Anonim. 2014. Kinerja Penyuluh Pertanian. 23 Januari 2014.
Azwar, Sarifuddin. 2002. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Alkinson.2001. Pengantar Psikologi. Interaksa. Batam Centre.
Departemen Pertanian. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.Jakarta. http://www.litbang.deptan.go.id. Diakses 9 Agustus 2014.
Gomes, Cardoso Faustono. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Andi Offset. Yogyakarta. http://paskomnas.com/id/berita/manajemen-sumberdaya-manusia-saat-ini. Diakses 4 Juli 2014.
Hamzah, I. 2011. Faktor Penentu Kinerja Penyuluh Pertanian di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Tesis. Pascasarjana Jurusan
Kepangangan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
http://paskomnas.com/id/berita/faktor-penentu-kinerja-penyuluh-pertanian.
Diakses 4 Juli 2014.
Jahi, Amri dan Leilani. 2006. Kinerja Penyuluh Pertanian di Beberapa Kabupaten, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan.
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pea_045617_chapter2.pdf.
Diakses 10 Juli 2014.
Mosher. 1992. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Pustaka Pelajar.
Yogyakarta.
Mahmud, Dimyati. 1990. Psikologi Suatu Pengantar. BPFE. Yogyakarta.
http://thl-tbp-psikologi-suatu-pengantarblogspot.com. Diakses 29 Juni 2014.
Mangkunegara dan Prabu Anwar. 2000. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia.
PT Refika Aditama. Bandung. http://repository.usu.ac.id/
bitstream/123456789/23471/4/chapter%20I.pdf. Diakses 11 Juli 2014.
Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian.
Sebelas Maret University Press.Surakarta. http://thl-tbp-pertanaian blogspot.com. Diakses 29 Juni 2014.
Permenpan. 2008. Unsur Kegiatan Penyuluh Pertanian. Permenpan Nomor 2 Tahun 2008. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.
Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung.
http://thl-tbp-penyuluh-pertanianblogspot.com. Diakses 25 Juli 2014.
Suhardiyono, L. 2002. Penyuluhan (Petunjuk bagi Penyuluh Pertanian).
Erlangga. Jakarta. http://thl-tbp-penyuluh-pertanianblogspot.com. Diakses 9 Juni 2014.
Suradisastra, Kedi. 2008. Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi 26-2. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.
Syahyuti.2006. 30 Konsep Penting dalam Pembangunan Pedesaan dan Pertanian. Penjelasan tentang Konsep, Istilah, Teori, dan Indikator serta
Variabel. Bina Rena Pariwara. Jakarta.
http://bp3kselaganraya.blogspot.com/2011/11/efektifitaspenyelenggaraan-penyuluhan.html.Diakses 19 Juli 2014.
Van, Den Ban dan Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Kanisius. Yogyakarta.
Van, Den Ban dan Hawkins. 2005. Penyuluhan Pertanian. Kanisius. Yogyakarta.
http://thl-tbp-penyuluh-pertanianblogspot.com. Diakses 18 Agustus 2014.
Walgito, Bimo. 1990. Pengantar Psikologi Umum. Andi Offset. Yogyakarta.
Suharsaputra, Uhar. 2012. Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. PT Refika Ditama. Bandung.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner
Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (Studi Kasus di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang
Kabupaten Gowa) A. Identitas responden
1. Nama : ...
2. Umur : ...
3. Pendidikan : ...
4. Pengalaman usahatani : ... tahun 5. Jumlah tanggungan keluarga : ... orang
6. Kepemilikan lahan : ...
No. Uraian Luas Lahan
(ha) Status
1. Sawah B. Pertanyaan
Kemampuan berkomunikasi penyuluh
1. Berapakali bapak/ ibu berdiskusi mengenai kegiatan bertaniyang benar dengan penyuluh ?
a. 6 - 5 kali (3)
b. 4 - 3 kali (2)
c. 1 - 2 kali (1)
2. Bagaimana hubungan yang diciptakan oleh penyuluh terhadap bapak/ ibu pada saat kegiatan penyuluhan ataupun saat berdiskusi tentang cara bertani yang benar ?
a. Akrab (3)
b. Kurang akrab (2)
c. Tidak akrab (1)
Apa buktinya ? ...
...
3. Berapa kali dalam sebulan penyuluh melakukan pertemuan dengan petani, bapak/ ibu ?
a. 6 - 5 kali (3)
b. 4 - 3 kali (2)
c. 1 - 2 kali (1)
Dimana melakukan pertemuan dengan petani ? ...
...
4. Bagaimana pendapat bapak/ ibu setelah mendapatkan penyuluhan dalam kegiatan pertanian bapak/ ibu sehari-hari ?
a. Bermanfaat (3)
b. Cukup bermanfaat (2)
c. Tidak bermanfaat (1)
Apa buktinya ? ...
...
Sikap penyuluh dalam setiap kegiatan penyuluhan
1. Bagaimana suasana diskusi tersebut ?
No. Suasana Sering Jarang Tidak pernah
1.
