• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abdiyani S. 2008. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Berkhasiat Obat di Dataran Tinggi Dieng. Jurnal Penelitian dan Konservasi Alam 5(1).

Abdurrohim S, Mandang YI, Amas K. 2004. Atlas kayu Indonesia Jilid III. Bogor : Departemen kehutanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan.

Arafah D. 2005. Studi Potensi Tumbuhan Berguna di Kawasan Taman Nasional Bali Barat. [Skripsi]. Bogor : Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. (Tidak diterbitkan).

BALITTRO. 2006. Mengatasi Demam Berdarah dengan Tanaman Obat. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 28 (6).

Dalimartha S. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid III. Jakarta: Puspa Swara.

Fachrul MF. 2008. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

French BR. 2006. Food Composition Tables For Food Plants in Papua New Guines.http://www.learngrow.org/uploads/file/4Food%20Composition%2 0PNG%20plants.pdf [17 Februari 2012]

Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I-IV. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Terjemahan dari: de Nuttige planten van Indenesie.

Hasanah M, Rusmin D. 2006. Teknologi Pengelolaan Benih Beberapa Tanaman Obat di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25 (2).

Hidayat N, Saati EA. 2006. Membuat Pewarna Alami. Surabaya: Trubus Agrisarana.

Heriyanto NM, Subiandono E. 2007. Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Di Sekitar Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Info Hutan IV(5) : 511-521.

Irawan D, Wijaya CH, Limin SH, Hashidoko Y, Osaki M, Kulu IP. 2006. Ethnobotanical Study and Nutrient Potency of Local Traditional vegetables in Central Kalimantan. Tropics 15 (4).

Sidiyasa K, Zakaria, Iwan R. 2006. Hutan Desa Setulang dan Sengayan Malinau, Kalimantan Timur. Bogor : Center For International Forestry Research (CIFOR).

Kardinan A. 2002. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kathiriya AK, Das K, Joshipura M, Mandai N. 2010. Oxalis corniculata Linn.

The Plant of Indian Subtropics.

Januari 2012].

Kathiriya AK, Das K, Kumar EP, Mathai KB. 2010. Evaluation of Antitumor and Antioxidant Activity of Oxalis corniculata Linn. Againts Ehrlich Ascites Carnicoma on Mice. Iranian Journal of Cancer Prevention 3 (4) : 157- 165.

Krebs CJ. 1972. Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. New York: Harper & Row Publishing.

Lemmens RHMJ, Soetjipto NW. 1999. Sumberdaya Nabati Asia Tenggara 3. Jakarta: PT. Balai Pustaka.

Maisyaroh W. 2010. Struktur Komunitas Tumbuhan Penutup Tanah di Taman Hutan Raya R. Soerjo Cangar, Malang. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari 1(1).

Mandang YI, Pandit KN. 2002. Pedoman Identifikasi Jenis Kayu di Lapangan. Bogor: PROSEA Indonesia, Yayasan PROSEA.

Martawijaya A, Kartasujana I, Kadir K, Prawira SA. 2005. Atlas Kayu Indonesia Jilid I. Bogor: Departemen Kehutanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Matsjeh S. 2004. Sintesis Flavonoid: Potensi Metabolit Sekunder Aromatik Dari

Sumber Daya Alami Nabati Indonesia.

Mukrimin. 2011. Analisis Potensi Tegakan Hutan Produksi di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan dan Masyarakat 6 (1).

Napitu JP. 2007. Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Nasrullah I, Murhandini S, Rahayu WP. 2010. Phytochemical Study from

Curcuma aeruginosa Roxb. Rhizome for Standardizing Traditional

Medicine Extract. J. Int. Environmental Application & Science 5 (5): 748-

750. Abstract.

Orwa et al. 2009. Trema orientalis (L.) Blume. Agroforestry data base 4.0.

Patel RK, Singh A, Deka BC. 2008. Soh-Shang (Elaeagnus latifolia): An Under-

Utilized Fruit Of North East Region Needs Domestication. Envis Bulletin:

Himalayan Ecology :16(2).

Patil SB, Naikwade NS, Magdum CS. 2009. Review on Phytochemistry and

Pharmacological Aspect of Euphorbia hirta Linn.

