• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abdelhadi L.O., F.J. Santini and G.A. Gagliostro. 2005. Corn silage of high moisture corn supplements for beef heifers grazing temperate pasture; effects on performance ruminal fermentation and in situ pasture digestion. Anim. Feed Sci. Technol. 118: 63-78.

Adhani, N. D. A. C., Tri, N. dan A. T. Soelih, E. 2012. Potensi pemberian formula pakan konsentrat komersial terhadap konsumsi dan kadar bahan kering tanpa lemak susu. Agroveteriner. 1(1): 11-16.

Adrizal, I., Ryanto dan Y. Hendri.2010. Optimasi Formulasi Ransum Sapi Potong dengan Fuzzy Linear Programming.Prosiding Seminar Nasional dan Rapat Tahunan Dekan Bidang Ilmu-Ilmu Pertanian BKPTN Wilayah Barat. Bengkulu, 23 – 25 Mei 2010; Hlm.

1074 – 1077.

Allaily,. N. Ramly dan R. Ridwan. 2011. Kualitas silase ransum komplit berbahan baku pakan lokal. Jurnal Agripet. 11(2): 35-40.

Anggordi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

AOAC. 2005. Official Methods Of Analysis. Association Of Official Analytical Chemists : Washington.

Bahri, S. 2012. Respon Silase Ransum Komplit Berbasis Jerami Jagung sebagai Pakan Penggemukan Sapi Bali (Laporan Hasil Pertanian). Jurusan Peternakan Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo.

2

Borreani, G., E. Tabacco and L. Cavallarin. 2007. A New Oxygen Barrier Film Reduces Aerobic Deterioration in Farm Scale Corn Silage. American Dairy Science Association.

Chaudhry, M.Z and Naseer, 2008. Rapid micropropagation of three elte sugarcane (Saccharum officinarum l.) Varietes by shoot tip culture. African J. Biotechnol.

7(13): 2174-2174.

Chuzaemi, S dan Hartutik. 1989. Ilmu Makanan Ternak Khusus (Ruminansia). NUFFIC. Universitas Brawijaya. Malang

Chuzaemi, S., Hermanto, Soebarinoto, dan H. Sudarwati.

1997. Evaluasi protein pakan ruminansia melalui pendekatan sintesis protein mikrobial di dalam rumen : evaluasi kandungan RDP dan IDP pada beberapa jenis hijaun segar, limbah pertanian dan konsentrat. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Hayati (Life Sciences). 9(1) : 77-89

Despal, I. G., Permana., S. N. Safarina dan A. J. Tatra. 2011.

Penggunaan berbagai sumber karbohidrat terlarut air untuk meningkatkan kualitas silase daun Rami. Media Peternakan. 43: 69-76.

Faharuddin, Harfiah dan A. Natsir. 2014. Analisis Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar Silase Pucuk Tebu (Saccharum Officinarum L.) yang Difermentasi dengan Urea, Molases dan Kalsium Karbonat. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makasar

Gunawan, B., T. D. Zaenuddin., J. Daema dan A. Thalib.

1988. Silage. Laporan Penelitian. Balai Penelitian Ciawi. Bogor.

3

Hading, A.R., S. Syahrir dan M.Z Mide. 2014. Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, Serat Kasar dan BETN Silase Pakan Lengkap Berbahan Dasar Rumput Gajah dan Biomassa Murbei. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar

Hernaman, I., R. Hidayat dan Mansyur. 2005. Pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Jurnal Ilmu Ternak. 5(2): 94-99.

Hidayat, R., E. Purbowati., M. Arifin dan A. Purnomoadi.

2009. Komposisi kimia daging sapi peranakan ongole yang diberi pakan jerami padi urinasi dan level konsentrat yang berbeda. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner: 246-252.

Irsyammawati A., S. Chuzaemi, dan Hartutik. 2011.

Penggunaan silase pakan lengkap berbasis batang tebu terhadap konsumsi, retensi n, estimasi síntesis protein mikroba rumen dan performans sapi PFH jantan.

