• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2. Kinerja PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)

Penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar. Petani menilai kegiatan yang dilakukan penyuluh dalam hal penyuluh melakukan diskusi mengenai bagaimana cara bertani yang baik dan benar sehingga hasil produksi usaha petani bisa meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang kinerja PPL dalam melakukan aktivitasnya di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Persepsi Petani terhadap Kinerja PPL Berdasarkan Kemampuan Berkomunikasi kepada Petani di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

No. Aspek Skor

(%) Kategori

1.

2.

3.

4.

Berdiskusi.

Hubungan PPL dengan petani pada saat penyuluhan.

Penyuluh melakukan

pertemuan dengan petani dalam satu bulan.

Pendapat petani setelah mendapat penyuluhan.

2,1 2,2 1,1

2,7

Sedang Sedang Rendah

Tinggi

Rata-rata 2,03 Sedang

Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Berdasarkan pada Tabel 13, menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kinerja PPL berdasarkan kemampuan berkomunikasi kepada petani dalam kegiatan penyuluhan adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan berdiskusi yang dilakukan penyuluh berada dikategori sedang (2,1%). Kegiatan berdiskusi mengenai bertani yang benar secara langsung antara petani dengan penyuluh, petani secara langsung mendatangi PPL baik itu pada saat di lapangan maupun ketika PPL berada di rumahnya.

2. Hubungan PPL dengan petani pada saat penyuluhan dikategori sedang (2,2%), karena mereka sudah saling mengenal dan terkadang hanya menggunakan bahasa daerah agar mudah dimengerti oleh petani yang kurang memahami penggunaan bahasa Indonesia yang disebabkan faktor pendidikan dan usia yang sudah tidak produktif lagi.

3. Penyuluh melakukan pertemuan dengan petani dalam satu bulan berada dalam kategori rendah (1,1%), di mana responden mengatakan bahwa pertemuan antara petani dan penyuluh hanya dilakukan antara 1-2 kali dalam

sebulan. Kegiatan tersebut rata-rata dilakukan di gedung pertemuan kantor desa atau datang secara langsung menemui PPL di rumahnya secara langsung.

4. Pendapat petani setelah mendapatkan penyuluhan berada dalam kategori tinggi (2,7%), karena kebanyakan dari mereka walaupun sudah mendapatkan penyuluhan tetap dengan cara mereka sebelumnya, dan akan mencoba sesuai dengan saran penyuluh setelah mengamati hasil dari orang lain, mereka takut mencoba karena takut rugi.

Seorang penyuluh atau sekaligus sebagai pendidik penyuluh haruslah pintar-pintar menciptakan suasana yang produktif dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan petani sehingga terjadi tukar pikiran antara penyuluh dan petani, supaya petani bisa menerima dan memahami informasi yang disampaikan oleh penyuluh. Peranan yang dapat dimainkan oleh agen penyuluh dan petani dalam merencanakan program penyuluhan, disatu sisi tergantung pada pengetahuan dan kecakapan kedua kelompok tersebut. Disisi lain, tergantung pada hak-hak yang dimiliki masing-masing kelompok untuk mengambil keputusan. Salah satu pertimbangan mengenai hak ini adalah dampaknya pada motivasi penyuluh dan petani untuk mencapai tujuan program penyuluhan.

Sesuai dengan uraian di atas, jelaslah bahwa untuk menyukseskan pembangunan dibidang pertanian tidak terlepas dari peran seorang penyuluh sebagai fasilitator yang dapat memberikan kontribusi bagi para petani dalam hal menyelesaikan permasalahan dibidang pertanian. Penyuluh pertanian sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi, menambah wawasan,

pengetahuan sekaligus keterampilan petani dalam melakukan usahataninya, sehingga kegiatan usahatani tidak lagi untuk meningkatkan produksi dan mencukupi kebutuhan keluarga petani saja tetapi untuk meningkatkan pendapatan yang diharapkan kesejahteraan keluarga petani dapat meningkat. Penyuluh menyampaikan materinya sesuai dengan kebutuhan para petani. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Persepsi Petani terhadap Kinerja PPL Berdasarkan Sikap Penyuluh dalam Setiap Kegiatan Penyuluhan di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

Mendengarkan pandangan masing-masing.

