• Tidak ada hasil yang ditemukan

Basyaib, Hamid dan Abidin Hamid, Mengapa Partai Islam Kalah, Alvabet, Jakarta: 1999.

Fatwa, AM , Satu Islam Multipartai, Pengantar: Azyumardi Azra, Mizan, Bandung, 2000.

Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah,Universitas Indonesia, Jakarta, 2006.

JA, Denny, Visi Indonesia Baru Setelah Reformasi 1998, LKIS, Yogyakarta, 2006.

---,Jalan Panjang Reformasi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2006. Kencana, Inu Syafi’ie, Sistem Politik Indonesia, Refika Aditama, Bandung, 2005. Khaeruman, Islam dan Demokrasi Menguak Fenomena Golput, PT. Nimas

Multima, 2004.

Lance, Castle, Perkenalan Prediksi Harapan Pemilu 1999 Tujuh Mesin Pendulang Suara, Yogyakarta, LKIS, 1999.

Mahendra, Yusril Ihza, Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (Perbandingan Partai Masyumi Indonesia dan Partai Jama’at al- Islami), Paramadina, Jakarta: 1999.

Manning, Chris dan Van Diermen, Peter, Indonesia di Tengah Transisi Aspek- Aspek Sosial dari Reformasi dan Krisis, LKIS, Yogyakarta, 2000 Perpustakaan Nasional, Metodologi Penelitian Sejarah Pendekatan Teori dan

Praktik, Restu Agung, Jakarta, 2006.

Pramuko, Yudi, Yusril Ihza Mahendra Sang Bintang Cemerlang Perjuangan Menegakkan Sistem dan Akhlak Berpolitik, Putera Berdikari Bangsa, Jakarta Pusat, 2000.

Riclefs, M.C ,Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2007.

Riswandha, Imawan, Membedah Politik Orde Baru, Pustaka Pelajar, 1997. Sjahrir, Transisi Menuju Indonesia Baru, Buku Obor, Jakarta, 2004.

Syam, Firdaus, Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra di Pentas Politik Indonesia Modern, Khairul Bayan, Jakarta, 2003.

---, Yusril Ihza Mahendra Perjalanan Hidup, Pemikiran dan Tindakan Politik, PT. Dyatama, Jakarta: 2004.

Syamsudin, Din, Islam dan Politik Era Orde Baru, Logos, Jakarta, 2001.

Tirtosudarmo, Riwanto, Mencari Indonesia Demografi Politik Pasca Soeharto, LIPI, Jakarta, 2007.

Artikel

Artikel “Partai Islam” oleh DR Muqoddam Cholil, M.A

Artikel yang ditulis Yusril Ihza Mahendra dengan judul “Pembuka Kata” dalam blog pribadinya.

Dokumen

HasilMuktamar II Partai Bulan Bintang, Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang Periode 1426-1431/2005-2010 M.

Tabel Hasil Pemilu dari Komisi Pemilihan Umum.

Internet

http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Bulan_Bintang

http://nasional.kompas.com/read/2008/03/01/16485213/Yusril.Pilih.Besarkan.Part ai

http://Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopediabebas

http://partalearning.blogspot.com/2011/05/kelompok-kepentingan-dan-partai- politik.html www.yusrilihzamahendra.com www.pbb.info.com http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_Umum_Anggota_DPR,_DPD,_dan_DPR D_Indonesia_2004 http://www.kompas.com/kompas

Tahun 1998-2009.

Nama responden : Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra,SH., M.Sc Jabatan : Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Tanggal : 26 Juli 2011

Waktu : 17.00-18.00

Tempat : Kantor Ihza & Ihza Law Firm, Graha Citra.

1. Mengapa Bapak memilih partai Islam pasca Reformasi?

Jawab : Bagi saya Islam bukan sekedar agama dalam arti sempit, tetapi suatu way

of life yang juga memberikan inspirasi bagi pemikiran dan tindakan. Adanya kekuatan politik Islam bagi saya adalah suatu keharusan untuk mewujudkan tujuan-tujuan Islam dalam kehidupan nyata umatnya yang hidup pada suatu zaman dan tempat tertentu.

2. Dari mendirikan partai Islam ini, apa yang melatar belakangi Bapak dalam pembentukan Partai Bulan Bintang yang Bapak pimpin?

