[ASMINDO] Komda Jepara. 2008. Menuju Tata Niaga Industri Furniture
Berdaya Saing Global (5 Tahun Membangun Industri Furniture Jepara).
Jepara: Asmindo Komda Jepara 2002 – 2007.
Avdasheva S. 2006. Russian Furniture Industry: Enterprises’ Upgrading from
the Value-Chain Theory Perspectives. http://www.tukkk.fi/pei/pub [3
Pebruari 2009]
[BAPPEDA] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan [BPS] Biro Pusat Statistik Kabupaten Jepara. 2007. Produk Domestik Regional Bruto
Kabupaten Jepara 2006. Jepara: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara.
[BAPPEDA] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan [BPS] Biro Pusat Statistik Kabupaten Sumedang. 2007. Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) Kabupaten Sumedang Menurut Lapangan Usaha Tahun 2002 -
2006. Sumedang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang
Barclay I, Dann Z, Holroyd P. 2000. New Product Development: A Practical
Workbook for Improving Performance. Butterworth – Heinemann:
Oxford.
[BPS] Biro Pusat Statistik. 2006. Statistik Indonesia 2005/2006. Jakarta: BPS [BPS] Biro Pusat Statistik. Kabupaten Jepara. 2007. Jepara Dalam Angka 2006.
Jepara: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara.
[BPS] Biro Pusat Statistik. Kabupaten Sumedang. 2007. Kabupaten Sumedang
dalam Angka 2006/2007. Sumedang: BPS Kabupaten Sumedang.
Burley JJ. Evans dan Youngquist JA. 2004. Enclyclopedia of Forest Science
Volume Four. Spain: Elsevier Academic Press.
Davis LS, Johnson KN, Bettinger PS, Howard TE. 2001. Forest Management:
To Sustain Ecological, Economic, and Social Values [Forth Edition].
Boston: Mc Graw Hill.
[DEPERIN] Departemen Perindustrian. 2006. Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah Furniture Melalui Pendekatan Klaster. Jakarta. Direktorat
Industri Kimia dan Bahan Bangunan – Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah – Departemen Perindustrian.
Departemen Kehutanan. 2004. Potensi Hutan Rakyat Indonesia 2003. Jakarta: Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan, Departemen Kehutanan. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. 2007. Kondisi Hutan
Rakyat dan Potensi Tegakan Kabupaten Jepara Tahun 2005/2006/2007.
Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah. 2008. Produksi Kayu Bulat Asal Hutan
Rakyat Jawa Tengah s/d Desember 2007. Semarang: Dinas Kehutanan
Provinsi Jawa Tengah
Dinas Kehutanan Sumberdaya Mineral dan Energi Kabupaten Sumedang. 2007.
Data Produksi Hasil hutan (Kayu Bulat) Berdasarkan Penerbitan
Dokumen Angkutan Pada Hutan Hak/Rakyat. Sumedang: Dinas
Kehutanan Sumberdaya Mineral dan energi.
Dinas Kehutanan Sumberdaya Mineral dan Energi. 2008. Laporan Akhir Tahun -
Tahun Anggaran 2007. Sumedang: Dinas Kehutanan Sumberdaya
Mineral dan Energi
Eriyatno. 2003. Ilmu Sistem: Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Bogor: IPB Press.
Ewasechko AC. 2005. Upgrading the Central Java Wood Furniture Industry: A
Value Chain Approach. Philippines: International Labour Organization.
Gereffi G, Humprey J, Kaplinsky R, Sturgeon TJ. 2001. Introduction: globalisation, value chains and development. IDS Bulletin 32(3): 1 – 8 Grant E, Ellen KP, Sandra SL. 1997. Ecology and Natural Resource
Management, System Analysis and Simulation. Toronto: John Willey &
Son, Inc.
