Ahza, A. B. 1998. Pengembangan Formulasi dan Proses Penelitian Makanan Ringan Hasil Teknologi Ekstruksi, Penggorengan Dan Bakery Tahap 1 Dalam Kumpulan Pelatihan Teknologi Ekstruksi, Penggorengan dan Pemanggangan. PAU Pangan dan Gizi, IPB.
Aisiyah, L. 2013. Kandungan betakaroten, protein, kalsium dan uji kesukaan crackers dengan subtitusi tepung ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L.) dan ikan terinasi (Stolephorus sp.) untuk anak KEP dan KVA. Journal of Nutrition College 2(1) : 145–153.
Aliem, I. M. 1995. Teori Pastry. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Yogyakarta, Yogyakarta.
Amalia, R.,dan E.Julianti. 2014. Karakteristik fisikokimia tepung komposit berbahan dasar beras, ubi jalar, kentang, kedelai, dan xanthan gum (Physicochemical Properties of Composite Flour Based on Rice, Sweet Potato, Potatoes, Soybean and Xanthan Gum). Ilmu Dan Teknologi Pangan J.Rekayasa Pangan aan Pertanian, 2(2) : 65–70.
American Association of Cereal Chemist. 2001. The definition of dietary fibre.
Cereal Foods World. 46(1): 112-126.
Amin, N. 2013. Pengaruh Suhu Fosforilasi Terhadap Sifat Fisikokimia Pati Tapioka Termodifikasi. Skripsi. Teknologi Pertanian. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Andualem, A., A. Kebede, dan G. M. Abadi. 2016. Development of pro-vitamin A and energy rich biscuits: Blending of orange-fleshed sweet potato (Ipomea batatas L.) with wheat (Triticum vulgare) flour and altering baking temperature and time. African Journal of Food Science, 10(6) : 79–
86.
Anggriawan, A. 2010. Analisis Efektivitas dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Realisasi Pembiayaan Syariah Pada Sektor Agribisnis (Studi Kasus: PT. BPRS Amanah Ummah, Leuwiliang, Bogor). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Antarlina, S.S. 1998. Utilization of sweet potato flour for making cookies and cakes. Research Institute for Legume and Tuber Crops, Malang,.
AOAC. 1995. Official Methods of Analysis of The Association Analytical Chemist. Inc., Washington DC.
AOAC. 2005. Official Methods of Analysis. Association of Official Analytical Chemists. Benjamin Franklin Station, Washington DC.
AOAC. 2012. Official Methods of Analysis of The Association Agricultural Chemists. 10th Ed., Washington DC.
Apriyantono, A., D. Fardiaz, N. L. Puspitasari, Y. Sedarnawati, dan S. Budianto.
1989. Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. Pusat Antar Universitas Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Arif, A.B., A. Budiyanto, dan Hoerudin, 2013. Nilai indeks glikemik produk pangan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Jurnal Litbang Pertanian.
32(3) :91–99.
Asmoro, N. W., S. Hartati, dan C. B.Handayani. 2017. Karakteristik fisik dan organoleptik produk mocatilla chips dari tepung mocaf dan jagung. Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian. 1(1): 63-70.
Astawan, M. dan T. Wresdiyati. 2004. Diet Sehat dengan Makanan Berserat. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo.
Astawan, M. 2008. Biskuit Pilihan Tepat Untuk Buka Puasa. Diakses dari http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/common/stofriend.aspx?x=Nutrition&y=
cybermed|0|0|6|467.
Atkinson, F.S., K. Foster-Powell, dan J.C. B. Miller. 2008. International tables of glycemic index and glycemic load values: 2008. Diabetes Care 31:
22812283.
Aulia, R. E., dan W. D. R. Putri. 2015. Karakterisasi sifat fisikokimia tepung ubi jalar oranye hasil modifikasi kimia dengan STPP. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(2): 476–482.
Baah, D.F. 2009. Characterization of Water Yam (Dioscorea atalata) for Existing and Potensial Food Products. Thesis. Faculty of Biosciences, Kwame Nkrumah University, Nigeria.
Badan Pusat Statistik. 2014. Data Produksi Tanaman Ubi Jalar 2011- 2014.
Sumatera Utara, Medan.
