Achmad 2006. Perpustakaan Dijital: Tantangan Menawan Bagi Pustakawan. Makalah Lokakarya Pengembangan Teknologi Informasi Perpustakaan Sebagai Salah Satu Tantangan dalam Upaya Pembinaan SDM Mengarah ke Digitalisasi. Bangkalan, Madura. Perpustakaan Universitas Trunojoyo. Aji RF. dan Kurniawan H. 2007. Rdf Dalam Pertukaran Data Perpustakaan
Digital. Tersedia dari http://www.google.com/search? hl=&q=RDF+
Resource+Description+Framework+Rizal++Fathoni&sourceid=navclientff &rlz=1B3WZPB_enID351ID353&ie= UTF-8 [3/6/2010]
Arif I. 2003. Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan. Makalah Seminar dan Workshop Sehari “Membangun Jaringan Perpustakaan Digital dan Otomasi Perpustakaan menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuan”, Universitas Muhamadiyah Malang 4 Oktober 2003
Aries M. dan Saleh AR. 2005. Penyusunan Standard Operation Procedure. Webblog [online]. Tersedia dari: http://ar-saleh.blogspot.Com/2005/02 /penyusunan-standard-operating.html [8/5/2010]
[ARL] Association of Research Libraries 1995. Definition and Purposes of a
Digital Library. http://archive.ifla.org.documents/libraries/net/arl-dlib.txt
[5/3/2010]
Astuti S. dan Kusmayadi E. 2012. Pengadaan Koleksi Di Pusat Perpustakaan dan
Penyebaran Teknologi Pertanian. Bogor: Pustaka.
Berkatindo Nusantara 2010. Perpustakaan Digital E-Library 2010[WWW] Berkatindo Nusantara. Tersedia dari: http://indonetwork.co.id/Berkatindo Nusantara/1885480/ perpustakaan-digital-e-library 2010 (19/6/2010)
[CAUDIT] Council of Australian University Directors of Information Teknology 2001. Common IT Position Descriptions Project. Australia: Del Cseti Associates, pp. 34-36
Chisenga J. 2003. Digital Libraries and Virtual Libraries: Definitions, Concept
and Goals. Paper presented in Workshop on Technical Aspects of Building
Digital Libraries and Electronic Information Networks. Addis Abeba, Ethiopia: United Nations Economic and Social Council
Clevelend G. 1998. Digital Libraries: Definitions, Issues and Challenges. Occasional Paper 8. Ottawa: Universal Dataflow and telekomunication Core Programme, International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA).
Daryono 2008. Manajemen Perpustakaan. Tersedia dari: http://daryono.staff.uns. ac .id/2008/09 /24/ manajemen- perpustakaan/ (14/5/2010)
[Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 1988.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Dep. P dan K.
[Deptan] Departemen Pertanian Republik Indonesia. 2006. Executive Summary
Grand Design Perpustakaan Digital Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Badan Litbang Pertanian. Bogor: Deptan.
[DLF) Digital Library Federation 1998. A Working Definiton of Library.Tersedia dari: http://www.diglib.org/about/dl definition.htm [9/6/2010]
Downing D. dan Covington M. 1990. Kamus Istilah Komputer. Jakarta, Penerbit Erlangga.
Harmawan 2008. Membangun Perpustakaan Digital: Suatu Tinjauan Aspek
Manajemen. Tersedia dari: http://pustaka.uns.ac.id/ include/ inc_ print.php?nid=37 (7/5/2010)
Harter SP. 1996. What is a Digital Library? Definition, Contentand Issues. A Paper Presented at KOLLIS DL’96: International Conference on Digital Library and Information Service for the 21st Century,September 10-13, 1996, Seoul, Korea
Hartinah S. 2009. Pemanfaatan Alih Media Untuk Pengembangan Perpustakaan Digital. Visi Pustaka Majalah Perpustakaan Vol. 11 No. 3 Desember 2009
hal. 13-18
Hasugian J. dan Rabita E. 2005. Infrastruktur Informasi Global dan DampaknyaTerhadap Perpustakaan. Jurnal Studi Perpustakaan dan
informasi, Vol. 1, No. 2, Desember 2005
Julie 2010. Belajar php: “Fungsi/Method. Webblog [online)postine sedia dari://php-mysql-solution. blogspot.com [1/5/2010]
Kamus Komputer dan Teknologi Informasi 2007. Studi Kelayakan. Tersedia dari: http://www.total.or.id/info.php?kk= Feasibility%20study [ 20/4/ 2010]) .
