• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku

Amal Ichlasul, Teori-teori Mutakhir Partai Politik, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1988.

Sitepu, P.Antonius, Sistem Politik Indonesia, Medan: Pustaka Bangsa Press, 2006 Birowo Antonius, Metode Penelitian Komunikasi,Yogyakarta: Gitanyali, 2004 Budiardjo, Mariam, Partisipasi Politik dan Partai Politik, Jakarta: Gramedia,

1982

Dirdjosantana Pradjarta, Demokrasi dan Potret Lokal Pemilu 2004, Salatiga; Pustaka Pelajar, Juli 2006

Donald Parulian, Menggugat PEMILU, Jakarta: Penebar Swadaya, 1997 Effendi Slamet, Yusuf, Dinamika Kaum Santri, Jakarta: Rajawali Pers, 1993 Harrison, Lisa., Metodologi Penelitian Politik, Jakarta: Kencana 2007

Irwan Alexander dan Edriana, Pemilu Pelanggaran Asas Luber: Hegemoni Tak Sampai Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1995

Ismail Faisal, Pijar-Pijar Islam Pergumulan Kultural dan Struktur, Yogyakarta: LESFI, 2002

Khairuddin, Partai Politik dan Agenda Transisi Demokrasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004

Manan Munafrizal, Pentas Politik Indonesia Pasca Orde Baru, Yogyakarta: IRE Press, 2005

Maarif Syafii, Islam dan Politik; Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin, Jakarta: Gema Insani Pers, 1996

Mar’at, Sikap Manusia, Perubahan Serta Pengukurannya, Jakarta: Gramedia Widya Sarana, 1992

Nawawi H. Hadari dan H. Matini, Penelitian Terapan, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2000

Nazir, Moh. Phd, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988

Singarimbun Masri dan Sofian Efendi, Metode Penelitian Survei, Jakarta: LP3ES, 1989

Subagyo Joko, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rieneka Cipta, 1997

Suroto, Partai-partai Politik di Indonesia, Jakarta: PT. Citra Mandala Pratama, 2003

Rahman Arif, Sistem Politik Indonesia Dalam Perspektif Struktural Fungsional, Surabaya: SIC, 2002

Romli, Lili, Islam Yes Partai Islam Yes; Sejarah Perkembangan Partai-partai Islam di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006 Thaba Abdul Azis, Islam dan Negara dalam Politik Orde Baru, Jakarta; Gema

Insani Pers, 1996

William R, Liddle, Pemilu-pemilu Orde Baru, Jakarta: LP3ES, 1992

Yayasan Almanak Parpol Indonesia, Panduan Parlemen Indonesia, Jakarta: Yayasan API, 2001

Jurnal

Prisma No. 5. 1998, ”Islam dan Politik; Mayoritas atau Minoritas?”, oleh Deliar Noer.

POLITEIA Vol. 1 No. 1 Juni 2005. “Transformasi Kekuatan-Kekuatan Politik dalam Konfigurasi Politik Sistem Politik di Indonesia”, oleh P. Anthonius Sitepu.

Surat Kabar

Kompas 23-24 Mei 200 dengan judul “Kontinuitas Basis Pendukung Partai Politik,

1955-1999” oleh Dwight Y. King. Kompas Cyber Media

● Tabloid

Daftar wawancara dengan Ikrimah Hamidy, ST dan Timbas

Tarigan, A.Md

1. Pertanyaan :

Jawab :

Bagaimanakah PKS bertransformasi menjadi Partai Politik Islam dalam usaha membentuk basis Massa pada Pemilu Legislatif Tahun 2004 di Kota Medan?

Transformasi adalah perubahan bentuk, terkait dengan PKS awalnya ia merupakan pergerakan dakwah yang berjalan di kampus-kampus dimana mahasiswa menjadi pelakunya. Momentum reformasi tahun 1998 di pandang sebagai sebuah kesempatan strategis memperluas peran dan kontribusi positif keumatan. Karenanyalah gerakan dakwah kampus bertransformasi sebagai partai politik yang memposisikan dakwah sebagai nafas pergerakannya.

2. Pertanyaan :

Jawab :

Apa sih sebenarnya menurut bapak yang menjadi kekuatan pergerakan PKS itu sendiri?

