• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 1 . Kadar pH tanah akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1100% NPK 2 gram

5,60 B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 6,23 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 6,06 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 5,33 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 6,13 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 6,10 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 5,76 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 6,23 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 6,20

Dari data yang diperoleh (Tabel 1.) diketahui bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan pH tanah.

Berdasarkan hasil analisis uji kontras ortogonal ( Tabel 2 ) diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 2 . Uji Kontras Kadar pH tanah akibat beberapa dosis biochar

SK DB JK KT F Hitung F 5% F1% KET

18

Berdasarkan hasil uji lanjut Kontras Ortogonal, diketahui bahwa pemberian biochar sekam padi berbeda sangat nyata dengan jerami padi dan tanpa perberian biochar berbeda nyata dengan semua perlakuan lainnya. Data tertinggi terdapat pada perlakuan B2 (tongkol jagung) sebesar 6.23 sedangkan terendah terdapat pada B4 ( sekam padi ) sebesar 5.33.

KTK Tanah

Data pengamatan KTK tanah pad a 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3 . Kadar Kapasitas Tukar Kation tanah akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

( mmos/100 g )

B1 100% NPK 2 gram 29,30

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100

gram 31,68

B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 28,26 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 24,26 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 31,40 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 28,92 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 27,37 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 30,20 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 33,47

Dari data yang diperoleh (Tabel 3.) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Kapasitas tukar kation (KTK). Kadar KTK tertinggi terdapat pada perlakuan B9 ( Jerami ) sebesar 33.47 mmos/100 gr sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B4 ( Sekam Padi ) sebesar 24.26 mmos/100 g.

C organik

Data pengamatan C organik tanah pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4 . Kadar C organik tanah akibat beberapa dosis biochar Perlakuan

Rataan ( % )

B1 100% NPK 2 gram 0,33

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 0,42 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 0,46 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 0,46 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 0,39 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 0,41 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 0,46 sebesar 0,75 % sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B1 ( Tanpa Biochar) sebesar 0,33 .

Serapan Hara N

Data pengamatan Serapan Hara N tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 5 .

Tabel 5 . Kadar Serapan Hara N Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 1,29

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 0,85 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 1,08 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 1,23 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 1,10 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 0,84 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 0,82 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 1,18

20

Dari data yang diperoleh (Tabel 5.) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Serapan Hara N,.

Kadar Serapan Hara N tertinggi terdapat pada perlakuan B1 (Tanpa Biochar ) sebesar 1,293 % sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B7 ( Biochar klobot Jagung) sebesar 0,823%

Serapan Hara P

Data pengamatan Serapan Hara P tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6 . Kadar Serapan Hara P Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 0,139

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 0,075 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 0,096 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 0,140 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 0,114 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 0,098 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 0,091 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 0,156 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 0,138

Dari data yang diperoleh (Tabel 6.) diketahui bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Serapan Hara P tanaman. Berdasarkan hasil analisis uji kontras ortogonal ( Tabel 7 ) diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 7 . Uji Kontras Serapan Hara P tanaman akibat beberapa dosis

Berdasarkan hasil uji lanjut Kontras Ortogonal, diketahui bahwa pemberian biochar tongkol jagung + 1,5g NPK berbeda nyata dengan biochar klobot jagung + 1,5g NPK ,,sekam padi + 1,5g NPK , jerami padi + 1,5g NPK masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 8

Tabel 8 . Kadar Serapan Hara K Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 3,09

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 2,70 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 2,86 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 3,11 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 3,23 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 2,75 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 2,94 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 3,85 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 3,93

22

Dari data yang diperoleh (Tabel 8.) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Serapan Hara K tanaman Kadar Serapan Hara K tertinggi terdapat pada perlakuan B9 (Biochar jerami padi + 1g NPK ) sebesar 3,93% sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B2 ( Biochar tongkol Jagung + 1,5g NPK) sebesar 2,70%.

