• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ameliya, R., Nazaruddin, dan D. Handito. 2018. Pengaruh lama pemanasan terhadap vitamin C, aktivitas antioksidan dan sifat sensoris sirup kersen

(Muntingia calabura L.). Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan.

4(1): 289-297.

Andareto, O. 2015. Apotik Herbal di Sekitar Anda. Pustaka Ilmu Semesta, Jakarta.

Andrianto, T. T. 2014. Pengantar Ilmu Pertanian. Pustaka Utama, Jakarta.

Anggraini, M. 2016. Pengaruh Konsentrasi Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dan Lama Penyimpanan Pada Suhu Dingin Terhadap Stabilitas dan Karakteristik Minuman Probiotik Sari Buah Nanas. [Skripsi]. Universitas Lampung, Lampung.

Association of Analytical Chemist Publisher. 1995. Official Methods of Analysis.

AOAC Publisher, Washington DC.

Association of Analytical Chemist Publisher. 2005. Official Meethods of Analysis. AOAC Publisher, Maryland.

Astawan, M. 2004. Tetap Sehat Dengan Produk Makanan Olahan. Tiga Serangkai, Surakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2009. Syarat mutu yogurt dalam SNI 2981.

Bangun, M. K. 1991. Perancangan Percobaan. Fakultas Pertanian. USU-Press, Medan.

Biworo, A. 2015. Antidiabetic and antioxidant activity of jackfruit (Artocarpus

heterophyllus) extract. Journal of Medical and Bioengineering.

4(4): 318-323.

Buckle, K. A., R. A. Edwards, G. H. Fleet, dan M. Wootton. 2007. Ilmu Pangan.

Terjemahan: H. Purnomo dan Adiano. UI-Press, Jakarta.

Codex Stan. 2003. Codex Standard for Fermented Milks: CODEX STAN 243-2003.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan. 2005. Kandungan Nutrisi Susu Sapi.

Departemen Kesehatan, Jakarta.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan. 2009. Kandungan Nutrisi Biji Nangka.

Departemen Kesehatan, Jakarta.

Djaafar, T. F. dan E. S. Rahayu. 2006. Karakteristik yogurt dengan inokulum Lactobacillus yang diisolasi dari makanan fermentasi tradisional. Jurnal Agros. 8(1): 73-80.

Dungir, S. G., D. G. Katja, dan V. S. Kamu. 2012. Aktivitas antioksidan ekstrak fenolik dari kulit mangis (Garcinia mangostana L.). Jurnal MIPA Unsrat.

1(1): 11-15.

Fitriyono, A. 2014. Teknologi Pangan: Teori Praktis dan Aplikasi. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Frindryani, L. F. dan S. Atun. 2016. Isolasi dan uji aktivitas antioksidan senyawa dalam ekstrak etanol temu kunci dengan metode DPPH. Jurnal Kimia Dasar. 5(6): 1-8.

Gardiner, G. E., O. Sulivan, J. Kelly, A. E. Auty, G. F. Fitgerald, J. K. Collins., R. P. Ross, dan C. Stanton. 2000. Comparative Survival Rates of Human Derived Probiotic Lactobacillus paracasei and Lactobacillus salivarius.

American Society for Microbiology, New York.

Gea, S., K. Sebayang, dan T. A. Aththorick. 2016. Peningkatan kualitas produksi santan kelapa sebagai bahan baku industri kuliner di kota Medan. Jurnal Abdimas Talenta. 1(1): 92-96.

Goswami, C., M. A. Hossain, H. A. Kader, dan R. Islam. 2011. Assessment of physicochemical properties of jackfruits (Artocarpus heterophyllus Lam) pulps. Journal of Horticulture. 15(3) : 26-31.

Hariana, A. 2007. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Penebar Swadaya, Jakarta.

Harianto, E. P. 2019. Pengaruh Penambahan Gelatin dan Starter Terhadap Mutu Cocogurt. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara.

Herawati, A. 2009. Karakteristik Fisik Granul Kultur Starter Yoghurt dengan Sinbiotik Terenkapsulasi dan Aplikasinya. IPB-Press, Bogor.

Hidayat, N., I. Meitiniarti, dan N. Yuliana. 2018. Mikroorganisme dan Pemanfaatannya. UB-Press, Malang.

86

Huda, S., A. Sahputra, W. A. Anggono, dan R. Wahyuni. 2015. Pemanfaatan daun kersen (Muntingia calabura) sebagai permen jelly terhadap daya terima konsumen. Jurnal Teknologi Pangan. 6(1): 12-18.

Imam, M. N., U. Pato, dan F. Hamzah. 2015. Lama fermentasi terhadap mutu cocoghurt menggunakan Enterococcus faecalis up-11 yang diisolasi dari tempoyak. Jom Faperta. 2(2): 1-11.

Joung, J. Y., J. Y. Lee, dan Y. S. Ha. 2016. Enhanced microbial, functional and sensory properties of herbal yogurt fermented with Korean traditional plant extracts. Korea Journal Food Science. 36(1): 90-99.

Jun, M. H. Y., J. Fong, X. Wan, C. S. Yang, dan C.T. Ho. 2003. Comparison of Antioxidant Activities of Isoflavones Form Kudzu Root (Puerarua

labata O.). Journal Food Science Institute of Technologist.

68: 2117-2122.

Kamal, N. 2010. Pengaruh bahan aditif CMC (carboxy methyl cellulose) terhadap

beberapa parameter pada larutan sukrosa. Jurnal Teknologi.

1(17): 78-84.

Ketaren, S. 2008. Minyak dan Lemak Pangan. UI-Press, Jakarta.

Kuntorini, E. M., S. Fitriana, dan M. D. Astuti. 2013. Struktur Anatomi dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Kersen (Muntingia calabura). Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, Lampung.

Laswati, D. T., N. R. I. Sundari, dan O. Anggraini. 2017. Pemanfaatan kersen (Muntingia calabura L.) sebagai alternatif produk olahan pangan: sifat kimia dan sensoris. Jurnal Jitipari. 14: 127-134.

Lathif, Y. 2016. Pengaruh Lama Fermentasi Dan Variasi Konsentrasi Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Total Asam, pH Medium Dan Aktivitas Antioksidan Kefir Air Teh Daun Kersen (Muntingia calabura L.). [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang.

Lim, T. K. 2012. Edible Medicinal and Non-Medicinal Plant. Springer, New York.

Mawarni, A. M. dan N. H. Fithriyah. 2015. Pengaruh konsentrasi starter terhadap kadar asam laktat dalam pembuatan fruitghurt dari kulit buah semangka.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi. 1-5.

Marjoni, M. R., Afrinaldi, dan A. D. Novita. 2015. Kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan ekstrak air daun kersen (Muntingia calabura L.).

Jurnal Kedokteran Yarsi. 23(3): 187-196.

Mochtar, R. 2007. Prosedur Uji Viskositas. Jilid 3. EGC, Jakarta.

Molyneux, P. 2004. The use of the stable free radical diphenylpicryl-hydrazyl

(DPPH) for estimating antioxidant activity. J. Sci. Technol.

26(2): 211-212.

Muhafilah, M., A. F. Hindriana, dan H. Satianugraha. 2019. Perbedaan konsentrasi starter terhadap total asam laktat yoghurt tersubstitusi sari

buah limus (Magnifera foetida). Jurnal Pendidikan dan Biologi.

11(1): 12-19.

Murwani, S. 2015. Dasar-Dasar Mikrobiologi Veteriner. UB-Press, Malang.

Musfaidah. 2017. Pengaruh Penggunaan Ekstrak Buah Nangka Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Kualitas Telur Asin. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Alauddin, Makasar.

Nurhadianty, V., C. Cahyani, W. O. C. Nirwana, dan L. K. Dewi. 2018. Pengantar Teknologi Fermentasi Skala Industri. UB-Press, Malang.

Pato, U. 2003. Potensi bakteri asam laktat yang diisolasi dari dadih untuk

menurunkan resiko penyakit kanker. Jurnal Natur Indonesia.

5(2): 162-166.

Pitrayadi, M. 2013. Variasi Penambahan Susu Skim terhadap Mutu Cocogurt Menggunakan Enterococcus faecalis UP-11 yang Diisolasi dari Tempoyak. [Skripsi]. Universitas Riau, Pekanbaru.

Poedjiadi, A. dan F. M. T. Supriyanti. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press, Jakarta.

Prabandari, W. 2011. Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Bahan Penstabil Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Yoghurt Jagung.

[Skripsi]. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Prihatini, R. I. 2008. Analisa Kecukupan Panas Pada Proses Pasteurisasi Santan.

[Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Purwaningsih, E. 2007. Cara Pembuatan Tahu dan Manfaat Kedelai. Ganeca Exact, Jakarta.

Puspitasari, A. D. dan L. S. Prayogo. 2016. Pengaruh waktu perebusan terhadap kadar flavonoid total daun kersen (Muntingia calabura). Inovasi Teknik Kimia. 1(2): 104-108.

88

Rasbawati, Irmayanti, I. D. Novieta, dan Nurmiati. 2019. Karakteristik organoleptik dan nilai ph yoghurt dengan penambah sari mengkudu (Morinda citrifolia L.). Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. 7(1): 41-46.

Septiani. H. 2013. Pengaruh Penambahan Susu Skim Pada Proses Pembuatan Frozen Yoghurt Yang Berbahan Dasar Whey Terhadap Total Asam, pH, dan Jumlah Bakteri Asam Laktat. [Tugas Akhir]. Universitas Diponegoro.

Setiarto, R. H. B., N. Widhyastuti, dan I. Fairuz. 2017. Pengaruh starter bakteri asam laktat dan penambahan tepung talas termodifikasi terhadap kualitas yogurt sinbiotik. Jurnal Riset Teknologi Industri. 11(1): 18-30.

Silalahi, F. Y. dan R. Yenrina. 2015. Fermentasi fruitghurt dengan variasi kulit buah. Jurnal Teknik Kimia. (1): 1-8.

Situmeang, S. M. F., Mushari, dan S. Riadi. 2017. Isolasi dan uji aktivitas antimikroba bakteri asam laktat (bal) dari yoghurt dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli dan Salmonella typhi. Jurnal Biosains. 3(3) : 144-152.

Soekarto, S. T. 2002. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. IPB-Press, Bogor.

Sudarmadji, S., B. Haryono, dan Suhardi. 1984. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Angkasa, Bandung.

Sugeng. 2010. Tanaman Apotik Hidup. Aneka Ilmu, Semarang.

Suharyono, A. S. dan M. Kurniadi. 2010. Pengaruh konsentrasi starter Streptococcus thermophillus dan lama fermentasi terhadap karakteristik

minuman laktat dari bengkuang. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian.

1(1): 51-58.

Suliasih, A. M. Legowo, dan B. I. M. Tampoebolon. 2018. Aktivitas antioksidan, bal, viskositas dan nilai L*a*b* dalam yogurt yang diperkaya dengan probiotik Bifidobacterium longum dan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Aplikasai Teknologi Pangan. 7(4): 151-156.

Suprapti, M. L. 2004. Keripik, Manisan Kering, dan Sirup Nangka. Kanisius, Yogyakarta.

Surono, I. S. 2004. Probiotik Susu Fermentasi Dan Kesehatan. Yayasan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Jakarta.

Surono, I. S. 2016. Probiotik, Mikrobiome, Dan Pangan Fungsional. Deepublish, Yogyakarta.

Susilorini, T. E. dan M. E. Sawitri. 2007. Produk Olahan Susu. Penebar Swadaya, terima. Jurnal Skala Kesehatan Volume. 5(1): 1-8.

Syamsuhidayat, S. S. dan J. R. Hutapea, 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia Edisi Kedua. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Syaputra, A., U. Pato, dan E. Rossi. 2015. Variasi penambahan sukrosa terhadap mutu cocoghurt menggunakan Enterococcus faecalis UP-11 yang diisolasi dari tempoyak. Jurnal Jom Faperta. 2(1): 1-11.

Tamime, A. Y. dan R. K. Robinson. 2007. Yogurt: Science and Technology 2nd Edition. Woodhead Publishin Limited, England.

Tamime, A. Y. dan R. K. Robinson. 2007. Yogurt: Science and Technology 3rd Edition. Woodhead Publishing Limited, England.

Tarmizi. 2011. Pengaruh Tingkat Pencampuran Daging Buah Dengan Dami Nangka Terhadap Mutu Selai Lembaran Nangka (Artocarpus heterophyllus) Yang Dihasilkan. [Skripsi]. Universitas Andalas, Padang.

Triyanto, M. 2016. Pengaruh Perbandingan Sari Bit (Beta vulgaris L.) Dengan Sari Kuini (Magnifera odorata Griff) Dan Jumlah Gum Arab Terhadap Mutu Yoghurt. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Tansakul, A. dan P. Chaisawang P. 2006. Thermophysical properties of coconut milk. Journal Food Enginnering. 73: 276-280.

Vos, P. D., G. M. Garrity, D. Jones, N. R. Krieg, W. Ludwig, F. A. Rainey, K. H.

Schleifer, dan W. B. Whitman. 2009. Bergey’s Manual Of Systematic Bacteriology Volume Three: The Firmicutes 2nd Edition. Springer, Athens.

Wakhidah, N., G. Jati, dan R. Utami. 2017. Yoghurt susu sapi segar dengan penambahan ekstrak ampas jahe dari destilasi minyak atsiri. Proceeding Biology Education Conference. 14(1) : 278-284.