Penyuluh menciptakan suasana dalam penyampaian informasi pada saat kegiatan penyuluhan.

Sikap penyuluh dalam diskusi.

Petani memutuskan untuk mempraktekkan saran dari PPL.

2,20

Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Berdasarkan pada Tabel 14, menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kinerja PPL berdasarkan sikap dalam setiap kegiatan penyuluhan adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan penyuluhan dalam berdiskusi terjadi pertukaran ide antara petani dengan penyuluh berada dalam kategori sedang (2,2%), karena penyuluh terkadang memberi materi yang dibutuhkan petani tampa memperhatikan masalah yang ada di lapangan sehingga materi yang disampaikan PPL pada

saat kegiatan penyuluhan berlangsung tidak sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh petani dalam mengembangkan usahataninya.

2. Berbagi pengalaman dengan petani berada dalam kategori tinggi (2,7%), karena penyuluh menceritakan pengalaman kerja selama menjadi penyuluh, kemudian petanipun sebaliknya menceritakan pengalaman berusahataninya, sehingga terjadi pertukaran informasi antara penyuluh dengan petani, sehingga informasi itu dapat dijadikan sebagai pengetahuan untuk petani dalam peningkatan usahataninya.

3. Mendengar pandangan masing-masing berada dalam kategori tinggi (2,26%), karena penyuluh dan petani saling menghargai pandangan yang disampaikan sehingga terjadi pertukaran ide yang menghasilkan solusi yang dibutuhkan petani.

4. Penyuluh dalam menciptakan suasana dalam penyampaian informasi pada saat kegiatan penyuluhan berada dalam kategori tinggi (3%), dengan memberikan kesempatan kepada para petani untuk menanyakan mengenai hal yang berhubungan tentang kegiatan pertanian, di mana PPL harus mampu memberikan solusi atas pertanyaan yang diajukan oleh petani dalam memberikan informasi lainnya seperti penggunaan teknologi yang tepat di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa membaur dengan masyarakat petani yang ada.

5. Sikap yang ditunjukkan penyuluh dalam melakukan kegiatan diskusi dengan petani berada dalam kategori tinggi (2,56%), karena pada saat kegiatan diskusi berlangsung PPL bersikap ramah dalam memberikan solusi atau

jawaban tentang masalah kegiatan bertaninya di mana PPL selalu berusaha membuat para petani yang mengikuti penyuluhan untuk aktif dalam berdiskusi.

6. Petani memutuskan untuk mempraktekkan saran dari PPL berada dalam kategori tinggi (3%), karena pada saat penyuluh memperkenalkan atau menyampaikan mengenai saran-saran pengolahan pertanian kepada petani dalam suatu kegiatan penyuluhan di kantor desa, dari keseluruhan petani hanya akan mempraktekkannya setelah mengamati hasil dari orang lain, apakah mendapatkan hasil yang justru membuat keuntungan ataukah lebih rendah dari keuntungan yang mereka dapatkan biasanya. Sesuai dengan pernyataan petani yang demikian, maka tugas PPL dalam memberikan percontohan atas saran yang diajukan, sehingga petani dapat memperhatikan perkembangan dan keuntungan atas saran tersebut. Seperti yang telah dilakukan oleh PPL di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa melalui beberapa jenis komoditas yang dijadikan sebagai contoh kepada petani.

Kegiatan pelatihan merupakan salah satu bentuk bimbingan dan bantuan pemerintah dalam mewujudkan petani agar mempunyai keterampilan dan mengusahakan untuk meningkatkan penghasilan pertanian. Pada dasarnya perilaku petani sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, kecakapan, dan sikap mental petani itu sendiri. Dalam hal ini pada umumnya karena tingkat kesejahteraan hidupnya dan keadaan lingkungan dimana mereka itu tinggal dapat dikatakan masih menyedihkan. Sehingga menyebabkan pengetahuan dan kecakapannya

tetap berada dalam tingkatan rendah dan keadaan seperti ini tentu akan menekan sikap mentalnya. Setiap petani ingin meningkatkan kesejahteraan hidupnya, akan tetapi ha-hal di atas merupakan penghalang, sehingga cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup mereka lama tidak mengalami perubahan-perubahan. Materi yang diberikan seharusnya memiliki syarat : (1) Berbau memecahkan masalah, (2) Bersifat hangat dan aktual, dan (3) Terjamin nilai kebenarannya, dan (4) Lebih banyak membahas masalah-masalah yang erat hubungannya dengan materi-materi yang bersifat pengetahuan umum. Penyuluh sebagai pemandu, membantu sekelompok orang memahami tujuan bersama, dan membantu membuat rencana guna mencapai tujuan tersebut tanpa mengambil posisi tertentu dalam diskusi.