Tinggi Tanaman

Data pengamatan Tinggi tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 9

Tabel 9 . Kadar Tinggi Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 117,40

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 113,77 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 129,55 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 115,43 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 93,43 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 115,17 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 115,70 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 103,87 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 97,67

Dari data yang diperoleh (Tabel 9.) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Tinggi tanaman.,.

Tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan B3 (Biochar klobot jagung + 1,5g NPK ) sebesar 129,550 cm sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B5 ( Biochar jerami padi + 1,5g NPK) sebesar 93,433 cm

Jumlah Daun

Data pengamatan Jumlah Daun tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 10

Tabel 10 . Kadar Jumlah daun Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 11,33

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 11,00 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 11,33 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 11,00 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 10,00 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 10,67 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 10,00 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 10,67 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 10,00

Dari data yang diperoleh (Tabel 10.) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan jumlah daun tanaman. Daun terbanyak terdapat pada perlakuan B1 (tanpa biochar) dan B3 (Biochar klobot jagung + 1,5g NPK ) sebesar 11,333 sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B5 ( Biochar jerami padi + 1,5g NPK) dan B7 (Biochar klobot jagung + 1g NPK) sebesar 10,000

Berat Basah Tajuk

Data pengamatan Serapan Hara K tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 11

Tabel 11 . Kadar Berat Basah Tajuk Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 77,27

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 99,90 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 122,27 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 68,73 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 62,23 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 97,43 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 94,87 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 51,93 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 45,53

24

Dari data yang diperoleh (Tabel 11) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Berat Basah tajuk tanaman. Bobot basah tajuk tertinggi terdapat pada perlakuan B3 sebesar 122,267 g dan terendah terdapat pada perlakuan B5 sebesar 62,233 g

Berat Kering Tajuk

Data pengamatan Berat kering tajuk tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada tabel 12

Tabel 12 . Kadar Berat Kering Tajuk Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 27,70

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 42,10 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 35,50 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 20,77 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 7,23 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 56,27 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 36,33 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 22,63 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 11,23

Dari data yang diperoleh (Tabel 12.) diketahui bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Berat kering tajuk.

Bobot kering tajuk tertinggi terdapat pada perlakuan B6 sebesar 56,267 g dan terendah terdapat pada perlakuan B5 sebesar 7,233 g

Berat Basah Akar

Data pengamatan Berat basah akar tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 13

Tabel 13 . Berat Basah Akar Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 9,87

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 17,73 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 27,80 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 9,63 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 6,60 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 15,37 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 12,03 terendah terdapat pada perlakuan B9 sebesar 5,433 g.

Berat Kering Akar

Data pengamatan Berat Kering akar tanaman pada 8 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 14.

Tabel 14 . Kadar Berat Kering Akar Tanaman akibat beberapa dosis biochar

Perlakuan Rataan

B1 100% NPK 2 gram 2,60

B2 75%NPK 1,5 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 9,27 B3 75% NPK 1,5 gram+ Biochar klobot jagung 100 gram 10,00 B4 75% NPK 1,5 gram+ Biochar sekam padi 100 gram 5,73 B5 75% NPK 1,5 gram + Biochar jerami padi 100 gram 3,33 B6 50% NPK 1 gram + Biochar tongkol jagung 100 gram 10,80 B7 50% NPK 1 gram + Biochar klobot jagung 100% 8,83 B8 50% NPK 1 gram + Biochar sekam padi 100 gram 2,97 B9 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram 1,40

26

Dari data yang diperoleh (Tabel 14.) diketahui bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan nilai rataan Berat kering Akar.,.

Bobot Kering akar tertinggi terdapat pada perlakuan B6 sebesar 10,800 g dan terendah terdapat pada perlakuan B9 sebesar 1,400 g.

Pembahasan

Pada pemberian Dosis 100% NPK tanpa pemberian biochar dapat dilihat bahwa nilai pH tanah meningkat dari analisis awal sebesar 5,60 Hal ini terjadi karena pemberian pupuk NPK berfungsi unuk meningkat kan nilai pH tanah.