Badan Pusat Statistik. 2015. Produksi Padi dan Palawija Sumatera Utara (Angka Sementara Tahun 2014). Sumatera Utara, Medan.
Badan Standarisasi Nasional. 1992. SNI 01- 2973-1992.Mutudan Cara UjiBiskuit.
Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2006. SNI 01-2346-2006. Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2011.SNI 01-2891-2011.Uji Bahan Makanan dan Minuman. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2011. SNI-2973-2011. Syarat Mutu Cookies. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Balagopalan, P.C. G., S. K. Nanda, dan S. N. Moorthy. 1988. Cassava in Food, Feed and Industry.Florida (US): IRC Press.
Barron, J. M.,dan A. Espinoza. 1993. Fortification of maize tortilla with alkalitreated chickpea flour. International Journal of Food Science and Technology. 28: 505–511.
Behall, K.M., dan J. Hallfrisch. 2002. Plasma glucose and insulinreduction after consumption of bread varying in amylosecontent. Eur. J. Clin. Nutr.
56(9): 913–920.
Bellitz, H. D.,dan W. Grosch. 1987. Food Chemistry. 2nd Edition. Springer, New York.
BeMiller, J.N. and R.L. Whistler. 1996. Carbohydrates. pp. 157-224. In O.R.
Fennema (Ed.). Food Chemistry 3rd Ed. Marcel Dekker Inc., New York.
Bennion, E. B., dan G. S. T. Bamford. 1997. The Technology of Cake Making 6th ed. London: Int. Textbook Comp. Lmt.
Blanco, C. M. S., M. E. Steffolani, A. E. León, dan P. D. Ribotta. 2016. Effect of Engineering Operations. Applied Science Publishers Limited, London.
Bridgers, E. N., M. S. Chinn, dan V. Truong. 2010. Extraction of anthocyanins from industrial purple-fleshed sweetpotatoes and enzymatic hydrolysis of residues for fermentable sugars. Industrial Crops and Products.
32(1): 613-620.
Buckle, K.A., R.A. Edward, G.H. Fleet, dan Wootton. 2009. Ilmu Pangan.
Terjemahan: Hari Purnomo dan Adiono. UI-Press, Jakarta.
Budiman, F. A., dan T. Pujianto. 2019. Perubahan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan diabetes mellitus Tipe 2 yang diberi semangka. Journal Healthy-Mu. Vol 3 No. 1.
Budiman, M.H. 2008. Uji Stabilitas Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Krim yang Mengandung Ekstrak Kering Tomat (Solanum lycopersicum L.).
Skripsi. Departemen Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UI, Depok.
Charles, S., L. Edward, dan A. Graham. 1999. Dietary Fiber and The Risk of Colorectal Cancer and Adenoma in Women. Journal. 340(3). 169.
Christe, R. C. 2010. Thermal and light degradation kinetics of anthocyanin extracts from mangosteen peel (Garcinia mangostana L.). Journal of Food Science & Technology. 45(9): 1902-1908.
Claudia, R., T. Estiasih, D. W. Ningtyas, dan E. Widyastuti. 2015. Pengembangan biskuit dari tepung ubi jalar oranye (Ipomoea development of biscuit from orange sweet potato flour (Ipomoea batatas L.) and fermented corn flour (Zea mays). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(4) : 1589–1595.
Daramola, B., dan S.A.Osanyinlusi. 2006.Investigation on modification of cassava starch using active components of ginger roots (Zingiber officinale Roscoe). African Journal of Biotechnology. 5 : 917–920.
Departemen KesehatanRepublik Indonesia. 1995. Daftar Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Departemen Pertanian. 2009. Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Departemen Pertanian RI, Jakarta.
Dhital, S., A. K. Shrestha, danM. J. Gidley. 2010. Relationship between granule size and in vitro digestibility of maize and potato starches. Journal Carbohydrate Polymers 82(2): 480-488.
Englyst, H. N., dan J.H. Cummings. 1985. Digestion of the polysaccharides of some cereal foods in the human small intestine. Am. J. Clin. Nutr. 34 : 211–
217.
