Saputra, M, 2019. Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pencernaan Pada Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor. JATI(Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), Volume 3, pp 181-188.
Safar, I dan Satria, A, 2020, Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit Pencernaan dengan Metode Case Base Reasoning (Studi Kasus : RSUD Dr. H.
Yuliddin Away, Jurnal Multimedia dan Teknologi informasi, Volume 2, pp 22-28.
Juniawan, F, Rahmani, M, dkk, 2020. Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Gangguan Pencernaan Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chainning, Jasika, Volume 1, pp 47-58.
Putri, R, 2020, Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Gangguan Pencernaan dengan Metode Backward Chainning, Teknovasi, Volume 7, pp 8-17.
Yunita, R dan Simanjuntak, M, 2020, Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit Lambung Metode Dempster Shafer, Jurnal Informatika Kaputama(JIK), Volume 4, pp 165-174.
Merlina, & Hidayat.2012. Perancangan Sistem Pakar. Ghalia Indonesia.
Yogyakarta.
91
L A M
P
I
R
A
N
92 LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Tugas Bimbingan Tugas Akhir
93 Lampiran 2. Kartu Kegiatan Konsultasi
94
95 Lampiran 3. Lembar wawancara
WAWANCARA
Narasumber : dr. Nadia Zulfadhila (Dokter) Pewawancara : Syatary Al Rabbani (Peneliti)
Syatary : Selamat siang dr. Nadia Zulfadhila, terimakasih sebelumnya karena sudah bersedia meluangkan waktunya untuk di wawancarai terkait tugas akhir yang sedang saya kerjakan.
dr. Nadia : Iya, terima kasih Kembali. Silahkan.
Syatary : Terkait tugas akhir saya yang berhubungan dengan gangguan sistem pencernaan, menurut dokter, bagaimanakan cara kita membedakan dan mengetahui perbedaan dari setiap penyakit atau gangguan dari sistem pencernaan pada manusia?
dr. Nadia : kita mengetahui dari anamnesis kepada pasien, yaitu dengan melakukan tanya jawab dan komunikasi dengan pasien yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang apa yang menjadi gejala dan keluhan dari pasien, ini juga syarat dalam penegakan diagnosis pada setiap pasien.
Syatary : Jadi seperti itu cara dokter dalam menegakkan diagnosa. Bolehkah saya melanjutkan pertanyaan. Terkait dengan gangguan sistem pencernaan pada manusia. Menurut dokter, jenis gangguan seperti apa yang umum dijumpai dalam masalah pencernaan pada manusia?
dr. Nadia : Banyak sekali jenis penyakit atau gangguan pada sistem pencernaan manusia, yang paling umum sudah kita ketahui bersama seperti Diare, Gastritis, Magh, Sembelit, Hemaroid/Wasir, Apendisitis, Tukak Lambung, Keracunan seperti tipes, gangguan usus, kolesistitis hingga gangguan pada organ hati/liver manusia dan masih banyak lagi.
Syatary : Ternyata banyak sekali ya dok, jenis-jenis dari gangguan sistem pencernaan pada manusia. Cuma kali ini mungkin saya ingin focus bertanya kepada beberapa penyakit yang umum dijumpai dimasyarakat agar dalam pembuatan aplikasi diagnosa penyakit gangguan sistem pencernaan yang sedang saya kerjakan bisa lebih mengena dan bermanfaat bagi pengguna dan masyarakat umum. Jadi mungkin pertanyaan pertama mengenai penyakit gangguan pencernaan, bagaimanakah gejala dan penegakkan diagnose pada pasien yang menderita DIARE?
dr. Nadia : Diare juga merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau pxarasit.
96
Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari (akut), namun pada sebagian kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu (kronis). Pada umumnya, diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Namun, jika disertai dehidrasi, penyakit ini bisa menjadi fatal, dan penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis. Gejala diare bervariasi. Penderita bisa merasakan satu atau lebih gejala. Namun, gejala yang paling sering dirasakan penderita diare antara lain: Perut terasa mulas, Tinja encer (buang air besar cair) atau bahkan berdarah., Mengalami dehidrasi, Pusing, lemas, dan kulit kering.
Syatary : Selanjutnya dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Gastritis?
dr. Nadia : Gastritis merupakan penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan dinding lambung. Pada dinding lambung atau lapisan mukosa lambung ini terdapat kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pencernaan yang bernama pepsin. Untuk melindungi lapisan mukosa lambung dari kerusakan yang diakibatkan asam lambung, Apabila mukus tersebut rusak, dinding lambung rentan mengalami peradangan.
Secara umum, gastritis dibagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut dan kronis.
Dikatakan gastritis akut ketika peradangan pada lapisan lambung terjadi secara tiba-tiba. Gastritis akut akan menyebabkan nyeri ulu hati yang hebat, namun hanya bersifat sementara.
Sedangkan pada gastritis kronis, peradangan di lapisan lambung terjadi secara perlahan dan dalam waktu yang lama. Nyeri yang ditimbulkan oleh gastritis kronis merupakan nyeri yang lebih ringan dibandingkan dengan gastritis akut, namun terjadi dalam waktu yang lebih lama dan muncul lebih sering.
Gejala Gastritis
Gejala gastritis yang dirasakan dapat berbeda pada tiap penderita. Akan tetapi, kondisi ini bisa juga tidak selalu menimbulkan gejala. Beberapa contoh gejala gastritis adalah: Nyeri yang terasa panas dan perih di perut bagian uluhati, Perut kembung, Cegukan, Mual, Muntah, Hilang nafsu makan, Cepat merasa kenyang saat makan, Buang air besar dengan tinja berwarna hitam, Muntah darah. Untuk diagnosis yang lebih akurat, dokter akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan lanjutan. Di antaranya: Tes untuk infeksi Helicobacter pylori. Contohnya adalah tes darah, tes sampel tinja, atau uji urea pada pernapasan (urea breath test). Selain untuk mendeteksi keberadaan bakteri Helicobacter pylori, tes darah juga dapat mendeteksi jika pasien mengalami anemia. Tes sampel tinja juga dapat mendeteksi jika pasien menderita gastritis, terutama gastritis erosif dengan mendeteksi keberadaan darah pada tinja., Gastroskopi, guna melihat adanya tanda-tanda peradangan di dalam lambung.
Pemeriksaan gastroskopi dilakukan dengan cara memasukkan selang khusus yang sudah dipasangi kamera di ujungnya. Selang dimasukkan ke dalam lambung melalui mulut, untuk melihat kondisi lambung. Pemeriksaan ini terkadang
97
dikombinasikan dengan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan pada daerah yang dicurigai mengalami radang, untuk selanjutnya diteliti di laboratorium.
Biopsi juga bisa dilakukan untuk melihat keberadaan bakteri pylori.
Pemeriksaan foto Rontgen. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian atas. Untuk membantu melihat luka pada saluran pencernaan, terutama lambung, pasien akan diminta untuk menelan cairan barium terlebih dahulu sebelum foto Rontgen dilakukan
Syatary : Kemudian dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Magh?
dr. Nadia : Mengenali Ciri-Ciri Penyakit Maag/ sindrom dispepsia
Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari luka terbuka di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, hingga efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
Seseorang yang menderita penyakit maag biasanya akan mengalami gejala atau ciri-ciri penyakit maag yang meliputi: Nyeri ulu hati disertai sensasi terbakar di bagian dada, Mual saat atau setelah makan, Perut kembung dan terasa penuh, Mudah kenyang, Sering sendawa, Intoleransi terhadap makanan berlemak, Nafsu makan menurun karena perut terasa sakit, Naiknya asam lambung, Penurunan berat badan
Selain itu, ada pula gejala atau ciri-ciri penyakit maag yang terbilang berbahaya dan perlu segera diatasi: Mual dan muntah secara terus menerus, Tinja berwarna gelap atau mengandung darah, Muntah darah, Nyeri perut yang tiba-tiba dan terasa begitu menyakitkan, Sulit bernapas, Anemia
Syatary : Selanjutnya dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Sembelit?
dr. Nadia : Konstipasi atau sembelit adalah frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya. Jika frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, maka seseorang disebut mengalami konstipasi. Akibatnya, tinja menjadi kering dan keras sehingga lebih sulit dikeluarkan dari anus.
Penyabab konstipasi bisa lebih dari satu faktor, dari pola makan dan hidup yang buruk, atau kondisi medis tertentu. Sementara pada anak-anak, selain beberapa penyebab yang telah disebutkan, kebiasaan menahan keinginan untuk buang air besar atau stres juga dapat membuat mereka mengalami sembelit.
Syatary : Selanjutnya dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Hemaroid/Wasir?
dr. Nadia : Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah diusus besar bagian akhir (rektum), serta dubur atau anus. Ada dua jenis hemoroid, yaitu hemoroid internal dan eksternal. Pembuluh darah yang membengkak di dalam anus dan tidak terlihat dari luar disebut sebagai hemoroid internal.
98
Klasifikasi Wasir
Wasir diklasifikasikan menurut derajat keparahannya, yaitu: Derajat satu - pembengkakan kecil yang muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anus., Derajat dua - pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat buang air besar (BAB) dan masuk kembali dengan sendirinya seusai BAB, Derajat tiga - adanya satu atau beberapa benjolan kecil yang menggantung dari anus, namun bisa didorong untuk masuk kembali, Derajat empat - benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembali.