Kamus Komputer dan Teknologi Informasi. Istilah Proses. Tersedia dari: http://www.total.or.id/info.php?kk=proses [03-November-2010]
Kusmayadi E., Mansjur S. 2008. Laporan Akhir Tahun; Peningkatan Akses
Layanan Iptek Pertanian Tahun Anggaran 2008. Bogor: Pustaka Balai
Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian.
Kusmayadi E., Mansjur S. 2009. Laporan Akhir Tahun; Peningkatan Akses
Layanan Iptek Pertanian Tahun Anggaran 2009. Bogor: Pustaka Balai
Kusmayadi E., Maksum. 2010. Laporan Akhir Tahun: Layanan Informasi
Terbaru Penelusuran dan Pemamfaatan Bersama Informasi Denga PT dan LPND. Bogor: Pustaka Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian
Pertanian.
Rufaidah VW., Widaningsih. 2011. Laporan Akhir Tahun: Layanan Informasi
Terbaru Penelusuran dan Pemamfaatan Bersama Informasi Denga PT dan LPND. Bogor: Pustaka Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian
Pertanian.
Laudon KC and Laudon JP. 1996. Management Information System:
Organitation and Technology. 4th ed. By Prentice-Hall, Inc. P. 412
[LSP Telematika) Lembaga Sertifikasi Profesi. 2012. LSP Telematika. Tersedia dari: http://home.lsp-telematika.or.id/files/11-1049-635.php [16/8/12] Lucas HC. 2000. Information Technology for Management.7th ed. Irwin
McGraw-Hill. P.416
Makarim E. dan Prastyo BA. 2007. Peraturan an Etika Dalam Dunia Digital. Jakarta: CV. Sagung Seto.
Maksum, Buldansyah DL. Prawati B. 2008. Aksesibilitas Informasi, Intensitas Komunikasi, dan Efektivitas Layanan Informasi Digital. Jurnal
Perpustakaan Pertanian. Vol. 17. No. 2, 2008 hal. 51-54
Maksum dan Darmawiredja MR. 2007. Perpustakaan Model UK/UPT Departemen Pertanian: Suatu Pendekatan Manajemen dan Organisasi. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Vol. 16, Nomor2, 2007 hal. 35-42
Mustafa B. dan Yulia Y. 2005. Memenuhi Harapan Pengguna Tentang Layanan
Prima Perpustakaan Melalui Penerapan SOP(Standard Operation Procedure) Digital. Jurnal Pustakawan Indonesia.volume 7 nomor 1.
Neuschel RF. 2012. Definisi, Informasi dan Sistem Informasi. Tersedia dari: http://k4c1r.netau.net/Analisis%20&%20Perancangan%20Sistem%20Infor masi/Definisi%20Sistem_%20Informasi_%20Dan%20Sistem%20Informasi. pdf [26 Juni 2012]
[NISO] National Information Standards Organizatio, 2007. A Framework of
Guidance for Building Good Digital Cillections. 3rd Edition. Baltimore:
NISO with supportfrom the Institut of Museum and Library Services
O’Brien J.A. 2002. Management Information System: Managing Information
Technol ogy In E-Bussines Enterprise. 4th ed. NY:McGraw-Hill Inc.
Pendit PL, Suryandari A, Amiprasetyo B, Makarim E, Aditirto IU, Ruldeviyani Y, Sucahyo YG, Wijayanti L.2007. Perpustakaan Digital Perspektif
Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Jakarta. CV Sagung Seto.
Pudjiono. 2006. Membangun Citra: Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia
Menuju Perpustakaan Bertaraf International. Surabaya: Unair.