Pitojo S, Zumiati. 2009. Pewarna Nabati Makanan. Yogyakarta : Kanisius.

Praptiwi, Jamal Y, Murningsih T. 2002. Komponen Kimia dan Uji Bakteri Minyak Atsiri Daun Ki Cengkeh (Urophyllum arboreum). Berita Biologi (6) 3.

Purwaningsih, Yusuf R. 2008. Análisis Vegetasi Hutan Pegunungan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat. Jurnal Biologi Indonesia 4 (5): 385-399.

Purwanto Y, Waluyo EB. 1992. Etnobotani Suku Dani di Lembah Baliem-Irian Jaya : Suatu Telaah Tentang Pegetahuan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam Tumbuhan. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Etnobotani. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pertanian dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia: Bogor.

Rahayu M, Sunarti S, Keim AP. 2008. Kajian Etnobotani Pandan Samak (Pandanus odoratissimus L.F): Pemanfaatan dan Peranannya dalam Usaha Menunjang Penghasilan Keluarga di Ujung Kulon, Banten. Biodiversitas 9 (4): 310-314.

Salhan M. 2010. Comparative Antihelmintic Activity of Aqueous and Ethanolic Leaf Extracts of Clitoria ternatea. International Journal of Drug Development & Research 3: 62-69.

Saparinto C, Hidayati D. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarata: Kanisius. Sari LORK. 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat

dan Keamanannya. Majalah Kefarmasian (3) 1: 1-7.

Setyawan AD. 2009. Traditionally Utilization of Selaginella; Field Research and Literature Review. Nusantara Bioscience 1(3): 146-158.

Setyowati FM, Wardah, Sujadi A. 2005. Pengetahuan Tradisional masyarakat banten Kidul Dalam Memanfaatkan Tumbuhan. Laporan Teknik Bidang

Botani, Pusat Penelitian Biologi LIPI. http://www.

elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/.../7270.pdf [9 Januari 2012].

Sitepu D, Sutigno P. 2001. Peranan Tanaman Obat dalam Pengembangan Hutan Tanaman. Buletin Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 2(2): 61-77. Soerianegara I, A Indrawan. 1998. Ekologi Hutan Indonesia. Bogor :

Laboratorium Ekologi Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Sudarmo S. 2005. Pestisida Nabati Pembuatan dan Pemanfaatannya. Yogyakarta:

Kanisius.

Suita E, Nurhasybi. 2009. Pengumpulan Benih dan Perbanyakan tanaman Jenis Pionir Macaranga sp. Untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Info Benih 13 (1): 170-175.

Sukamto. 2009. Prospek Tanaman Nilam Penghasil Minyak Atsiri; Pengembangannya melalui Sistem Pola Tanam. Perkembangan Teknologi Tro 21(2): 48-55.

Sunarti S, Rugayah, Djarwaningsih. 2007. Tumbuhan Berpotensi Bahan Pangan Di Daerah Cagar Alam Tangale. Biodiversitas 8(2): 89-91.

Surya MI. 2009. Keanekaragaman dan Potensi Rubus spp. Koleksi Kebun Raya Cibodas. Cianjur: UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas. Susiarti S, Hoesen DSH, Hidayat A. 2000. Keanekaragaman Tumbuhan yang

Berpotensi Sebagai tanaman Hias di Kutai, Kalimantan Timur. Di dalam: Prosiding Seminar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional; Kebun Raya Bogor , 5 November 2000. Bogor: Balitbang Botani, Puslitbang Biologi- LIPI.

Syamsu JA, Natsir A, Ahmad S, Abustam E, Kadir N, Ali HM, Mukarram M, Arasy AM, Setiawan AH. 2006. Limbah Tanaman Pangan Sebagai Sumber Pakan Ruminansia. Makassar: Yayasan Citra Emulsi dan Dinas Peternakan Propinsi Sulawesi Selatan.

Sylviani, Widiarti A. 2001. Penentuan Jenis Pohon Unggulan Sebagai Penghasil Kayu Bakar. Jurnal Sosial Ekonomi 2 (2): 139-150.

