Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan & Kebudayaan Dan Pt Rineka Cipta Agustina, Trisia. 2013. Pengaruh Pemberian Bantuan (Scaffolding) pada Aktivitas
Belajar Menggunakan Model Penemuan Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA. Skripsi. Bandar Lampung: Universitas Lampung
Ali, Muhammad Syaikh Quthb, 2005. Amal Shaleh Pengantar ke Surga dan Penyelamat dari Neraka, Jakarta Timur : Pustaka al-Kautsar
Bruner, J. S. (1975). From communication to language: A psychological perspective. Cognition, 3, 255–287
Cazden, C. B. (1983). Adult assistance to language development: Scaffolds, models, and direct instruction. In R. P. Parker & F. A. Davis (Eds.), Developing
literacy:Young children's use of language (pp. 3–17). Newark, DE: International Reading Association
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka Cipta Fajrin, Rizki Amalia. 2011. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Scaffolding pada
Mata Pelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang. Gasong, D. 2007. Model Pembelajaran Konstruktivistik Sebagai Alternatif Mengatasi
Masalah Pembelajaran. (online). Tersedia:
(www.muhfida.com/konstruktivistik.doc. diakses 5 November 2013) Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Bumi Aksara . 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara Hatano dan Inagaki. 1991. Pedagogi pemecahan masalah.
(http://sondangrina.blogspot.com/2013/03/pedagogi-pemecahan-masalah.html diakses 9 mei 2013)
Heller dan Heller. 2010. Pedagogi pemecahan masalah.
(http://sondangrina.blogspot.com/2013/03/pedagogi-pemecahan-masalah.html diakses 9 mei 2013)
Heller dan Hollabaugh. 1992. Pedagogi pemecahan masalah.
(http://sondangrina.blogspot.com/2013/03/pedagogi-pemecahan-masalah.html diakses 9 mei 2013)
Hoffman, B., & Ritchie, D. (1997). Using multimedia to overcome the problems with problem-based learning. Instructional Sciences, 25 (2), 97-115.
Kusuma, Merta Dewa. 2013. Pengaruh Sikap Ilmiah Siswa Terhadap Hasil Belajar Fisika Dan Kemandirian Belajar Siswa Sma Melalui Strategi Scaffolding -Kooperatif. Skripsi. Bandar Lampung: Universitas Lampung
Lange, V. L. (2002). Instructional scaffolding. Retrieved on September 25, 2007. (http://condor.admin.ccny.cuny.edu/~group4/Cano/Cano%20Paper.doc diakses 9 mei 2013)
Larkin, M. (2002). Using Scaffolding Instruction to Optimize Learning (ERIC Digest). Arlington, VA: ERIC Clearinghouse on Disabilities and Gifted Education. (ERIC Document Reproduction Service No. ED474301)
Poerwadarminta.1983. Model Pembelajaran Scaffolding.
(http://martinis1960.wordpress.com/2010/07/29/model-pembelajaran-scaffolding/ diakses 9 mei 2013)
Piaget. 1928. Model Pembelajaran Scaffolding.
(http://martinis1960.wordpress.com/2010/07/29/model-pembelajaran-scaffolding/ diakses 9 mei 2013)
Portoles dan Sanjose. 2008. Pedagogi pemecahan masalah.
(http://sondangrina.blogspot.com/2013/03/pedagogi-pemecahan-masalah.html diakses 9 mei 2013)
Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisis Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta: MediaKom.
Selçuk et al. 2008. Pedagogi pemecahan masalah.
(http://sondangrina.blogspot.com/2013/03/pedagogi-pemecahan-masalah.html diakses 9 mei 2013)
Setyowati, Arini Tri. 2012. Penerapan Pendekatan Scaffolding Learning Pada Mata Pelajaran Akuntansi Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar (Studi Pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Kepanjen). Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Siregar et al. 1994. Pedagogi pemecahan masalah.
(http://sondangrina.blogspot.com/2013/03/pedagogi-pemecahan-masalah.html diakses 9 mei 2013)
Stone, C.A. (1998). The metaphor of scaffolding: Its utility for the field of learning disabilities. Journal of Learning Disabilities, 31(4), 344-364.
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensido Offset
. 2002. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensido Offset
. 2004. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensido Offset
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabetha.
Suminnar, Iin.2012. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif. Jakarta: Universitas Perndidikan Indonesia
Wood, D., Bruner, J., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving.