Pemandu akan mencoba untuk membantu kelompok dalam mencapai konsensus pada setiap perselisihan yang sudah ada sebelumnya atau muncul dalam rapat sehingga memiliki dasar yang kuat untuk tindakan di masa depan. PPL melakukan percontohan tanaman kepada petani yang disesuaikan dengan musim tanam yaitu pada saat musim kemarau penyuluh memberikan percontohan dengan tanaman jagung, apabila musim hujan lahannya digunakan untuk pertanian padi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Persepsi Petani Mengenai Kinerja PPL Berdasarkan Tingkat Kemampuan Pengetahuan Penyuluh dalam Kegiatan Penyuluhan Dilakukan di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

No. Aspek Skor

(%) Kategori

1.

2.

3.

4.

Pengetahuan petani sebelum penyuluhan dilakukan.

Memberikan materi kepada petani.

Menjadi pemandu.

Memberikan percontohan.

2,46 2,00 2,00 2,83

Tinggi Sedang Sedang Tinggi Rata-rata 2,35 Tinggi Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Berdasarkan pada Tabel 15, menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kinerja PPL berdasarkan tingkat kemampuan pengetahuan penyuluh dalam setiap kegiatan penyuluhan adalah sebagai berikut :

1. Pengetahuan petani sebelum penyuluhan dilakukan berada dalam kategori tinggi (2,46%), karena petani melakukan kegiatan pertanian sejak lama dan sudah mengetahuinya dikarenakan pengalaman mereka dalam bertani sudah cukup lama. Oleh karena itu sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar mereka sudah mengetahui cara pengelolaannya.

2. Kegiatan penyuluh memberikan materi penyuluhan berada dalam kategori sedang (2%), karena kegiatan PPL dengan petani jarang melakukan penyuluhan dengan cara memberikan materi. Hal ini dikarenakan petaninya kebanyakan tidak mempunyai waktu untuk selalu menghadiri kegiatan-kegiatan penyuluhan karena mereka selalu bekerja di sawah mereka setiap harinya, tetapi di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa dan biasanya kegiatan penyuluhan dengan memberikan materi kepada

para petani tetap dilakukan hanya pada saat dalam acara kegiatan penyuluhan secara resmi di kantor desa setempat yang dilakukan dengan kerjasama antara PPL dengan Dinas Pertanian tingkat kecamatan.

3. Kegiatan penyuluh menjadi pemandu berada dalam kategori sedang (2%), pertemuan oleh PPL dengan para petani dengan menjadi pemandu jarang dilakukan oleh PPL karena untuk melakukan metode tersebut sangat sulit dilakukan karena untuk mengumpulkan petani dan langsung secara bersama-sama turun ke lapangan sulit selain karena fasilitas yang kurang memadai.

4. Kegiatan penyuluh memberikan percontohan berada dalam kategori tinggi (2,83%), karena PPL sering melakukan percontohan kepada para petani, petani mengatakan bahwa kegiatan percontohan PPL, mereka lihat di lahan persawahan milik PPL, dan itu hampir secara rutin, di mana setelah panen PPL membudidayakan komoditasnya kembali secara berturut-turut tanpa melakukan perselingan tanaman dilakukan oleh PPL dengan komoditas yang berbeda-beda, di mana PPL melakukan percontohan tanaman jagung, dan yang disesuaikan oleh musim tanam yaitu pada saat musim kemarau apabila musim hujan lahannya digunakan untuk pertanian padi. Dengan demikian dapat dilihat bahwa kegiatan penyuluhan di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa tidak hanya terfokus pada kegiatan yang dilakukan secara resmi akan tetapi menggunakan berbagai metode penyuluhan di lapangan.

