• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Aplikasi BAP 50 ppm pada umbi bawang merah yang telah divernalisasi meningkatkan produksi TSS melalui peningkatan persentase tanaman berbunga, jumlah bunga per umbel, jumlah umbel per tanaman, viabilitas serbuk sari, jumlah kapsul per umbel, persentase pembentukan kapsul, jumlah TSS per umbel, bobot TSS per umbel, per tanaman, dan per plot. Aplikasi 1 kg Zn ha-1 meningkatkan viabilitas serbuk sari, namun tidak memengaruhi bobot benih 100 butir, daya berkecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh benih. Perlakuan BAP 50 ppm yang dikombinasikan ZnSO4 sampai 2 kg ha1 dapat meningkatkan potensi tumbuh maksimum TSS.

Saran

Pemberian BAP dapat dikombinasikan dengan zat lain yang lebih murah, sehingga dapat diterima dengan mudah oleh petani. Selain itu, persentase pembentukan kapsul perlu ditingkatkan misalkan dengan introduksi serangga yang membantu penyerbukan.

DAFTAR PUSTAKA

Abedin J, Alam N, Hossain J, Ara AN, Haque F. 2012. Effect of micronutrients on growth and yield of onion under calcareous soil environment. IJB. 02(8):p 95–101.

Agustiani D. 2012. Penggunaan BAP (benzyl amino purin) dalam meningkatkan bunga betina jarak pagar (Jatropha curcas L.) [skripsi]. Bogor(ID): Institut Pertanian Bogor.

Alam MN, Abedin MJ, Azad MAK. 2010. Effect of micronutrients on growth and yield of onion under calcareous soil environment. J of Plant Science. 1(3):56−61.

Ami EJ, Islam MT, Farooque AM. 2013. Effect of vernalization on seed production of onion. Agriculture, forestry, and fisheries. 2(6):212-217. Basuki RS. 2009. Analisis kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya

bawang merah dengan benih biji botani dan benih umbi tradisional. J Hort. 19(2):214-227.

21 Camberato J, Maloney S. 2012. Zinc deficiency in corn. Soil Fertility Update. Purdue University Departement of Agronomy. [Internet]. Tersedia pada: http: www.soilfertility.info/zincDeficiencyCorn.pdf.

Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2005. Evaluasi Kecambah: Pengujian Daya Berkecambah. Jakarta (ID): Balai Pengembangan Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2007. Pedoman Sertifikasi dan Pengawasan Peredaran Mutu Benih. J`akarta (ID): Direktorat Bina Perbenihan.

[DitjenPPHP] Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 2006. Roadmap pasca panen, pengolahan, dan pemasaran hasil bawang merah. Jakarta (ID): DitjenPPHP.

Fahrianty D. 2013. Peran vernalisasi dan zat pengatur tumbuh dalam peningkatan pembungaan dan produksi biji bawang merah di dataran rendah dan dataran tinggi [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Gardner FP, Pearce RB, Mitchell RL. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Cetakan ke-1. Herawati S, penerjemah. Jakarta (ID): UI Press.

Gomez KA, Gomez AA. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Sjamsudin E, Baharsjah JS, penerjemah. Jakarta (ID): UI Pr. Terjemah dari: Statistical Procedures for Agricultural Research.

Hilman Y, Rosliani R, Palupi ER. 2014. Pengaruh ketinggian tempat terhadap pembungaan, produksi, dan mutu benih botani bawang merah. J Hort. 24(2):154−161.

[ISTA] International Rules for Seed Testing. 2014. The germination test. Switzerland: ISTA

Janmohammadi M, Abdollah J, Naser S. 2012. Influences of micro-nutrients (Zinc and iron) and bio-fertilizer on yield and yield components of chickpea (Cicer arientinum L.) cultivars. Agr & Fors. 57(11):53−66.

Jasmi, Sulistyaningsih E, Indradewa D. 2013. Pengaruh vernalisasi umbi terhadap pertumbuhan, hasil, dan pembungaan bawang merah (Allium cepa L. Aggregatum group) di dataran rendah. J Ilmu Pertanian. 16(1):42−57. [Kementerian PPN] Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. 2013.

Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) bidang pangan dan pertanian 2015-2019. [Internet]. [diunduh 2015 Jan 23]. Tersedia pada: http://www.bappenas.go.id

Khan AA, Zubair M, Bari A, Maula F. 2007. Response of onion (Allium cepa) growth and yield to different levels of nitrogen and zinc in Swat valley. Sarhad J Agric. 23(4): -

Khokhar KM. 2009. Effect of set-size and storage temperature on bolting, bulbing and seed seed yield in two onion cultivars. Scientia Horticulture. 122(2):187−194.

Munawar A. 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Bogor (ID): IPB Press.

Novak FJ, Havel L, Dolezel J. 1986. Onion, Garlic, and Leek (Allium species). Biotechnology in Agriculture and Forestry. 2(1)

Nurjanah S, Nuraini A, Hamdani JS. 2014. Pengaruh benzil amino purin dan coumarin terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang (Solanum tuberosum L.) G2 kultivar Granola. Agric Sci J. 1(4):80−90.

22

Pan BZ, Xu ZF. 2010. Benzyladenine treatment significantly increases the seed yield of the biofuel plant Jatropha curcas. J Plant Growth Regul. 30:166−174.

Patil SB, Vyakaranahal BS, Deshpande VK, Shekhargouda M. 2006. Effect of boron and zinc application on seed yield and quality of sunflower restorer line, RHA-857. Karnataka J Agric. Sci. 19(3):708−710.

Prat L, Botti C, Fichet T. 2008. Effect of plant growth regulators on floral differentiation and seed production in Jojoba (Simmondsia chinensis (Link) Schneider). Industrial Crops and Products. 27:44−49.

Rachmat M, Sayaka B, Muslim C. 2012. Produksi, perdagangan, dan harga bawang merah. [Internet]. [diunduh 2014 Des 12]. Tersedia pada: pse.litbang.pertanian.go.id.pdf.

Rachmawati DD. 2008. Kajian pemakaian mulsa dan konsentrasi benzyl amino purin (BAP) terhadap hasil dan kualitas cabai merah besar (Capsicum annum L.) [tesis]. Surakarta (ID): Universitas Sebelas Maret.

Rohmah I. 2012. Pertumbuhan tunas apikal dan aksilar kultur in vitro ubi kayu (Manihot esculenta C.) genotipe ubi kuning. [skripsi]. Jakarta (ID): Universitas Indonesia.

Rosliani R, Palupi ER, Hilman Y. 2012. Penggunaan benzil amino purin dan boron untuk meningkatkan produksi dan mutu benih True Shallot Seed bawan merah (Allium cepa var.ascalonicum) di dataran tinggi. J Hort. 22(3):242−250.

Rosliani R, Palupi ER, Hilman Y. 2013. Pengaruh benzilaminopurin dan boron terhadap pembungaan, viabilitas serbuk sari, produksi, dan mutu benih bawang merah di dataran rendah . J Hort. 23(4):339−349.

Salama YAM, Hasan N, Saleh SA, Zaki MF. 2012. Zinc amelioration effects on tomato growth and production under saline water irrigation conditions. J of Applied Scien.Research. 8(12):5877−5885.

Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Ed ke−4. Bandung (ID): ITB Press.

Sarker MS. 2011. Effect of zinc and boron on seed production of onion cv. Bari Piaz-1 [tesis]. Bangladesh: Bangladesh Agricultural University.

Schreiber DN, Dresselhaus T. 2003. In vitro pollen germination and transient transformation of Zea mays and other plant species. Plant Molecular Biology Reporte. 21:31−41.

Sharma PM, Chatterjee C, Agarwala. 1990. Zinc deficiency and pollen fertility in maize (Zea mays). Plant & Soil. 122:221−225.

Sharma P, Sharma YD, Gupta YC. 2009. Effect of paclobutrazol and benzyl adenin dipping on oriental Lily hibrids. J Hortl.Sci. 4(2):128−133.

Sumarni N, Setiawan W, Wulandari A, Hasyim A. 2011. Perbaikan teknologi produksi benih bawang merah (TSS) untuk peningkatan seed set (25%). [Internet]. Lembang (ID): BALITSA. [diunduh 2014 Nov 28]. Tersedia pada: balitsa.litbang.pertanian.go.id

Sumarni N, Suwandi, Gunaeni N, Putrasameja. 2012. Perbaikan teknologi produksi TSS (True Shallot seed) untuk meningkatkan pembungaan dan pembijian bawang merah [laporan akhir]. Lembang (ID): Balai Penelitian Tanaman Sayur.