Widowati, S. dan Misgiyarta. 2003. Efektivitas bakteri asam laktat dalam pembuatan produk fermentasi berbasis protein atau susu nabati. Prosiding Seminar Hasil Pertanian Rintisan dan Bioteknologi Tanaman. 360-372.

90

Widyaningsih, M. 2016. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) hasil maserasi dan dipekatkan dengan kering angin. Jurnal Wiyata. 3(2): 1-6

Wignyanto dan N. Hidayat. 2017. Bioindustri. UB-Press, Malang.

Wijayani, A., K. Ummah, dan S. Tjahjani. 2005. Characterization of carboxy methyl cellulose (CMC) from Eichornia crassipes (Mart) Solms. Indo.

Journal Chem. 5(3): 228-231.

Wikipedia. 2019. Lactobacillus delbrueckii subs. bulgaricus.

https://id.wikipedia.org. [27 Desember 2019].

Wikipedia. 2019. Streptococcus thermophilus. https://id.wikipedia.org.

[27 Desember 2019].

Winarno, F. G. 2004. Kelapa Pohon Kehidupan. Gramedia, Jakarta.

Yuliarti, N. 2008. Racun di sekitar kita. Andi Offset, Yogyakarta.

Yusmarini dan R. Efendi. 2004. Evaluasi mutu soyghurt yang dibuat dengan penambahan beberapa jenis gula. Jurnal Natur Indonesia. 6(2): 104-110.

Yuwono, T. 2011. Biologi Molekuler. Erlangga, Jakarta.

Lampiran 1. Data analisa dan data sidik ragam kadar air cocogurt

92

Lampiran 2. Data analisa dan data sidik ragam kadar abu cocogurt

Perlakuan Ulangan

Lampiran 3. Data analisa dan data sidik ragam kadar protein cocogurt

94

Lampiran 4. Data analisa dan data sidik ragam kadar lemak cocogurt

Perlakuan Ulangan

Lampiran 5. Data analisa dan data sidik ragam pH cocogurt

96

Lampiran 6. Data analisa dan data sidik ragam total padatan terlarut cocogurt

Perlakuan Ulangan

Data sidik ragam total padatan terlarut

SK db JK KT F.Hitung

Lampiran 7. Data analisa dan data sidik ragam total asam cocogurt

98

Lampiran 8. Data analisa dan data sidik ragam viskositas cocogurt Perlakuan Ulangan

Lampiran 9. Data analisa dan data sidik ragam bakteri asam laktat cocogurt

Perlakuan Ulangan Total

(107 CFU/mL)

Data sidik ragam bakteri asam laktat

SK db JK KT F.Hitung

100

Lampiran 10. Data analisa dan data sidik ragam nilai hedonik warnacocogurt

Perlakuan Ulangan

Data sidik ragam nilai hedonik warna

SK db JK KT F.Hitung

Lampiran 11. Data analisa dan data sidik ragam nilai hedonik aroma cocogurt

Data sidik ragam nilai hedonik aroma

SK db JK KT F.Hitung

102

Lampiran 12. Data analisa dan data sidik ragam nilai hedonik rasa cocogurt

Perlakuan Ulangan

Data sidik ragam nilai hedonik rasa

SK db JK KT F.Hitung

Lampiran 13. Data analisa dan data sidik ragam nilai hedonik viskositas cocogurt

Data sidik ragam nilai hedonik viskositas

SK db JK KT F.Hitung

104

Lampiran 14. Data analisa dan data sidik ragam nilai hedonik penerimaan umum cocogurt

Data sidik ragam nilai hedonik penerimaan umum

SK db JK KT F.Hitung

Lampiran 15. Data analisa aktivitas antioksidan perlakuan terbaik Tabel 31. Data analisa aktivitas antioksidan perlakuan terbaik

Kode Ulg Konsentrasi (µg/mL)

Nilai IC50

106

Ulangan 2

Perhitungan:

Nilai IC50

ŷ = 0,144x + 35,59

50 = 0,144x + 35,59

50 – 35,59 = 0,144x 14,41 = 0,144x

x = 100,069 µg/mL

ŷ = 0,144x + 35,59 r = 0,961

0 10 20 30 40 50 60

0 20 40 60 80 100 120 140

Inhibisi (%)

Konsentrasi (µg/ml)

Lampiran 16. Foto produk Sari buah

nangka dengan sari daun

kersen

Persesntase starter

S1 (5%) S2 (10%) S3 (15%) S4 (20%)

D1

(90% : 10%)

D2

(80% : 20%)

D3

(70% : 30%)

D4 (60% :

40%)

Dokumen terkait