Purbo OW. 2010. Apa Bedanya Internet (WWW) Purbo OW. Tersedia dari http://pusdatin.deptan.go.id/admin/RB/Internet/Apa%20bedanya%20Interne t.pdf [12/9/2010]
[PNRI] Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2010. Infrastruktur Digital [WWW] Tersedia dari http://www.perpuspedia.Digilib.pnri.go.id/ index.php/InfrastrukturDigital [5/3/2010].
PPAUME, APJII 2000. Standar Sertifikasi Teknologi Informasi Bidang Internet. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
PSB-SMA 2010. Cara Pemasangan Jaringan Internet [WWW] PSB-SMA tersedi dari http://www.psb-psma.org/forum/jaringan-dan-internet/jaringan-intranet/ [12/3/ 2010]
Purtini W. 2010. Digital Library From Indonesial DLN. Tersedia dari
http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin /Makalah/Materi-depag07/pelatihanunpad/ Digital %library.doc) [6/3/2010]
Rufaidah VW. 2007. Knowledge Commerce: Peluang Implementasinya di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Jurnal Perpustakaan
Pertanian. Vol. 16. No. 2, 2007 hal. 44-50
Ruldeviyani Y. dan Sucahyo, Y.G., 2007. Infarstruktur Perpustakaan Digital. Jakarta. CV Sagung Seto
Saleh A.R., 2010. Membangun Perpustakaan Digital. Jakarta. CV Sagung Seto Sastraatmadja T. 2003. Konsep Peningkatan Daya Saing Pada Pelayanan Jasa
Informasi, di Perpustakaan. Tersedia dari: http://www. google. com/
search?hl=&q=Pengukuhan+pustakawan+utama+Tintin+S+&sourcei=navcli ent-ff&rlz=1B3WZPB_enID 351ID353&ie=UTF-8 [13/3/2010]
Seminar KB. 2004. Kebijakan Pengembangan Perpustakaan Institut Pertanian
Bogor. Bogor: IPB
Setiawan B. 2004. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: PT Delta Pamungkas, p.267.
Siregar R. 1999. Internet: Strategi PenggnaannyaDi Perpustakaan Perguruan
Sopandi D. 2008. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer. Bandung: Informatika
Subrata G. 2009. Perpustakaan Digital. Tersedia dari: http: //library .um. ac.id /images/stories/ pustakawan/kargto/Perpustakaan
Sudarsono B., 1994. Peran Pustakawan dalam Pembangunan Nasional Indonesia, Majalah Ikatan Pustakawan Indonesia, Vol.6, No. 1-2.
Sudayat RI. 2009. Sumber Daya Manusia. Tersedia dari: http://ridwaniskandar.files.wordpress. com/2009/1-pengertian-sdm.pdf. [14/4/2010]
Sugiono. 2009. World Wide Web. Tersedia dari http: //sugiono04 . wordpress. com/artikel-wwwworld-wide-web/ [30/6/2012]
Sulistyo-Basuki. 2006. Pengembangan Sumber Daya Manusia Pustaka Dalam
Rangka Pembentukan Perpustakaan Digital; Makalah Seminar Nasional Grand Design Perpustakaan Digital. Bogor: Pusat Perpustakaan dan
Penyebaran Teknologi Pertanian.
Supriadi E. 2009. Pengembangan Perpustakaan Sebagai Sarana Pusat Sumber
Informasi Masa Depan. Tersedia dari: http://erisupriadi.blog .unej.
ac.id/2009/02023/ pengembangan -perpustakaan sebagai-sarana-pusat-sumber-informasi-masa-depan [12/3/2010]
Supriyanto 2008. Kebijakan Pengembangan Infrastruktur Perpustakaan Digital
Nasional. Makalah yang disampaikan pada acara Konferensi Perpustakaan
Digital Indonesi (KPDI) ke-1, 2 Desember 2008 di Hotel Artika Discovery, Kuta-Bali.
