• Tidak ada hasil yang ditemukan

AAK. 2005. Dasar-dasar Bercocok Tanam. Kanisius. Yogyakarta. 218 hal.

Aini, R. Q., Y. Sonjaya dan M. N. Hana. 2010. Penerapan bionutrien KPD pada tanaman selada keriting (Lactuca sativa var. crispa). Jurnal Sains dan Teknologi Kimia 1(1) : 73 – 79.

Amrah, M. L. 2008. Pengaruh Manajemen Jerami terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah. Skripsi. Program Studi Agronomi Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Apriantini, A. 2009. Kandungan B-Karoten, Sifat Fisik dan Kimia serta Mutu

Organoleptik pada Wortel (Daucus carota L.) Organik dan Anorganik selama Penyimpanan Suhu Dingin. Skripsi. Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Arafah dan M. P. Sirappa. 2003. Penggunaan jerami dan pupuk N, P, dan K pada lahan sawah irigasi. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 4 (1) : 15 – 24. Ashari, S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press. Jakarta. 490 hal.

Azis, A., M.Y. Surung, dan Buraerah. 2006. Produktivitas tanaman selada pada berbagai dosis Posidan – HT. Jurnal Agrisistem 2 (1) : 36 – 42.

Barker, J. C. S. C. Hodges, F. R. Walls. 2002. Livestock manure production rates and nutrient content. In : 2002 North Carolina Agricultural Chemicals Manual, Chapter X. The Collage of Agriculture and Life Sciences, North Carolina University, Raleigh. North Carolina.

BPS. 2001 – 2003. Produksi Tanaman Sayuran menurut Jenis Sayuran. Jakarta. Bradley, A. L. 2008. Manure Management for Small and Hobby Farms. Northeast

Recycling Council, Inc. United States. 26p.

Edi, S. dan J. Bobihoe. 2010. Budidaya Tanaman Sayuran. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Jambi. 54 hal.

Fisher, N.M. dan R.J. Dunham. 1992. Morfologi Akar dan Pengambilan Zat Hara. Dalam P.R. Goldsworthy dan N.M. Fisher. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. (diterjemahkan dari : The Physiology of Tropical Field Crops. Penerjemah : Tohari. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 874 hal. Gardner, F.P., R.B. Pearce dan R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya.

Universitas Indonesia. Jakarta. 428 hal.

Gaskell, M. and R. Smith. 2007. Nitrogen sources for organic vegetable crops. Hort Technology 17 (4) : 431 – 441.

Ginting dan Nurzainah. 2007. Penuntun Praktikum : Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan. Departemen Peternakan Fakultas Pertanian : Universitas Sumatera Utara.

Gobron, N. and M.M. Verstraete. 2009. Assessment of the Status of the Development of the Standards for the Terrestrial Essential Climate Variables. Essential Climate Variables. Rome.

Hartatik, W. dan L.R. Widowati. 2006. Pupuk Kandang, hal. 59 – 82. Dalam R.D.M. Simanungkalit, D.A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorini dan W. Hartatik (Eds). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor.

Hartmann, H. T., W. J. Flocker, A. M. Kofranek. 1981. Plant science. Growth, development and utilization of cultivated plants. Prentice-Hall Inc. United States of America. 676p.

Hidayatullah, Gunawan, K. Mudikdjo, dan Erliza. 2005. Pengelolaan limbah cair usaha peternakan sapi perah melalui penerapan konsep produksi bersih. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 8 (1): 124 – 136).

Hardjowigeno, H.S. 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta. 288 hal. Harjadi. 1984. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta. 195 hal.

Indarto, A. 2008. Pengaruh Penambahan Limbah Slurry dan Produk Pupuk Cair Slurry terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativa L.). Skripsi. Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta. 71 hal.

Judd, W. S., C. S. Campbell, E. A. Kellogg, P. F. Stevens. 1999. Plant Systematics : A Phylogenetic Approach. Sinaeur Associates. Sunderland MA.

Kementerian Pertanian. 2002 – 2007. Tingkat Konsumsi Sayur-Sayuran Penduduk Indonesia. Departemen Komunikasi dan Informasi. Jakarta.

Lekasi, J. K., J. C. Tanner, S. K. Kimani, P. J. C. Harris. 2001. Manure Management in the Kenya Highlands : Practices and Potential Second Edition. HRDA Publications. Kenilworth, UK. 40p.

Lingga, P. 1998. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta. 164 hal. Londra, I.M. 2008. Membuat pupuk cair bermutu dari limbah kambing. Warta

Penelitian dan Pengembangan Pertanian 30 (6) : 5 – 7.

Lægreid, O.C. Bockman dan O. Kaarstad. 1999. Agriculture, Fertilizers and the Environment. CABI. Norway. 294p.