Faidah, N. N., dan T. Estiasih. 2009. Aplikasi bubuk pewarna berantioksidan dari limbah teh untuk biskuit hipoglikemik subtitusi tepung suweg. Jurnal Teknologi Pertanian. 10(3). Malang.
Faridah, A. 2009. Patiseri. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.
Fatimah, P. S., E. Nasution, dan E. Y. Aritonang. 2015. Uji Daya Terima dan Nilai Gizi Biskuit Yang Dimodifikasi Dengan Tepung Kacang Merah.
Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU. Skripsi. Medan.
Fernandes, G.A., Velangi, dan T.M.S. Wolever. 2005. Glycemic index of potatoes commonly consumed in North America. J. Am. Diet. Assoc. 105: 557562.
Fitriani. 2013. Pengembangan Produk Makaroni dari Campuran Jewawut (Setaria italic L.), Ubi Jalar Oranye (Ipomea batatas varietas ayamurasaki) dan Terigu. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Fortuna, Juszczak, dan Palansinski. 2001. Proferties of corn and wheat starch phosphates obtained from granules segregated according of their size.
EJPAU. Vol 4 : 417-419.
Foster-Powell, K.F., S.H.A. Holt, dan J.C.B. Miller. 2002. International table of glycemic index and glycemic load values. Am. J. Clin. Nutr. 76 (1): 5-56.
Garcia, A. M., dan W. M. Walter. 1998. Physicochemical characterization of starch from Peruvian sweetpotato selections. Starke/Starch. 50: 331– 337.
Ginting, E., J. S. Utomo, R. Yullfianti, dan M. Jusuf. 2011. Potensi ubi jalar ungu sebagai pangan fungsional. Volume 6. Iptek Tanaman Pangan.
Ginting, S. 2010. Pemanfaatan Ubi Jalar Orange Sebagai Bahan Pembuat Biskuit Untuk Alternatif Makanan Tambahan Anak Sekolah Dasar di Desa Ujung Bawang Kecamatan Dolok Silau kabupaten Simaloranyen. Skripsi.
Universitas Sumatera Utara, Medan.
Gisslen, W. 2013. Professional Baking. Sixth Edition. John Wiley & Sons, Inc., Canada.
Giusti, M. M.,danR. E. Wrolstad. 2001. Current Protocols in Food Analytical Chemistry. John Wiley and sons, New York.
Guevarra, M. T. B., dan L.N. Panlasigui. 2000. Blood glucose responses of diabetes mellitus type II patients to some local fruits. Asia Pacific J. Clin. Nutr.
9: 202–208.
Haliza, W., E. Y. Purwani, dan S. Yuliani. 2006. Evaluasi kadar pati tahan cerna dan nilai indeks glikemik mi sagu. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan.XVII(2): 149–152.
Hanafi, A. 1999. Potensi Tepung Ubi Jalar Sebagai Bahan Substitusi Tepung Terigu Pada Proses Pembuatan Cookies yang Disuplementasi dengan Kacang Hijau. Skripsi. Sarjana Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian. IPB, Bogor.
Hardoko, L., Hendarto, dan T. M. Siregar. 2010. Pemanfaatan ubi jalar oranye (Ipomoea batatas L. Poir) sebagai pengganti sebagian tepung terigu dan sumber antioksidan pada roti tawar. J. Teknol. dan Industri Pangan. 21(1):
25-32.
Hariyadi. 2008. Teknologi Pengolahan Beras. Gajah Mada University Press, Yokyakarta.
Haryani, A. T., S. Andini, dan S. Hartini. 2015. Kadar gizi, pati resisten, dan indeks glikemik biskuit gandum utuh (Triticum aestivum L) Varietas DWR-162.
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Vol. 12 No.1 Halaman 1-12.
Hasbullah, U.H. A., dan R. Umiyati. 2016. Laporan Penelitian Dosen Pemula.
Dampak Fase Dorman dan Fase Vegetatif Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Sensoris Tepung Umbi Suweg (Amorphophallus campamulatus).
LPPM Universitas PGRI, Semarang.
Hathorn, C.S., M.A.Biswas, P.N. Gichuhi, dan A.C. B. Benjamin. 2008.
Comparison of chemical, physical, micro-structural, and microbial properties of breads supplemented with sweetpotato flour and highgluten dough enhancers. Lebensmittel Wissenschaft und Technologie. 41(5):
803-815.