60
61
SILABUS MATA PELAJARAN: FISIKA Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Adiluwih
Kelas /Semester : X IPA1/1 Kompetensi Inti :
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi
Pokok Pembelajaran Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui
pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya Menunjukan perilaku meyakini kebesaran tuhan Gerak Lurus dengan Kecepatan dan Percepatan Konstan Mengamati Mengamati demonstrasi gerak untuk membedakan gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan
Menanya Observasi Silang Lembar penilaian scaffolding Tes 4 jam (2x2JP) Sumber: Buku siswa, lembar kerja siswa, buku lain yang 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
Menunjukan rasa ingin tahu, jujur, objektif, teliti, kerja sama, dan kritis
62
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi
Pokok Pembelajaran Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi Menanyakan perbedaan gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan
Eksperimen/explore
Melakukan percobaan gerak lurus dengan kecepatan konstan dengan
menggunakan kereta atau mobil mainan.
Melakukan percobaan gerak lurus dengan percepatan konstan.
Komunikasi
Mempresentasikan hasil percobaan benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan dalam bentuk grafik
Tes tertulis bentuk pilihan jamak gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan konstan relevan Meteran, stopwatc h, spidol, dan kertas 3.1 Menganalisis besaran-besaran
fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan
Mendeskripsikan definisi dari gerak lurus beraturan (GLB), Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Menyelidiki hubungan antara kecepatan, jarak, dan waktu 4.1Menyajikan data dan grafik hasil
percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan Menyelesaikan permasalahan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dalam kehidupan sehari-hari Menyelesaikan permasalahan Gerak Lurus Berubah
63
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi
Pokok Pembelajaran Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui
pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya Beraturan (GLBB) dalam kehidupan sehari-hari. Menggambar grafik gerak lurus beraturan. Menggambar grafik gerak lurus berubah beraturan Menunjukan perilaku meyakini kebesaran tuhan Asosiasi Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan kecepatan konstan. Menganalisis besaran-besaran fisika pada gerak dengan percepatan konstan. Menganalisis besaran-besaran dalam GLBB dan gerak jatuh bebas dalam diskusi kelas
Mengamati
Menemukan besaran frekuensi, periode, sudut tempuh, kecepatan linier, kecepatan sudut, dan percepatan sentripetal pada gerak melingkar melalui demonstrasi.
64
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi
Pokok Pembelajaran Penilaian
Alokasi Waktu Sumber Belajar Gerak Melingkar dengan laju Konstan Mengidentifikasi besaran frekuensi, frekuensi sudut, periode, dan sudut tempuh yang terdapat pada gerak melingkar dengan laju konstan.
Eksperimen/Eksplorasi
Melakukan percobaan secara berkelompok untuk
menyelidiki gerak yang menggunakan hubungan roda-roda.
Asosiasi
Menganalisis gerak melingkar beraturan dalam pemecahan masalah melalui diskusi kelas
Menganalisis besaran yang berhubungan antara gerak linier dan gerak melingkar pada gerak menggelinding dengan laju konstan
Observasi Silang Lembar penilaian scaffolding Tes Tes tertulis bentuk pilihan jamak pada gerak melingkar dengan laju konstan 4 jam (2x2JP) Sumber: Buku siswa, lembar kerja siswa, buku lain yang relevan Keping CD (compact Disk) 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi
Menunjukan rasa ingin tahu, jujur, objektif, teliti, kerja sama, dan kritis dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi 3.1 Menganalisis besaran fisis pada
gerak melingkar dengan laju konstan dan penerapannya dalam teknologi
Mengidentifikasi besaran frekuensi, frekuensi sudut, periode, dan sudut tempuh yang terdapat pada
65
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi
Pokok Pembelajaran Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
4.1 Menyajikan ide/ gagasan terkait gerak melingkar (misalnya pada hubungan roda-roda)
gerak melingkar dengan laju konstan Menganalisis
besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan. Menganalisis besaran-besaran yang berhubungan dengan gerak benda menggelinding dengan laju konstan Mengaplikasikan prinsip roda-roda berhubungan dalam menyelesaikan masalah gerak melingkar Membuat Komunikasi Mempresentasikan contoh gerak melingkar dalam kehidupan dan aplikasinya Mengkomunikasikan hasil npercobaan dalam bentuk grafik dan laporan sederhana
66
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi
Pokok Pembelajaran Penilaian
Alokasi Waktu Sumber Belajar persamaan gerak melingkar
Bandar Lampung, September 2013
Guru Mitra Peneliti
Suparno, S.Pd., MM. Apriana
NIP.19701125 199103 1 006 NPM. 1013022023
Mengetahui,
Kepala SMA N 1 Adiluwih
Drs. Katijan
67
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN