Adelina, E dan Maemunah, 2004. Pemotongan dan Pemberian Sitokinin pada Akar Kecambah Kakao. J. Agroland 11 (3) : 255-260.
Anggraini, Y.N. 2000. Pengaruh Media Simpan, Ruang Simpan Dan Lama Penyimpanan Propagul Terhadap Viabilitas Biji Rhizopora apiculata.
Skripsi. Jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Bakri. 2008. Komponen Kimia dan Fisik Abu Sekam Padi Sebagai SCM untuk Pembuatan Komposit Semen. Journal Perennial (5), 9-14.
Bey, Y., Syafi’i, W dan Sutrisna. 2006. Pengaruh Pemberian Giberelin (GA3) dan
Air Kelapa Terhadap Perkecambahan Biji Anggrek Bulan (Phalaenopsis ambilis BL) Secara In Vitro. Jurnal Biogenesis, 2(2):
41-46.
Darusman A. 1983. Pemanfaatan Serbuk Gergaji Untuk Pertanian. Jakarta: Bina Rimbaguna.
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2015. Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kakao 2014-2016. Jakarta.
Harrington, J.F. 1972. Seed Storage and Longevity. In: T.T. Kozlowski (Ed.).
Seed Biology Vol. III. Academic Press. New York.
Hartati, U., Faiza C. Sdan Suwardi. 2001. Pengaruh zeolit terhadap perkecambahan benih duku (Lansium domesticum Correa). Prosiding Seminar Nasional Zeolit II “Peningkatan Pendayagunaan Zeolit dalam Industri, Agribisnis, dan Lingkungan. 21 Agustus 2001. Bandung. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Heddy, S. 1990. Budidaya Tanaman Cokelat. Penerbit Angkasa. Bandung. 125 hal.
Justice O.L, Bass L. N. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih.
Penerjemah: Roesli R. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Kuswanto, H. 2003. Teknologi Pemrosesan,Pengemasan dan Penyimpanan Benih.
Cetakan Pertama. Kanisius. Yogyakarta.
Lukito, 2010. Budidaya Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. terhadap viabilitas benih lengkeng (Nephelium longan Cambess.) Skripsi.
Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.
Misrun, S. 2010. Daya Simpan Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Dengan Pemberian Polyethylene Glycol (PEG) Pada Berbagai Wadah Simpan.
Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Oktaviani, W. 2008. Peningkatan Produksi Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Melalui Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Paclobutrazol Pada Berbagai Konsentrasi. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. 2004. Panduan Lengkap Budidaya Kakao. PT Agromedia Pustaka. Jakarta. 328 hal.
Rahardjo, P. 2012. Pengaruh Pemberian Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Desikan Pada Penyimpanan Benih terhadap Daya Tumbuh dan Pertumbuhan Bibit Kakao. Pelita Perkebunan 28(2), 91-99
Ratnawati, S.I. Saputra dan S. Yoseva. 2014. Waktu Perendaman Benih Dengan Air Kelapa Muda terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian 1 (1). Universitas Riau. Pekanbaru
Rosita, F. A. 2014. Aktivasi dan Karakterisasi Zeolit Alam Sebagai Adsorben Timbal (Pb) Pada Gas Buang Kendaraan Bermotor. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Jember
Sadjad S.; E. Murniati & S. Ilyas. 1999. Parameter Pengujian Vigor Benih. PT Grasindo, Jakarta.
Savitri, S. V. H. 2005. Induksi Akar Stek Batang Sambung Nyawa (Gynura drocumbens (Lour) Merr.) Menggunakan Air Kelapa. Skripsi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Slamet, K., F. Zakaria dan M. Limonu. 2015. Pengaruh Air Kelapa Berdasarkan Tingkat Kematangan Buah dan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agroteknotropika 4 (1). Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo
Siregar, T. H. S., S. Riyadi, dan L. Nuraeni. 2004. Budidaya, Pemasaran, dan Pengolahan Cokelat. Penebar Swadaya. Jakarta. 170 hal.
Steel, R. G. D. dan J. H. Torrie., 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik) Penerjemah B. Sumantri. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sumampow, D. M. F. 2011. Viabilitas Benih Kakao ( Theobroma cacao L.) Pada Media Simpan Serbuk Gergaji. Soil Environment 8 (3) : 102-105.
Susanto, F. X. 1994. Tanaman Kakao Budidaya Pengolahan Hasilnya.
Kanisius.Yogyakarta.
Sutopo, L. 2004. Teknologi Benih. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. 238 hal.
Syaiful, S. A, M. A. Ishak dan Jusriana. 2007. Viabilitas Benih Kakao Pada Berbagai Tingkat Kadar Air benih. Jurnal. Agrivigor 6 (3) : 243-251.
Tanjung, M. 2016. Penggunaan Zeolit untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Pala (Myristica Fragrans Houtt) Selama di Penyimpanan. Skripsi.
Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Wachjar, A dan S. H .Iskandar. 1988. Budidaya Coklat. Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 50 hal.
W o o d , G . A . R . 1 9 8 5 . Cocoa . 4 t h E d i t i o n . L o n g m a n I n c . N e w Y o r k . 2 9 2 p . Yong, J. W. H., L. Ge., Y. F. Ng, dan S. N. Tan. 2009. The Chemical Composition
and Biological Properties of Coconut (Cocos nucifera L.) Water. NTU, Singapore.
Lampiran1. Bagan Penelitian
2 cm 4 cm 6 cm
6,5 cm 3,5 cm
4,5 cm Lampiran 2. Bagan Penanaman
19 cm
29 cm
Lampiran 3. Data pengamatan kadar air benih setelah penyimpanan.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
...%...
M0 27,72 26,50 27,36 81,58 27,19
M1 27,67 26,90 27,80 82,37 27,46
M2 28,32 27,77 28,63 84,72 28,24
M3 32,47 33,05 33,04 98,56 32,85
28,94
Lampiran 4. Sidik ragam pengamatan kadar air benih setelah penyimpanan.
SK db JK KT F Hitung F 5% Keterangan
Perlakuan 3 63,17 21,06 90,61 4,76 *
Galat 8 1,86 0,23
Total 11 65,02
KK 2,00%
Keterangan : * : nyata
Lampiran 5. Data pengamatan persentase benih berkecambah di penyimpanan.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
...%...
M0 0,75 1,89 1,89 4,53 1,51
M1 1,51 1,51 2,27 5,29 1,76
M2 2,65 1,89 1,51 6,05 2,02
M3 0,75 0,37 1,13 2,25 0,75
1,51
Lampiran 6. Sidik ragam persentase benih berkecambah di penyimpanan.
SK db JK KT F Hitung F 5% Keterangan
Perlakuan 3 2,70 0,90 3,25 4,76 tn
Galat 8 2,21 0,28
Total 11 4,91
KK 35,00%
Keterangan : tn : tidak nyata
Lampiran 7. Data pengamatan kadar air benih setelah perendaman
Lampiran 8. Sidik ragam pengamatan kadar air benih setelah perendaman
SK db JK KT F Hitung 5% Keterangan
Lampiran 9. Data pengamatan persentase benih berjamur di penyimpanan.
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
I II III
...%...
M0 12,87 11,36 13,63 37,86 12,62
M1 10,22 9,09 10,98 30,29 10,10
M2 11,36 10,22 9,46 31,04 10,35
M3 9,09 9,84 10,98 29,91 9,97
10,76
Lampiran 10. Sidik ragam pengamatan persentase benih berjamur di penyimpanan.
SK db JK KT F Hitung F 5% Keterangan
Perlakuan 3 14,08 4,69 4,63 4,76 tn
Galat 8 8,12 1,01
Total 11 22,20
KK 9,00%
Keterangan : tn : tidak nyata
Lampiran 11. Data pengamatan laju perkecambahan di penyemaian
Lampiran 12.Sidik ragam pengamatan laju perkecambahan di penyemaian.
SK db JK KT F Hitung 5% Keterangan
Keterangan : tn : tidak nyata
Lampiran 13. Data pengamatan persentase perkecambahan di penyemaian
Lampiran 14. Sidik ragam pengamatan persentase perkecambahan di penyemaian.
Keterangan : tn : tidak nyata * : nyata
Lampiran 15.Data pengamatan panjang hipokotil.
Lampiran 16. Sidik ragam pengamatan panjang hipokotil.
SK db JK KT F Hitung 5% Keterangan
Keterangan : tn : tidak nyata * : nyata
Lampiran 17. Data pengamatan panjang epikotil.
Lampiran 18. Sidik ragam pengamatan panjang epikotil.
SK db JK KT F Hitung 5% Keterangan
Keterangan : tn : tidak nyata * : nyata
Lampiran 19. Data pengamatan jumlah daun.
Lampiran 20.Sidik ragam pengamatan jumlah daun.
SK db JK KT F Hitung 5% Keterangan
Keterangan : tn : tidak nyata * : nyata
Lampiran 21. Rekapitulasi rataan dwikasta seluruh parameter
Lampiran 22. Persiapan bahan tanam
Pohon induk benih kakao Buah kakao
Benih kakao dibersihkan dari pulp Benih kakao direndam dengan dan kulit arinya fungisida
Benih kakao dikering anginkan
Lampiran 23. Pengaplikasian perlakuan dan penanaman
Benih disimpan dengan berbagai Benih disimpan dalam kotak media simpan selama seminggu
Perendaman benih dengan air Persiapan media tanam dan
kelapa muda Penanaman
M0 M1
M2 M3
Lampiran 24.Perkecambahan benih kakao
Kecambah kakao muncul keatas permukaan media
Kecambah kakao yang sudah berdaun umur 20 HST
M
3L
3M3L3