Tchamo DN, Cartier G, Franca MGD, Tsamo E, Mariotte AM. 2001. Xanthose and Other Constituents of Trema orientalis. Pharmaceutical Biology 39 (3): 202-205.

Ulfah M. 2006. Potensi Tumbuhan Obat sebagai Fitobiotik Multi Fungsi untuk Meningkatkan Penampilan dan Kesehatan Satwa di Penangkaran. Media Konservasi (11) 3 : 109 – 114.

UPT TAHURA R. Soerjo. 2010. Profil Taman Hutan Raya R. Soerjo. Malang: UPT TAHURA R. Soerjo.

[UUD]Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Verma C, Bhatia S, Srivastava S. 2009. Traditional medicine of the Nicobarese. Indian Journal of traditional Knowledge 9(4) : 779-785.

Wiratno. 2010. Beberapa Formula Pestisida Nabati dari Cengkeh.

Yunita EA, Suprapti NH, Hidayat JW. 2009. Pengaruh Ekstrak Daun Teklan (Euphatorium riparium) terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Aedes aegypti. Bioma 11(1): 11-17.

Zuhud EAM, Siswoyo, Sandra E, Soekmadi R, Adhiyanto E. 2004. Penyusunan Rancangan dan Pengembangan Sumberdaya Alam Hayati Berupa Tumbuhan di Kabupaten Sintang. Kerjasama Fakultas Kehutanan IPB dengan Bappeda Kabupaten Sintang. Bogor.

RISA AGUSTINA DEWI ARDIANI

DEPARTEMEN

KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk

Memperoleh Gelar Sarjana Kehutanan Pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

RISA AGUSTINA DEWI ARDIANI

DEPARTEMEN

KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

RISA AGUSTINA DEWI ARDIANI. Potensi Tumbuhan Berguna di Taman Hutan Raya R. Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur. Dibimbing oleh AGUS HIKMAT dan ERVIZAL A. M. ZUHUD.

Fungsi dari taman hutan raya menurut Undang-undang No. 5 tahun 1990 adalah sebagai koleksi tumbuhan. Namun, kawasan Taman hutan raya (Tahura) R. Soerjo telah mengalami gangguan yaitu akibat dari pembukaan industri dan perluasan lahan pertanian. Apabila hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka akan berdampak terhadap hilangnya/punahnya spesies tumbuhan. Keinginan untuk mengkonservasi kawasan Tahura R. Soerjo akan semakin meningkat apabila diketahui manfaat/kegunaan dari spesies-spesies tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai komposisi dan keanekaragaman spesies tumbuhan serta potensi tumbuhan berguna yang terdapat di dalam kawasan Tahura R. Soerjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vegetasi, pembuatan herbarium dan kajian pustaka. Pustaka yang digunakan dalam mengidentifikasi spesies tumbuhan berguna antara lain Heyne (1987); Lemmens dan Soetjipto (1999).

Berdasarkan hasil analisis vegetasi diperoleh 50 spesies dari 39 famili. Habitus yang paling banyak ditemukan yaitu berupa pohon dengan famili yang mendominasi adalah Euphorbiaceae. Dominansi vegetasi pada tingkat pohon, tiang, pancang, semai dan tumbuhan bawah secara berurutan adalah pasang (Quercus sundaica) dampul (Ficus lepicarpa) kopian (Glochidion macrocarpum) kopian (Glochidion macrocarpum) dan remejun (Euphatorium riparium) dengan Indeks Nilai Penting (INP) untuk masing-masing spesies 78,86%; 42,65%; 34,3%; 51,4%;dan 74,91%. Kemerataan individu spesies (E) pada tingkat pohon sebesar 0,809; tiang 0,873; pancang 0,899; semai 0,829; dan tumbuhan bawah 0,683. Selanjutnya, keanekaragaman spesies (H’) yang terdapat di Tahura R. Soerjo yaitu pada tingkat pohon 2,5; tiang 2,7; pancang dan semai sebesar 2,6; dan tumbuhan bawah 2,2. Dari seluruh spesies yang teridentifikasi 37 spesies (74%) dari 28 famili yang diketahui kegunaannya yaitu dikelompokkan ke dalam 9 kegunaan yaitu tumbuhan obat (16 spesies); tumbuhan pangan (14 spesies); bahan bangunan (15 spesies); tali, anyaman, dan kerajinan (2 spesies); pewarna dan tanin (4 spesies); pestisida nabati (3 spesies); pakan ternak (6 spesies); tumbuhan hias (4 spesies); kayu bakar (2 spesies).

Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies di Tahura R. Soerjo tergolong sedang. Sedangkan, kemerataan individu spesies pada tingkat pancang lebih merata dibandingkan tingkat tumbuhan lainnya. Spesies tumbuhan berguna yang paling banyak ditemukan adalah untuk tumbuhan obat (16 spesies).

RISA AGUSTINA DEWI ARDIANI. Potential of Useful Plants in R. Soerjo Grand Forest Park, Batu City, East Java. Under supervision of AGUS HIKMAT and ERVIZAL A. M. ZUHUD

Function of the grand forest park under the Law number 5 of 1990 about collection of plants. However, the Grand Forest Park (Tahura) R. Soerjo interferenced by open area for industry and expansion of agricultural land. If this takes place in the long term it will have an impact on the loss / extinction of plant species. The desire to conserve the region Tahura R. Soerjo will increase if knew uses of plant species. This research aims to identify the plant species composition and diversity of useful plants as well as the potential contained in the Tahura R. Soerjo. This research was conducted in September 2011. The data collections and analysis of useful plants was conducted by analyzing the vegetations and study literature. The identification of useful plants in Tahura R. Soerjo used reference from Heyne (1987); Lemmens and Soetjipto (1999).

The number of analyzed vegetation species identified comprises of 50 species from 39 families. Habitus was the most commonly found form trees and dominant families was the Euphorbiaceae. Dominance of vegetation on the trees, poles, saplings, seedlings and ground plants in order were pasang (Quercus sundaica); dampul (Ficus lepicarpa); kopian (Glochidion macrocarpum); kopian (Glochidion macrocarpum); and remejun (Euphatorium riparium) with important value index (Indeks Nilai Penting) for each species of 78,86%; 42,65%; 34,3%; 51,4%; and 74,91%. Individual species evenness (E) at the tree level of 0,809; pole 0,873; saplings 0,899; 0,829 seedlings; and ground plants 0,683. Furthermore, species diversity (H’) contained in Tahura R. Soerjo classified as being at the level of the tree that is 2,5; pole 2,7; saplings and seedlings of 2,6; and ground plants 2,2. According to vegetation analyzed, it was found that 37 species (74%) of 28 families was grouped into 9 useful: medicinal plants (16 species); food plants (14 species), building materials (15 species); rope, wicker, and crafts (2 species); dyes and tannins (4 species); pesticide plant (3 species), fodder (6 species), ornamental plants (4 species), firewood (2 species).

Conclusion of the research showed that species diversity in Tahura R. Soerjo was classified as medium with a relatively high value of 2,7 at the pole. Meanwhile, species evenness at saplings is more evenly distributed than the other plants. The useful of the plant were found for medicinal plants (16 species).

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Potensi Tumbuhan Berguna di Taman Hutan Raya R. Soerjo Kota batu, Jawa Timur” adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dengan bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan ataupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Bogor, Maret 2012

Risa Agustina Dewi Ardiani NIM. E34070079

Nama : Risa Agustina Dewi Ardiani

NIM : E34070079

Menyetujui:

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Ir. Agus Hikmat, MSc.F Prof. Dr. Ir. Ervizal AM Zuhud,MS. NIP. 196209181989031002 NIP. 195906181985031003

Mengetahui:

Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

NIP 19580915 198403 1 003 Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni, MS

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahirabbilla’alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Skripsi yang berjudul “Potensi Tumbuhan Berguna di Taman Hutan Raya R. Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur” disusun sebagai suatu syarat untuk memperoleh gelar sarjana bidang kehutanan di Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk menginventarisasi potensi tumbuhan yang mempunyai berbagai macam kegunaan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi UPT. Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo dalam pengelolaan, pengembangan, pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya alam hayati khususnya tumbuhan yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Tahura R. Soerjo. Sehingga masyarakat dapat menyadari pentingnya keberadaan kawasan Tahura R. Soerjo dan bersama dengan petugas menjaga sumberdaya alam yang ada di dalamnya supaya tetap terjaga dengan baik.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait terutama kepada UPT. Tahura R. Soerjo, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur dan masyarakat. Penulis mengharapkan saran-saran dan petunjuk serta kritik yang membangun. Terima kasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak.