JIIPB. 21(1) : 6-15.

Jaelani, R.A. 2012. Makalah Hasil Penelitian Kompatibilitas Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv.

Mott) dengan Kacang Pintoi (Arachis pintoi) pada

Berbagai Proporsi. Dikutip dari

http://Chullank.Blogspot.Co.Id/2012/07/Makalah-Hasil-Penelitian-Kompatibilitas30.Html. Diakses Tanggal 20 Oktober 2015.

Jasin, I dan Z. Bachrudin. 2013. Pengaruh isolat bakteri asam laktat dari feses pedet sapi perah baru lahir terhadap produksi asam laktat dan perubahan pH pada ampas.

Jurnal Agripet. 13(2): 36-40.

4

Jones, C.M., A.J. Heinrichs, G.W. Roth annd V.A. Issler.

2004. From Harvest to Feed: Understanding Silage Management. Pensylvania State University, Pensylvania.

Kaiser, A.G., J.W. Piltz,. H.M. Burns and N.W. Griffiths.

2004. Successful Silage. Dairy Australia and New South Wales Departement of Primary Industries.

Kartadisastra, H. R. 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing).

Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Kellems, R. O and D.C. Church. 2010. Livestock Feeds and Feeding Sixth Edition. Pearson Education, Inc. New Jersey.

Kleinshmit, D.H. and L. Kung Jr. 2006. A meta-analysis of the effects of lactobacillus buchneri on the fermentation and aerobic stability of corn and grass and smal-grain silages. J. Dairy. Sci. 89 : 4005-4013.

Kung, L. and R. Shaver. 2001. Interpretation and Use of Silage Fermentation Analysis Reports. University of Wisconsin Board of Regents.

Kurnianingtyas, I.B., P. R. Pandansari., I. Astuti., S. D.

Widyawati dan W. P. S. Suprayogi. 2012. Pengaruh macam akselerator terhadap kualitas fisik, kimiawi dan

biologis silase rumput kolonjono. Tropical Animal Husbandry. 1(1) : 7-14

Kuswandi. 2007. Teknologi pakan untuk limbah tebu (fraksi serat) sebagai pakan ternak ruminansia. Wartazoa.

17(2) : 82-92.

5

Lamid, M., Ismudion., Koesnoto, S., Chusnati, S., Hadayati, N., dan E.V.F. Vina. 2012. Karakteristik Silase Pucuk Tebu (Saccharum Officinarum, Linn) dengan Penambahan Lactobacillus Plantarum. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Surabaya.

Lubis, D.A. 1992. Ilmu Makanan Ternak. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Lugiyo dan Sumarto. 2000. Teknik Budidaya Rumput Gajah cv. Hawaii (Pennisetum Purpureum). Prosiding Temu Teknis Fungsional Non Peneliti. Diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian : 120-125.

Madigan, M.T., J.M. Martinko., D.A., Stahl and D.P. Clark.

2011. Brock Biology Microorganisms (13th Edition).

Pearson. New York.

Mildayanni, M. 2007. Pengaruh Imbangan Ampas Tahu dan Onggok yang Difermentasi dengan Ragi Oncom terhadap Kandungan Zat Makanan. Thesis. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang.

Mide, M.Z., dan Harfiah. 2011. Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Mengandung Berbagai Level Tongkol Jagung Terhadap Penampilan Kambing Kacang Jantan.

Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin.

Makassar.

Momot, J. A., Maaruf, K., M. R. Waani and Ch. J. Pontoh.

2014. Pengaruh penggunaan konsentrat dalam pakan rumput benggala (Panicum maximum) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada kambing lokal. Jurnal Zootek. 34: 108-114.

6

Mirwandono., E. Bachri dan D. Situmorang. 2006. Uji nilai nutrisi kulit ubi kayu yang difermentasi dengan Aspergillus niger. Jurnal Agribisnis Peternakan. 2(3) : 91-95.

Mugiawati, R. E., Suwarno dan N. Hidayat. 2013. Kadar air dan pH silase rumput gajah pada hari ke-21 dengan penambahan jenis aditif dan bakteri asam laktat. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(1) : 201-207.