Jawab : Partai ini dimaksudkan untuk membangun kembali kekuatan politik Islam modern di Indonesia. Nama Bulan Bintang menggambarkan bahwa partai ini bermaksud untuk menghimpun kembali kekuatan para pendukung eks

3. Selain Bapak siapa saja kandidat yang dicalonkan menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang pertama?

Jawab : Yang dicalonkan menjadi Ketua adalah Amin Rais, bukan saya.

4. Apa alasan Bapak menerima untuk dijadikan Ketua Umum Partai?

Jawab : Saya sendiri sejak awal tidak berminat menjadi Ketua Umum Partai. Saya merasa saya lebih sebagai seorang aktivis dan akademisi, daripada seorang politisi. Memang saya adalah salah seorang yang paling aktif membangun idea pembentukan partai ini dan melakukan sosialisasi ke mana-mana.

Namun saya tidak berminat jadi Ketua. Saya akhirnya terpaksa menerima jabatan ketua itu setelah tidak ada alternative lain, karena Amin Rais yang mula- mula mengatakan sudah 90 persen OK menjadi Ketua partai ini, tiba-tiba menyatakan tidak bersedia dan akan mendirikan partai lain yang lebih pluratistis, tidak spesifik partai Islam.

Anwar Harjono dan Abdul Qadir Jailani yang mendesak saya agar mau menerima jabatan Ketua Partai yang baru ini. “Kalau ente tidak mau, ya sudah bubar saja, gak usah bikin partai” kata Qadir. Anwar Harjono mengatakan bahwa “Saudara adalah generasi muda yang paling dekat dengan Pak Natsir dan mengerti pikiran-pikiran beliau, serta mengerti sejarah dan ideologi Masyumi. Karena itu,

Jakarta, 26 Juli 2011

Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Periode 2010-2015

Tahun 1998-2009.

Nama Responden : DR. H. Ahmad Sumargono, SE, MM.

Jabatan : Ketua Umum GPMI ( Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia )

Tanggal : Senin, 12 Desember 2011

waktu : 10:00 WIB

Tempat : Rumah DR. H. Ahmad sumargono, SE, MM

Jl. H. Baping no. 12 Ciracas Jakarta Timur

1. Bagaimana sejarah berdirinya Partai Bulan Bintang, dan terpilihnya Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum ?

Jawab : awalnya kepemimpinan pak Yusril itu karena merupakan partai baru, dan merupakan dari kesepakatan dari berbagai ormas Islam, yang waktu itu diprakarsai oleh alm. Anwar Harjono dan kawan-kawan, juga termasuk saya disitu. Artinya adalah Partai Bulan Bintang ini secara tidak resmi adalah merupakan aspirasi dari partai Masyumi, maka dari itu menggunakan symbol bulan bintang, yang tak lain adalah sebutan dari keluarga besar bulan bintang yang didalamnya adalah para tokoh Masyumi. Setelah itu yusril ditunjuk sebagai ketua

penampilannya cukup tampan, tetapi beliau pintar dan pandai dalam hukum Tata Negara.

2. Adakah perbedaan pendapat antara tokoh Partai Bulan Bintang dengan Yusril Ihza Mahendra?

Jawab : ya ada, menjelang tahun 2004 saya memiliki perbedaan pendapat untuk masalah pencalonan Presiden, yaitu bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut saya SBY ini sebagai tokoh yang tidak berorientasi terhadap Islam, dan juga gemar terhadap paranormal dan perdukunan. Sebab itulah saya tidak merekomendasi partai ini mendukung SBY sebagai calon Presiden. Kemudian karena kedekatan pak Yusril sebagai menterinya pak SBY pada masa-masa itu dan Yusuf Kalla juga, rupanya ada semacam kesepakatan yang dinamakan koalisi tokoh, dengan mencalonkan SBY sebagai Presiden, dan saya satu-satunya orang yang menentang itu, dan saya tidak menentang dari belakang melainkan didepan SBY sendiri, saya bilang “ saya hanya berpegang pada keputusan muktamar kalau calon Presiden dan wakil Presiden bukan dari PBB kita tidak wajib mendukung, oleh sebab itu jangan dipaksakan. Tetapi pak yusril tetap saja mendukung. Jadi itulah perbedaan pendapat antara saya dan pak yusril.