PPL merupakan pelaku terdepan dalam penyebaran informasi pertanian, yang harus selalu siap dan mampu dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan, siap

dalam arti bahwa PPL di manapun dan kapanpun apabila dibutuhkan harus segera melakukan kegiatan penyuluhan pertanian sebagai tugas yang diemban kepadanya. Sedangkan mampu berarti PPL terampil dalam menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pertanian serta dapat memilih dan menggunakan fasilitas penyuluhan secara tepat. Sebagai seorang penyuluh atau sekaligus sebagai pendidik penyuluh haruslah pintar-pintar menciptakan suasana yang produktif dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan petani sehingga terjadi tukar pikiran antara penyuluh dan petani, supaya petani bisa menerima dan memahami informasi yang disampaikan oleh penyuluh. Mengingat sikap pandangan, keadaan, dan kemampuan daya pikir dan daya tangkap para petani maka dengan sendirinya keberhasilan penyuluhan untuk sampai kepada tahapan yang meyakinkan para petani sehingga mau menerapkan materi penyuluhan akan melalui beberapa pentahapan.

Tabel 16. Persepsi Petani Mengenai Kinerja PPL Berdasarkan Tingkat Kemampuan Sosial Penyuluh dalam Kegiatan Penyuluhan di Desa Paccellekang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa

No. Aspek Skor

(%) Kategori

1.

2.

3.

4.

Kemampuan menempatkan diri PPL.

Peran PPL dalam pertemuan dengan petani.

Keberadaan PPL di tengah-tengah masyarakat.

Pengaruh penyuluhan terhadap usaha pertanian.

2,60 3,00 2,63 3,00

Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

Rata-rata 2,80 Tinggi

Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Berdasarkan pada Tabel 16, menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kinerja PPL berdasarkan tingkat kemampuan sosial penyuluh dalam setiap kegiatan penyuluhan adalah sebagai berikut :

1. Kemampuan menempatkan diri PPL dalam penyampaian informasi berada dalam kategori tinggi (2,6%), karena pada saat melakukan penyuluhan terutama pada saat menjelaskan maksud dari materi PPL menguasai bahasa daerah yang berada di Desa Paccellekang sehingga petani yang kurang mengerti penggunaan bahasa Indonesia akibat dari faktor usia yang tidak produktif lagi dan faktor pendidikan yang belum memadai sehingga PPL menggunakan bahasa daerah agar petani yang juga sudah cukup tua juga dapat memahami maksud dari materi yang disampaikan.

2. Peran PPL dalam pertemuan kepada para petani berada dalam kategori tinggi (3%), karena penyuluh mampudalam melakukan pertemuan kepada para petani baik itu pertemuan secara resmi yang dilakukan oleh pemerintah desa maupun secara langsung mendatangi PPL di rumahnya berperan dalam memberikan informasi-informasi pertanian pada saat petani memerlukan, baik itu mengenai penanganan masalah hama dan penyakit yang menyerang dilahan pertanian milik petani maupun cara penanaman yang baik. Sebagian besar penduduk yang sebagian bermata pencaharian sebagai petani, di mana adanya PPL di tengah-tengah masyarakat dapat membantu petani dalam menangani masalah, dan sebagai sumber informasi atas kegiatan pertanian.

3. Keberadaan PPL di tengah-tengah masyarakat berada dalam kategori tinggi (2,63%), karena penyuluh membantu petani untuk memperkenalkan tentang

penggunaan ilmu dan teknologi yang semakin berkembang dan diharapkan para petani memiliki tingkah laku yang dinamis, ide baru itu menyatu dalam pola cara-cara bertani, dan setingkat lebih baik hasil produksi pertanian itu dicapai, dan dengan adanya petugas PPL dapat memudahkan petani mendapatkan informasi secara cepat dengan langsung menghubungi PPL setempat.

4. Pengaruh penyuluh terhadap usaha pertanian berada dalam kategori tinggi (3%), karena PPL mampu memberikan informasi yang diperlukan atau yang dibutuhkan petani dan memberikan informasi-informasi mengenai kegiatan bertani yang benar serta mempunyai peran yang sangat penting dalam pengembangan petani.

Dokumen terkait