Heriyanto dan A. Winarto. 1999. Prospek Pemberdayaan Tepung Ubi Jalar Sebagai Bahan Baku Industri Pangan. Balitkabi No. 15-1999 Hal. 17-29.
Hui, Y. H. 1996. Bailey’s industrial oil and fat products. 5 th Edition Vol 5. John Willey & Sons, Inc, New York.7.
Husna, N. E., M. Novita, dan S. Rohaya. 2013. Kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan ubi jalar oranye segar dan produk olahannya. Agritech. 33(3):
296-302.
Hustiany R. 2006. Modifikasi Asilasi dan Suksinilasi Pati Tapioka sebagai Bahan Enkapsulasi Komponen Flavor [disertasi]. Departemen Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hutching, J. B. 1999. Food Color and Apearance. Aspen publisher Inc., Maryland.
Hwang, Y. P., J. H. Choi, J. M. Choi, Y. C. Chung, dan H. G. Jeong. 2011.
Protective mechanisms of anthocyanins from purple sweet potato against tert-butyl hydroperoxide-induced hepatotoxicity. Food and Chemical Toxicology. 49(9):2081-2089.
Hoerudin. 2012. Indeks glikemik buah dan implikasinya dalampengendalian kadar glukosa darah. Buletin Teknologi PascapanenPertanian 8(2): 80-98.
Ibrahim, I. A., Syarfaini, dan N. N. Muslimah. 2018. Pengaruh pemberian biskuit ubi jalar oranye(Ipomea Batatas L. Poiret) terhadap status gizi kurang pada anak balita usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Somba Opu.Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan. 1(1): 1-15.
Juanda, D., dan B. Cahyono. 2000. Ubi Jalar. Kanisius, Yogyakarta.
Jenkins, D.J.A., T.M.S. Wolever, R.H. Taylor, H. Barker, H. Fielden, J.M.
Baldwin, A.C. Bowling, H.C. Newman, A.L. Jenkins, dan D.V. Goff. 1981.
Glycemic index of foods: a physiological basis for carbohydrate exchange.
Am. J. Clin. Nutr. 34: 362 366.
Jensen, M. B., C. A. Bergamo, R. M. Payet, X.Liu, dan I. Konczak. 2011. Influence of copigment derived from tasmannia pepper leaf on Davidson’s plum anthocyanins. J. Food Sci. 76(3): 447-453.
Kadarisman, D., dan A.Sulaeman. 1993. Teknologi Pengolahan Ubi Kayu dan Ubi Jalar. IPB, Bogor.
Kano, M., T. Takayanagi, K. Harada, K. Makino, dan F. Ishikawa. 2005.
Antioxidativeactivity of anthocyanins from purple sweet potato, Ipomoea batatas cultivar Ayamurasaki. Bioscience, Biotechnology and Biochemistry.
69(5): 979–988.
Kerdpiboon, S., dan D. Charoendee. 2012. Comparative physical characterization of water ratio changes of hang rice during cooking. 2012 International Conference on Nutrition and Food Sciences IPCBEE vol. 39: 52-55.
Kumalaningsih, S., Harijono., Amir, Y. F. 2012. Pencegahan Pencoklatan Umbi Ubi Jalar (Ipomoea Batatas (L). Lam.) Untuk Pembuatan Tepung :Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Asam Askorbat dan Sodium Acid Pyrophosphate.
Jurnal Teknologi Pertanian Vol.5 No.1 Hal. 11-19.
Kusnandar, F. 2010. Kimia Pangan Komponen Makro. Dian Rakyat, Jakarta.
Kusumawardhani, L. S. 2008. Pengaruh Pengolahan Tepung terhadap Sifat Fisik-Kimia serta Retensi β-karoten pada Ubi Jalar Orange dan Antosianin pada Ubi Jalar Ungu. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang.
Ladjal, E. Y.,dan M.Chibane. 2015. Some physicochemical and functional properties of pea, chickpea and lentil whole flours. International Food Research Journal 22(3):987-996.