Yang menjadi kekuatan pergerakan PKS itu sendiri tidak terlepas dari awal berdirinya partai ini, sebelum berdirinya partai ini sebagaimana telah disampaikan secara umum bahwa embrionya adalah gerakan-gerakan dakwah yang ada dikampus-kampus dibeberapa kota khususnya. Nah inilah yang kemudian berikutnya secara dinamis akhirnya bias bertransformasi menjadi partai politik di tahun 1998. karena secara ringkas bisa disebutkan bahwa penyokong kekuatannya relative adalah orang-orang muda dan juga adalah mereka yang terdidik. Karenanya dengan demikian jelas bahwa dari sejak awal pergerakan ini tumbuh menjadi sebuah pergerakan yang menjadi orientasi yang jelas, idieologi pemersatu yang juga sangat kuat. Nah, disamping itu perlu barangkali dijelaskan bahwa pergerakan ini juga terletak pada pembinaan yang teratur, konsep pembinaan yang berkesinambungan dan pembinaan itu juga diorientasikan untuk mengakarkan pemahaman dan pelaksnaan nilai keislaman yang universal pada diri setiap kader. Karenanya PKS ini tidak ada seorang yang luput dari pembinaan dan semuanya berkewajiban untuk melakukannya. Kemudian berikutnya kekuatan yang kita miliki juga adalah kekuatan kita untuk senantiasa berbaur dengan masyarakat kita, sebuah koreksi kita lakukan dipertumbuhan awal ketika kita menjadi partai keadilan. Cukup kuat pencitraan masyarakat bahwa partai ini adalah partai mahasiswa partai kalangan terdidik. Nah karena itu kemudian kita melakukan evaluasi bahwa sebagaimana islam yang universal maka keberadaan partai ini juga harus terjangkau seluruh masyarakat. Dan hal itu hanya bisa

dilakukan dengan semakin intensifnya komunikasi yang kita lakukan, dan semakin produktifnya poal-pola hubungan yang kita bangun dengan beragam unsur di masyarakat kita. Kita bersyukur sekali kepada Allah bahwa hari ini ternyata bukan hanya kalangan terdidik juga kalangan masyarakat awam juga bahkan dari kalangan agama selain muslim juga mengalirkan dukungannya kepada kita. Jadi secara sederhana kita bisa menyebutkan bahwa beberapa kekuatan yang dimiliki partai ini pertama adalah basis kader yang senantiasa terbina, kemudian kejelasan visi kita dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT, yang kearah visi itulah kemudian seluruh misi program konkret kita arahkan. Kemudian

3. Pertanyaan :

Jawab:

Berkaitan dengan pemilu legislative 2004 kemarin pak, kita ketahui bahwa PKS adalah partai islam, bagaimanakah cara atau langkah PKS dalam menembus masyarakat Medan yang sangat plural baik itu suku, agama, dan kebudayaannya?

Beberapa langkah yang dilakukan oleh PKS dalam rangka untuk berkomunikasi dan menyampaikan secara intensif visi misinya salah satu diantara program kita hari ini adalah program silaturahim atau program mengunjungi lembaga-lembaga dan ormas baik dia ormas agama maupun ormas sosial. Alhamdullillah sesuatu patut kita syukuri seperti Organisasi Persatuan Gereja Indonesia kemudian masyarakat Hindu dan beberapa oerganisasi keagamaan yang lain itu sudah kita bangun komunikasi kita dan secara langsung kita juga sudah mensosialisasikan platform partai ini kepada pihak-pihak tersebut dan kita bersyukur kembali kepada Allah betapa mereka bisa memahami walaupun partai ini adalah partai yang secara terbuka menyebutkan asasnya sebagai Islam tetapi karena itu berangkat dari pemahaman kita bahwa Islam itu agama yang universal bukan hanya untuk komunitas muslim, alhamdulillah kita telah dapatkan apresiasi yang cukup positif dari lembaga-lembaga keagamaan itu bahkan sampai hari ini termasuk ormas-ormas Islampun kita selalu membuka bentuk-bentuk kerjasama untuk kemudian bisa memastikan bahwa kehadiran PKS ini benar-benar sebagai sebuah sarana yang bisa merekatkan beragam potensi yang ada di masyarakat untuk bersinergi untuk melakukan hal-hal positif ditengah masyarakat kita.

Karenanya kami sesungguhnya keberagaman yang telah ada dimasyarakat bukanlah halangan untuk bisa membangun komunikasi dan kerjasama dan melalui pemilihan kepala daerah langsung beberapa tahun yang lalu

sudah kita buktikan dan kita serius penuh kesungguhan merawat bentuk-bentuk hubungan yang sudah terjalin itu. Karena bagi kita kemenangan PKS semata-mata diukur oleh semakin meningkatnya representasi keterwakilannya di legislatif. Tapi lebih dari itu adalah makin banyak dan semakin tinggi pemahaman masyarakat terhadap partai ini dan pada saat yang sama mengalir pula dukungan dan kesiapan mereka untuk bergerak bersama-sama kita.

4. Pertanyaan :

Jawab:

Selanjutnya pak, bagaimanakah PKS dalam menyampaikan pesan-pesan moralnya agar masyarakat itu mau memberikan dukungan politiknya kepada PKS?