Grogan J, Barreto P. 2005. Big-leaf mahogany on CITES appendix II: big challenge, big oakpportunity. Conservation Biology 19(3): 973 – 976 Haris U, Gonarsyah I. 1999. Struktur pasar dan kinerja kelembagaan tataniaga
bahan olah karet rakyat (BOKAR). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian 12 (2): 56-78
Hudaya F. 2008. Analisis optimalitas pengadaan bahan baku industri furniture PT. Kota Jati Furindo di Jepara – Jawa Tengah [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
[IRG] International Resources Group. 2006. Frame Philippines Rattan Value
Chain Study. Washington: United States Agency International
Development (USAID).
[ITTO] International Tropical Timber Organization. 2006. Tropical Timber
Market Report 11 (15). Yokohama: ITTO.
Kaplinsky R dan Morris M. 2000. A Handbook for Value Chain Research. http://www.ids.ac.uk/ids/global/pdfs/VchNov01.pdf. [3 September 2007] Kaplinsky R, Memedovic O, Morris M, Readman J. 2003. The Global Wood
Furniture Value Chain: What Prospects for Upgrading by Developing
82 Kaplinsky R, Readman J. 2001. Integrating SMEs in Global Value Chains
towards Partnership for Development. Viena: United Nations Industrial
Development Organization.
Loebis L dan Schmitz H. 2005. Java Furniture Makers: Globalisation winners or losers? Development and Practice 15(3&4): 514 – 552.
Munro LT. 2001. A Principal-Agent Analysis of the Family: Implication for Welfare State. American Journal of Economics and Sociology 60 (4): 795 – 814
North DC. 1990. Institutions, Institutional Change and Economic Performance. New York: Cambridge University Press.
Nugroho, B. 2002. Analisis Biaya Proyek Kehutanan. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB.
Nugroho B. 2003. Kajian institusi pelibatan usaha kecil-menengah industri pemanenan hutan untuk mendukung pengelolaan hutan produksi lestari [Disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Ostrom E, Schroeder L, Wynne S. 1993. Institutional Incentives and Sustainable
Development. Colorado: Westview Press.
Pasaribu RA, Roliadi H. 2006. Kajian Potensi Kayu Pertukangan dari Hutan Rakyat pada Beberapa Kabupaten di Jawa Barat. Di dalam: Prosiding
Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan; Bogor, 2006. Bogor: Pusat Penelitian
dan Pengembangan Hasil Hutan. hlm 35 - 48
Perhutani. 2005. Statistik Tahun 2000 – 2004. Jakarta. Direksi Perum Perhutani Perhutani Unit I Jawa Tengah . 2007. Buku Saku Statistik Tahun 2002 - 2006.
Semarang. Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
Perhutani Unit I Jawa Tengah. 2007b. Laporan Gangguan Keamanan Hutan
Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, Bulan Desember 2007. Semarang:
Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah.
Porter ME. 1985. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior
Performance. New York: The Free Press.
Purnomo H. 2005. Teori Sistem Kompleks, Pemodelan dan Manajemen
Sumberdaya Adaptif. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Tidak Diterbitkan.
Purnomo H. 2006. Teak furniture and business responsibility: a global value chain dynamics approach. Economics and Finance in Indonesia 54 (3): 411 – 443.
Roda JM, Cadène P, Guizol P, Santoso L, Fauzan AU. 2007. Atlas Industri
Semua Tentang Kayu. 2009. Konversi Kayu Gergajian terhadap Ukuran Jadi.. http://www.tentangkayu.com/ [20 Pebruari 2009]
Simatupang TM. 1994. Teori Sistem Suatu Perspektif Teknik Industri. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset Yogyakarta.
Soerianegara I, Lemmens RHMJ (Editor). 1994. Plant Resources of South East
Asia 5 (1) Timber Trees: Major Commercial Timbers. Bogor: PROSEA.
[SPH] Seksi Perencanaan Hutan IV Rembang. 2003. Suplement (Risalah Kilat)
Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan, Kelas Perusahaan Jati Kesatuan Pemangkuan Hutan Pati, Jangka Perusahaan 1 Januari 2004 s/d 31
Desember 2008. Rembang: Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah.