Surachman A. 2010. Membengun Koleksi Digital. http://arifs.staff.ugm.ac.id/ mypaper/ Dig_coll_Building.doc [15/4/210]
Suryandari A. 2007. Aspek Manajemen Perpustakaan Digital.Jakarta: Sagung Seto, 2007
Suryati E. 2009. Kajian Kapasitas Perpustakaan Digital: Studi Kasus Pada Perpustakaan Di Lingkungan Universitas Indonesia [Tesis]. Depok: Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia.
Sutarsyah, Seminar K.B., Mulyani, E.S., 2008. Pengembangan Sistem Jasa
Konsultasi Botani Online. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Vol. 17. No. 2,
208 hal. 67-68
Tofik. 2012. Pengertian Sistem, Definisi Sistem. Tersedia dari: http://tofikonline.me/pengertian-sistem-definisi-sistem.html.[26/6/2012]
Wahono SW. 2006. Teknologi Informasi untuk Perpustakaan: Perpustakaan
Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan. Tersedia dari:
http://www.scribd.com/ doc/ 3020850/Perpustakaan-Digital-dan-Sistem-Otomasi-Perpustakaan(12/3/2010)
Wijaya YP. 2012. Pengertian Internet ( interconnected network). Tersedia dari: http://yogapw.wordpress.com/2012/04/08/pengertian-internet-interconnected-network/[30/6/2012]
Witten IH. and Bainbridge D. 2003. How To Built a Digital Library. San Francisco: Morgan Kaufmann Publisher.
World Friend 2010. Pengertian Web Server [WWW]. Word Friend. Tersedia dari http://www.World friend. web.id/pengertian-web-server [16/6/2010].
Wordpress 2010. Perkembangan Perpustakaan Digital [WWW]. Wordpress.com. Tersedia dari: http://fpdp.wordpress.com/perkembangan-perpustakaan-digital/ [23 Juni 2012]
Lampiran 1 Contoh SOP Digitalisasi (sumber perpustakaan IPB) dan Alur Kerja Digitalisasi Bahan Perpustakaan Perpustakaan Digital
PERPUSTAKAAN ……….. STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Hal : Revisi ke : Tgl. Efektif :
Modul : Digitalisasi Bahan Perpustakaan Kode :
Tujuan :
Mengalihbentukkan/dengan cara memindai bahan tercetak ke dalam bentuk elektronik sehingga tersedia sebagai koleksi digital melalui situs web yang ditujukan bagi pengguna perpustakaan digital.
Ruang Lingkup :
Prosedur operasi standar (SOP) ini mencakup pekerjaan; menyeleksi, memindai, mengatur berkas, menyediakan akses, mendesiminasikan, memelihara berkas, dan memastikan keutuhan karya-karya digital.
Standar:
Untuk menjamin kelancaran operasional proses digitalisasi bahan perpustakaan diperlukan kebijakan atau aturan sbb:
1. Setiap ketua departemen atau program studi memberikan pernyataan dukungan terhadap inisiatif digitalisasi karya sivitas akademika;
2. Bahan perpustakaan yang akan didigitalisasi termasuk semua disertasi, tesis, skripsi, dan karya lainnya dari sivitas akademika IPB merupakan teks lengkap, mulai dari halaman judul hingga lampiran;
3. Pimpinan perguruan tinggi menerbitkan surat keputusan yang mewajibkan seluruh sivitas akademika untuk menyerahkan berkas elektronik (soft file) karya yang mereka hasilkan, dengan bantuan atau fasilitas dan persetujuan perguruan tinggi kepada perpustakaan.
4. Perpustakaan menyediakan formulir pernyataan ”Pengalihan Hak
Cipta Non-eksklusif” yang kemudian ditanda-tangani oleh
mahasiswa atau dosen pada saat penyerahan karya tersebut. Pernyataan tersebut memberikan hak kepada perpustakaan untuk menyimpan, mengalih-bentukkan, dan menyebar-luaskan karya tersebut untuk tujuan peningkatan kualitas pendidikan dan bersifat non-komersial. Penulis karya tetap memiliki hak eksklusif terhadap hasil karyanya, termasuk hak untuk menerbitkannya dalam bentuk buku atau artikel.
5. Dalam kasus tertentu dimana penulis berkeberatan seluruh isi karyanya disebar-luaskan, maka mereka akan diberikan pilihan seperti: publikasi terbatas yaitu hanya beberapa bab saja yang
digitalisasi (ada beberapa bab yang tidak di”upload” ke server); Publikasi setelah periode tertentu, misalnya setelah satu tahun karya diterima perpustakaan, dsb.;
6. Jika penulis karya berkeberatan untuk menanda-tangani surat pernyataan ”Pengalihan Hak Cipta Non-eksklusif”, mereka dapat mengajukan surat permohonan kepada ketua departemen atau program studi.
Contoh Pernyataan Hak Cipta Non-eksklusif ada pada lampiran 7. Ketua departemen atau program studi akan mengeluarkan suatu
peraturan yang mewajibkan mahasiswa untuk menanda-tangani surat pernyataan ”keaslian” karya akhirnya pada halaman pertama karya. Jika kemudian hari terbukti bahwa karya tersebut adalah hasil bajakan, maka institusi berhak mencabut gelar akademik yang dimilikinya.
8. Untuk melindungi karya tersebut, dipilih format PDF (Portable Document Format) sebagai jenis berkas digital karya. Melalui format ini, berkas tersebut bisa diatur ”hanya baca” atau read only dan diberikan password sebagai pengamannya. Menentukan jenis proteksi yang akan diterapkan pada koleksi digital ini, apakah boleh dicetak atau tidak, apakah perlu diberi password atau tidak, apakah bisa diedit atau tidak, dan lain-lain.
9. Menetapkan mekanisme layanan koleksi digital, misalnya apakah koleksi digital tersebut dapat diunduh, atau dikirim secara offline, dan sebagainya.
Prosedur :
1. Seleksi dan pengumpulan bahan yang akan dibuat koleksi digital. Bahan-bahan yang akan dialih-bentukkan dari tercetak menjadi digital perlu diseleksi untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan digitalisasi koleksi perpustakaan. Sesuai dengan tujuan dan target program digitalisasi maka bahan-bahan yang akan digitalisasi adalah bahan-bahan yang mengandung informasi spesifik dimana perpustakaan lain mungkin tidak memilikinya, misalnya skripsi, tesis dan disertasi serta laporan penelitian bagi perpustakaan perguruan tinggi dan lain-lain.
2. Pembongkaran jilid koleksi agar bisa dibaca alat pemindai (scanner)
Proses ini perlu dilakukan untuk memudahkan operator pemindai melakukan proses pemindaian lembar demi lembar dari bahan tersebut. Untuk penggunaan mesin pemindai atau scanner yang mempunyai fasilitas ADF (Automatic Document Feeder), maka pembongkaran dokumen tercetak dari jilidannya menjadi suatu keharusan.
3. Pembacaan halaman demi halaman dokumen menggunakan alat pemindai yang kemudian disimpan dalam format file PDF. Jika menggunakan alat pemindai yang memiliki fasilitas ADF (Automatic Document Feeder) maka pembacaan dengan alat pemindai ini bisa dilakukan secara otomatis oleh mesin. Operator
tinggal memasukkan sejumlah lembar (misalnya 30 atau 50 lembar atau lebih sesuai kemampuan alat pemindai) kedalam bak kertas. Mesin pemindai secara otomatis akan mengambil lembar-demi lembar sampai persediaan lembaran di bak kertas habis. Hasil dari proses ini adalah dokumen dalam bentuk elektronik atau file komputer.
4. Pengeditan. Hasil pemindaian tadi walaupun sudah dalam bentuk elektronik, namun masih perlu diedit, terutama jika ukuran kertas yang ditentukan pada saat scanning tidak tepat benar. Oleh karena itu perlu dilakukan editing seperti pemotongan pinggiran halaman, pembalikan halaman dan lain-lain sehingga hasilnya menjadi lebih enak dibaca. Selain itu perlu dilakukan penggabungan halaman dan bookmarking agar halaman-halaman dokumen dapat diakses dengan cepat.