23 Tuna AL, Burun B, Yokas I, Coban E. 2001. The effect of heavy metals on pollen germination and pollen tube length in the Tobacco plant. Turk. J Biol. 26(2002):109−112.

Werner T, Motyka V, Strnad M, Schmulling T. 2001. Regulation of plant growth by cytokinin. PNAS. 98(18): 10487−10492.

Wijaya KA. 2008. Nutrisi Tanaman: Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resistensi Alami Tanaman. Jakarta (ID): Prestasi Pustaka.

Winarto B, Rachmawati F. 2007. Teknik kultur anther pada pemuliaan Anthurium. J Hort. 17(2):127−137.

Yagi R, Simili FF, Araujo JC, Prado RM, Sanchez SV, Ribeiro CER, Barretto VCM. 2006. Zinc application in seeds and its effect on germination, nutrition and initial development of sorghum. Pesq Agropec Bras. 41(4):655−660.

24

LAMPIRAN

Lampiran 1 Deskripsi bawang merah varietas Bima Brebes Asal tanaman : Lokal Brebes

Umur : Mulai berbunga 50 hari, panen (60% batang lemas) 60 hari Tinggi tanaman : 34.5 cm (25−44 cm)

Kemampuan : Agak sukar berbunga alami Jumlah anakan : 7−12 umbi per rumpun Bentuk daun : Silindris, berlubang Warna daun : Hijau

Banyak daun : 14−50 helai Bentuk bunga : Seperti payung Warna bunga : Putih

Banyak buah : 60−100 (83) per tangkai Banyak bunga : 120−160 (143) per tangkai Banyak tangkai : 2−4 bunga per rumpun Bentuk biji : Bulat, gepeng, berkeriput Warna biji : Hitam

Bentuk umbi : Lonjong bercincin kecil pada leher cakram Warna umbi : Merah muda

Produksi umbi : 9.9 ton ha-1 umbi kering Susut bobot umbi : 21.5% (basah kering)

Keahanan penyakit : Cukup tahan terhadap busuk umbi (Botrytis asllii) Kepekaan penyakit : Peka busuk ujung daun (Phytophora porri)

Keterangan : Baik utuk dataran rendah

Peneliti : Hendro Sunarjono, Prasodjo, Darliah, Nasran Horizon Arbain

Lampiran 2 Suhu, kelembaban, dan curah hujan rata-rata di dataran rendah Subang pada bulan Maret sampai Juni 2014

Sumber: BMKG, Stasiun klimatologi Darmaga Bogor

Lampiran 3 Kandungan Zn (ppm) pada tanah Latisol setelah aplikasi

Pengamatan Maret April Mei Juni

Suhu rata−rata (0C) 26.0 26.5 27.0 26.6

Kelembapan rata−rata (%) 87.0 85.0 83.0 84.0 Curah hujan rata−rata (mm bulan-1) 442.0 385.0 163.0 104.0

Perlakuan Zn (kg ha-1) Kandungan Zn (ppm)

0 3.03

1 8.26

2 18.43

25

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Sragen Jawa Tengah pada tanggal 03 Maret 1992 sebagai putra pertama dari pasangan Bapak Mujiharno dan Ibu Suharni. Penulis lulus dari SMA Negeri 1 Sragen Jawa Tengah pada tahun 2010 dan menjadi mahasiswa di Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB pada tahun yang sama.

Penulis selama menjadi mahasiswa sarjana, aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian sebagai anggota divisi Bina Desa periode 2011/2012. Penulis

juga menjabat sebagai bendahara umum pada Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura periode 2012/2013, kemudian aktif di Paguyuban mahasiswa Sragen−Bogor (PMSB) sebagai bendahara periode 2011/2012 dan 2012/2013, serta aktif di paguyuban Keluarga Mahasiswa Sragen (KMS) regional Jabodetabek. Selain itu penulis juga bergabung pada acara Festival Bunga dan Buah Nusantara tahun 2013 dan 2014 sebagai bendahara umum.

Dokumen terkait