Gejala dan Pemicu Wasir
Wasir seringkali ditandai dengan benjolan di luar anus. Selain itu, wasir kerap ditandai dengan sejumlah gejala lain wasir, seperti: Rasa gatal atau sakit di sekitar anus, Perdarahan dari anus setelah buang air besar, Keluarnya lendir setelah BAB.
Syatary : kemudian dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Apendisitis?
dr. Nadia : Penyakit usus buntu bisa disebabkan sumbatan pada usus buntu, baik sebagian atau total. Hambatan usus buntu yang menyeluruh merupakan kondisi darurat dan perlu segera ditangani dengan tindakan operasi.
Gejala Penyakit Usus Buntu
Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah nyeri pada perut. Nyeri ini disebut kolik abdomen. Rasa nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, lalu bergerak ke bagian kanan bawah perut. Namun, posisi nyeri dapat berbeda-beda, tergantung usia dan posisi dari usus buntu itu sendiri. Dalam waktu beberapa jam, rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama saat kita bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, rasa nyeri ini juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderita sedang tidur.
Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya: Kehilangan nafsu makan, Perut kembung, Tidak bisa buang gas (kentut), Mual, Konstipasi atau diare, Demam
Konsultasikan kepada dokter apabila mengalami nyeri perut yang perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh daerah perut. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda usus buntu telah pecah, dan mengakibatkan infeksi rongga perut atau peritonitis .
Penyebab Penyakit Usus Buntu
Penyakit usus buntu terjadi karena rongga usus buntu mengalami infeksi. Dalam kondisi ini, bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, hingga bernanah. Banyak faktor yang diduga membuat seseorang mengalami radang usus buntu, di antaranya:
Hambatan pada pintu rongga usus buntu, Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh
99
lainnya, Tinja atau pertumbuhan parasit yang menyumbat rongga usus buntu, Cedera pada perut, Kondisi medis, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.
Kendati demikian, penyebab penyakit usus buntu tetap belum dapat dipastikan.
Diagnosis Penyakit Usus Buntu
Diagnosis penyakit usus buntu dimulai setelah dokter menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menilai rasa nyeri, dan dilakukan dengan menekan area yang terasa nyeri.
Radang usus buntu ditandai oleh rasa nyeri yang semakin parah setelah tekanan tersebut dilepas dengan cepat.
Guna memastikan diagnosis, dokter perlu melakukan sejumlah tes. Tes yang dilakukan berupa:
Tes darah, guna memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksi. Tes urine, untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau batu ginjal. CT scan atau USG, untuk memastikan rasa nyeri pada perut disebabkan penyakit usus buntu. Pemeriksaan panggul, untuk memastikan rasa nyeri bukan disebabkan masalah reproduksi atau infeksi panggul lainnya. Tes kehamilan, guna memastikan rasa nyeri tersebut bukan disebabkan kehamilan ektopik. Foto Rontgen dada, untuk memastikan rasa nyeri bukan disebabkan pneumonia sebelah kanan, yang gejalanya mirip radang usus buntu.
Syatary : kemudian dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Tukak lambung?
dr. Nadia : Tukak lambung merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya luka yang nyeri pada lapisan lambung. Tukak lambung merupakan bagian dari kelompok penyakit ulkus peptikum, yang dapat terjadi pada lambung maupun usus halus.
Penyebab tukak lambung dapat terjadi oleh beberapa hal di bawah ini:
Infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), Penggunaan obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) jangka Panjang Salah satu gejala tukak lambung yang paling sering diamati adalah rasa seperti terbakar atau nyeri pada bagian tengah abdomen, di antara dada dan pusar. Umumnya, nyeri akan semakin berat saat lambung tidak terisi, dan dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.
Beberapa tanda dan gejala tukak lambung yang juga dapat dijumpai adalah:
Rasa nyeri tumpul di perut, Penurunan berat badan, Tidak mau makan karena nyeri, Mual dan muntah, Rasa begah, Mudah merasa kenyang, Bersendawa atau
100
terjadinya refluks asam lambung, Nyeri ulu hati (rasa seperti terbakar di dada), Nyeri yang membaik setelah makan, minum, atau mengonsumsi antasida, Anemia, yang ditandai dengan adanya rasa lelah, sesak napas, atau kulit yang pucat, Feses yang gelap seperti aspal, Muntah yang disertai darah
Untuk menyingkirkan infeksi H. pylori, dapat dilakukan pemeriksaan darah, feses, atau pemeriksaan napas (breath test). Dengan breath test, seseorang akan disarankan untuk meminum cairan jernih lalu bernapas ke suatu kantong, yang kemudian ditutup rapat. Bila terdapat H. pylori, sampel napas tersebut dapat mengandung kadar karbon dioksida yang melebihi normal.
Beberapa pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis tukak lambung adalah:
Pemeriksaan barium swallow, di mana seseorang mengonsumsi cairan barium putih kental yang melapisi saluran pencernaan atas, yang membantu dokter untuk memvisualisasi lambung dan usus halus menggunakan sinar X. Pemeriksaan endoskopi, yang menggunakan pipa tipis berlampu yang dimasukkan melalui mulut ke lambung dan bagian atas dari usus halus. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk melihat adanya ulkus, perdarahan, dan jaringan abnormal.
Biopsi endoskopik, di mana diambil sampel jaringan kecil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium
Syatary : kemudian dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari tipes?
dr. Nadia : Penyakit tipes atau demam tifoid (typhoid fever) disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini umumnya menular melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella.
Penyakit tipes banyak ditemui di wilayah dengan sanitasi yang buruk dan keterbatasan air bersih. Gejala yang bisa terjadi pada penyakit tipes adalah:
Demam yang meningkat secara bertahap dan bisa mencapai 40,5 0C, Sakit kepala, Sakit perut, Diare atau sembelit, Ruam merah pada perut dan dada, Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun, Kelelahan, Nyeri otot Pada kondisi yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan robekan (perforasi) dan perdarahan pada usus.
Syatary : kemudian dok, bagaimana dengan gejala umum atau gejala khusus dari Kolesistitis?
dr. Nadia : Kolesistitis adalah peradangan yang terjadi pada kantong empedu.
Kantong empedu merupakan organ tempat penyimpanan cairan empedu, yaitu cairan yang berperan penting dalam pencernaan lemak di dalam tubuh.
101
Kolesistitis bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis).
Sebagian besar kasus kolesistitis akut disebabkan oleh penyumbatan di saluran empedu, sedangkan kolesistitis kronis merupakan peradangan yang terjadi setelah seseorang mengalami kolesistitis akut berulang kali.
Gejala utama kolesistitis adalah munculnya rasa sakit parah di perut bagian kanan atas yang bertahan selama beberapa jam. Rasa sakit ini cenderung muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak. Rasa nyeri perut yang muncul bisa menjalar hingga ke punggung atau tulang belikat kanan atau bahu kanan.
Selain itu, kolesistitis juga dapat disertai gejala-gejala berikut:
Sakit perut yang terasa menusuk dan bertambah parah saat menarik napas Panjang, Mual, muntah, kembung, dan nafsu makan hilang, Demam, Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning, Benjolan di perut, Tinja berwarna seperti tanah liat atau pucat
untuk gejala-gejala lain dari penyakit gangguan sistem pencernaan juga sudah banyak ditulis dalam artikel-artikel online dan buku-buku. Jadi untuk pengkayaan informasi bisa juga dikutip dari bahan diatas.
Syatary : Baiklah dr. Nadia, terima kasih atas waktu dan informasi yang sudah dokter berikan kepada saya, semua informasi tersebut menjadi pengetahuan dan bahan yang akan saya gunakan dalam pembuatan aplikasi untuk tugas akhir saya nanti.
Saya pribadi mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada dokter karena sudah bersedia meluangkan waktunya untuk melakukan wawancara ini, dan saya mengucapkan permohonan maaf telah mengganggu waktunya serta permohonan maaf jika ada tutur kata dan sikap yang kurang berkenan selama pelaksanaan wawancara hari ini.
dr. Nadia : tidak apa, saya juga senang membatu.
Syatary : Terima kasih dr. Nadia Zulfadhila.
102 Lampiran 4. Dokumentasi wawancara
103 Lampiran 5. Surat keterangan telah melakukan penelitian
SURAT KETERANGAN
Klinik dokter umum dr. Nadia Zulfadhila, dengan ini menerangkan bahwa:
Nama : SYATARY AL RABBANI
NIM : C1755201003
Program Studi : Teknik Informatika (S1)
Nama mahasiswa tersebut diatas telah melakukan penelitian di klinik dokter umum dr. Nadia Zulfadhila dengan judul : “PENERAPAN METODE FORWARD DAN BACKWARD CHAINNING UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT SISTEM PENCERNAAN BERBASIS ANDROID”
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya, agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terima kasih.
Klinik dr. Nadia Zulfadhila
104 Lampiran 6. Surat Tugas Penguji Tugas Akhir
105
Lampiran 7. Berita Acara Penilaian Sidang Tugas Akhir