5. Pembuatan serta pengelolaan metadata (basisdata) agar dokumen tersebut dapat diakses dengan cepat. Pembuatan basisdata ini dapat menggunakan perangkat lunak apa saja yang dapat dikenal dan biasa digunakan oleh manajer sistem. Namun bila manajer sistem belum mengenal dan terbiasa dalam menggunakan perangkat lunak basisdata tertentu, disarankan untuk
menggunakan perangkat lunak ISIS for Window atau lebih dikenal dengan WINISIS. Selain gratis, perangkat lunak ini memiliki cukup banyak kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan program lunak lain sejenis.
6. Melengkapi basis data dokumen dengan abstrak jika diperlukan. Terutama untuk dokumen-dokumen yang berisi informasi ilmiah serta monograf lainnya. Sedangkan untuk dokumen yang berisi informasi singkat seperti teknologi tepat guna dan semacamnya, cukup ditambahkan keterangan atau anotasi saja.
7. Proses selanjutnya adalah pemindahan atau menyimpan (upload) ke server.
8. Penjilidan kembali dokumen yang sudah dibongkar. Jika dokumen tersebut masih diperlukan bentuk tercetaknya, maka dokumen yang sudah dibongkar dan sudah melalui tahapan pemindaian atau scanning, dapat dijilid kembali. Dokumen tersebut dapat dikembalikan ke bagian koleksi yang menyimpan bahan-bahan tercetak.
Alur Kerja Digitalisasi Bahan Perpustakaan Perpustakaan Digital
tidak
ya
tidak
Lampiran 2 Contoh SOP Penanganan dokumen Digital (sumber perpustakaan IPB) dan Alur Kerja Penanganan Dokumen Digital
PERPUSTAKAAN ……… STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Hal : Revisi ke : Tgl. Efektif :
Modul : Penanganan Dokumen Digital Kode :
Tujuan : Penanganan dokumen digital diantaranya untuk memudahkan
penyimpanan bahan pustaka sehingga tidak memerlukan tempat dan dapat menghemat tempat penyimpanan
Ruang Lingkup : Digital yang ditangani berupa CD yang terdiri dari
Skripsi, Tesis dan Disertasi hasil karya mahasiswa Institut Pertanian Bogor
Prosedur :
1. Menerima CD dari Bidang Pengembangan Bahan Pustaka
2. Memeriksa CD dan daftar pengantar CD
3. Dari bentuk pdf untuk kemudian di edit metadata
4. Dari bentuk non pdf di konversi ke bentuk pdf kemudian edit metadata
5. Pemetaan (pengelompokan berkas elektronik berdasarkan jenis karyanya
6. Upload atau penggabungan data ke server
7. Membuat berkas cadangan
Alur Kerja Penanganan Dokumen Digital
Lampiran 3 Biaya Rutin (Bulanan) Proses Digitalisasi Untuk Perpustakaan Besar
No. Tahapan Proses Material dan Jasa
yang Dibutuhkan Biaya Rutin/Bulan Rp Total Biaya Rp
1. Scanning Biaya sewa mesin
scanner canon IR-2200
2.200.000 2.200.000
1 orang operator scanner, bekerja lembur 2 jam per hari (2 jam x 20 hari kerja /bulan)
400.000 400.000
2. Editing dan
Uploading
Gaji 2 orang editor 761.000 1.522.000
TOTAL BIAYA RUTIN/BULAN RP 4.122.000
Lampiran 4 Biaya Investasi Proses Digitalisasi Untuk Perpustakaan Besar
No. Tahapan
Proses
Material dan Jasa yang Dibutuhkan
Biaya non rutin Rp
Total biaya Rp
1. Scanning Biaya bongkar-pasang
bahan digital (tesis, dll) sebesar Rp 8.000/tesis, dengan jumlah total sebanyak 1.600 tesis
8.000 12.800.000
Pelatihan cara melakukan scan Satu Unit PC untuk
operator scanner
5.000.000 5.000.000
2. Editing dan
Uploading
Biaya training software yang diperlukan ( in house training ),
meliputi Adobe Acrobat, Omnipage, dan Digital library software 5.000.000 5.000.000 Pembelian software Adobe Acrobat 7 # US $ 250 (Academic price) 2.500.000 2.500.000 Pembelian software omnipage 15 # US $ 150 1.500.000 1.500.000
Dua buah server untuk intranet dan untuk internet
10.000.000 20.000.000
Dua buah unit komputer untuk 2 (dua) orang petugas editor
5.000.000 10.000.000
Lampiran 5 Total Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Proses Digitalisasi Sebanyak 1.600 Tesis Dalam Waktu 4 Bulan Untuk Perpustakaan Besar
No. Jenis Biaya Biaya Per
Bulan Rp
Jumlah Bulan Total Biaya Rp
1. Biaya Investasi (tidak rutin) - - 56.800.000 2. Biaya Rutin (Bulanan) 4.122.000 4 bulan 16.488.000
TOTAL BIAYA PROYEK DIGITALISASI 73.288.000
Lampiran 6 Biaya Rutin (Bulanan) Proses Digitalisasi Untuk Perpustakaan Menengah
No. Tahapan Proses Material dan Jasa
yang Dibutuhkan Biaya Rutin/Bulan Rp Total Biaya Rp
1. Scanning Biaya sewa mesin
Scanner Cannon IR-2200
2.200.000 2.200.000
1 orang operator scanner, bekerja 2 jam per hari di dalam jam kerja (tidak perlu lembur)
- - 2. Editing dan Uploading Honor 2 orang petugas, sebesar Rp 4.000/tesis, masing-masing mampu menyelesaikan tesis sebanyak 200 dalam satu bulan
800.000 1.600.000
Lampiran 7 Biaya Investasi Proses Digitalisasi Untuk Perpustakaan
Menengah
No. Tahapan
Proses
Material dan Jasa yang Dibutuhkan
Biaya non rutin Rp
Total biaya Rp
1. Scanning Biaya bongkar-pasang
tesis sebesar Rp 4.000/tesis, dengan jumlah total sebanyak 1.600 tesis
4.000 6.400.000
Pelatihan cara melakukan scan
- -
Satu Unit PC untuk operator scanner (tidak perlu dibeli karena menggunakan komputer yang ada) - - 2. Editing dan Uploading
Biaya training software yang diperlukan ( in house training ),
meliputi Adobe Acrobat, Omnipage, and Digital library software 5.000.000 5.000.000 Pembelian software Adobe Acrobat 7 # US $ 250 (Academic price) 2.500.000 2.500.000 Pembelian software omnipage 14 # US $ 75 (used software berdasarkan Amazon.com) 750.000 750.000
Satu buah server untuk intranet dan untuk internet
10.000.000 10.000.000
satu buah unit komputer untuk 1 (satu) orang petugas EDITOR. Satu orang editor lainnya menggunakan komputer server sebagai komputer kerja.