Yusril Ihza Mahendra yang terjun langsunh ke masyarakat?

Jawab : saya rasa kalau untuk simbolnya Partai Bulan Bintang itu partai terbuka, walaupun dalam kepengurusannnya memang harus orang Islam, karena kita kan partai Islam, Yusril merupakan tokoh elit yang kurang turun kebawah kurang integrasi tidak seperti M. Natsir yang langsung turun kebawah.

4. Bagaimana hubungan antara Yusril Ihza Mahendra dengan tokoh Partai Bulan Bintang yang lain?

Jawab : Yusril itu bagus kerja samanya, Cuma memang gayanya yang terlihat sombong padahal aslinya dia itu baik.

5. Mengapa anda mengundurkan diri dari Partai Bulan Bintang?

Jawab : sperti yang saya bilang tadi adanya perbedaan pendapat antara saya dan Yusril disaat pencalonan Presiden yang bukan dari Partai Bulan Bintang, tetapi akhirnya saya kembali lagi karena banyak permintaan yang menginginkan saya bergabung kembali, tetapi akhirnya saya keluar lagi dari PBB karena karena banyak kebijakan-kebijakan yang berbeda. Dan saya sekarang bergabung dengan PPP, yang penting partai Islam, dan sekarang saya lebih fokus di bidang dakwah.

6. Menurut bapak bagaimana peran Yusril Ihza Mahendra dalam Partai Bulan Bintang ?

konspirasi hukum-hukum pidana kedalam Undang-Undang yang aspiratif, jadi bahwasanya tidak perlu harus Negara Islam, tetapi hukum-hukumnya saja yang menggunakan syariat Islam.

Tahun 1998-2009.

Nama Responden : H. M. Syarifien Maloko, SH., M.Si

Jabatan : Ketua Bidang Pengaderan

Tanggal : 08 November 2011

Waktu : 15:00 WIB

Tempat : Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang

Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18 No. 1B Jakarta Selatan

1. Bagaimana awal terbentuknya Partai Bulan Bintang?

Jawab : Pasca Reformasi, seperti diketahui bahwasanya Reformasi itu seperti membuka keran Politik tadinya orang ragu-ragu atau tidak berani berpolitik, mendirikan Partai, direformasi lain. Pada waktu itu ada ratusan dan hanya 48 yang ikut pemilu, pertama memanfaatkan kesempatan suasana politik yang cukup memberi angin segar bagi masyarakat, lalu eksponen Masyumi, ketika itu pak Natsir masih ada kemudian Anwar Haryono, mereka berkumpul dalam wadah FUI, bagaimana umat Islam meresponi kebebasan berpolitik lalu forum itu memutuskan bahwa umat Islam perlu membuat wadah politik sebagai kelanjutan apa yang pernah dirintis partai oleh masyumi, tidak kurang dari 22 ormas islam

Bintang.

2. Adakah Peran penting Yusril Ihza Mahendra saat terbentuknya Partai Bulan Bintang

Jawab : iya ada, ia merupakan salah satu tokoh muda pada saat itu, yang memang para orang tua tidak punya pilihan lain kecuali dia, pertama usia muda, dibanding dengan yang lain, dan dia memiliki kualifikasi sebagai seorang akademisi, Professor cerdas dan khususnya kepakarannya di bidang hukum Tata Negara, kedua seorang Yusril itu tidak bisa dicatat oleh sejarah Reformasi, dialah yang menurut Nurcholis Madjid ketika itu bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada Yusril karena dialah yang mendisain alih kepemimpinan Nasional tanpa adanya pertumbahan darah di Indonesia dari pak Harto ke pak Habiebi, ketika MPR DPR dikepung oleh masyarakat, dan oleh mahasiswa, MPR dan DPR tidak bisa bersidang, sehingga di istanalah pak Harto, memandatkan kepresidenannya ke pak Habiebi. Dengan kepiawaian seorang Yusril bisa membuat alih kepemimpinan Nasional itu menjadi damai, dan secara yuridis sah diterima dunia, itu dasar Nurcholis Madjid mengatakan bahwasanya Bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada Yusril, karena kepiawaian dialah proses pengalihan kepemimpinan Nasional damai. Tanpa adanya pertumpahan darah, sejarah itulah yang menghantarkan seorang Yusril menjadi seorang tokoh Reformasi, karena beliau berperan menghantarkan pak Harto mengalihkan kepemimpinan Soeharto

menjadikan pertimbangan dari para orang tua dan eksponen Masyumi kenapa harus Yusril yang dipilih menjadi ketua partai, Yusril pun tidak semerta merta mau karena merasa masih terlalu muda, dan masih banyak yang lebih senior- senior.