2.
3.
Terjadi pertukaran ide Berbagi pengalaman
Mendengarkan pandangan masing-masing
2. Bagaimana suasana yang diciptakan penyuluh dengan bapak/ ibu pada saat penyuluhan ?
a. Membaur (3)
b. Kurang membaur (2)
c. Tidak membaur (1)
Apa buktinya ? ...
...
3. Bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh penyuluh pada saat sedang berdiskusi dengan bapak/ ibu ?
a. Ramah (3)
b. Kurang ramah (2)
c. Tidak ramah (1)
Apakah buktinya ? ...
...
4. Kapan bapak/ ibu memutuskan untuk mempraktekkan saran dari penyuluh tentang cara bertani yang baik tersebut ?
a. Setelah mendapat penyuluhan (3)
b. Setelah mengamati hasil dari orang lain (2)
c. Setelah mengumpulkan informasi lebih lanjut (1) Apa alasannya ? ...
...
Kemampuan pengetahuan penyuluh dalam kegiatan penyuluhan
1. Bagaimana pengetahuan bapak/ ibu tentang pertanian sebelum penyuluhan dilakukan ?
a. Mengetahui (3)
b. Kurang mengetahui (2)
c. Tidak mengetahui (1)
Apa alasannya ? ...
...
2. Kegiatan apa saja yang dilakukan penyuluh dalam pertemuan dengan para petani ?
No. Kegiatan Sering Jarang Tidak
pernah 1.
2.
3.
Memberikan materi Menjadi pemandu Memberikan contoh
Kemampuan sosial penyuluh dalam kegiatan penyuluhan
1. Bagaimana kemampuan menempatkan diri penyuluh pada saat menyampaikan informasi penyuluhan ?
a. Mampu menempatkan diri (3)
b. Kurang mampu menempatkan diri (2)
c. Tidak mampu menempatkan diri (1)
Apa alasannya ? ...
...
2. Bagaimana peran penyuluh dalam pertemuan kepada para petani ?
a. Berperan besar (3)
b. Kurang berperan (2)
c. Tidak berperan (1)
Apa alasannya ? ...
...
3. Bagaimana pendapat bapak/ ibu mengenai adanya penyuluh pertanian yang ada di tengah-tengah masyarakat ?
a. Bagus (3)
b. Kurang bagus (2)
c. Tidak bagus (1)
Apa alasannya ? ...
...
4. Bagaimana pendapat bapak/ ibu mengenai pengaruh penyuluhan terhadap usaha pertanian bapak/ ibu ?
a. Menguntungkan (3)
b. Kurang menguntungkan (2)
c. Tidak menguntungkan (1)
Apa buktinya ? ...
...
Lampiran 2. Identitas Responden Petani yang Melakukan Usahatani
Rata-rata 48,13 - 3,36 25,7 0,54
Lampiran 3. Persepsi Petani terhadap Kinerja PPL Berdasarkan Kemampuan Berkomunikasi Kepada Petani
No. Nama
Responden Berapa Kali Berdiskusi
Rata-rata 2,1 2,2 1,1 2,7 2,03
keterangan :
2,1 : kategori sedang 2,2 : kategori sedang 1,1 : kategori rendah 2,7 : kategori tinggi 2,03 : kategori sedang
Lampiran 4. Persepsi Petani terhadap Kinerja PPL Berdasarkan Sikap Penyuluh dalam Setiap Kegiatan Penyuluhan
No. Nama
Responden
Suasana dalam Diskusi Kinerja PPL dalam
2,2 : kategori sedang 2,62 : kategori tinggi 2,7 : kategori tinggi 2,56 : kategori tinggi 3 : kategori tinggi 3 : kategori tinggi 2,26 : kategori tinggi
Lampiran 5. Kinerja PPL Berdasarkan Tingkat Kemampuan Pengetahuan Penyuluh dalam Kegiatan Penyuluhan
No. Nama
Kegiatan yang Dilakukan PPL Saat Pertemuan
dengan Petani Rata-Rata
Rata-rata 2,46 2 2 2,83 2,35
keterangan :
2,46 : kategori tinggi 2 : kategori sedang 2 : kategori sedang 2,83 : kategori tinggi 2,35 : kategori tinggi
Lampiran 6. Kinerja PPL Berdasarkan Tingkat Kemampuan Sosial Penyuluh dalam Kegiatan Penyuluhan
No. Nama Responden Kemampuan Menempatkan 2,63 : kategori tinggi 3 : kategori tinggi 2,8 : kategori tinggi
Lampiran 7. Dokumentasi Kegiatan Penyuluhan
Gambar 2. Kegiatan Penyampaian Informasi kepada Petani
Gambar 3. Kegiatan Penyampaian Informasi kepada Petani
Gambar 4. Percontohan yang Dilakukan oleh Penyuluh dan Dinas Pertanian
Gambar 5. Percontohan dengan Komoditi Jagung
Lampiran 8. Peta Desa