Mahasari, R. 2008. Pengaruh Beberapa Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Serapan N serta P Tanaman Bit (Beta vulgaris L.) dan Selada Head (Lactuca sativa L.) pada Humic Dysturudept Cisarua. Skripsi. Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mardalena. 2007. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun

(Cucumis sativus L.) terhadap Urine Sapi yang telah Mengalami Perbedaan Lama Fermentasi. Skripsi. Departemen Budidaya, Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. 79 hal.

Mattjik, A.A. dan I.M. Sumertajaya. 2006. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan MINITAB Jilid 1. IPB Press. Bogor. 276 hal.

Mulyono, S. 2007. Bercocok Tanam Kubis. Azka Mulia Media. Jakarta. 84 hal. Peraturan Menteri Pertanian No.2/Pert/HK.060/2/2006. 2006. Pupuk Organik dan

Pembenah Tanah. Analisis Kebijakan Pertanian. Vol 4 (3) : 240 – 255. Pangaribuan, D. dan H. Pujisiswanto. 2008. Pemanfaatan Kompos Jerami untuk

Meningkatkan Produksi dan Kualitas Buah Tomat. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi – II. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung. Vol. VII : 1 – 10.

Prabukusuma, A.S. dam H.D. Sulistyorini. 2009. Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Terfermentasi (Bos indicus) sebagai Pupuk Organik Cair dan Biopestisida. UGM. Yogyakarta.

Rachmat, Y., Arifin, dan D.D. Sastraadmadja. 2005. Pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativa L.). Nusa Tani 5 (2):31 – 35.

Rahmi, A. dan Jumiati. 2007. Pengaruh konsentrasi dan waktu penyemprotan pupuk organik cair super ACI terhadap pertumbuhan dam hasil jagung manis. Jurnal Agritrop 26 (3) : 106 – 109.

Rubatzky, V. E., M. Yamaguchi. 1997. World Vegetables. Chapman & Hall. New York. 843p.

Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid pertama. Terjemahan dari : Plant Physiology. Penerjemah: D.R. Lukman dan Sumaryono. Penerbit ITB. Bandung. 241 hal.

Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid ketiga. Terjemahan dari : Plant Physiology. Penerjemah : D.R. Lukman dan Sumaryono. Penerbit ITB. Bandung 336 hal.

Samekto, R. 2008. Pemupukan. Citra Aji Parama. Yogyakarta. 60 hal. Sarief, E.S., 1985. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung. 157 hal.

Setyorini, D., R. Saraswati dan E.K. Anwar. 2006. Kompos, hal. 11 – 40. Dalam R.D.M. Simanungkalit, D.A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorini dan W. Hartatik (Eds). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor.

Sitompul, M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 405 hal.

Susila, A. D. 2006. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 131 hal.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Kanisius. Yogyakarta. 219 hal. Sutriadi, M.T. 2008. Pengaruh Pupuk Organik Cair pada Beberapa Pertumbuhan

dan Hasil Caisim (Brassica rapa convar) di Inceptisols. Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Hal 140.

Utama, I.M.S., K.A. Nociaitri dan I.A.R.P. Pudia. 2007. Pengaruh suhu air dan lama waktu perendaman beberapa jenis sayuran daun pada proses crisping. Jurnal Agritrop 26 (3) : 117 – 12.

Wijaya, K. 2010. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Perombakan Anaerob Limbah Makanan terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Skripsi. Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

William, C. N., J. O. Uzo dan W. T. H. Peregrine. 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika. Terjemahan dari : Vegetable Production in The Tropics. Penerjemah : S. Ronoprawiro. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 374 hal.

Fisher, N.M. dan R.J. Dunham. 1992. Morfologi Akar dan Pengambilan Zat Hara. Dalam P.R. Goldsworthy dan N.M. Fisher. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Terjemahan dari : The Physiology of Tropical Field Crops. Penerjemah : Tohari. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 874 hal. Zulkarnain. 2010. Dasar-dasar Hortikultura. Bumi Aksara. Jakarta. 336 hal.

Lampiran 1. Layout Penelitian

Keterangan :

P0 : Tanpa aplikasi

P1 : Pupuk cair dari urin sapi (biourin) P2 : Pupuk cair dari urin domba (biourin) P3 : Pupuk cair dari urin kelinci (biourin)

P4 : Pupuk cair dari kotoran padat sapi (biokultur)

P5 : Pupuk cair campuran dari urin sapi (biourin) dan biokultur P6 : Pupuk cair campuran dari urin domba (biourin) dan biokultur P7 : Pupuk cair dari campuran urin kelinci (biourin) dan biokultur U1 : Ulangan ke – 1 U2 : Ulangan ke – 2 U3 : Ulangan ke – 3 P1 P3 P5 P2 P4 P7 P0 P4 P6 P2 P5 P2 P7 P1 P3 P6 P0 P3 P7 P1 P4 P6 P0 P5 5 m 0.6 m U2 U1 U3