Sumaryuwono T. 2001. Strategi peningkatan nilai tambah industri kayu jati Perum Perhutani (studi kasus PGM-KIPKJ Cepu & PGM Brumbung) [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Susanty SL. 2000. Strategi peningkatan produktivitas berdasarkan analisis nilai tambah pabrik minyak goreng sawit [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
Sturgeon TJ. 2001. How do we define value chains and productio networks?.
IDS Bulletin 32 (3): 9 – 18.
Tambunan TTH. 2006. Industrialisasi Di Negara Sedang Berkembang: Kasus
Indonesia. Jakarta. Ghalia Indonesia.
USAID-SENADA. 2007. Tinjauan Rantai Nilai Industri (RNI) Mebel:
Mekanisme Operasi dan Antar Hubungan Perusahaan dalam RNI Mebel.
USAID – SENADA.
Whynes DK. 1993. Can performance monitoring solve the public service principal-agent problem?. Scottish Journal of Political Economy 40(4): 434 – 446.
84
Lampiran 1. Susunan kelas hutan KPH Pati
Luas % Luas %
I Untuk produksi kayu jati 1 Baik untuk perusahaan tebang habis
A. Produktif KU I 3.368,50 8,74 11.037,70 28,63 KU II 5.414,80 14,05 256,90 0,67 KU III 3.521,50 9,13 286,00 0,74 KU IV 2.019,30 5,24 230,50 0,60 KU V 525,80 1,36 3,70 0,01 KU VI 210,30 0,55 KU VII 53,60 0,14 KU VIII 31,20 0,08 KU IX 16,90 0,04 KU X 1,60 0,00 MT 11,70 0,03 MR 337,80 0,88 Jumlah produktif 15.513,00 40,24 11.814,80 30,65 B Tidak produktif LTJL 131,50 0,34 7.542,80 19,56 TK 2.725,10 7,07 1.063,70 2,76 TJBK 2.560,80 6,64 1.405,40 3,65 TKL 949,30 2,46 30,70 0,08 HAKL 135,60 0,35 HAJBK - 0,00
Jumlah tidak produktif 6.502,30 16,87 10.042,60 26,05
2 Tidak baik untuk perusahaan tebang habis 50,10 0,13 691,30 1,79 JUMLAH I 22.065,40 57,23 22.548,70 58,49
II Bukan untuk produksi kayu jati
TKTBJ 657,70 1,71 2.804,00 7,27 TKLTBJ 392,00 1,02 1.273,70 3,30 HAKLTBJ 5.247,90 13,61 3.746,30 9,72 TJM 179,80 0,47 12,00 0,03 TJKL 5.057,00 13,12 2.669,30 6,92 HPT - 1.596,70 4,14 JUMLAH II 12.522,50 32,48 12.102,00 31,39
III Bukan untuk produksi
TBP 81,80 0,21 57,70 0,15 LDTI 756,39 1,96 717,69 1,86 SA/HW 71,60 0,19 3.055,00 7,92 HL 3.055,00 7,92 71,60 0,19 JUMLAH III 3.964,79 10,28 3.901,99 10,12 JUMLAH I+II+III 38.552,69 100,00 38.552,69 100,00
Sumber: [SPH] Seksi Perencanaan Hutan IV Rembang. 2003. Suplement (Risalah Kilat) Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan, Kelas Perusahaan Jati Kesatuan Pemangkuan Hutan Pati, Jangka Perusahaan 1 Januari 2004 s/d 31 Desember 2008. Rembang. Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
Data Tegakan Mahoni di KPH Pati
2003 luas (ha) 776,1 1.337,5 163,5 12,6 44,7 1,0 35,3 5,5 2.376,2
Sumber: Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah . 2004. Buku Saku Statistik Tahun 1999 - 2003. Semarang. KU VI KU VII KU VIII Jumlah KU IX KU II KU III KU IV KU V Risalah kilat 2003 No Kelas hutan KU I
86