3. Sejak berdirinya Partai, 17 juli 1998, sudah berapa banyak cabang yang ada di Indoesia untuk Partai Bulan Bintang?untuk DPW dan DPD sudah berapa banyak cabang yang ada di Indonesia?

Jawab : memang sebagai Partai baru pro dan kontra umat Islam perlu tidaknya partai Islam, trauma terhadap Partai Masyumi, yang disebut Partai terlarang dahulu. jadi memang tidak mudah wilayah dan cabang terbentuk, dengan mulus tetapi butuh waktu, dalam tempo 8 bulan, setelah berdirinya, justru PBB lolos masuk ke pemilu, ternyata bahwa respon masyarakat juga cukup tinggi.

4. Basis PBB dari mana dan dimana tempatnya?

Jawab : untuk basis memang tidak bisa secara saklak, itu tidak bisa menetapkan satu Kabupaten atau tempat untuk menjadikan suatu tempat sebagai basic Partai Bulan Bintang, karena penyebarannnya secara merata, tetapi suara yang banyak pada pemilu itu dari NTB, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan beberapa Daerah lain, tapi tidak mutlak, melainkan karena banyaknya hasil suara

5. Sejak berdirinya Partai program kerja apa saja yang sudah berjalan dan berkembang sampai sekarang?

Jawab : Islam itu juga kan memperjuangkan aspirasi Politik, bahwa dengan kekuasaan banyak program, system atau banyak cita-cita Islam yang bisa diterapkan, dan kekuasaan itu bisa diraih dengan pemilihan umum, dalam arti kita memiliki wakil di DPR, intinya bahwa seperti hal layak tau, PBB didirikan sebagai sebagai pelanjut cita-cita Masyumi, Masyumi ingin bicara dalam pentas Politik begitu juga dengan PBB, tidak ada dihotomikan antara Politik dengan Agama, atau antara Agama dengan Negara, justru Negara itu juga alat untuk bagaimana mewujudkan cita-cita Tuhan cita-cita Rosul dalam kehidupan, dan dalam Al Quran pun diajarkan dan itu yang menjadi icon Partai ini izzul Islam wal Muslimin. Tetapi sejarah membuktikan bahwasanya kemenangan masih tertunda terlihat dari hasil pemilu pun hanya 11 orang yang mewakili untuk Partai ini, dan justru di pemilu terakhir kemarin tidak ada, jadi memang kita kekuasaan itu menjadi penting untuk menggolkan cita-cita. Dalam bidang hukum Yusril mampu memasukkan prinsip-prinsip Islam itu dalam menata hukum di Indonesia ini, dan terakhir ini adalah draf rancangan Kitab Undang-undang hokum pidana ( KUHP ), dan sudah disampaikan ke DPR masa beliau masih menjadi Menteri.

Jawab : sama seperti Masyumi dahulu, dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya, kalimat itu sejarahnya adalah Negara mempunyai kewajiban, itu adalah maknanya, Negara harus mempunyai kewajiban untuk memperlakukan hukum Islam bagi umat Islam tidak menyatakan Indonesia sebagai Negara Islam, tetapi bagaimana Negara berkewajiban untuk melindungi umat Islam dengan menegakkan syariat Islam bagi pemeluknya, perjuangan inipun merupakan hutang sejarah Bangsa ini, kita lihat bahwa dekrit Presiden, bahwa Piagam Jakarta tetap menjiwa Undang-undang Dasar 45. Bahwa walaupun secara tertulis tidak ada tetapi substansinya itu tetap menjiwai, yang selama ini Negara belum memenuhi itu, tidak mungkin Islam itu bisa tunduk pada syariat Islam, hukum pada umumnya dia butuh alat untuk memaksa baru berlaku, KUHP UUD 45 tidak berlaku kalau tidak ada Negara, tidak ada kekuatan, tidak ada kuasa, karena ada kekuasaan dia bisa bisa memaksa, karena hukum itu sifatnya memaksa, begitu juga Islam dalam perspektif syariat tidak mungkin berlaku hukum Islam dalam Al Quran atau dalam Hadist kalau tidak ada kekuasaan, kekuasaan seperti ini yang diminta oleh 7 kata tadi, jadi sah-sah saja kalau orang Islam memperjuangkan hukum Islam menjadi sumber hukum Nasional.

Jawab : sebuah gambaran barang kali yang umum diketahui bahwa, Yusril itu idientik dengan Pbb dan begitu juga Pbb, dia sudah mengangkat Pbb ini ke pentas politik nasional bahkan Dunia.

8. Mengapa disetiap pemilu Partai Bulan Bintang selalu mengalami kemerosotan hasil pemilhan suara?

Jawab : itu menurut saya tidak lepas dari kesadaran berpolitik masyarakat Islam, umat Islam ternyata lebih banyak memilih partai yang bukan Pbb itu fakta, tidak perlu lagi pakai survey, kan di Indonesia ini mayoritas umat Islam, umat Islam masih dibebani pemikiran bahwa perlukah umat Islam itu berpolitik, atau politik harus di pisahkan dari Agama, sehingga pada saat pemilu itu tidak siap, artinya seperti jangan membawa-bawa Agama dalam politik, kesan yang saya dapat Islam itu adalah ritual, Islam itu Rahmat Bagi Alam Semesta, berbicara dalam semua aspek jadi bahwasanya masyarakat Islam urusan politik, dia tidak mencampuri dengan Agama.

9. Kebijakan apa saja yang diberikan Yusril terhadap kader Partai Bulan Bintang, selama kepemimpinannya?

Jawab : beliau membangun System, tidak ingin dikultuskan, dengan System yang benar, siapapun yang menjadi pimpinan, maka partai akan tetap berjalan, dan itulah jasa besar beliau yang ada adalah sistim yang diperjuangkan.

Jawab : Sunatullah, dinamika itu mungkin disemua partai ada pro dan kontra, dan ketika yang kontra dinamakan kelompok 16, yang dinamakan oleh media, lalu mereka sendiri pecah menjadi dua. Jadi saya pikir itu ada proses pendewasaan dalam berpolitik, dulu sempat ada tapi sekarang sudah tidak ada lagi perpecahan lagi.

11.apa yang melatar belakangi sampai tercetuskannya visi misi dari Partai Bulan Bintang ?

Jawab : Organisasi hanya alat, dan partai juga hanya alat, sebab dengan kekuasaan prinsip-prinsip Islam dalam dunia ini akan hidup, sebab tanpa kekuasaan kita hanya bisa ngaji saja, dan mengikuti saja hukum yang ada.

MUQADDIMAH

“ Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang “. “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka

mengabdikepada-Ku “(QS. 1:56).

“ Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan- Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru merekan kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada)-Nya “. (QS. 42:13). Bahwa sesungguhnya, kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan karunia Allah, sekaligus amanah yang wajib disyukuri dan diisi secara maksimal untuk mengabdi kepada Allah dengan menegakkan agama-Nya sebagai upaya mewujudkan kebenaran, menegakkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara.

Bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan manuasi untuk saling tolong-menolong dalam kebenaran, keadilan dan kebijakan serta melarang tolong-menolong dalam kebathilan, kezaliman dan kemungkaran.

Bahwa musyawarah adalah esensi dalam mewujudkan kehendak bersama demi kebenaran, keadilan dan kemakmuran yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan semangat Tajdid dan ijtihad menurut tuntunan Islam.

Bahwa untuk mencapai maksud tersebut di atas, dengan senantiasa memohon ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kami membentuk Partai Politik dengan Anggaran Dasar sebagai berikut :

Partai Politik ini bernama PARTAI BULAN BINTANG disingkat PBB Pasal 2

Tempat dan Waktu

Partai Politik ini didirikan di Jakarta pada hari Jum’at, tanggal 23 Rabi’ul Awwal 1419 Hiriyah bertepatan dengan tanggal 17 Juli 1998 Miladiyah

BAB II

ASAS DAN TUJUAN