Laelago, T., A.Haile, dan T. Fekadu. 2015. Production and quality evaluation of cookies enriched with β-carotene by blending orange-fleshed sweetpotato and wheat flours for alleviation of nutritional insecurity. International Journal of Food Science and Nutrition Engineering, 5(5), 209–217.
Laurie, S. M., F. J. Calitz, P. O. Adebola, dan A. Lezar. 2013. Characterization and evaluation of South African sweet potato (Ipomea batatas (L.) Lam) landraces. S A J Bot. 85(1): 10-16.
Leach, H. W., L. D. McCowen, dan T. J. Schoch. 1959. Structure of the Starch Granules. Cereal Chem. 36(1): 534 – 544.
Lestari, O.A. 2009. Karakterisasi sifat fisikokimia dan evaluasi nilai gizi biologis mi jagung kering yang disubtitusi tepung jagung termodifikasi. Tesis.
Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Lidiasari, E., Syafutri, M. I, dan Syaiful, F. 2006. Pengaruh perbedaan suhu pengeringan tepung tapai ubi kayu terhadap mutu fisik dan kimia yang dihasilkan. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 8 (2): 141-146.
Lingga, P. 1995. Bertanam Umbi-Umbian. Penebar Swadaya, Jakarta.
Lourenco, E. J., P.A. Neves, danM. A. D. Silva. 1992. Polyphenol oxidase from sweet potato: purification and properties. J. Agric. Food Chem. 40(1):
2369-2373.
Lukitaningsih, E., Rumiyati, I. Puspitasari, dan M. Christina.2012. Analysis of macronutrient content, glycemic index andcalcium oxalate elimination in Amorphopallus campanulatus(Roxb). J. Nat. 12(2): 1-8.
Mahasukhonthachat, K., P. A. Sopade, dan M.J. Gidley. 2010. Kinetics of starch digestion in sorghum as affected by particle size. Journal of Food Engineering 96: 18–28.
Malinda, A. P., A. R. B. Katri, A. D. Rachmawanti, dan P. N. H. Riyadi. 2013.
Kajian penambahan tepung millet dan tepung ubi jalar oranye (Ipomea batatas l.) Sebagai substitusi tepung terigu pada pembuatan flake. Jurnal Teknosains Pangan. 2(1): 39-48.
Manley, D. 2000. Technology of Biscuits, Crackers and Cookies. Woodhead Publishing Ltd., Cambridge.
Mayasari, S. 2015. Kajian karakteristik biskuit yang dipengaruhi perbandingan tepung ubi jalar (Ipomea batatas L.) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Skripsi. Universitas Pasundan, Bandung.
Marsono, Y. 2004. Serat pangan dalam perspektif ilmu gizi. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2 Juni 2004.
Maulana, H. D. J. 2009. Promosi Kesehatan. Penerbit EGC; 5, Jakarta.
McAllan, A. B. 1985. Analysis of Cahohydrate in the Alimentary Tract and its Nutritional Significance. Di dalam G.G. Birch (ed.). Analysis d Food Cabhydrate. Elsevier Applied Sci. Publishers, London.
Mercier, C., dan P. Colonna. 1988. Starch and enzymes: Innovations in the products, process and uses. Biofutur. Chimic. p. 55-60.
Mervina, C. M., Kusharto, dan S.A. Marliyati. 2012. Formulasi biskuit dengan substitusi tepung ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dan isolat protein kedelai (Glycine max) sebagai makanan potensial untuk anak balita gizi kurang.Jurnal Teknologi dan Industri Pangan.23(1): 9–16.
Meyer, L.H. 1973. Food Chemistry. Affiliated East-West PVT.Ltd., New Delhi.
Miller, J. B., E. Pang, dan L. Bramall. 1992. Rice: a high or low glicemic food. Am.
J. Clin. Nutr 56: 10341036.
Moorthy, S.N. 2004. Tropical sources of starch. Di dalam: Ann Charlotte Eliasson (ed). Starchin Food: Structure, Function, and Application. CRC Press, Baco Raton, Florida.
Muchtadi, D. 2001. Timbulnya penyakit degeneratif (Vegetables as Sources of Dietary Fiber to Prevent Degenerative Diseases). Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, X(1).
Muchtadi, D. 2011. Karbohidrat Pangan dan Kesehatan. Cetakan Kesatu. CV Alfabeta, Bandung.
Muchtadi, D., M. Astawan, dan N. S. Palupi. 2016. Metabolisme Zat Gizi Pangan.
Universitas Terbuka, Tangerang.
Mudjajanto E.S., dan L.N. Yulianti. 2004. Membuat Aneka Roti. Penebar Swadaya, Jakarta.
Murillo, C.E. C., Y.J.Wang, dan L.A.B Perez. 2008. Morphological, Physicochemical and Structural Characteristics of Oxidized Barley and Corn Starches, Starch/Stärke Vol. 60, 634-645.
Murtiningsih dan Suyanti. 2011. Membuat Tepung Umbi dan Variasi Olahannya.
Agromedia Pustaka, Jakarta.
Nainggolan, O., dan C. Adimunca. 2005. Diet sehat dengan serat.Cermin Dunia Kedokteran no 147. Departemen Kesehatan RI,Jakarta.
Nanggewa, Y. A., A. S. Purnomo, dan S. R. Putra.2016. Effects of Acetic Anhydride toward Degree of Substitution on Acetylation Method of Sago Starch (Metroxylon sp) from Papua. IPTEK Journal of Proceedings Series, 2(1), 145–146.
Newschaffer, C. J., L. A. Croen, dan J. Daniels. 2007. The epidemiology of autism spectrum disorders. Annu Rev Public Health. 28(1): 235–258.
Nindyarani, A. K., Sutardi, dan Suparmo. 2011. Karakterisik kimia, fisik dan inderawi tepung ubi jalar oranye dan produk olahannya. Jurnal Agritech.
31(4): 273-280.
Nishimune, T., T. Yakushiji, T.Sumimoto, S.Taguchi, Y.Konishi, S.Nakahara, dan N. Kunita.1991. Glycemic response and fiber content of some foods. The American Journal of Clinical Nutrition, 54(2), 414–419.
Nisviaty, A. 2006. Pemanfaatan tepung ubi jalar klon bb00105.10sebagai bahan dasar produk olahan kukus serta evaluasi mutugizi dan indeks glikemiknya.
Skripsi. Fakultas TeknologiPertanian Institut Pertanian, Bogor.
Noer, S. W. M., M. Wijaya, dan Kadirman. 2017. Pemanfaatan Tepung Ubi Jalar (Ipomea batatas) Berbagai Varietas sebagai Bahan Baku Pembuatan Kue Bolu Kukus. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 3: S60-S71.
Nurdjanah, S., N. Nusita, dan D. Indriani. 2011. Karakteristik biskuit coklat dari campuran tepung pisang batu dan tepung terigu pada berbagai tingkat substitusi. Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian 16(1): 51-62.
Okaka, J. C., dan N. N. Potter. 1977. Functional and storage properties of cowpea-wheat flour blends in making bread. J. Food Science. 42(1): 828- 833.
Olatunde, G. O., F. O. Henshaw, M.A. Idowu, dan K. Tomlins. 2016. Quality attributes of sweet potato flour as influenced by variety, pretreatment and drying method. Food Science & Nutrition 2016, 4 (4): 623-635.
Onabanjo, O. O. 2014. Nutrional, Functional and Sensory Properties of Biscuit Produced From Wheat-Sweet Potato Composite. Journal of Food Technology Research, 1(3):1111-121
Palupi, N. S., F. R. Zakaria, dan E. Prangdimurti. 2007. Pengaruh Pengolahan terhadap Nilai Gizi Pangan. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fateta IPB, Bogor.
Pokorny, J., N. Yanishlieva, dan M. Gordon. 2001. Antioxidant in Food: Practical and Application. CRC Press, New York.
Prosky, L., dan J. W. de Vries. 1992. Controlling dietary fiber in food product. Van Nostrad Reinhold, New York.
Pruett, A. 2010. A comparison of the glycemic index of sorghum and other commonly consumed grains. Thesis. Kansas State University, Manhattan, Kansas.
Putri, C. W. A. 2011. Pembuatan kue kering dengan tepung ubi jalar oranye (Ipomea batatas poiret). Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Ragnhild, A. L., N. L. A. M. Axelsen, dan A. Raben. 2004. Glycemic index relevance for health, dietary recommendations, and nutritional labeling.
Scandinavian J. Nutr. 48(2): 8494.
Raharjo S. H. T., H. Hetharie, G. H. Augustyn, dan M. Pesireron. 2014. Keragaman ubi kayu dan ubi jalar di Seram Bagian Barat dan peluang pemanfaatannya untuk ketahanan dan industri. Dalam: W. Girsang dan R.M. Osok, Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Hasil Kajian Pertanian dan Perikanan di Provinsi Maluku; . pp 73-102. Penerbit Pensil Komunika, Yogyakarta 234.
Rahman, F. 2007. Pengaruh konsentrasi natrium metabisulfit (Na2S2O5) dan suhu pengeringan terhadap mutu pati biji alpukat (Persea americana mill.).
Skripsi.Universitas Sumatera Utara, Medan.
Raina, C. S., S. Singh, A. S. Bawa, dan D. C. Saxena. 2005. Rheological properties of chemically modified rice starch model solution. Journal of Food Process Engineering, 2005, Vol. 29, pp. 134-148.
Ratnayake, W. S., R. Hoover, dan T.Warkentin.2002. Pea starch: Composition, structure and properties - A review. Starch/Staerke, 54(6): 217–234.
Ray, R. C., dan K. I. Tomlins. 2010. Sweet Potato: Post Harvest Aspects in Food, Feed and Industry. Nova Science, New York.
Richana, N., Ratnaningsih, A.B. Arif, dan M. Hayuningtyas. 2012.Characterization of varieties of maize with a low glycemicindex to support food security.
International Maize Conferencein Gorontalo.
Riset Kesehatan Dasar. 2013. Data Statistik Konsumsi Makanan Olahan Tepung Terigu.
Rimbawan dan A. Siagian. 2004. Indeks Glikemik Pangan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rukmana, R. 1997. Ubi Jalar, Budidaya Dan Pascapanen. Kanisius, Yogyakarta.
Rudi, A., dan H. N. Kwureh. 2017. Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah Puasa pada Pengguna Layanan Laboratorium. Wawasan Kesehatan,
3(2): 33–39.
Santoso, B.A.S., Nasta, dan S. Widowati. 1997. Studi Karakteristik Pati Ubi Jalar.
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pangan. Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia dan Kantor Menteri Negara Urusan Teknologi Pangan Republik Indonesia, Jakarta.
Sardesai, V.M. 2003. Introduction to Clinical Nutrition. MarcelDekker Inc., New York. pp. 339-354.
Sari, D. K., S. A. Marliyati, L. Kustiyah, A. Khomsan, dan T. M. Gantohe. 2013.
Uji organoleptik formulasi biskuit fungsional berbasis tepung ikan gabus (Ophiocephalus Striatus). Jurnal Pangan Dan Gizi Agritech Institut Pertanian Bogor. 34(2): 120-125.
Sathe, S.K., dan D. K. Salunkhe. 1981. Isolation partial characterization and modification of the great nothern bean (Phaseolus vulgaris) starch. J. Food Science. 46(2): 617-621.
Schober, T.J., C. M. O’Brien, D. McCarthy, A. Darnedde, dan E. K. Arendt. 2003.
Influence of gluten-free flour mixes and fat powders on the quality of gluten-free biscuits. Eur Food Res Technol 216: 369-376.
Seevaratnam, V., P. Banumathi, M. R. Premalatha, S.P. Sundaram, danT.
Arumugam.2012. Functional properties of Centella asiatica (L.): a review.
Int. J. Pharm. Pharm. Sci. 4(5):8-14.
Setiarto, R. H. B., N. Widhyastuti, dan A. Sumariyadi. 2018. Peningkatan kadar pati resisten tipe III tepung singkong termodifikasi melalui fermentasi dan pemanasan bertekanan-pendinginan. Biopropal Industri. 9(1): 9-23.
Setyowati, W.T., dan F.C. Nisa. 2014. Formulasi biskuit tinggi serat (kajian proporsi bekatul jagung : tepung terigu dan penambahan baking powder).Jurnal Pangan dan Agroindustri 2(3): 224-231.