Pada pemberian Dosis 75% NPK dengan pemberian beberapa jenis Biochar dapat dilihat bahwa pemberian pupuk NPK di tambah dengan biochar dapat meningkatkan nilai pH tanah,Berdasar kan analisis awal nilai pH tanah cenderung meningkat dibandingkan pada pemberian dosis NPK tanpa menggunakan Biochar. Hal ini terjadi karena perberian biochar adalah salah satu cara paling efektik dalam menetralkan Ph tanah, hal ini terjadi karena pemberian biochar dalam tanah dapat meningkatkan asam asam organik dalam tanah yang kemudian membentuk senyawa kompleks yang dapat mengikat AL bebas dalam tanah sehingga AL dalam tanah menjadi berkurang, akibatnya pH tanah menjadi meningkat. Hal ini sesuai dengan Indranada 1995 menyatakan bahwa pemberian bahan organik dapat meningkatkan pH dengan menetralkan Al dengan membentuk senyawa kompleks Al organik dalam tanah.

Pada pemberian Dosis 50% NPK dengan pemberian beberapa jenis Biochar dapat dilihat bahwa pemberian pupuk NPK di tambah dengan biochar dapat meningkatkan nilai pH tanah,Berdasar kan analisis awal nilai pH tanah cenderung meningkat dibandingkan pada pemberian dosis NPK 100% tanpa menggunakan Biochar Hal ini terjadi karena perberian biochar adalah salah satu cara paling efektik dalam menetralkan Ph tanah, hal ini terjadi karena pemberian biochar dalam tanah dapat meningkatkan asam asam organik dalam tanah yang

28

tanah sehingga AL dalam tanah menjadi berkurang, akibatnya pH tanah menjadi meningkat. Hal ini sesuai dengan Indranada 1995 menyatakan bahwa pemberian bahan organik dapat meningkatkan pH dengan menetralkan Al dengan membentuk senyawa kompleks Al organik dalam tanah

Pemberian beberapa jenis biochar dengan dosis NPK tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai KTK tanah, Ultisol merupakan tanah yang memiliki kadar KTK yang rendah, dengan pemberian Biochar dapat meningkatkan KTK dalam tanah. Sesuai yang dikemukakan Mukhlis dkk (2011) bahwa besarnya KTK suatu tanah ditentukan oleh faktor-faktor berikut yaitu 1) tekstur tanah, tanah bertekstur liat akan memilki nilai KTK lebih besar dibandingkan tanah yang bertekstur pasir. Hal ini karena liat merupakan koloid tanah, 2) kadar bahan organik, oleh karena sebagian bahan organik merupakan humus yang berperan sebagai koloid tanah, maka semakin banyak bahan organik akan semakin besar KTK tanah, 3) jenis mineral liat yang terkandung di tanah, jenis mineral liat sangat menentukan besarnya KTK tanah. Berdasarkan analisis awal pemberian biochar meningkat pada seluruh perlakuan ,KTK tertinggi terdapat pada perlakuan B9 sebesar 33.47 mmos/100 gr

Pemberian beberapa jenis biochar dan dosis NPK mampu meningkatkan Kandungan C-organik tanah dibanding tanpa biochar tetapi secara keseluruhan meskipun tidak signifikan mengalami kenaikan, nilai C organik meningkat dibanding analisis awal penelitian sebesar 0,39%. Hal ini sesuai dengan penelitian ( Wang et al., 2015; Yu et al., 2015) Aplikasi kompos, biochar dan pupuk kimia dapat meningkatkan C organik dibanding tanpa pemupukan. Dariah (2015)

fungsi), namun dibutuhkan dosis yang relatif tinggi, yaitu berkisar 5-20 ton/ha dan seringkali dibutuhkan pemberian yang kontinyu.