5.000.000 5.000.000
Lampiran 8 Total Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Proses Digitalisasi Tesis Sebanyak 1.600 Tesis Dalam Waktu 4 Bulan Untuk Perpustakaan Menengah
No. Jenis Biaya Biaya Per
Bulan Rp
Jumlah Bulan Total Biaya Rp
1. Biaya Investasi (tidak rutin) - - 29.650.000 2. Biaya Rutin (Bulanan) 3.800.000 4 bulan 15.200.000
TOTAL BIAYA PROYEK DIGITALISASI 44.850.000
Lampiran 9 Biaya Rutin (Bulanan) Proses Digitalisasi Untuk Perpustakaan Kecil
No. Tahapan Proses Material dan Jasa
yang Dibutuhkan Biaya Rutin/Bulan Rp Total Biaya Rp
1. Scanning Biaya sewa mesin
scanner
- -
1 orang operator scanner, bekerja lembur 2 jam per hari (2 jam x 20 hari kerja /bulan)
- -
2. Editing dan
Uploading
Gaji 2 orang editor 200.000 400.000
TOTAL BIAYA RUTIN/BULAN RP 400.000
Lampiran 10 Biaya Investasi Proses Digitalisasi Untuk Perpustakaan Kecil
No. Tahapan
Proses
Material dan Jasa yang Dibutuhkan
Biaya non rutin Rp
Total biaya Rp
1. Scanning Biaya bongkar-pasang
bahan digital (tesis, dll) sebesar Rp 8.000/tesis, dengan jumlah total sebanyak 1.600 tesis
4.000 800.000
Pelatihan cara melakukan scan
- -
Satu Unit PC untuk
operator scanner
- -
Pembelian satu unit
scanner HP Scanjet
C7716A US $ 275
2.750.000 2.750.000
Uploading yang diperlukan ( in house training ),
meliputi Adobe Acrobat, Omnipage, dan Digital library software Pembelian software Adobe Acrobat 6 # US $ 150 (used software berdasarkan Amazone.com) 1.500.000 1.500.000 Pembelian software omnipage 14 # US $ 75 750.000 750.000
satu buah server untuk intranet dan untuk internet
- -
Satu buah unit komputer untuk 1 (satu) orang petugas editor
- -
TOTAL BIAYA INVESTASI/TIDAK RUTIN 10.800.000
Lampiran 11 Total Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Proses Digitalisasi Tesis Sebanyak 1.600 Tesis Dalam Waktu 4 Bulan Untuk Perpustakaan Kecil
No. Jenis Biaya Biaya Per
Bulan Rp
Jumlah Bulan Total Biaya Rp
1. Biaya Investasi (tidak rutin) - - 10.800.000 2. Biaya Rutin (Bulanan) 400.000 4 bulan 1.600.000
Lampiran 12 Anggaran Standar Pengembangan Perpustakaan Digital Berbasis Web.
Indikator Anggaran Tipe Spesifikasi Satuan Harga Jumlah Harga Keterangan
1. Pendanaan Investasi 1) Perangkat keras (hardware) : Termasuk untuk Jaringan (network) (1)1 set Computer server Dell Pewer Edge R610 2x Intel Xeon E5630 2.53GHz, Dual Port
49.290.000,- 49.290.000,- Per lima tahun
(2)4 set Personal computer HP Toudh Smart 610-R160 Core i7 2600 3.4Ghz, 8GB DDR3, HDD 1TB, DVDRW, AMD Rodeon HD 5570 2GB TV Turner, Card Reader,K/B+M ouse, LAN, Wufi, camera 15.000.000,- 60.000.000,-
(3)1 unit Hub D-Link DES-1024A 24 port 10/100 Mbps, Auto sensing (Rouckmount) Switch 24 548.000,- 548.000,-
(4) 1 unit Router D-Link DIR-457 Wireless 3G 54 Mbps, Pocket, uilt I Batterry Wifi 900.000,- 900.000,-
(5) 1 buah Modem Tp-link TD w896N 300 mbps wireless N ADSL 2 + modem Router 450.000,- 450.000,-
(6) 1 unit UPS Prolink Pro 1200S 1200VA, Anti petir , Software, Buit in AVR, InputVoltage 140-283 V 757.000,- 757.000,-
(7) 1 set Kabel LAN Kabel UTP - 864.000,- 864.000,-
(8) 1 set Kabel konektor AMP Connector
RJ-45 Cat.5 isi
50 pcs 102.000,- 102.000,-
(9)1 unit Printer Fuji Xerox CP305
Laser Colour
4.928.000,- 4.928.000,-
(10)1 unit Scanner Canon Canoscan LiDE 700F A Stylish compact 9600dpi film sacanner fast, flexible efecient scanner 1.290.000,- 1.290.000,- 2) Perangkat lunak:
(1) Sistem Operasi Windows 7 Home Premium 4.180.000,- 4.180.000,-
(2) Browser Mozilla Firefox
Free
(3) Antivirus AVG Free 2012
Free
Jumlah Biaya Investasi Rp 123.309.000