Kemudian perlu juga disampaikan pada kesempatan ini bahwa diantara pesan-pesan moral yang acap kali kita jadikan sebagai alat komunikasi kita sekaligus usaha meneguhkan citra positif kita di masyarakat tentu saja adalah meminta kepada seluruh kader kita untuk berpartisipasi aktif di lingkungan dimana mereka berada. Karena kita meyakini bahwa slogan-slogan lewat spanduk itu tentu saja tidak akan pernah lebih baik dibandingkan dengan realisasi nilai-nilai itu yang ditunjukkan oleh para kader kita dan pada masa sekarang ini kita bisa melihat bahwa kader kita sudah berupaya semaksimal mungkin agar mereka bisa benar-benar menjadi diri dan keluarga teladan di tengah masyarakatnya dan khusus kepada kader-kader kita yang wanita juga meminta agar mereka bisa menunjukkan keaktifannya di program-program yang ada di PKK misalnya di tingkat kelurahan, juga di majelis-majelis taklim. Ini untuk meyakinkan masyarakat bahwa PKS ini bukan hanya partai politik tapi dia juga adalah partai dakwah. Karena dakwah itu kita pahami adalah upaya serius, berkesinambungan untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat, Karen itulah kita tidak hanya menunjukkan kegesitan dan keintensifan kegiatan kita mendekati jadwal atau agenda pemilu. Nah karena itu, hari ini telah banyak majelis taklim juga tokoh-tokoh wanita yang juga sudah menujukkan secara terbuka aspirasi dan apresiasinya kepada PKS. Tidak lupa tentu kita mengefektifkan mimbar ceramah dan mimbar-mimbar khutbah tidak untuk mempolitisasi masyarakat tetapi juga untuk menyampaikan komitmen kita terhadap penegakan nilai-nilai moral dan konsistensi kita untuk memperjuangkannya. Karenanya secara internalpun khusus kepada anggota legislatif kita jikalau kemudian ternyata terbukti melakukan penyimpangan moral maka kita akan menerapkan sanksi sesuai dengan prosedur kita, bahkan sampai tingkat pemecatannya. Nah ini tidak lain tidak bukan karena kita sangat memahami bahwa masyarakat

kita hari ini sangat merindukan hadirnya kekuatan politik yang tidak menampilkan kekotoran-kekotoran yang selama ini mungkin sudah menimbulkan rasa bosan dan apatis masyarakat terhadap para politisi, kita ingin dengan masyarakat dengan koreksi, masukan dan kritikan yang membangun PKS ini melalui representasi anggota legislatifnya juga tidak bisa berpolitik secara santun berpolitik dengan mengedepankan nilai etik, moral, yang tinggi.

5. Pertanyaan :

Jawab:

Kemenangan PKS di medan dengan menempatkan 9 wakilnya di DPRD ini adalah suatu hasil yang fantastis, bagaimana penilaian bapak atas hasil yang dicapai ini? Perlu juga saya tambahkan dengan kemenangan PKS di Kota medan sekali lagi kami bersyukur kepada Allah SWT karena ini sekali lagi diluar hitung-hitungan kami, sebelumnya PKS kota Medan hanya menargetkan di pemilu legislatif 5 kursi saja tetapi dengan izin Allah kita telah mendapatkan 9 kursi di Kota Medan. Ini sebuah lompatan yang sungguh fantastis dan kita menyakini ini adalah pertolongan Allah. Dan tentu saja tidak bisa kita lupakan adalah kesungguhan dari seluruh lapisan kader kita untuk bersinergi memperjuangkan kemenangan PKS. Tapi patut kami sampaikan bahwa kami tidak akan berbesar kepala karena kami yakin bahwa tindakan yang seperti itu adalah bentuk hilangnya kerendahan hati pada diri kami semua. Karenanya dukungan masyarakat sekali lagi adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan karena itu kami bersama-sama telah merumuskan untuk 2004 sampai 2009 nanti PKS yang sudah didukung oleh masyarakat ini berusaha untuk semaksimal mungkin melayani masyarakat kita tentu pada batas-batas kewenangan dan kemampuan yang kita miliki. Alhamdulillah perlu disampaikan bahwa beberapa kali kasus banjir dan kasus kebakaran di kota ini kita berusaha untuk tidak hanya sekedar menebar janji-janji tentang pelayanan kita, karenanya kita sudah mendirikan posko-posko bahkan pada kebakaran yang terakhir, kita juga sudah mendirikan perumahan PJKA di belawan. Kita juga sudah mendirikan posko bersama aparatur kita mencoba untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk kebutuhan pokok dan kesehatan. Nah, untuk itu walaupun kita telah mendapatkan 9 kursi bagi kita upaya untuk merealisasi visi misi kita memang membutuhkan dukungan sehingga target kita untuk mendapatkan 16 kursi di kota medan mudah-mudahan melalui kinerja setiap struktur kita kepercayaan masyarakat terhadap seluruh aspek program yang direalisasi oleh PKS ini.