Serapan N, P dan K terbanyak oleh tanaman jagung berlangsung selama pertumbuhannya, terutama pada fase vegetatif. Aplikasi beberapa jenis biochar dan dosis NPK bagi tanaman tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan serapan N dan K bagi tanaman. Hal ini terjadi karena N dan K tersedia yang rendah. Serapan N tertinggi terdapat pada aplikasi NPK 200 gram tanpa biochar dan menurun seiringan dengan penurunan dosis NPK sedangkan K tertinggi terdapat pada perlakuan 50% NPK 1 gram + Biochar jerami padi 100 gram yaitu 3,93. Hal ini sesuai dengan penelitian (Putri, 2017) bahwa Pemberian biochar tidak memberikan efek yang signifikan terhadap serapan N tanaman jagung.

Namun peran biochar sebagai pembenah tanah mengandung unsur hara K yang dapat memperbaiki keterserapan hara K dan pertumbuhan tanaman. Menurut Widiowati,et al (2012) kalium yang terkandung dalam biochar dapat berada dalam larutan tanah sehingga mudah diserap oleh tanaman dan juga peka terhadap pencucian.

Pada pengamatan tinggi tanaman aplikasi pemberian beberapa jenis Biochar dan dosis NPK mengalami pengaruh yang nyata, dari tabel tinggi tanaman, pada perlakuan B3 (Biochar klobot jagung + 1,5g NPK ) sebesar 129,550 cm sedangkan terendah terdapat padat perlakuan B5 ( Biochar jerami padi + 1,5g NPK) sebesar 93,433 cm. Hal ini sependapat dengan penelitian Rostaliana et al (2012) menyatakan bahwa biochar berpengaruh positif terhadap pertumbuhan panjang tanaman.

30

Parameter pertumbuhan vegetatif tanaman yang diamat pada penelitian ini ialah berat basah dan berat kering tajuk. Pengukuran berat Basah dan berat kering merupakan bagian dari pengukuran biomassa tumbuhan. Biomassa tanaman merupakan ukuran yang paling sering digunakan untuk mendiskripsikan dan mengetahui pertumbuhan suatu tanaman karena biomassa tanaman relatif mudah diukur dan merupakan gabungan dari hampir semua peristiwa yang dialami oleh suatu tanaman selama siklus hidupnya (Sitompul dan Guritno, 1995). Oleh karena itu, parameter ini barangkali merupakan indikator pertumbuhan tanaman yang paling representatif. Bobot basah tajuk tertinggi pada parameter pengamatan berada pada perlakuan B3 sebesar 122,267 gram dan terendah pada perlakuan B9 sebesar 45,533 gram, bobot kering taujuk tertinggi pada perlakuan B6 sebesar 56,27 dan terendah pada perlakuan B9 sebesar 11,23

Pada pengamatan Berat kering akar, aplikasi pemberian beberapa jenis Biochar dan dosis NPK tidak mengalami pengaruh yang nyata, dari tabel berat kering akar, Bobot Kering akar tertinggi terdapat pada perlakuan B6 sebesar 10,800 g dan terendah terdapat pada perlakuan B9 sebesar 1,400 g, Bobot kering tanaman bertambah disebabkan oleh pembentukan biomassa tanaman dan kandungan unsur hara yang ditahan oleh biochar dalam tanah lebih lama yang mendukung untuk pembentukan tanaman. Hal ini sesuai Rostaliana et al (2013) yang mengatakan bahwa penambahan biochar kedalam tanah dapat menambah berat biomasa kering oven atau berat kering pada berbagai tanaman.

Aplikasi pemberian beberapa jenis biochar dan dosis NPK mengalami pengaruh yang nyata, bobot basah akar tertinggi terdapat pada perlakuan B3 sebesar 27,80 gram dan terendah pada perlakuan B9 sebesar 5,43 gram. Dari hasil

penelitian diperoleh bahwa nilai bobot basah akar terdapat pada dosis NPK terendah, hal ini menunjukkan bahwa aplikasi NPK dapat meningkatkan bobot basah tanaman. Perbaikan kualitas tanah dengan pupuk kimia dan berbagai amandemen berupa biochar dapat memperbaiki infiltrasi, pergerakan air, kadar air dalam tanah dan tanaman (USDA, 2008).

Dokumen terkait