Shahidi, F., dan M. Naczk. 1995. Food Phenolics: Sources, Chemistry, Effects, Applications. Technomic Publishing, Lancaster.
Sharma, H. K., N. Y. Njintang, R. S. Singhal, dan P. Kaushal. 2016. Tropical Roots and Tubers: Production, Processing and Technology. Wiley Blackwell, Chichester.
Sheard, N., N. Clark, J. Brand-Miller, M. Franz, FX. Pi-Sunyer. E.Mayer-davis, K.
Kulkarni, dan P. Geil. 2004. Dietary carbohydrate (amount and type) in the prevention and management of diabetes: a statement by the American Diabetes Association. Diabetes Care 27(9): 2266-2271.
Singh, S., C. S. Riar, dan D. C.Saxena. 2008. Effect of incorporating sweetpotato flour to wheat flour on the quality characteristics of cookies. African Journal of Food Science, 2: 65–72.
Sitohang, K. A. K., Z. Lubis, dan L. M. Lubis. 2015. Pengaruh Perbandingan Jumlah Tepung Terigu Dan Tepung Sukun Dengan Jenis Penstabil Terhadap Mutu Cookies Sukun. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. 3 (3): 308-315.
Soekarto. 1990. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian.
Bhatara Aksara, Jakarta.
Stein A. J., J. V. Meenakshi, M. Qaim, P. Nestel, H. P. S Sachdev, dan Z. A.
Butta.2005. Analyzing the health benefits of bio-fortified staple crops by means of the disability-adjusted life years approach: a handbook focusing on iron, zinc, and vitamin A. Washington D.C. and Cali, International Food Policy Research Institute (IFPRI) and the International Center for Tropical Agriculture (CIAT).
Subandoro, R.H., Basito, dan W.Atmaka. 2013. Pemanfaatan Tepung Millet Kuning dan Tepung Ubi Jalar Kuning Sebagai Subtitusi Tepung Terigu dalam Pembuatan Cookies Terhadap Karakteristik Organoleptik dan Fisikokimia. Jurnal Teknosains Pangan Vol 2 No 4.
Suda, I., T. Oki, M. Masuda, M. Kobayashi, Y. Nishiba, dan S. Furuta. 2003.
Physiological functionality of purple-fleshed sweet potatoes containing anthocyanins and their utilization in foods. JARQ 37(3): 167 –173
Sudarmadji, S. 1997. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian.
Liberty, Yogyakarta.
Sudarmadji, S., H. Bambang, dan Suhardi. 2003. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian.Liberty, Yogyakarta.
Sulistiyo, C. N. 2006. Pengembangan Brownies Panggang Tepung Ubi Jalar diPT.
Fits Mandiri Bogor. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Suismono. 2001. Teknologi Pembuatan Tepung dan Pati Ubi-ubian Untuk Menunjang Ketahanan Pangan. Di dalam: Majalah Pangan Vol. X No.
Syarfaini, M. F. Satrianegara, S. Alam, dan Amriani. 2017. Analisis kandungan zat gizi biskuit ubi jalar oranye (Ipomoea batatas L. Poiret) sebagai alternatif perbaikan gizi di masyarakat. Al-Shihah : Public Health Science Journal.
9(2): 138-152.
Teow, C., V. D.Truong, R. McFeeters, R. Thompson, K. Pacota, dan G. Yencho.
2007. Antioxidant activities, phenolic and β-carotene contents of sweet potato genotypes with varying flesh colours. Food Chem. 103(1):829–838.
Tharanthan, R.N., dan S. Mahadevamma. 2003. Grain legumes, aboon to human nutrition. Trends Food Sci. Technol. 14(12):507-518.
Theander, O., dan P. Aman. 1979. The Chemistry, Morphology and Analysis of Dietary Fiber Components. Di dalam G.E. lnglett dan S.I. Falkehag (eds.).
Dietary Fiber : Chemistry and Nubifon. Academic Press, New York.
Tjokroadikoesoemo, P.S. 1986. HFS dan Industri Ubi Kayu Lainnya.PT Gramedia, Jakarta.
Toan, N. V., dan N. V. Q. Anh. 2018. Preparation and improved quality production
Toan, N. V., dan N. V. Q. Anh. 2018. Preparation and improved quality production