6. Pertanyaan :

Jawab:

Ada juga selentingan yang menyatakan PKS itu adalah partai yang ekslusif, bagaimana bapak menanggapinya? Kalau ternyata sampai hari ini masih ada penilaian-penilaian yang miring terhadap PKS yang terkesan eksklusif, kami sampaikan bahwa usaha yang kami lakukan sangat keras untuk kemudian bisa menghindarkan munculnya kesan-kesan publik yang tidak positif terhadap PKS ini. Itulah mengapa kebijakan kita khususnya kepada anggota legislatif untuk tidak bermukim kecuali ditengah-tengah masyarakat di daerah pemilihannya. Salah satu diantara tujuan kita terkait dengan kebijakan ini adalah agar anggota legislatif kita benar-benar berada di tengah-tengah masyarakat bisa langsung melihat dinamika kehidupan masyarakat, bisa langsung menyerap aspirasi mereka, dan juga bisa langsung memperjuangkannya. Jadi ke 9 orang anggota legislatif kita hari ini benar-benar telah berada di daerah pemilihannya dan kita senantiasa menjaga agar ini benar-benar produktif dalam upaya kita untuk senantiasa dekat dan juga kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat, jikalau kemudian masih terdapat kesan-kesan eksklusifitas itu. Jadi kebijakan kita meminta kepada legislatif tidak berkumpul di sebuah tempat tetapi menyebar ke tengah-tengah masyarakat, lalu kemudian memasuki institusi yang ada di masyarakat, lalu kemudian memasuki institusi yang ada di masyarakat bergabung dengan masyarakat sehingga merasa in group bersama kita, lalu kemudian memperkuat kontribusinya di tengah-tengah masyarakat dengan konsep pelayanan yang jelas dan inilah upaya kita agar kita bisa menghilangkan kesan eksklusifitas itu pada partai ini, termasuk pada tingkat struktur seperti yang saya jelaskan tadi. Kita hari ini juga sudah merumuskan agenda untuk mendatangi tokoh ormas, baik agama maupun non agama.

7. Pertanyaan :

Jawab:

Terakhir pak, selaku kapasitas bapak selaku ketua DPD, apa harapan bapak ke depan terhadap PKS?

Nah, tentu saja harapan besar kami sebagai pimpinan struktur di DPD PKS medan adalah pertama, tentu saja secara internal mudah-mudahan konsolidasi kader dan struktur ini benar benar tetap bisa dilakukan sebaik-baiknya sehingga agenda kerja kita itu juga bisa bisa kita jalankan seoptimal mungkin. Dan untuk harapan-harapan kami terhadap masyarakat sebagai partai yang masih terbilang baru tentu saja partai ini membutuhkan adanya dukungan, koneksi, dan kritisi dari masyarakat. Kami menyatakan bahwa kami sangat terbuka terhadap semua hal yang positif yang disampaikan kepada kami. Dan kami yakin bahwa

ketika itu dilakukan oleh masyarakat, ini merupakan pembuktian bahwa partai ini sudah mulai dimiliki oleh masyarakat. Dan kami memang bercita-cita pada waktu yang tidak terlalu lama lagi masyarakat secara keseluruhan bisa memahami keberadaan partai ini bahkan juga bisa merasakan sendiri memiliki partai ini. Jadi disamping konsolidasi struktur, maka kami juga mengharapkan agar kontribusi yang kami lakukan di tengah masyarakat mudah-mudahan tidak dinilai secara politis, tetapi bisa dipahami sebagai sebuah manifestasi dari keislaman yang kami letakkan sebagai asas dari partai ini. Karena Islam mengajarkan kepada kami bahwa menolong saudara melayani saudara merupakan tindakan terpuji yang menjanjikan balasan-balasan kebaikan dari Allah SWT. Dan karenanya saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang sampai hari ini masih punya atensi besar kepada keberadaan PKS. Dan kepada rekan dari partai lain kami menyampaikan bahwa sebagai sebuah kekuatan politik marilah kita bahu-membahu untuk juga bisa memunculkan sebuah suasana dan iklim politik yang benar-benar mencerdaskan masyarakat. Memahamkan mereka akan hak-hak politik mereka, dan pada saat yang sama dengan bahu membahu itu pula kita bisa bersinergi memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan bangsa ini. Saya kira itu mudah-mudahan ada manfaatnya, assalamu alaikum Wr.Wb. terima kasih.