10 115,70

B8 105,10 103,30 103,20 311,60 103,87

B9 101,40 88,50 103,10 293,00 97,67

Total 882,50 994,80 999,10 2876,40 1001,98

Rataan 110,31 110,53 111,01 319,60 111,33

Lampiran 14 : Tabel Anova Tinggi Tanaman akibat beberapa dosis biochar

SK DB JK KT F Hitung F 5% F1% KET

Perlakuan 8 3216,63 402,08 0,50 2,51 3,71 tn Galat 18 14378,79 798,82

Total 26 17595,42

Keterangan : FK = 11349,351 KK = 2,68%

* = Nyata tn = Tidak nyata

42

Lampiran 15 : Jumlah daun tanaman akibat beberapa dosis biochar

perlakuan Ulangan

Lampiran 16 : Tabel Anova Jumlah Daun Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Lampiran 17 : Kadar Berat Basah Tajuk tanaman akibat beberapa dosis

44

Lampiran 21 : Kadar Berat Basah Akar tanaman akibat beberapa dosis

46

Lampiran 25 : Analisi Awal

pH H2O KTK C organik

4,7 11,8 0.39

Dokumen terkait