Bogor, Maret 2012

Penulis dilahirkan di Malang, Jawa Timur pada tanggal 7 Agustus 1989, sebagai puteri pertama dari empat bersaudara dari orangtua yang bernama Bapak Narto dan Ibu Sumaksih. Penulis memulai pendidikan pada tahun 1993 di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Sukopuro, tahun 1995 masuk Sekolah Dasar Negeri I Sukopuro dan lulus tahun 2001.Memasuki usia remaja, penulis melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pakis pada tahun 2001 dan lulus tahun 2004. Penulis melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tumpang pada tahun 2004 dan lulus tahun 2007. Pada tahun 2007, penulis melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Ujian Seleksi Mahasiswa (USMI) pada Fakultas Kehutanan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata.

Selama studi di Fakultas Kehutanan IPB, penulis mengikuti kegiatan Praktek Pengenalan ekosistem Hutan (P2EH) di CA Gunung Sawal dan CA Pangandaran pada tahun 2009. Penulis juga mengikuti Praktek Pengelolaan Hutan (P2H) di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) pada tahun 2010. Setelah itu, penulis juga mengikuti Praktek kerja lapang Profesi (PKLP) di Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi pada tahun 2011. Penulis mengikuti kegiatan organisasi Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan (HIMAKOVA) periode 2008 – 2011 sebagai anggota dari Kelompok Pemerhati Herpetofauna (KPH). Pada periode 2009-2010 menjadi anggota biro kesekretariatan HIMAKOVA.

Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan IPB, penulis menyusun skripsi yang berjudul “Potensi Tumbuhan Berguna di Taman Hutan Raya R. Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur”, dibimbing oleh Dr. Ir. Agus Hikmat, MSc.F dan Prof. Dr. Ir. Ervizal A M Zuhud, MSc.

Alhamdulillahirobbill’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas izin dan segala kemudahan yang diberikan-Nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Selain itu, dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Dr. Ir. Agus Hikmat, MSc.F dan Bapak Prof. Dr. Ir. Ervizal A M Zuhud, MSc. atas segala bimbingan, arahan, waktu, kesabaran, dan saran yang telah diberikan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

2. Bapak Ir. Edhi Sandra, M.Si, selaku ketua sidang dan Ibu Anne Carolina, S.Si, M.Si, selaku dosen penguji dari Departemen Hasil Hutan pada siding komprehensif penulis.

3. Kepala UPT Tahura R. Soerjo yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

4. Bapak Wanoto dan Bapak Gunadi yang telah membantu dan membimbing penulis selama di lapangan.

5. Bapak dan Ibu Dosen Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan ilmu pengetahuan, pengajaran, dan bimbingan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di IPB.

6. Ibu dan Bapak yang sangat saya sayangi, atas segala doa, kasih sayang, kesabaran, semangat serta segala dukungan, pengorbanan dan bantuannya. 7. Mas Bayu Candra Prasetio yang saya sayangi atas segala dukungan dan

perhatian kepada penulis.

8. Teman-teman yang selama ini telah mendukung penulis (Mettha, Opie, Muti, Rahmi, Woro, Asih dan Neneng).

9. Teman-teman yang ada di Wisma Blobo (Ticul, Nenek, Hence, Rysda, dan Mba Tinul, Mba Nano) yang memberikan bantuan dan dukungan.

10.Teman-teman KSHE 44 “KOAK” yang selama mengalami susah dan senang selama melakukan kuliah.

11.Keluarga besar Himakova yang telah berbagi ilmu dan pengalaman hidup. 12.Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah

Halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR GAMBAR ... v DAFTAR LAMPIRAN ... vi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Tujuan ... 2 1.3 Manfaat ... 2

Dokumen terkait