Muhtarudin. 2007. Kecernaan pucuk tebu terolah secara in vitro. J. Indon. Trop. Agric. 32(3): 146-150.

Okaraonye, C.C and J.C. Ikewuchi. 2009. Nutritional and antinutritional components of Pennisetum purpureum (schumach). Pakistan Journal of Nutrition. 8 : 32-34.

Orskov, E.R., And Mc Donald, I., 1979. The estimation of protein degradability in the rumen from incubation measurements weighted according to rate of passage.

J. Of Agricultural Science, Cambridge, 92 : 499 – 503.

Ozturk D, Kizilsimsek M, Kamalak A, Canbolat O, Ozkan CO. 2005. Effects of ensiling alfalfa with whole-crop maize on the chemical composition and nutritive value of silage mixtures. Kahramanmaras (TR):

Kahramanmaras Sutcu Imam University.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. UI Press. Jakarta.

Pioner Development Foundation. 1991. Silage Technology.

A.Trainers Manual. Pioner Development Foundation for Asia and The Pacific Inc. :15 – 24.

Prabowo, A., A.E. Susanti., J. Karman. 2013. Pengaruh penambahan bakteri asam laktat terhadap pH dan

7

penampilan fisik silase jerami kacang tanah. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 495-499

Prasetyo, D., F.M. Suhartati dan W. Suryapratama. 2013.

Imbangan pucuk tebu dan ampas tebu yang difermentasi menggunakan Phanerochaete chrysosporium pengaruhnya terhadap produk fermentasi rumen. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(2) : 514-524.

Putri, M.F. 2010. Tepung ampas kelapa pada umur panen 11-12 bulan sebagai bahan pangan sumber kesehatan.

Jurnal Kompetensi Teknik. 1(2) : 97-105.

Raldi M. Kojo., Rustandi., Y. R. L. Tulung dan S. S.

Malalantang. 2015. Pengaruh penambahan dedak padi dan tepung jagung terhadap kualitas fisik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum cv. hawaii).

Jurnal Zootek. 35(1) : 21-29

Ridwan., R., S. Ratnakomala, G. Kartina dan Y. Widyastuti.

2005. Pengaruh penambahan dedak padi dan Lactobacillus plantarum IBL-2 dalam pembuatan silase rumput gajah. . Media Peternakan. 28(3) : 117-123.

Rohmani, I. 2002. Pengaruh Penggunaan Kotoran Ayam Fermentasi secara Anaerob dalam Ransum Sapi Peranakan Friesen Holstein (PFH) Pedet terhadap Retensi Nitrogen dan Pertambahan Bobot Badan.

Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya Malang.

Rokana, E., E. Novelita dan Sunardi. 2010. Pengaruh Pemberian Pakan Hijaun dan Pakan Penguat

8

(Konsentrat) terhadap Performance Kambing Betina Lokal. LPM UNISKA: 40-46.

Rukmana, R. 2005. Budidaya Rumput Unggul Hijauan Makanan Ternak. Gramedia: Jakarta.

Sanderson, M.A. and R.A. Paul. 2008. Perennial forages as second generation bioenergy crops. International Journal Of Molecular Sciences. 9 : 768-788.

Sandi, S., A.I.A. Ali dan N. Arianto. 2012. Kualitas nutrisi silase pucuk tebu (ilmiah) dengan penambahan inokulan effective microoragnisme-4 (EM-4). Jurnal Peternakan Sriwijaya. 1(1) : 15-23.

Santoso, B., B. Tj. Hariadi, H. Manik dan H. Abubakar. 2009.

Kualitas rumput unggul tropika hasil ensilase dengan aditif bakteri asam laktat dari ekstrak rumput terfermentasi. Media Peternakan. 32: 137-144.

Santoso B., M.N. Lekito dan Umiyati. 2007. Komposisi kimia dan degredasi nutrien silase rumput gajah yang diensilase dengan residu daun teh hitam. J. Animal Production. 9(3) : 160-165.

Sartini. 2003. Kecernaan bahan kering dan bahan organik in

vitro silase rumput

gajah pada umur potong dan level aditif yang berbeda.

J. Pengembangan Peternakan Tropis. 3 :1-6

Sawen, D., O, Yoku dan M. Junaidi. 2013. Kualitas Silase Rumput Irian (Sorghum Sp) dengan Perlakuan Penambahan Dedak Padi Pada Berbagai Tingkat Produksi Bahan Kering. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Puslitbang Peternakan 167-171

9

Seseray, D. Y., E. W. Saragih dan Y. Lekito. 2013.

Pertumbuhan dan produksi rumput gajah (Pennisetum purpureum) pada interval defoliasi yang berbeda.

Jurnal Ilmu Peternakan. 7(1) : 31-36.

Setyorini, I.K. 2006. Suplementasi Silase Hijauan Ketela Pohon pada Rumput Gajah terhadap Kecernaan Pada Domba. Skripsi. Jurusan Nutrisi Dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

Sugiyono dan S. Wahyuni. 2010. Kualitas silase rumput dengan penambahan inokulum bakteri asam laktat dari ekstrak rumput tropik terfermentasi pada berbagai sumber karbohidrat yang berbeda. J. Indo. Trop.

Agric. 34(3) : 160-16169.

Sukria, H. A. dan R. Krisnan. 2009. Sumber dan Ketersediaa Bahan Baku Pakan Di Indonesia. IPB Press. Bogor.

Suparjo, S.S dan Raguati. 2003. Pengaruh penggunaan pakan berserat tinggi dalam ransum ayam pedaging terhadap organ dalam. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 6(1) : 14-32.

Surono., M. Soejono dan S.P.S. Budhi. 2006. Kehilangan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah pada Umur Potong dan Level Aditif yang Berbeda. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.

Sutardi, T. 2009. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid 1. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Syamsuddin. 2013. Pengaruh pupuk organik dan umur defoliasi terhadap beberapa zat gizi silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak. 9(1): 9-17

10

Syarifuddin, N. A. 2006. Nilai Gizi Rumput Gajah Mini Sebelum dan Setelah Enzilase pada Berbagai Umur Pemotongan. Skripsi. Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung.

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S.

Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Tjokroadikoesoemo, P.S. dan A.S. Baktir. 2005. Ekstraksi Nira Tebu. Yayasan Pembangunan Indonesia Sekolah Tinggi Teknologi Industri, Surabaya.

United State Departement Agriculture. 2016. Saccharum officinarum.

Http://Plants.Usda.Gov/Java/Classificationservlet?Sou rce=Display&Classid=SAOF. Diakses Tanggal 29 Februari 2016.

Van Soest, P.J. 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant-2nd Edition. Cornell University Press. New York.

Wallace, R.J. and C. Chesson. 1995. Biotechnology in Animal Feeds and Animal Feeding Winheim. Ithaca and London

Wina. E. 2005. Teknologi pemanfaatan mikroorganisme dalam pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di Indonesia : Sebuah review. Wartazoa.

15(4) : 173-186.

Woodard, K.R. and G.M. Prine. 1993. Dry matter accumulation of elephant grass, energy cane and elephant millet in a sub tropical climate. Crop Scince Journal. 33 : 818-824.

11

Yasin, M., M.A. Malik and M.S. Nazir. 2003. Effect of different spatial arrangements on forageyield, yield components and quality of mott elephant grass.

Pakistan Journal Of Agronomy. 2(1): 52-58.

Yuliastiani, D., W. Puastuti, E. Wina dan Supriati. 2012.

Pengaruh berbagai pengolahan terhadap nilai nutrisi tongkol jagung : komposisi kimia dan kecernaan in vitro. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 17(1) : 59-66.

Zulbardi,M., T. Sugiarti., N. Hidayati dan A.A. Karto. 1999.

Peluang pemanfaatan limbah tanaman tebu untuk penggemukan sapi potong di lahan kering. Wartazoa.

8(2) : 33-37.

Dokumen terkait