Lampiran 2. Perhitungan Kebutuhan Pupuk Selada Keriting Berdasarkan Volume Tanah (Berdasarkan anjuran Maynard dan Hocmuth dalam Susila, 2006) Kedalaman tanah = 20 cm = 0.2 m Volume tanah 1 ha = 10 000 m2 x 0.2 m = 2 000 m3 1. N Kebutuhan N = 24.9 g/m2 N (g/m3) = = . / . = 124.5 g/m3 2. P2O5 Kebutuhan P2O5 per ha = 31.1 g/m2 P2O5 (g/m3) = = . / . = 155.5 g/m3 3. K2O Kebutuhan K2O per ha = 11.2 g/m2 K2O (g/m3) = = . / . = 56 g/m3

Lampiran 3. Kondisi Beberapa Unsur Iklim selama Penelitian Lokasi : Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor

Lintang : 6 ° 33' LS Bujur : 106 ° 45' BT Elevasi : 207 m

(Sumber : Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Klimatologi, Dramaga, Bogor)

Bulan Curah Hujan (mm) J umlah Hari Hujan (Hari) Temperatur (oC) Lama Penyinaran (% )

Desember 2010 177.3 29 25.5 37.2 Januari 2011 202.7 25 25.4 33.3 Februari 2011 76.5 18 25.6 47.9 Jumlah 456.5 72 Rata – rata 25.5 39.5 69

Lampiran 4. Hasil Analisis Tanah

Analisis Tanah Hasil Deskripsi Hasil

Analisis Sifat Tanah Metode

pH H2O pH 1:1 5.30 Masam

pH KCL pH 1:1 4.60

C-Organik (%) Walkey & Black 2.00 Rendah

N-Total (%) Kjeldhal 0.17 Rendah

P (ppm) Bray I 7.30 Sangat rendah

Ca (me/100 g) N NH4OAc pH 7.0 5.32 Rendah

Mg (me/100 g) N NH4OAc pH 7.0 2.07 Tinggi

K (me/100 g) N NH4OAc pH 7.0 0.70 Tinggi

Na (me/100 g) N NH4OAc pH 7.0 0.43 Sedang

KTK (me/100 g) N NH4OAc pH 7.0 14.92 Rendah

KB (%) 57.10 Tinggi

Al (me/100 g) N KCL 0.82

H (me/100 g) N KCL 0.26

Pasir (%) Metode Pipet 18.15 Liat

Debu (%) 22.18

Liat (%) 59.67

(Sumber : Laboratorium Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB) Lampiran 5. Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah (Staf Pusat Penelitian Tanah,

1983)

Sifat Kimia Tanah Rendah Rendah Sangat Sedang Tinggi Sangat Tinggi

C-organik (%) <1.00 1.00-2.00 2.01-3.00 3.01-5.00 >5.00 Nitrogen (%) <0.10 0.10-0.20 0.21-0.50 0.51-0.75 >0.75 C/N <5 5-10 11-15 16-25 >25 P2O5 HCl (mg/100 g) <10 10-20 21-40 41-60 >60 P2O5 Bray I (ppm) <10 10-15 16-25 26-35 >35 P2O5 Olsen (ppm) <10 10-25 26-45 46-60 >60 K2O HCl 25 % (mg/100 g) <10 10-20 21-40 41-60 >60 KTK <5 5-16 17-24 25-40 >40

Basa-basa yang dapat dipertukarkan

K (me/100 g) <0.1 0.1-0.2 0.3-0.5 0.6-1.0 >1.0 Na (me/100 g) <0.1 0.1-0.3 0.4-0.7 0.8-1.0 >1.0 Mg (me/100 g) <0.4 0.4-1.0 1.1-2.0 2.1-8.0 >8.0 Ca (me/100 g) <0.2 2-5 6-10 11-20 >20 Kejenuhan Basa (%) <20 20-35 36-50 51-70 >70 Aluminium (%) <10 10-20 21-30 31-60 >60

Reaksi Tanah Masam Sangat Masam Masam Agak Netral Alkalin Agak Alkalin

Lampiran 6. Dokumentasi Kegiatan

Proses Pembuatan Pupuk Cair Organik

Pengukuran Suhu menggunakan

termometer Pemberian

Limbah Cair

Pemberian EM4 Pemberian Gula Merah

Pengadukan Pupuk Cair

Lampiran 6 (Lanjutan)

Penanaman di Persemaian dan Lapangan

Penanaman pada Tray

Penanaman pada Polybag

Lampiran 6 (Lanjutan) Pascapanen

Hama pada Tanaman Selada

Hasil Panen

Penyimpanan pada Selada tanpa Akar

Penyimpanan pada Selada yang masih Berakar

Lampiran 7. Penampang Akar Selada pada 2 – 3 MST - Penampang Akar Selada pada 2 MST

P0 P1 P2 P3

- Penampang Akar Selada pada 3 MST

P0 P1 P2

Lampiran 7 (Lanjutan)

P3 P4 P5

PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI

Dokumen terkait